Rusli Bintang, Sang Peduli Anak Yatim

Tulisan Kabul Budiono, Pimpinan di Direktorat Program dan Produksi RRI, tentang Rusli Bintang.

Kami tidak merencanakan pertemuan itu. Berangan angan pun tidak. Namun, kami memang bertemu. Dari pertemuan itu saya belajar banyak tentang kebaikan hati dan keikhlasan luar biasa. Di mana? Di dalam pesawat terbang yang membawa kami ke Banda Aceh. Karenanya, saya percaya Allah lah yang mempertemukan kami. Allah yang berkehendak agar saya mendengar dan melihat apa yang dilakukan laki laki yang bernama Rusli Bintang.

“ Bapak, tinggal di Aceh?” Demikian tanya laki-laki di sebelah saya. Itulah awal perbincangan kami. Sayapun akhirnya tahu bahwa laki-laki berusia 65 tahun itu bernama Rusli Bintang. Saya sesungguhnya sudah melihatnya di depan pintu masuk pesawat Garuda Indonesia. Dari cara dia memalingkan muka, saya berkesimpulan bahwa ada yang tidak beres dengan  lehernya. Pun saya tidak menduga bahwa laki-laki berkaos sederhana itu akan duduk di samping saya di kelas bisnis.

“ Ya Bapak lihat, saya tidak bisa memalingkan muka dengan benar. Ini karena dulu saya sering memanggul beras“. Ya, Rusli Bintang, yang sekarang naik pesawat bersama saya, telah melewatkan hidupnya dengan kerja keras. Ia adalah anak sulung dari 9 bersaudara. Ia dan saudara saudara menjadi anak yatim karena Allah memanggil pulang bapaknya ketika ia masih remaja. Ia pernah menjadi tukang bersih-bersih salah satu kantor.  Ia juga pernah menjadi tukang angkat barang di pasar Ulee Kareeng tidak jauh dari rumahnya.

Namun, kini, apa yang terjadi ? Rusli Bintang yang tidak pernah menamatkan Madrasah Ibtidaiyah yang setingkat SD itu kini pulang ke tanah kelahirannya untuk membagi bagi uang untuk ratusan anak yatim dan ibunya.

“Selama bulan Ramadhan ini, kami jalan terus. Saya langsung datangi anak anak yatim ke rumahnya. Saya bagikan uang untuk beli baju lebaran. Habis dari Aceh kami ke Padang, kemudian ke Ujung Pandang (Makassar). Setiap bulan kami keluarkan uang 2 milyar untuk sedekah anak anak yatim“.

Mengapa demikian? Ia meminta saya mengingat ayat 261 Surat Al Baqarah. “Bapak baca ayat itu,“ demikian pintanya. Ayat 261 Surat Al Baqarah adalah permintaan Allah agar seorang Muslim menyedekahkan hartanya untuk anak yatim. “Coba Bapak hitung. Sekali memberi, akan berlipat tujuh ratus kali. Tetapi Bapak harus yakin, harus ikhlas. Bahagia sekali memberi anak yatim itu… “

Saya menanyakan mengapa ia peduli betul sama anak yatim? Ia bercerita bagaimana derita hidupnya ketika menjadi anak anak yatim ketika ditinggal mati ayahnya saat ia masih remaja. Ia adalah sulung dari adik-adiknya.

“ Saya sedih sekali pak. Adik saya meninggal gara gara uang 1000 rupiah dan saya tidak dapat memberinya. Adik saya itu, mau ujian SMP harus membayar uang untuk ujian. Ia sudah belajar dengan sungguh-sungguh. Tetapi ia tidak bisa ikut karena tidak bayar. Sayapun mencari uang. Tetapi susah sekali. Akhirnya saya dapat uang itu dan saya berikan uang itu untuk bayar uang ujian. Tetapi….”

Tiba tiba suaranya tersendat. Air matanya menetes. “Malam itu adik saya sakit. Ia mencret-mencret. Saya gendong dia ke rumah sakit. Punggung saya belepotan  kotorannya itu. Sampai di rumah sakit. Ia sudah lemah sekali. Akhirnya dia meninggal…… Saya sedih sekali pak. Karena kata dokter ia sakit karena stress. Sedih dan panik karena tidak bisa ikut ujian.“

Rusli pun menyeka air matanya. Saya terhenyak mendengar ceritanya. Karena itulah ia sangat berempati pada anak anak yatim dan berusaha membantunya.

Rusli Bintang sejak muda, sudah membiasakan diri bersedekah untuk anak-anak yatim.  Ketika Allah telah memberi rizki dengan mengubah kehidupannya dari seorang buruh menjadi pengusaha, terus menggelontorkan sebagian hartanya untuk para yatim piatu.

Dari hasil usahanya, di Banda Aceh dia mempunyai perguruan tinggi yang diberinama Abuyatama, yang berarti ayah anak yatim. Di Bandar Lampung berdiri megah Universitas Malahayati, dan di Jakarta perguruan tingginya ada di kawasan Kelapa Gading, yaitu Insititut Kesehatan, dan di Batam ada Universitas Batam.

Selain terhenyak mendengar kisah hidupnya pertemuan saya dengan Rusli menyebabkan kekagetan lain. Ketika saya bercerita bahwa saya ke Banda Aceh untuk membuka Pekan Tilawatil Qur’an tingkat Nasional dan bercerita bahwa tahun lalu ada dermawan yang memberi hadiah umrah untuk juara 1, di atas pesawat itu Pak Rusli bilang, “Kali ini saya yang akan membiayai umrah untuk para pemenang itu.”

Sungguh, saya tidak meyakini apa yang dikatakannya itu. Tetapi begitu sampai di Bandara Sultan Iskandar Muda, di pintu keluar ia bertemu Mirza Musa Kepala RRI Banda Aceh, pak Rusli Bintangpun bilang, “untuk juara yang lima itu, umrahnya dari saya“. Mirza kelihatan bingung. Ia baru percaya ketika saya menceritakan pembicaraan kami di pesawat.

Dalam mobil yang membawa saya dari bandara Mirza berkata, “Pak Rusli itu dulu bekerja, sama bapak saya. Ia yang membuka pintu pagi pagi dan bersih bersih kantor bapak saya.“

Subhanallah, Allahu Akbar…

Harapan Awang Sebagai Ketua Umum UKM Immune

UNIT Kegiatan Mahasiswa (UKM) Immune merupakan UKM baru dibidang perfilman. Spesifik nya UKM ini termasuk kedalam UKM Fakultas. Seorang mahasiswa asal Tanggerang Banten, Awang Purbo Sukesah dipercaya menjadi ketua umum UKM Immune.

Pria ini akrab disapa Awang, seorang mahasiswa fakultas Kedokteran ini memiliki hobi dibidang kesenian seperti musik. Ia yang dipercaya dapat menjalankan UKM ini oleh Dr Chintya. Dikarenakan Dylan yang sedang menjalani koas.

Ia berharapan untuk kedepan nya semoga Immune terus bisa berkarya lebih baik lagi dari sebelumnya. Lalu mendapat prestasi untuk acara indie movie di berbagai kompetisi. Untuk acara selanjutnya pun bisa semakin banyak antusias dari penontonnya dari semua kalangan. Agar adik-adik kita yang ada dipanti juga bisa ikut bahagia, dikarenakan hasil dari penayangan film di donasikan ke anak yatim.[]

Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati Ini Terpilih Sebagai Mekhanai Lampung 2016

Syarip Hidayat atau yang akrab disapa Aif adalah Mahasisiwa Fakultas Kedokteran Program Studi Kedokteran Umum Universitas Malahayati. Saat ini Aif duduk di semester ketiga. Ia nampak gagah dengan badan yang tinggi dan tegap juga  kumis tipisnya, Namun jangan salah dibalik kegagahannya tersebut ia memiliki bakat yang berbeda.

Biasanya anak laki-laki memiliki bakat sepak bola, basket atau olahraga ekstrem. Berbeda dengan yang lainnya Aif justru memiliki bakat pada bidang  seni tari yang banyak digemari kaum hawa. Ia mengaku tertarik, karena seni itu indah dan tidak semua orang mengerti akan sebuah seni. “Meski laki-laki menari cenderung dipandang sebelah mata, tetapi saat mereka mampu meraih juara tingkat nasional itu akan menjadi luar biasa,” ujar Aif kepada malahayati.ac.id.

Kecintaannya terhadap bidang seni ditunjukannya dengan mencalonkan diri sebagai Mekhanai Lampung. Tak mudah memang, Aif yang berasal dari Sukabumi Jawa Barat harus mengejar materi pembelajaran tentang Lampung dengan usaha yang ekstra. Meski begitu Aif tetap senang dan bangga dapat turut berpartisipasi pada kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata Provinsi Lampung tersebut.

“Perasaannya sangat senang, bangga, deg-degan juga apalagi saingan- saingannya memang berat untuk tahun ini, khususnya mekhanai mereka memiliki banyak potensi yang luar biasa,” ujar Aif.

Banyak pengalaman dan ilmu yang didapat Aif hal tersebut dijadikannya semangat dan motivasi. “Disana saya bertemu dengan anak-anak penuh semangat, potensi yang luar biasa dan tentunya membuat saya semakin bersemangat dan termotivasi,” ujar Aif.

Kerja kerasnya berbuah hasil pada 12 Agustus 2016 Aif dinobatkan sebagai Mekhanai Provinsi Lampung 2016 dan Mekhanai Favorite 2016. Aif mengaku senang sekaligu sedikit gugup karena tugas bersar yang sudah menunggunya. “Perasaannya sangat bangga, terharu dan sedikit tegang karena didepan sudah menunggu tugas-tugas yang besar selama 1 tahun kedepan,” ujar Aif.

Gelar baru yang disandangnya tersebut tak lantas menjadikan Aif orang yang besar kepala, ia justru memohon doa dan dukungan agar ia dapat mengemban amanah dan tugasnya dengan baik. “Untuk itu saya mohon doa dan dukungannya terus agar dapat mengemban amanah dan tugas dengan baik,” ujar Aif.

Saat ini ia sedang disibukkan dengan persiapan Festival Krakatau. []

Gilang Agusman; Ketua Umum UKM Bidang Seni

Gilang Agusman adalah mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan yang dipercaya sebagai Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Seni Universitas Malahayati. Gilang, biasa disapa telah menjabat sebagai Ketua Umum sejak 2013 lalu.

Pria kelahiran Gunung Madu, 31 Agustus 1994 ini memang menyukai seni terutama dibidang musik. Hal tersebut mengantarkannya meraih berbagai prestasi diantaranya ia pernah menjadi guest Star Lampung Fair 2014, Juara 1 Accoustic Creologi Pilar Ekonomi 2014, Juara 1 Festival Band Metro Fair 2016.

Motivasi Gilang menjadi Ketua Umum UKM BS yaitu memajukan UKM BS agar dapat dikenal berbagai kalangan. “Motivasi saya menjadi Ketua Umum yaitu ingin memajukan UKM BS ke tingkat provinsi dan lebih dikenal baik dikalangan kampus maupun diluar kampus,” ujar Gilang.

Saat ini UKM BS sedang disibukkan dengan persiapan kegiatan Reorganisasi oleh karena itu Gilang berpesan kepada Anggotanya agar tetap solid. “Semoga kalian makin solid, makin kompak, makin keren, dan dapat lebih berkreasi dalam bidang seni kalian,” ujar Gilang. []

Nur Rohmat S Setiawan; Juara Lomba Baca Puisi Peksemida 2016

NUR Rohmat Soni Setiawan, akrab disapa Wawan. Ia adalah mahasiswa berprestasi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Malahayati. Ia lahir di Banten, 07 September 1997. Sejak bergabung di Malahayati, ia langsung ikut UKM-BS Unmal, divisi teater.

Wawan juga ikut mengharumkan nama Malahayati di Peksemida Lampung 2016. Ia berhasil menyabet juara III lomba baca puisi yang diadakan di Universitas Lampung, 16 Agustus 2016 lalu. Meski begitu, ia mengatakan ketidakpuasan akan hasil yang ia peroleh, karena ia merasa masih bisa melakukan yang lebih baik lagi.

“saya senang masih bisa kasih tropi buat kampus. Tapi jujur saya belum puas, target saya juara I dan bisa ke Universitas Halu Oleo. Ini pengalaman yang bagus buat saya, kedepannya saya akan mempersiapkan lebih matang lagi dan berlatih lebih keras lagi,” Ujar Wawan.

Meski tak puas, ia tetap bersyukur atas apa yang ia peroleh saat ini. Ia mengatakan bahwa proses tak pernah menghianati hasil, artinya proses yang yang ia jalani selanjutnya harus lebih maksimal dan optimal lagi agar menghasilkan kemenangan yang lebih dari hari ini.[]

Ali Menjadi Wisudawan Terbaik di Fakultas Teknik

ACARA Pengukuhan Sarjana Teknik Yudisium tahun 2016 yang ke XIX Fakultas Teknik Universitas Malahayati Bandar Lampung. Acara ini digelar pada Jumat, 19 Agustus 2016 di Malahayati Career Center (MCC). Yudisium kali ini dihadiri oleh Wakil Rektor I dan Wakil rektor II, Dekan Fakultas Teknik, Kaprodi, dosen, dan tamu undangan.

Tak sangka seorang Mahasiswa Teknik Industri angkatan 2012, Nur Ali Anggriawan menjadi wisudawan terbaik saat ini dengan memperoleh predikat cumlaude. Pria yang akrab disapa Ali ini berasal dari Jambi yang memiliki hobi bermain futsal dan berpetualang.

Jelas saja, ia merasa sangat senang dan bangga dapat menjadi wisudawan terbaik di fakultas teknik. Artinya usaha yang ia lakukan akan sejalan dengan hasil yang ia dapatkan. Tetapi semua tidak terlepas dari ridho Allah SWT.

“Tentunya motivasi saya hingga seperti ini adalah orang tua. Karena mereka lah semangat itu ada. Cepat menyelesaikan perkuliahan adalah keinginan orang tua, terlebih bisa menjadi yang terbaik. Selain itu cita-cita juga menjadi motivasi tersendiri,” ujar pria kelahiran Cilacap, 15 Oktober 1994 silam.

Ia bercita-cita menciptakan lowongan pekerjaan bagi masyarakat. Motto dalam kehidupan Ali yakni “Manjadda Wajjada”. Terkadang ia pun memiliki hambatan dalam proses pembelajarannya, dikarenakan antara rencana dan sesungguhnya tidak akan sama. Contoh hambatan seperti malas.

“Harapan tentunya semoga apa yang telah saya dapatkan dapat menjadi batu loncatan untuk menggapai cita-cita. Untuk teman-teman semuanya harus semangat dalam mengerjakan tugas akhir, jangan malas, ingat orang tua menunggu kelulusan kalian. Untuk adik-adik jangan terlena dengan kemalasan, semangat dalam menuntut ilmu, mulailah dari sekarang dan jangan sia-siakan waktu, karena kelak kalian akan merasakan usaha dari adik-adik sekalian,” ujarnya.[]

Echa Soleha; Mahasiswi Berbakat FKM, Juara Naskah Peksemida Lampung 2016

ECHA Soleha, Mahasisiwi berprestasi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati. Siapa sangka, gadis periang berhijab ini ternyata memiliki kemampuan menulis puisi yang luar biasa. Tak heran jika ia mampu meraih juara III lomba naskah puisi di Pekan Seni Mahasiswa Daerah Lampung 2016.

Gadis kelahiran Krui, 18 Juli 1995 ini bercerita bahwa kecintaannya terhadap puisi memang sudah ada sejak kecil. Puisi adalah luapan perasaan dan emosinya yang terkadang hanya bisa diungkapkan melalui tulisan. Tak disangka, bakatnya ini membawa ia menjadi salah satu pemenang lomba naskah puisi.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya menjadi bagian dari Peksemida. Sampai sekarang masih tidak menyangka kalau ternyata puisi yang saya tulis mengantarkan saya menjadi juara tiga di tangkai lomba penulisan puisi pada ajang seni mahasiswa daerah ini. Semoga kelak saya akan lebih baik dari ini untuk membanggakan almamater saya,” ujar Echa saat berbincang dengan malahayati.ac.id

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Malahayati karena telah memberikan ia kesempatan untuk berpartisipasi di Peksemida 2016.

“Terimakasih atas segala dukungan dan motivasi dari keluarga, sahabat, teman-teman peserta, para dosen Universitas Malahayati. Kepada seluruh panitia pelaksana dan dewan juri Peksemida 2016 saya ucapkan terimakasih. Semoga acara seperti ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus berkarya,” kata Echa menutup pembicaraan.[]

Kesan si Cantik Umi Sebagai Wisudawan Terbaik Prodi Ekonomi Manajemen

FAKULTAS Ekonomi Universitas Malahayati Bandar Lampung kembali yudisiumkan 28 sarjana baru. Yang terdiri dari  14 mahasiswa jurusan Akuntansi dan 14 mahasiswa jurusan Manajemen. Yudisium ini berlangsung di Ruang Malahayati Carter Center (MCC) pada Kamis, 11 Agustus 2016.

Acara ini dihadiri langsung oleh Harmani Harun SE MM Ak selaku Wakil Rektor II, Dekan beserta wakil Fakultas Ekonomi, Kaprodi Akuntansi dan Manajemen, Dosen Fakultas Ekonomi, tamu undangan, panitia dan peserta yudisium.

Wajah berseri dan menggunakan kebaya nan cantik, dengan perpaduan warna kuning dan hitam membuat Umi Hanifah tampil dengan anggun. Wanita cantik kelahiran Mataram Baru, 15 Februari 1994 tercatat sebagai wisudawan terbaik dari program studi manajemen. Ia mendapatkan IPK 3,88 dan memperoleh predikat dengan pujian.

“Perasaan saya senang, bahagia dan terharu karena memang dari awal saya memiliki janji kepada orang tua dan diri sendiri. Saya akan berusaha untuk lulus 3,5 tahun dan IP setiap semester harus naik atau sama. Dan alhamdulillah, janji tersebut tercapai bahkan saya tidak menyangka jika akan menjadi wisudawan terbaik dr ekonomi manajemen khususnya,” ujar Umi yang memiliki hobi travelling.

Ia termotivasi oleh kedua orang tuanya, ia mengaku tak ingin lama kuliah dan menyusahkan kedua orang tuanya. Makadari itu usai sidang kompre dan menyelesaikan berkas yudisium, ia langsung mencari pekerjaan yang hanya berbekal surat keterangan mahasiswa dari Dekan. Alhasil ia dapat bekerja sebelum yudisium dan wisuda.

“Saya sekarang bekerja di Ycab Foundation tetapi di cabang perusahaannya koperasi Ycab sebagai finance account officer. Saya sudah 2,5 bulan bekerja disini. Lumayan untuk pengalaman, biaya hidup dan tabungan,” ujar umi yang pernah mengikuti perlombaan KTI di Bogor.

“Saya berharap, ingin bekerja di perusahaan BUMN dan mendapatkan beasiswa S2. Semoga teman teman semua semua bisa berhasil dan sukses dengan menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan, jangan pernah melupakan almamater, saling membantu dan terus gali pengalaman. Untuk adik tingkat semuanya jangan pernah sia-sia kan proses dan waktu. Terus belajar dan hormati dosen, jangan pernah mengeluh terus berikan yang terbaik untuk diri sendiri, orangtua dan universitas. Yang terakhir, semoga Malahayati dapat menjadi universitas yang lebih baik dan menghasilkan mahasiswa yang berkarakter dan mampu berasaing didunia luar,” tambahnya.[]

IMG_20160814_090859_319IMG-20160812-WA0001

Karier (Jabatan) Akademik Iskandar Muda (Part 2)

Selain untuk membangun karier akademik juga dilakukan diluar institusi dengan seijin pimpinan, yaitu sebagai dosen luar biasa dan seringkali menjadi pembicara di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Bahkan telah menghasilkan Buku Ajar ber-ISBN dan pernah sebagai dosen favorit di salah-satu Jurusan pada Fakultas Perguruan Tinggi Negeri. Ia pun juga menjadi Ketua Kelompok dan Penyaji Materi dalam simulasi ToT yang diselenggarakan oleh Kopertis II dan MPR RI yang pada akhirnya kelompoknya menjadi Juara 1, dimana pesertanya sebanyak 100 dosen dari berbagai PTS di Lingkungan Kopertis II. Dalam hal ini perlu diketahui juga bahwa ketika seorang dosen melakukan kegiatan akademik di luar institusi induknya (Home Base) dan kegiatan akademik tersebut bermanfaat, sudah tentu pula nama institusi induknya “terangkat”.

“Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam berkarier sebagai dosen dibutuhkan tiga hal; yaitu ikhlas, fokus dan konsistensi. Dengan ikhlas akhirnya timbul semangat dan kejujuran yang positif. Sedangkan fokus dibutuhkan pula ketika  menjalankan profesi dosen; artinya tidak hanya dibatasi dengan ruang dan waktu selagi ada kesempatan maksimalkan. Begitu pula dengan konsistensi ketika seorang dosen menjalankan profesinya, yang pada akhirnya terbentuk pembangunan moral integritas. Selain ketiga hal tersebut, banyak pihak juga mengatakan bahwa seorang dosen idealnya bukan hanya sebagai pengajar tapi juga sebagai pendidik,” ujar Iskandar Muda.

Setiap dosen mempunyai kewajiban berkarya di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat), khusus berkarya dalam Bidang Penelitian yaitu karya ilmiah dalam bentuk jurnal. Semakin banyak jurnal yang dihasilkan dan semakin tinggi status jurnal tersebut (nasional, nasional terakreditasi, internasional bereputasi), maka semakin cepat pula kenaikan jabatan akademiknya. Semakin banyak dosen yang Lulus Serdos dan jabatan akademiknya tinggi tingkatannya (AA, L, LK, Prof) maka terbantu pula status institusinya (Home Base).

“Jadi jika ingin sukses untuk kepentingan pribadi dan institusi, mari banyak-banyak berkarya. Hal ini sebagaimana Hadits Rasulullah saw : Allah sungguh menyukai orang yang berkarya (HR at-Tabrani). Dengan kerendahan hati, isi tulisan ini bukan untuk menggurui terhadap rekan sesama dosen, tetapi hal ini untuk saling berbagi berdasarkan yang dialami dan ketentuan aturan hukum yang berlaku. Wassalamu’alaikum Wr. Wb,” tambahnya.

Berikut Direktori Akademik Iskandar Muda selengkapnya dapat diakses dibawah ini:

CV Iskandar Muda Ringkas

<- Sebelumnya

Karier (Jabatan) Akademik Iskandar Muda (Part 1)

ISKANDAR Muda berkarier sebagai Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati sejak 2010 dan Jabatan Akademik Asisten Ahli (AK 150) diraih pada 2013, untuk mendapatkan Jabatan AA tersebut  dengan “modal” satu Jurnal Nasional Terakreditasi. Selanjutnya pada 2014 mengajukan kenaikan Jabatan dan akhirnya pada 2015 Jabatan Akademik Lektor (AK 200) diraih dengan “modal” dua Jurnal Nasional Terakreditasi. Dan pada akhirnya pula Iskandar Muda Lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) sesi I tahun 2015, artinya sejak saat itu negara mengakui sebagai “dosen profesional” dalam Bidang Ilmu Hukum. Bahkan salah-satu asesor berkomentar Lulus Serdos dengan “Kualitas Akademik Bagus.”

Selanjutnya sejak Februari 2016 Iskandar Muda dipindah tugaskan ke Fakultas Hukum Universitas Malahayati dengan mengampu mata kuliah yang berhubungan dengan Hukum Tata Negara. Baru saja beberapa bulan tugas di Fakultas Hukum Universitas Malahayati sudah menghasilkan karya yang ke-empat yaitu hasil penelitiannya telah dimuat dalam Jurnal Nasional Terakreditasi. Karya yang ke-empat ini merupakan “modal awal” yang bagus untuk mendapatkan Jabatan Akademik Lektor Kepala, tentunya dalam hal ini dengan syarat lainnya yaitu harus bergelar Doktor (S3). Oleh karena itu terhitung Tahun Ajaran Baru 2016/2017, Iskandar Muda studi lanjut di Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Trisakti, Jakarta.

Karya dalam bentuk Jurnal Internasional Bereputasi memang belum ada, Jurnal Internasional Bereputasi diperlukan ketika mengajukan Jabatan Akademik Guru Besar (Profesor). Sebagaimana diketahui setidaknya ada tiga persyaratan “pokok” untuk mendapatkan gelar Profesor, yaitu: (i) menyandang gelar Doktor (S3), (ii) lulus sertifikasi dosen, dan (iii) menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan dalam Jurnal Internasional Bereputasi. Tentunya semua itu harus juga dibarengi dengan ketentuan dan jumlah angka kredit sebagaimana aturan hukum yang berlaku.

Ketika melihat karier (jabatan) akademik Iskandar Muda bisa dikatakan unik; karena bidang ilmunya Ilmu Hukum tetapi dimulai sebagai dosen tetap pada Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati, bagaimana untuk mengatasi ini? karya ilmiah yang dihasilkan berkaitan dengan tema “Konstitusi Ekonomi”. Selain itu dalam rentang waktu 5 tahun sebagai dosen, Jabatan Akademik Lektor diraih dengan ijasah S2 (hanya dua tahun menyandang Jabatan Akademik Asisten Ahli; kenaikan Jabatan Akademik tercepat di Universitas Malahayati) dan juga berhasil Lulus Serdos. Begitu pula ke-empat karya ilmiah/ penelitiannya dilakukan secara mandiri (salah-satu karyanya dilakukan bersama dengan dosen lainnya) dan baru mendapatkan honor dari pihak penerbit ketika karyanya dipublikasikan. Ke-empat karya tersebut dimuat dalam Jurnal Nasional Terakreditasi yang diterbitkan oleh Lembaga Negara (Mahkamah Konstitusi & Komisi Yudisial).

Selanjutnya ->