Echa Soleha; Mahasiswi Berbakat FKM, Juara Naskah Peksemida Lampung 2016

ECHA Soleha, Mahasisiwi berprestasi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati. Siapa sangka, gadis periang berhijab ini ternyata memiliki kemampuan menulis puisi yang luar biasa. Tak heran jika ia mampu meraih juara III lomba naskah puisi di Pekan Seni Mahasiswa Daerah Lampung 2016.

Gadis kelahiran Krui, 18 Juli 1995 ini bercerita bahwa kecintaannya terhadap puisi memang sudah ada sejak kecil. Puisi adalah luapan perasaan dan emosinya yang terkadang hanya bisa diungkapkan melalui tulisan. Tak disangka, bakatnya ini membawa ia menjadi salah satu pemenang lomba naskah puisi.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya menjadi bagian dari Peksemida. Sampai sekarang masih tidak menyangka kalau ternyata puisi yang saya tulis mengantarkan saya menjadi juara tiga di tangkai lomba penulisan puisi pada ajang seni mahasiswa daerah ini. Semoga kelak saya akan lebih baik dari ini untuk membanggakan almamater saya,” ujar Echa saat berbincang dengan malahayati.ac.id

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Universitas Malahayati karena telah memberikan ia kesempatan untuk berpartisipasi di Peksemida 2016.

“Terimakasih atas segala dukungan dan motivasi dari keluarga, sahabat, teman-teman peserta, para dosen Universitas Malahayati. Kepada seluruh panitia pelaksana dan dewan juri Peksemida 2016 saya ucapkan terimakasih. Semoga acara seperti ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus berkarya,” kata Echa menutup pembicaraan.[]

Kesan si Cantik Umi Sebagai Wisudawan Terbaik Prodi Ekonomi Manajemen

FAKULTAS Ekonomi Universitas Malahayati Bandar Lampung kembali yudisiumkan 28 sarjana baru. Yang terdiri dari  14 mahasiswa jurusan Akuntansi dan 14 mahasiswa jurusan Manajemen. Yudisium ini berlangsung di Ruang Malahayati Carter Center (MCC) pada Kamis, 11 Agustus 2016.

Acara ini dihadiri langsung oleh Harmani Harun SE MM Ak selaku Wakil Rektor II, Dekan beserta wakil Fakultas Ekonomi, Kaprodi Akuntansi dan Manajemen, Dosen Fakultas Ekonomi, tamu undangan, panitia dan peserta yudisium.

Wajah berseri dan menggunakan kebaya nan cantik, dengan perpaduan warna kuning dan hitam membuat Umi Hanifah tampil dengan anggun. Wanita cantik kelahiran Mataram Baru, 15 Februari 1994 tercatat sebagai wisudawan terbaik dari program studi manajemen. Ia mendapatkan IPK 3,88 dan memperoleh predikat dengan pujian.

“Perasaan saya senang, bahagia dan terharu karena memang dari awal saya memiliki janji kepada orang tua dan diri sendiri. Saya akan berusaha untuk lulus 3,5 tahun dan IP setiap semester harus naik atau sama. Dan alhamdulillah, janji tersebut tercapai bahkan saya tidak menyangka jika akan menjadi wisudawan terbaik dr ekonomi manajemen khususnya,” ujar Umi yang memiliki hobi travelling.

Ia termotivasi oleh kedua orang tuanya, ia mengaku tak ingin lama kuliah dan menyusahkan kedua orang tuanya. Makadari itu usai sidang kompre dan menyelesaikan berkas yudisium, ia langsung mencari pekerjaan yang hanya berbekal surat keterangan mahasiswa dari Dekan. Alhasil ia dapat bekerja sebelum yudisium dan wisuda.

“Saya sekarang bekerja di Ycab Foundation tetapi di cabang perusahaannya koperasi Ycab sebagai finance account officer. Saya sudah 2,5 bulan bekerja disini. Lumayan untuk pengalaman, biaya hidup dan tabungan,” ujar umi yang pernah mengikuti perlombaan KTI di Bogor.

“Saya berharap, ingin bekerja di perusahaan BUMN dan mendapatkan beasiswa S2. Semoga teman teman semua semua bisa berhasil dan sukses dengan menerapkan ilmu yang diperoleh di perkuliahan, jangan pernah melupakan almamater, saling membantu dan terus gali pengalaman. Untuk adik tingkat semuanya jangan pernah sia-sia kan proses dan waktu. Terus belajar dan hormati dosen, jangan pernah mengeluh terus berikan yang terbaik untuk diri sendiri, orangtua dan universitas. Yang terakhir, semoga Malahayati dapat menjadi universitas yang lebih baik dan menghasilkan mahasiswa yang berkarakter dan mampu berasaing didunia luar,” tambahnya.[]

IMG_20160814_090859_319IMG-20160812-WA0001

Karier (Jabatan) Akademik Iskandar Muda (Part 2)

Selain untuk membangun karier akademik juga dilakukan diluar institusi dengan seijin pimpinan, yaitu sebagai dosen luar biasa dan seringkali menjadi pembicara di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Bahkan telah menghasilkan Buku Ajar ber-ISBN dan pernah sebagai dosen favorit di salah-satu Jurusan pada Fakultas Perguruan Tinggi Negeri. Ia pun juga menjadi Ketua Kelompok dan Penyaji Materi dalam simulasi ToT yang diselenggarakan oleh Kopertis II dan MPR RI yang pada akhirnya kelompoknya menjadi Juara 1, dimana pesertanya sebanyak 100 dosen dari berbagai PTS di Lingkungan Kopertis II. Dalam hal ini perlu diketahui juga bahwa ketika seorang dosen melakukan kegiatan akademik di luar institusi induknya (Home Base) dan kegiatan akademik tersebut bermanfaat, sudah tentu pula nama institusi induknya “terangkat”.

“Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam berkarier sebagai dosen dibutuhkan tiga hal; yaitu ikhlas, fokus dan konsistensi. Dengan ikhlas akhirnya timbul semangat dan kejujuran yang positif. Sedangkan fokus dibutuhkan pula ketika  menjalankan profesi dosen; artinya tidak hanya dibatasi dengan ruang dan waktu selagi ada kesempatan maksimalkan. Begitu pula dengan konsistensi ketika seorang dosen menjalankan profesinya, yang pada akhirnya terbentuk pembangunan moral integritas. Selain ketiga hal tersebut, banyak pihak juga mengatakan bahwa seorang dosen idealnya bukan hanya sebagai pengajar tapi juga sebagai pendidik,” ujar Iskandar Muda.

Setiap dosen mempunyai kewajiban berkarya di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat), khusus berkarya dalam Bidang Penelitian yaitu karya ilmiah dalam bentuk jurnal. Semakin banyak jurnal yang dihasilkan dan semakin tinggi status jurnal tersebut (nasional, nasional terakreditasi, internasional bereputasi), maka semakin cepat pula kenaikan jabatan akademiknya. Semakin banyak dosen yang Lulus Serdos dan jabatan akademiknya tinggi tingkatannya (AA, L, LK, Prof) maka terbantu pula status institusinya (Home Base).

“Jadi jika ingin sukses untuk kepentingan pribadi dan institusi, mari banyak-banyak berkarya. Hal ini sebagaimana Hadits Rasulullah saw : Allah sungguh menyukai orang yang berkarya (HR at-Tabrani). Dengan kerendahan hati, isi tulisan ini bukan untuk menggurui terhadap rekan sesama dosen, tetapi hal ini untuk saling berbagi berdasarkan yang dialami dan ketentuan aturan hukum yang berlaku. Wassalamu’alaikum Wr. Wb,” tambahnya.

Berikut Direktori Akademik Iskandar Muda selengkapnya dapat diakses dibawah ini:

CV Iskandar Muda Ringkas

<- Sebelumnya

Karier (Jabatan) Akademik Iskandar Muda (Part 1)

ISKANDAR Muda berkarier sebagai Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati sejak 2010 dan Jabatan Akademik Asisten Ahli (AK 150) diraih pada 2013, untuk mendapatkan Jabatan AA tersebut  dengan “modal” satu Jurnal Nasional Terakreditasi. Selanjutnya pada 2014 mengajukan kenaikan Jabatan dan akhirnya pada 2015 Jabatan Akademik Lektor (AK 200) diraih dengan “modal” dua Jurnal Nasional Terakreditasi. Dan pada akhirnya pula Iskandar Muda Lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) sesi I tahun 2015, artinya sejak saat itu negara mengakui sebagai “dosen profesional” dalam Bidang Ilmu Hukum. Bahkan salah-satu asesor berkomentar Lulus Serdos dengan “Kualitas Akademik Bagus.”

Selanjutnya sejak Februari 2016 Iskandar Muda dipindah tugaskan ke Fakultas Hukum Universitas Malahayati dengan mengampu mata kuliah yang berhubungan dengan Hukum Tata Negara. Baru saja beberapa bulan tugas di Fakultas Hukum Universitas Malahayati sudah menghasilkan karya yang ke-empat yaitu hasil penelitiannya telah dimuat dalam Jurnal Nasional Terakreditasi. Karya yang ke-empat ini merupakan “modal awal” yang bagus untuk mendapatkan Jabatan Akademik Lektor Kepala, tentunya dalam hal ini dengan syarat lainnya yaitu harus bergelar Doktor (S3). Oleh karena itu terhitung Tahun Ajaran Baru 2016/2017, Iskandar Muda studi lanjut di Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Trisakti, Jakarta.

Karya dalam bentuk Jurnal Internasional Bereputasi memang belum ada, Jurnal Internasional Bereputasi diperlukan ketika mengajukan Jabatan Akademik Guru Besar (Profesor). Sebagaimana diketahui setidaknya ada tiga persyaratan “pokok” untuk mendapatkan gelar Profesor, yaitu: (i) menyandang gelar Doktor (S3), (ii) lulus sertifikasi dosen, dan (iii) menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan dalam Jurnal Internasional Bereputasi. Tentunya semua itu harus juga dibarengi dengan ketentuan dan jumlah angka kredit sebagaimana aturan hukum yang berlaku.

Ketika melihat karier (jabatan) akademik Iskandar Muda bisa dikatakan unik; karena bidang ilmunya Ilmu Hukum tetapi dimulai sebagai dosen tetap pada Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati, bagaimana untuk mengatasi ini? karya ilmiah yang dihasilkan berkaitan dengan tema “Konstitusi Ekonomi”. Selain itu dalam rentang waktu 5 tahun sebagai dosen, Jabatan Akademik Lektor diraih dengan ijasah S2 (hanya dua tahun menyandang Jabatan Akademik Asisten Ahli; kenaikan Jabatan Akademik tercepat di Universitas Malahayati) dan juga berhasil Lulus Serdos. Begitu pula ke-empat karya ilmiah/ penelitiannya dilakukan secara mandiri (salah-satu karyanya dilakukan bersama dengan dosen lainnya) dan baru mendapatkan honor dari pihak penerbit ketika karyanya dipublikasikan. Ke-empat karya tersebut dimuat dalam Jurnal Nasional Terakreditasi yang diterbitkan oleh Lembaga Negara (Mahkamah Konstitusi & Komisi Yudisial).

Selanjutnya ->

Terpilihnya Dessy Menjadi Seorang Gubernur FKM Malahayati

MAHASISWA cantik dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Dessy Elviyanti. Wanita cantik ini biasa disapa Dessy, kelahiran di Way Kanan 03 Desember 1995. Tak dapat dibayangkan, bahwa seorang wanita ini memiliki hoby bermain catur dan badminton.

Pada 23 April lalu, ia terpilih menjadi Gubernur FKM periode 2016-2017. Pasalnya, ia termotivasi karena ingin belajar menjadi seorang pemimpin yang dapat mengayomi dan menjembatani mahasiswa di FKM untuk mengedepankan rasa solidaritas satu sama lain.

“Perasaan saya senang, tetapi dengan terpilih nya sebagai gubernur, saya merasa memiliki tanggung jawab yang besar dan pola pikir yang logis dalam mengambil sebuah keputusan. Saya memiliki Visi, yaitu menumbuhkan rasa solidaritas antar anggota, dan memperkenalkan FKM di lingkungan kampus dan di luar kampus pada tahun 2016. Lalu Misi saya, yaitu meningkatkan rasa kebersamaan, rasa saling memiliki BEM, menjunjung tinggi musyawarah mufakat bersama dan mengadakan kegiatan bersama untuk meningkatkan kreativitas yang dimiliki anggota.

Dessy berharap semoga banyak orang mengetahui adanya Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Malahayati, dan untuk anggota semoga tetap kompak, mengedepankan rasa saling menghargai, dan musyarawah mufakat bersama.[]

M Bagus Dharma Bulan; Ketua Himpunan HMJ-TM

MENGENAKAN seragam Teknik Mesin (TM) saat ditemui di lantai dua Gedung Perkuliahan Universitas Malahayati, Sabtu 04 Juni 2016. Ia adalah sosok pemuda yang ramah. Muhammad Bagus Dharma Bulan begitu nama lengkapnya.

Bagus, sapaan akrab pemuda kelahiran Kalianda, 14 Mei 1995 ini dipercaya oleh teman-temannya mengemban amanah sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin (HMJ-TM). Berkat dukungan teman-teman terdekatnya hingga ia terpilih menjadi ketua HMJ-TM, dengan sistem voting suara terbanyak. Ini merupakan tahun ketiga ia bergabung dengan HMJ-TM sejak 2013 sebelum pada akhirnya ia terpilih menjadi ketua himpunan pada Re-Organisasi TM Jum’at 03 Juni 2016 lalu. Banyak pengalaman yang ia dapat dalam kurun waktu itu sehingga ia siap menjadi ketua himpunan HMJ-TM.

Motivasinya menjabat sebagai ketua himpunan ini ingin menjadikan mahasiswa TM lebih maju diberbagai hal, khususnya dibidang akademik dan organisasi. Menurutnya organisasi yang ia pimpin ini merupakan sebuah amanah, tantangan dan tanggungjawab yang harus ia jalani.

Mahasiswa angkatan 2013 ini juga terbilang aktif diperkuliahan. Pengalamannya dalam dunia organisasi tak perlu diragukan lagi, ia pernah tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Satgas di bangku Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 1 Kalianda, Lampung.

Ia berharap dalam memimpin HMJ-TM ini mahasiswa Teknik Mesin Malahayati dapat berkontribusi dan berkoordinasi dengan baik dalam membangun HMJ-TM lebih baik serta lebih erat kekluargaannya atau solidaritasnya. Dan sebagai mahasiswa semester enam jurusan Teknik Mesin ini ia juga berbagi kesannya mengenai perkuliahan di Malahayati. “Universitas Malahayati mengajarkan akan kemandirian, disitu organisasi berperan penting untuk mengembangkan skill dan kemandirian,” kata mahasiswa asal Kalianda itu.

Ia juga berharap Universitas Malahayati untuk lebih meningkatkan fasilitas yang ada, khususnya bagi Teknik Mesin itu sendiri. “Alangkah baiknya jika yang sudah baik menjadi lebih baik lagi,” katanya menambahkan.[]

Ervan Sebagai Ketua AMDM Tahun 2013

ANGGOTA Muda Dewan Mahasiswa (AMDM) adalah suatu wadah khusus untuk mahasiswa baru tahun ajaran baru yang ingin lebih mengetahui tetantang organisasi di Universitas Malahayati yang dibina langsung oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM-U). Adapun ketua AMDM angkatan 2013, Ervan Eka Prasetiadi begitu nama lengkapnya. Pemuda yang akrab disapa Ervan ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Program Studi Kedokteran Umum angkatan 2013..

Ervan kelahiran Metro, 8 November 1994 memiliki hobi bermain vespa antik. segudang pengalaman organisasi dan prestasi yang sudah ia raih semenjak ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Pengalaman organisasi seperti Pramuka, dokter kecil, pencak silat, Osis, Paskibra, BEM FK, Menwa dan organisasi lain diluar kampus. serta prestasi yang sudah ia capai ialah Pencak silat, Peraturan Baris Berbaris (PBB), pramuka baik tingkat kota maupun provinsi.

Menurutnya AMDM merupakan suatu wadah untuk belajar berorganisasi dan mengenal seluruh organisasi yang ada di Malahayati termasuk DPM, BEM, UKM yang intinya termasuk dalam Keluarga Mahasiswa Universitas Malahayati (KM Unmal).

Semasa ia menjabat sebagai Ketua AMDM angkatan 2013, banyak sekali yang dapatkan seperti mendapat kenalan baru, menambah saudara dari berbagai jurusan, dan mengenal para petinggi di Malahayati.

“Harapan saya adalah ingin memajukan AMDM dengan eksistensi AMDM dan memanfaatkan organisasi untuk mendapatkan ilmu dan wawasan yang luas di kampus tercinta ini,” ujar Ervan.[]

dr Hetti Rusmini M Biomed; Dosen Supel, Alumni FK Malahayati

DOKTER supel dan ramah ini bernama lengkap dr Hetti Rusmini M Biomed. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Malahayati yang kini menjadi seorang dosen di tempat ia menimba ilmu dulu. Menariknya, sejak pertama ia masuk kuliah hingga menyelesaikan gelar Magisternya, ia dibiayai program beasiswa penuh dari Malahayati.

“Awalnya passion saya dibidang hitung menghitung, makanya saya sempat coba di STAN dan Unila. Orang tua saya yang merekomendasikan agar kuliah di Fakultas Kedokteran karena ada program beasiswa waktu itu. Dengan separuh hati saya coba menyenangkan mereka. Ternyata setelah setahun saya jalani, akhirnya saya meneguhkan hati dan yakin kalau saya memang tepat kuliah di FK Malahayati. Saat itu bahkan IPK saya sempat 3,94, bukti kalau memang saya mampu dan harus terus berjuang,” kata dr Hetti bercerita.

Ia juga bercerita dulu mengawali pendidikan di SDN 5 Rajabasa, lalu lanjut di SMP 8 Bandar Lampung dan SMA 9 Bandar Lampung barulah akhirnya memilih FK Universitas Malahayati di tahun 2004 silam. Setelah meraih gelar dokter di tahun 2011, ia langsung mengajar di Universitas Malahayati selama beberapa bulan di tahun yang sama. Beruntung, ditahun itu juga ia disekolahkan kembali oleh Yayasan agar meraih gelar Magister di Universitas Brawijaya Malang. Sepulangnya dari Malang di tahun 2014, ia kini mulai aktif mengajar kembali di Malahayati hingga sekarang.

Menurutnya, sekolah itu merupakan perjuangan, akan banyak sekali hal yang dikorbankan dalam perjuangan. Baik waktu, tenaga, pikiran, materi dan masih banyak lagi. Tapi percayalah, niat baik dan ikhlas untuk terus menyenangkan hati kedua orang tua kita, Insya Allah jalan kita akan dipermudah. Tak ada kata tak mungkin jika kita berjuang dengan sungguh-sungguh.

“Pendidikan itu sama, hanya bagaimana kualitas manusianya saja. Apakah dia sanggup berjuang untuk menjadi sesuatu, atau hanya berleha-leha membuang waktu. Ingat, sekolah itu jangan studi oriented atau berkutat di nilai dan nilai saja. Tapi ilmunya itu yang penting, kalu ilmunya sudah diserap pasti nilainya bagus. Kalau hanya orientasi pd nilai ujung-ujungnya melakukan hal curang toh,” kata dr Hetti menggebu-gebu.

Ia berpesan kepada Mahasiswa Malahayati untuk terus mengejar kesuksesan dengan keteguhan hati. Berjuang dan berdoa itu wajib hukumnya. Jangan durhaka kepada orang tua termasuk dosen. Terus jaga attitude agar pribadi kita dan Malahayati khususnya semakin maju lagi dan berkembang lagi.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat,” ujar dr Hetti mengutip surat Al-Mujaadilah ayat 11.[]

Titus Prayogo; Ketua AMDM 2015

ANGGOTA Muda Dewan Mahasiswa (AMDM) adalah suatu wadah khusus untuk mahasiswa baru tahun ajaran baru yang ingin lebih mengetahui tetantang organisasi di Universitas Malahayati yang dibina langsung oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPM-U). Adapun ketua AMDM angkatan 2015, Titus Prayogo begitu nama lengkapnya. Pemuda yang akrab disapa titus ini adalah mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2015.

Titus yang bergabung dengan AMDM sejak 15 November 2015 ini dipercaya oleh teman-temannya mengemban amanah sebagai ketua AMDM 2015. Ia dilantik tepat pada 06 Januari 2016. Banyak pengalaman yang ia dapat dalam kurun waktu itu sehingga ia siap memimpin AMDM 2015.

Motivasinya menjabat sebagai ketua AMDM ini ingin menanamkan kekompakan antar rekan AMDM. “Saya ingin menjadikan antar rekan AMDM lebih kompak dan saya tidak suka hanya menjadi ekor yang hanya mengikuti kemana arah kepala berjalan, itu sebabnya saya ingin jadi kepala yang menentukan arah ekor saya,” kata Titus kepada malahayati.ac.id via pesan elektronik.

Menurut Titus organisasi yang ia pimpin ini merupakan tantangan baginya, karena sulit menyatukan perbedaan sifat untuk menjadi kompak. Namun ini tak jadi penghalang baginya memimpin AMDM 2015. Pengalamannya dalam dunia organisasi pun tak perlu diragukan, ia pernah tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Mahasiswa kelahiran 28 Juli 1998 ini mengaku terkesan dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Malahayati. “Organisasi di Malahayati ini mandiri, karena meski minim akan dana kegiatannya mampu terlaksana,” kata mahasiswa asal Kalianda, Lampung itu.

Ia pun berharap agar AMDM 2015 menjadi lebih kompak lagi dan Universitas Malahayati mendukung lebih kegiatan kemahasiswaan supaya mahasiswa mendapatkan manfaat lebih dari berorganisasi. “Alangkah baiknya jika yang sudah baik ini menjadi lebih baik lagi,” katanya menambahkan.[]

Berparas Ayu, Dokter Muda Widhia Meraih IPK 3,95

TERLIHAT anggun dengan tata rias dan busana yang sepadan saat ditemui malahayati.ac.id usai Sumpah Dokter periode ke-37, Selasa 12 April 2016. Prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta dengan tema “Dengan Revolusi Mental, Mari Kita Tingkatkan Dedikasi Profesi Dokter Melayani Masyarakat Demi untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Bangsa” ini melahirkan dokter muda yang berkualitas. Dialah Dokter N K Widhia Puspitasari, si peraih IPK 3,95.

Widhia begitu ia disapa, lahir di Metro, 06 Januari 1992. Ia menjalani koas di Rumah Sakit umum di Medan. Ia mengaku lega, karena perjuangan yang ia lalui cukup panjang. Mulai dari pendidikan sarjana kedokteran, jalani koas dan ikuti Uji Kompetensi Program Profesi Dokter (UKMPPD) hingga mengambil sumpah dokter.

Menjadi salah satu peraih IPK tertinggi adalah suatu kebanggaan, terlebih berkat motivasi dari orang tua dan orang terdekat. “Tidak menyangka, karena awalnya tak begini, semua ini karena motivasi dari orang tua dan orag-orang terdekat saya sehingga saya terdorong untuk membuktikan bagaimana menjadi peringkat terbaik,” kata Widhia.

Ia pun bangga kuliah di Universitas Malahayati. Menurutnya kuliah di Malahayati menyenangkan. “Siapapun bisa masuk dan menimba ilmu di sini, tapi tak semudah itu untuk keluar dari sini, butuh perjuangan dan kerja keras untuk menjadi lulusan berkualitas di kampus ini,” katanya menambahkan.

Ia juga berpesan kepada adik tingkat yang masih menempuh pendidikan dokter maupun yang sedang koas untuk terus belajar dan menggali keilmuan. Dan jika ingin sukses ingatlah orang tua, ingat dengan mereka akan mempermudah perjuangan diri dan tak ada proses yang akan menghianati hasil. Ia berharap setelah ini ia dapat menjalani internship dengan baik dan dapat melanjutkan sebagai dokter spesialis.

Widhia juga berharap Universitas Malahayati semakin maju, pendidikannya semakin baik, dan program studinya lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat melahirkan lulusan baru yang berkualitas lagi. “Untuk teman-teman sejawat selamat atas sumpah dokter ini dan mudah-mudahan bisa jadi dokter yang mengayomi masyarakat dan bekerja dengan hati nuarni,” kata wanita asal Metro itu.[]