Ini Doa Ustad Mumuy Untuk Universitas Malahayati

Tabligh Akbar kali ini berlangsung sangat tertib dan meriah. Para jamaah sudah datang dari pagi untuk mendengar tausiyah dari dai muda yang sedang naik daun ini. Ialah Ustad Mumuy yang akan memberi tausiyah di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Minggu 23 Agustus 2015.

Mumuy Abdul Mukti nama lengkapnya, Juara 1 Aksi Indosiar 2015 ini dan juga salah satu mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Trabiyah (STIT), Ia menyampaikan kesannya terhadap Universitas Malahayati, “Sangat luas ya Universitas Malahayati, dari luar terlihat kecil namun setelah saya masuk ternyata begitu luas,” Ujarnya dalam wawancara eksklusif oleh tim Malahayati.ac.id.

Ia juga sangat kagum atas Universitas Malahayati yang peduli kepada kaum dhuafa dan anak yatim, “ini suatu yang sangat baik sebagai contoh untuk orang lain, menjadikan suatu motivasi bagi kita semua bagi masyarakat, khususnya bagi kaum muslim,” ujarnya.

Anak Yatim adalah kekuatan Universitas Malahayati, dan juga sebagai pondasi Universitas Malahayati, yang selalu memberi semangat kepada pemilik, karyawan dan mahasiswa untuk terus berjuang, dan terus ikut serta membantu anak yatim.

Dai muda kelahiran 27 Januari 1995 juga sempat mendoakan Universitas Malahayati, “Semoga di umurnya yang ke 21 ini, mudah-mudahan Universitas Malahayati diberikan berkah kelanggengan, khususnya untuk para pengurus-pengurusnya, semoga panjang umur, tidak ada halangan maupun kesulitan, mudah-mudahan lebih maju lagi, lebih berkah,” ujar ustad Mumuy saat berdoa.[]

Rohima; Membuka Bazar Islami

Unit Kegiatan Mahasiswa, Rohima Universitas Malahayati pun ikut berpartisipasi dan ikut membuka Bazar dan Pamaran di halaman komplek Kabara Foodcourt, Rabu 19 Agustus 2015. Rohima adalah Unit Kegiatan Mahasiswa yang berperan aktif dalam bidang keagamaan. Rohima membuka Stand Bazar dan Pameran yang berisi Islami.

“Stand kami terdapat buku-buku tentang islami, selain itu terdapat pula referensi islami dan kisah-kisah para Nabi,”ujar Dayu Renanda Shinta, mahasiswi yang menjaga Stand UKM Rohima.

Selain itu, di Stand Rohima terdapat jilbab-jilbab dan perlengkapan kaum muslimah. “kami disini berkerjasama dan disponsori langsung oleh Balai Buku dengan Balai Busana,”sambungnya.

Pendirian Stand yang bertujuan mengenalkan islam yang islami ini sangat menarik untuk di kunjungi.[]

Begini Kata Dide-Hijau Daun Band Tentang Universitas Malahayati

DALAM rangka menyambung tali silahturahmi sekaligus temu kangen alumni prodi keperawatan Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Ikatan Alumni Prodi Keperawatan Universitas Malahayati, akan mengadakan Reuni Akbar. Reuni akbar ini meliputi alumni D3 Akademik Keperawatan (Akper), S1 Keperawatan Reguler dan Non-Reguler, NERS angkatan tahun 1994 hingga angkatan tahun 2014, yang akan di adakan pada Minggu, 16 Agustus 2015. Merekapun sepakat untuk mengundang Hijau Daun Band untuk mengisi acara itu.

Oleh karena itu Dide, atau Dedi Irawan salah satu personil Hijau Daun, siang ini survei lokasi untuk acara Reuni Akbar ini. Dide mendatangi langsung tempat yang nanti nya ia akan hadiri, yaitu Gedung Graha Bintang, Universitas Malahayati.  Ia menyempatkan diri ke Malahayati di sela-sela kesibukannya untuk bertemu panitia acara agar bisa tampil maksimal pada acara reuni akbar 16 Agustus nanti.

Memasuki pintu graha bintang, pandangannya langsung ia tujukan ke arah panggung dan lokasi penonton, ia langsung berdiksusi mengenai tata letak, kebutuhan panggung dan semua hal yang berhubungan dengan acara itu bersama panitia. Setelah selesai berdiskusi, ia menyempatkan diri melihat ruang ganti Talent yang berada disebelah ruangan utama Graha Bintang.

Saat di temui tim Malahayati.ac.id di Gedung Graha Bintang, ia menggunakan busana kasual dengan kaos hitam lengan pendek di padukan dengan jeans, dan sendal flat.

Saat team malahayati.ac.id bertanya mengenai bagaimana kesannya terhadap Universitas Malahayati sekarang, Ia menjawab “Terakhir saya kesini, kampus masih berada di depan, sekarang cukup banyak mengalami perubahan, sangat bagus gedungnya dan sudah maju pesat,” katanya.

Dide sapaan para fans nya ini juga mengatakan bahwa ia memiliki sepupu juga yang memang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. “Disini memang lengkapkan, fasilitas memadai, bahkan Malahayati juga punya Rumah Sakit Sendiri kan? Jadi mereka bisa Koas disini, makanya sepupu saya kuliah disini,” ujarnya.

Dide Hijau Daun yang saat ini sedang di sibukan dengan promo album Cahaya Cinta dan single baru ini juga berpesan “Bagi kalian yang mau album terbaru Hijau Daun, udah rilis dari Bulan Februari dan cuma ada di Texas Chicken,”kata Dide.[]

Dosen dan Mahasiswa dari Malaysia Ini Bicara Tentang Malahayati

SUASANA Kabara Foodcourt di kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, kini semakin ramai dipadati mahasiswa setiap malamnya, ada yang sibuk menulis laporan kegiatan, makan, dan berdiskusi. Namun jika diperhatikan bahasa yang mereka gunakan sedikit berbeda. Ternyata bahasa melayu dengan sedikit campuran bahasa inggris.

Siapa mereka? apakah mahasiswa pindahan? atau ….

Agar tidak penasaran, wartawan malahayati.ac.id langsung menghampiri salah satu dari mereka dan mengajaknya berbincang. “Ezam,” ujarnya memperkenalkan diri. Lelaki muda ini ternyata adalah salah satu dosen dari mahasiswa Malaysia yang sedang magang di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Universitas Malahayati.

“Mereka adalah mahasiswa semester akhir di Cyberjaya University college of medical science di Malaysia, disini mereka training paramedic sciences clinical atau latihan tindakan medis kepada pasien atau biasa disebut magang kalau di Indonesia” kata Ezam.

Ezam juga mengatakan bahwa mahasiswanya akan magang di RSPBA selama 2 bulan, dari 5 Juli hingga 1 September 2015. Ada sekitar 42 Mahasiswa terdiri dari 9 putra dan 33 putri serta 2 dosen pembimbing yang mengikuti kegiatan paramedic science clinical training, salah satunya Ezam. ke-42 mahasiswa itu dibagi menjadi 2 shift yaitu shift pagi dari pukul 07.00-14.00 dan shift siang dari pukul 14.00-21.00.

Mereka juga terbagi di 5 ruang yang berbeda, yaitu Ruang IGD, Ruang bedah, Ruang Anak, Kebidanan, dan Bagian Penyakit dalam. Mereka di rolling setiap 10 hari untuk berpindah dan merasakan praktek di setiap bagian perawatan. Selain melakukan perawatan kepada pasien, mereka juga wajib memberi laporan harian dan studi kasus setiap minggunya selama praktek di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.

Saat ditanya bagaimana kesan dan pesan selama berada di Malahayati, Ezam menjawab; “Disini kami merasa sedang di rumah sendiri, semuanya baik dan ramah, serta semuanya bekerja sama dengan baik. Bahkan, disini kami dilayani lebih baik, dan diberikan fasilitas yang mendukung dengan sangat memuaskan dibanding saat kami di tempat asal kami,” ujar Ezam.

“Semoga Cyberjaya University dan Malahayati bisa terus berkolaborasi dan bisa saling berbagi pengalaman,” kata Ezam.

Uniknya saat team malahayati.ac.id berbincang bersama para mahasiswa Cyberjaya University dan Dosennya, ada mahasiswi yang berkata “Makanan disini pedas sangat, tapi sedap. Saya suka disini,” ujar salah satu mahasiswi berhijab itu. []

Winarto; Parkir Kendaraan Anda di Kantong Parkir yang di Sediakan !

PEMBERITAHUAN kepada seluruh mahasiswa dan civitas Universitas Malahayati, yang menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat, diinstruksikan untuk memarkir kendaraan di kantong parkir yang tersedia. Untuk menghindari dan meminimalisir tindak kejahatan pencurian atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Menurut Winarto selaku kordinator umum satuan pengamanan Universitas Malahayati, “Semua diwajibkan memarkirkan kendaraannya di kantong parkir yang sudah disediakan, demi kenyamanan bersama. Selain itu dengan tertibnya parkir kendaraan, itu akan memudahkan untuk mengawasinya dan tentunya akan menambah keindahan Malahayati juga,” kataya di sela-sela apel rutin satuan pengamanan Unimal.

Bersamaan dengan hal itu, rasa saling menghargai adalah yang terpenting, jadi masyarakat Unimal harus menghargai peraturan dan tata tertib yang berlaku di Unimal, dan satpam juga akan melaksanakan tugasnya se-optimal mungkin.

“Memang tidak ada garansi berupa penggantian jika ada kehilangan di area kantong parkir, tapi setidaknya dengan memarkir kendaraan disana, kemungkinan tindak pencurian akan lebih diperkecil lagi,” ujarnya.

Selain itu jika suatu saat ada pengempesan ban kendaraan bermotor yang parkir sembarangan di luar kantong parkir, bisa jadi itu adalah antisipasi para satpam untuk meminimalisir tindakan pencurian, bukan karena iseng atau ingin mengurangi kenyamanan pemilik kendaraan sendiri.

“Kalau dikempeskan ban motornya, setidaknya pencuri juga tidak semudah itu membawa motor yang diluar kantong parkir, itulah salah satu tindakan pencegahan kami. Mohon dimengerti,” ujar lelaki yang merupakan anggota marinir ini.

Tapi jika sifatnya urgen atau kondisional (waktu singkat) tak ada masalah, asal jangan berjam-jam saja. Apalagi berbohong, mengatakan hanya sebentar tapi ternyata lama. “Intinya saling menghargai saja,” ujar Winarto.

Satpam Malahayati; Tetap Bertugas, Semangat Tanpa Batas

MASA liburan semester telah tiba, komplek kampus Universitas Malahayati nampak tak seperti biasanya, bahkan bisa dikatakan kosong. Penghuni asramapun sudah pulang dan mudik sejak tanggal 15 Juli lalu. Mereka pulang ke kampung halaman masing-masing untuk merayakan lebaran idul fitri bersama sanak famili.

Libur dan kosongnya kompleks Universitas Malahayati bukan alasan bagi satuan pengamanan (Satpam) Universitas Malahayati untuk ikut-ikutan libur. Mereka dengan penuh dedikasi dan integritas tak kenal lelah apalagi jengah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di Lingkungan Universitas Malahayati.

Meskipun sedang tidak ada mahasiswa yang menghuni asrama, mereka tetap menjalankan tugasnya untuk berjaga di setiap pos dan patroli secara bergantian.

Menurut keterangan Suratno, salah seorang satpam kampus Unimal, “Satpam kita berjumlah sekitar 29 orang, termasuk 2 satpam wanita nonshift (jaga pagi), yang dibagi menjadi 3 shift secara bergantian,” ujarnya.

Saat ditanya suka-duka menjadi satpam, “Ya begini lah, sudah jadi tugas dan kewajiban kami untuk terus menjaga kampus Universitas Malahayati, lebaran bukan alasan untuk tidak melaksanakan tugas, kami tetap masuk sesuai jadwal,” ujar Selamet saat ditemui tim infolampung.com.

Lain lagi dengan Syarjoni, saat ditanya tentang kesan unik selama menjadi satpam Unimal, ia menjawab “Menjadi satuan pengaman itu uniknya saat menghadapi orang yang memaksa masuk ke area terbatas dan bertemu dengan Pejabat Unimal, banyak yang berbohong padahal belum buat janji, ya cerdik-cerdiklah kita menolak dan melayani dengan santun tanpa mengurangi etika yang berlaku,” ujarnya di pos asrama putra.

Suratno(kiri), Selamet(tengah), Syarjoni(bertopi)

Suratno(kiri), Selamet(tengah), Syarjoni(bertopi)

Bagi mereka mencintai pekerjaan adalah hal utama, dedikasi dan integritas merupakan harga mati demi keamanan dan kenyamanan lingkungan Universitas Malahayati.

Salut deh buat satuan pengamanan unimal, dua jempol buat kalian. Lanjutkan !