Dosen dan Mahasiswa dari Malaysia Ini Bicara Tentang Malahayati

SUASANA Kabara Foodcourt di kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, kini semakin ramai dipadati mahasiswa setiap malamnya, ada yang sibuk menulis laporan kegiatan, makan, dan berdiskusi. Namun jika diperhatikan bahasa yang mereka gunakan sedikit berbeda. Ternyata bahasa melayu dengan sedikit campuran bahasa inggris.

Siapa mereka? apakah mahasiswa pindahan? atau ….

Agar tidak penasaran, wartawan malahayati.ac.id langsung menghampiri salah satu dari mereka dan mengajaknya berbincang. “Ezam,” ujarnya memperkenalkan diri. Lelaki muda ini ternyata adalah salah satu dosen dari mahasiswa Malaysia yang sedang magang di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Universitas Malahayati.

“Mereka adalah mahasiswa semester akhir di Cyberjaya University college of medical science di Malaysia, disini mereka training paramedic sciences clinical atau latihan tindakan medis kepada pasien atau biasa disebut magang kalau di Indonesia” kata Ezam.

Ezam juga mengatakan bahwa mahasiswanya akan magang di RSPBA selama 2 bulan, dari 5 Juli hingga 1 September 2015. Ada sekitar 42 Mahasiswa terdiri dari 9 putra dan 33 putri serta 2 dosen pembimbing yang mengikuti kegiatan paramedic science clinical training, salah satunya Ezam. ke-42 mahasiswa itu dibagi menjadi 2 shift yaitu shift pagi dari pukul 07.00-14.00 dan shift siang dari pukul 14.00-21.00.

Mereka juga terbagi di 5 ruang yang berbeda, yaitu Ruang IGD, Ruang bedah, Ruang Anak, Kebidanan, dan Bagian Penyakit dalam. Mereka di rolling setiap 10 hari untuk berpindah dan merasakan praktek di setiap bagian perawatan. Selain melakukan perawatan kepada pasien, mereka juga wajib memberi laporan harian dan studi kasus setiap minggunya selama praktek di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin.

Saat ditanya bagaimana kesan dan pesan selama berada di Malahayati, Ezam menjawab; “Disini kami merasa sedang di rumah sendiri, semuanya baik dan ramah, serta semuanya bekerja sama dengan baik. Bahkan, disini kami dilayani lebih baik, dan diberikan fasilitas yang mendukung dengan sangat memuaskan dibanding saat kami di tempat asal kami,” ujar Ezam.

“Semoga Cyberjaya University dan Malahayati bisa terus berkolaborasi dan bisa saling berbagi pengalaman,” kata Ezam.

Uniknya saat team malahayati.ac.id berbincang bersama para mahasiswa Cyberjaya University dan Dosennya, ada mahasiswi yang berkata “Makanan disini pedas sangat, tapi sedap. Saya suka disini,” ujar salah satu mahasiswi berhijab itu. []

Winarto; Parkir Kendaraan Anda di Kantong Parkir yang di Sediakan !

PEMBERITAHUAN kepada seluruh mahasiswa dan civitas Universitas Malahayati, yang menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat, diinstruksikan untuk memarkir kendaraan di kantong parkir yang tersedia. Untuk menghindari dan meminimalisir tindak kejahatan pencurian atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

Menurut Winarto selaku kordinator umum satuan pengamanan Universitas Malahayati, “Semua diwajibkan memarkirkan kendaraannya di kantong parkir yang sudah disediakan, demi kenyamanan bersama. Selain itu dengan tertibnya parkir kendaraan, itu akan memudahkan untuk mengawasinya dan tentunya akan menambah keindahan Malahayati juga,” kataya di sela-sela apel rutin satuan pengamanan Unimal.

Bersamaan dengan hal itu, rasa saling menghargai adalah yang terpenting, jadi masyarakat Unimal harus menghargai peraturan dan tata tertib yang berlaku di Unimal, dan satpam juga akan melaksanakan tugasnya se-optimal mungkin.

“Memang tidak ada garansi berupa penggantian jika ada kehilangan di area kantong parkir, tapi setidaknya dengan memarkir kendaraan disana, kemungkinan tindak pencurian akan lebih diperkecil lagi,” ujarnya.

Selain itu jika suatu saat ada pengempesan ban kendaraan bermotor yang parkir sembarangan di luar kantong parkir, bisa jadi itu adalah antisipasi para satpam untuk meminimalisir tindakan pencurian, bukan karena iseng atau ingin mengurangi kenyamanan pemilik kendaraan sendiri.

“Kalau dikempeskan ban motornya, setidaknya pencuri juga tidak semudah itu membawa motor yang diluar kantong parkir, itulah salah satu tindakan pencegahan kami. Mohon dimengerti,” ujar lelaki yang merupakan anggota marinir ini.

Tapi jika sifatnya urgen atau kondisional (waktu singkat) tak ada masalah, asal jangan berjam-jam saja. Apalagi berbohong, mengatakan hanya sebentar tapi ternyata lama. “Intinya saling menghargai saja,” ujar Winarto.

Satpam Malahayati; Tetap Bertugas, Semangat Tanpa Batas

MASA liburan semester telah tiba, komplek kampus Universitas Malahayati nampak tak seperti biasanya, bahkan bisa dikatakan kosong. Penghuni asramapun sudah pulang dan mudik sejak tanggal 15 Juli lalu. Mereka pulang ke kampung halaman masing-masing untuk merayakan lebaran idul fitri bersama sanak famili.

Libur dan kosongnya kompleks Universitas Malahayati bukan alasan bagi satuan pengamanan (Satpam) Universitas Malahayati untuk ikut-ikutan libur. Mereka dengan penuh dedikasi dan integritas tak kenal lelah apalagi jengah untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di Lingkungan Universitas Malahayati.

Meskipun sedang tidak ada mahasiswa yang menghuni asrama, mereka tetap menjalankan tugasnya untuk berjaga di setiap pos dan patroli secara bergantian.

Menurut keterangan Suratno, salah seorang satpam kampus Unimal, “Satpam kita berjumlah sekitar 29 orang, termasuk 2 satpam wanita nonshift (jaga pagi), yang dibagi menjadi 3 shift secara bergantian,” ujarnya.

Saat ditanya suka-duka menjadi satpam, “Ya begini lah, sudah jadi tugas dan kewajiban kami untuk terus menjaga kampus Universitas Malahayati, lebaran bukan alasan untuk tidak melaksanakan tugas, kami tetap masuk sesuai jadwal,” ujar Selamet saat ditemui tim infolampung.com.

Lain lagi dengan Syarjoni, saat ditanya tentang kesan unik selama menjadi satpam Unimal, ia menjawab “Menjadi satuan pengaman itu uniknya saat menghadapi orang yang memaksa masuk ke area terbatas dan bertemu dengan Pejabat Unimal, banyak yang berbohong padahal belum buat janji, ya cerdik-cerdiklah kita menolak dan melayani dengan santun tanpa mengurangi etika yang berlaku,” ujarnya di pos asrama putra.

Suratno(kiri), Selamet(tengah), Syarjoni(bertopi)

Suratno(kiri), Selamet(tengah), Syarjoni(bertopi)

Bagi mereka mencintai pekerjaan adalah hal utama, dedikasi dan integritas merupakan harga mati demi keamanan dan kenyamanan lingkungan Universitas Malahayati.

Salut deh buat satuan pengamanan unimal, dua jempol buat kalian. Lanjutkan !