Magenta Ayu: Bangga Malahayati Ranking 39 Kelulusan UKMPPD Periode Februari 2016

TEPAT pada Minggu, 03 April 2016 Viking Malahayati menggelar malam keakraban sekaligus pemilihan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) antara ketua umum periode 2015-2016 dan ketua umum terpilih. Magenta Ayu, Wakil Ketua Umum Viking terpilih bersama Rizal Sanjaya dipercaya teman-temannya mengemban amanah memimpin komunitas ini. Ini merupakan tahun ketiga ia bergabung dengan Viking sejak 2014 sebelum pada akhirnya ia dilantik menjadi “Ambu”, sebutan untuk wakil ketua umum Viking Malahayati.

“Alhamdulillah senang bisa dipercaya teman-teman dan senior viking lainnya untuk melanjutkan kepemimpinan yang sebelumnya, ini merupakan tanggung jawa saya dan Abah Rizal untuk mempertahankan kekeluargaan dan
kekompakan yang mamang sudah terjalin,” katanya pada malahayati.ac.id via pesan elektronik Rabu, 06 April 2016.

Mahasiswi Kedokteran Umum yang akrab disapa Genta ini mengaku sedikit cemas ketika ia terpilih menjadi Ambu. “Takut tidak bisa memberi yang terbaik, tapi jika dilihat dari kekompakan yang sudah terbangun sejak dulu saya menjadi yakin bahwa Viking Malahayati akan tetap eksis,” katanya.

Pengalamannya dalam dunia organisasi tak perlu diragukan lagi, ia pernah bergabung dalam organisasi Rohani Islam (Rohis) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan saat itu ia pernah menjabat sebagai koordinasi anggota akhwat (perempuan). Genta yang merupakan mahasiswi asal Bekasi ini berharap Viking Malahayati tetap konsisten dalam mempertahankan eksistensinya, kekompakan dan terus menyebar perubahan positif dari program kerja yang dilaksanakan.

Sebagai mahasiswa, Genta terkesan kuliah di Universitas Malahayati baik. Menurutnya sumber daya pengajarannya, baik dosen atau assisten dosennya berkualitas. Dan ia mengaku bangga karena kelulusan Nasional dari UKMPPD Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati sudah memasuki peringkat ke-39. “Itu bahkan lebih tinggi dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain, harapan kedepannya baik mahasiswa maupun dosen di sini bisa terus meningkatkan kualitas belajar mengajar sehingga dapat lebih mendobrak lagi ranking dari Universitas Malahayati di tingkat Nasional menjadi urutan nomor satu,” kata Genta menambahkan. []

Ini Dia Wakil Gubernur BEM Fakultas Kedokteran

MENGENAKAN jaket hitam dipadupadankan dengan Blue Jeans saat ditemui di Kabara Prasmana, Jumat 01 April 2016. Muhammad Luthfi Rafandi Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasisiwa Fakultas Kedokteran (BEM-FK) ini menyambut antusias tim malahayati.ac.id.

Tito akrab disapa menceritakan mengapa ia tertarik untuk mendaftarkan diri sebagai wagub. “Motivasi yang pertama dukungan dari orang tua, ayah saya pernah bilang jadi laki-laki itu harus bisa memimpin, selain itu juga karena dukungan dari seseorang yang pernah saya suka,” ujar Tito.

Mahasisiwa asal Kalimantan Kabupaten Sanggau ini memang sudah meratau sejak SMP. “Dari SMP udah merantau, biar gak manja,” ujar Tito. Lulusan SMA Budi Utomo Jawa Timur ini memang tipikal orang yang gemar aktif diorganisasi. Dengan perawakannya yang tingi ia pernah direkrut untuk mejadi tim keamanan disekolahnya.

Kelahiran Sanggau 25 april 1996 ini mengaku memiliki pola pikir yang sama dengan pasangan gubernurnya yaitu Prabu. ” Aku sama prabu itu satu pemikiran, satu aliran musik, cuman beda selera humor aja,” ujar Tito. Menurut Tito prabu merupakan orang yang Tegas. “Prabu itu orangnya tegas, karena saya orangnya humoris, saya bisa jadi peredam kalo Prabu lagi marah di Forum, biar suasananya gak canggung lagi,” ujar Tito.

Tito juga menyampaikan pesan untuk anggotanya agar aktif dalam setiap kegiatan. “Jadilah pencipta sejarah, jangan hanya menonton sejarah begitu juga dengan organisasi,” ujar Tito. Menurut Tito kita sebagai mahasiiswa baiknya mengevaluasi apa yang telah kita berikan untuk kampus bukan apa yang kampus berikan untuk kita.

Prabu Tirtaji: Gubernur BEM Fakultas Kedokteran

PRABU Tirtaji, Gubernur Badan Eksekutif Mahasisiwa Fakultas Kedokteran (BEM-FK). Masih terlihat rona kebahagiaan dari raut wajah Prabu atas kemenanganya, saat ditemui malahayati.ac.id  di Kabara Prasmanan Jumat, 01 April 2016.

Pria kelahiran Purbolinggo, 15 Juni 1996 ini terpilih menjadi Gubernur BEM-FK pada kegiatan perhitungan suara cagub dan cawagub BEM-FK pada Jumat, 01 April 2016. Ia bersama pasangannya Tito meraih 366 surat suara atas 1005 surat suara yang tersebar.

Prabu memang menggemari organisasi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Lulusan SMAN 1 Metro ini pernah menjabat sebagai ketua Karya Ilmiah Remaja (KIR). Ia juga tercatat aktif sebagai pengurus OSIS. Tahun lalu, Prabu sempat menjadi ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) BEM-FK, namun ia merasa gagal dalam menjalankan tugasnya tersebut. “Tahun lalu pernah menjadi ketua KPU, tapi saya merasa gagal dalam mengajak teman-teman untuk berpartisipasi,” ujar Prabu.

Motivasi Prabu mencalonkan diri sebagai Gubernur BEM-FK, yaitu ia ingin agar dirinya berguna untuk kepentingan banyak. “Ingin mendayagunakan diri sendiri, intinya berguna untuk orang lain,” ujar Prabu. Menurut Prabu, organisasi yang ia pimpin merupakan sebuah keluarga, karena disana ia dan anggota lainnya dapat saling membantu, saling sharing ilmu dan pengalaman. “Saling take and give lah,” ujar Prabu.

Banyak kegiatan yang sudah ia rencanakan. Salah satunya ia berencana untuk mengadakan Senat kedokterean se-Sumatra. Pada masa kepemimpinannya ini juga ia akan meningkatkan aksi simpatis. Untuk mempereat silaturahmi antar anggota ia juga berencana mengadakan lomba-lomba dalam lingkup internal.

Tak lupa Prabu juga berpesan kepada anggotanya untuk senantiasa menjaga kekompakan. “Kompak dulu baru kita pikirkan yang lainnya” ujar Prabu.

Terakhir ia terus mengimbau agar mahasisiwa Fakultas kedoteran, baik Program study Kedokteran Umum, Kebidanan, keperawatan dan Farmasi saling berbaur satu dan lainnya. “Jangan apatis dan tidak mau tau apa itu BEM, saling membaur bersama jangan gengsi,” ujar Prabu mengakhiri. []

Dr Dessy Hermawan: Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan Universitas Malahayati

MENGENAKAN batik cokelat saat ditemui di Ruang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Malahayati, Kamis 07 April 2016. Pria ini tampak ramah, namun tak mengurangi kewibawaannya. Dr Dessy Hermawan S Kep Ns M Kes begitu nama lengkapnya, ia adalah Wakil Rektor III Universitas Malahayati.

Pria yang akrab disapa Dessy ini bergabung dengan Malahayati sejak 2003. Mengawali karirnya sebagai dosen tetap sekaligus koordinator Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Akademi Keperawatan (Akper). Ia adalah lulusan starta satu Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada 2000 dan melanjutkan profesi Ners di kampus yang sama.

Setelah lulus strata dua Program Studi (Prodi) Ilmu Kedokteran Dasar (IKD) dan Biomedis di UGM, pria kelahiran Palembang, 08 April 1977 ini sempat menjabat sebagai sekretaris prodi PSIK Malahayati pada 2005. Dilanjutkan dengan menjadi Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) pada 2007. Tak sampai disitu, prestasinya membawa ia menjadi koordinator Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) pada 2011.

Target pendidikan yang ia dambakan pun terwujud, yakni ingin menyelesaikan pendidikan gelar doktor sebelum usianya genap 40 tahun. Alhasil ia mampu menyelesaikan target itu bahkan jauh sebelum usia yang ia targetkan, yaitu pada 2013 sebagai dokter IKD dan Biomedis di UGM. Dan pada tahun perolehan gelar itu ia menjabat sebagai Kaprodi PSIK Malahayati. Dan pada Oktober 2014 ia resmi menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Malahayati.

Ayah dari dua orang anak ini sangat menyukai organisasi, ia aktif mengikuti organisasi sejak SMA hingga menjadi seorang Wakil Rektor pun ia tak telepas dari oragnisasi. “Saya yakin dengan organisasi ini menyiapkan kita bukan hanya pandai secara kognitif tetapi juga pandai secara soft skill,” katanya.

Menurutnya soft skill ini adalah ilmu komunikasi, kepemimpinan, gaya bicara, sopan satun itu tak pernah diajarkan dalam proses belajar, tetapi lebih didaptkan dalam berorganisasi. “Pendidikan formal itu penting, tapi organisasi adalah pendukung dari proses pembelajaran,” kata Dessy.

Pria asal Palembang itu mengaku terkesan dengan Universitas Malahayati terutama pada segi pembangunan fisik yang pesat. Ia berharap Malahayati ini terus berkembang, tidak hanya pada fisik tetapi juga pada kegiatan untuk mencapai visi misi dapat berjalan dengan baik. “Tri darma perguruan tingginya juga terus berjalan serta  Malahayati lebih maju, baik kampusnya maupun masyarakat kampusnya. Dan semoga prodinya bertambah diikuti kenaikan akreditasinya,” kata Dessy menambahkan.[]

Samsul Bahri; Wakil Ketua TBM Pertama Universitas Malahayati

SAMSUL Bahri mahasisiwa Fakultas Kedokteran Jurusan Kedokteran Umum angkatan 2014 ini, terpilih menjadi wakil ketua Tim Bantuan Medis (TBM). Samsul Bahri yang kerap disapa Samsul ini memiliki hobi tenis meja dan futsal.

“Saya adalah orang pertama yang memberi usul untuk ditambahkan wakil ketua dalam struktural TBM di Universitas Malahayati. Melihat dalam struktur organisasi TBM Indonesia pun ada struktur wakil ketunya. Jujur, saya tidak menyangka saya sendiri yang akan mendapatkan amanah atas usul ini,” kata Samsul.

Ia menambahkan tentang pentingnya peran wakil ketua dalam TBM Coronarius. Wakil ketua memiliki peran penting untuk bertukar wawasan dan meringankan beban Ketua. Keberhasilan dan kekompakan dalam sebuah organisasi tidak akan tumbuh tanpa ada kebersamaan.

Samsul telah banyak merasa pahit manisnya dalam berorganisasi. Banyak pengalaman berorganisasi yang ia peroleh saat masih bersekolah di SMP dan SMA Darul Ahsan. Ia aktif dalam kepramukaan, bagian pengajaran, dan menjadi ketua angkatan kelas 3 SMA Darul Ahsan.

Lelaki kelahiran 10 Juli 1994 ini berpesan kepada TBM Universitas Malahayati untuk terus menjaga kekeluargaan dan kekompakan. Kekompakan tidak akan tumbuh tanpa ada kebersamaan.

“Amanah bagaikan bara api, jika dipegang akan sakit jika dilepas pun akan berbahaya,” ujar Samsul. Begitulah besar sebuah kepercayaan.

Dafa Asma Riadi; Ketua Himpunan Mahasisiwa Sipil

Dafa Asma Riadi, Ketua Himpunan Mahasisiwa Sipil (HMS) Universitas Malahayati. Pembawaannya yang humoris serta gayanya yang cuek membuat suasana wawancara menjadi asyik. Dafa mengenakan kemeja Pakaian Dinas Harian (PDH) Fakultas Teknik saat ditemui malahayati.ac.id di sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Kamis, 31 Maret 2016.

Dafa terpilih menjadi ketua HMS pada prosesi pemilihan bupati Kamis, 31 Maret 2016 lalu. Ia unggul atas empat kandidat lainnya. Dafa juga mengutarakan kebahagiaannya setelah terpilih menjadi Ketua HMS. “Seneng bisa terpilih,” ujar Dafa.

Pria kelahiran Bandar Lampung 2 Januari 1994, ini sudah mengeluti organisasi sejak duduk dibangku sekolah menengah. Ia tercatat aktif sebagai anggota PMR dan Taekwondo. Sedangkan di Universitas Malahayati ia aktif di organisasi Mahapala dan HMS.

Soal prestasi, Dafa patut diperhitungkan ia kerap mengikuti berbagai lomba Taekwondo. Ia pernah meraih juara ketiga pada kejurda taekwondo.

Dafa memiliki misi tersendiri untuk organisasi yang ia pimpin. “Kedepannya saya akan memperbaiki struktural, merangkul anggota dan juga membuat kegaitan yang lebih inovatif,” ujar Dafa. Ia juga berpesan kepada anggotanya untuk tetap semangat, solid, dan terus belajar agar bisa memajukan Teknik Sipil Universitas Malahayati.

Rizal Sanjaya; Ketua Umum Viking Malahayati periode 2016-2017

VIKING Malahayati merupakan komunitas yang dibentuk oleh mahasiswa Universitas Malahayati asal Jawa Barat. Yang didominasi oleh suporter tim Sepak Bola Persib Bandung. Perkembangan komunitas ini tak terlepas dari peran seorang pemimpin.

Tepat pada Minggu, 03 April 2016 Viking Malahayati menggelar pemilihan sekaligus Serah Terima Jabatan (Sertijab) antara ketua umum periode 2015-2016 dan ketua umum terpilih. Rizal Sanjaya, mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum angkatan 2014 ini dipercaya teman-temannya mengemban amanah sebagai ketua umum Viking. Ini merupakan tahun ketiga ia bergabung dengan Viking sejak 2014 sebelum pada akhirnya ia dilantik menjadi ketua umum.

Menurut mahasiswa asal Tasikmalaya ini organisasi yang ia pimpin ini merupakan sebuah tantangan dalam hidupnya. Tak hanya dalam membagi waktu kuliahnya dengan organisasi, namun diorganisasi ini juga ia belajar akan kepemimpinan dan bagaimana mengatur orang lain dengan sifat yang berbeda-beda dan tentunya dengan cara yang berbeda pula. Pengalamannya dalam dunia organisasi tak perlu diragukan lagi, ia pernah bergabung dalam organisasi olahraga Voli di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai ketua.

Ketertarikannya dengan Viking karena inin merupakan wadah silahturahmi mahasiswa asal Jawa Barat. Selain itu, Ia mengaku kesan pertama bergabung dengan Viking Malahayati ini dari segi kekeluargaannya. Dan motivasinya menjabat sebagai ketua umum ingin menjadikan Viking lebih kompak dan lebih maju. “Saya berharap Viking Malahayati akan terus maju seiring dengan program kerja yang akan saya realisasikan,”  kata Rizal saat diwawancarai malahayati.ac.id via pesan elektronik, Selasa 05 April 2016.

Sebagai mahasiswa ia juga berbagi kesannya mengenai Universitas Malahayati. “Universitas Malahayati mengutamakan sisi keagamaannya, khususnya islam. Dan saya berharap kedepannya kampus ini lebih meningkatkan kualitasnya,” kata anak ketiga dari tiga bersaudara itu.

Adi Prasetia; Antusias Mengajar di Teknik Lingkungan

MEMAKAI kaos polo yang telah selesai mengajar, seorang dosen fakultas teknik Universitas Malahayati, Adi Prasetia ST MSi ternyata seorang alumni fakultas teknik lingkungan Universitas Malahayati.

Ia seorang alumni angatan 1995 pada masa itu. Karena kepeduliannya terhadap jurusan teknik lingkungan, ia sangat antusias dan bersemangat mengajar kembali untuk dapat terlibat memajukan teknik lingkungan.

Selain mengambil S1 di Universitas Malahayati, ia pun mengambil S2 perencanaan wilayah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia mulai bergabung dengan Universitas Malahayati pada 2013 menjadi seorang dosen pengampu pengantar teknik lingkungan dan sistem informasi lingkungan.

Dosen yang merupakan dosen luar biasa ini, melihat beberapa berkembangan yang terjadi dari awal Universitas Malahayati dibentuk hingga sekarang. Ia mengaku melihat banyak sekali perkembangan di kampus dengan ini yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. []

Pendapat Okta Dalam Rangka Memperingati Hari Perawat Nasional

DALAM rangka memperingati Hari Perawat Nasional yang ditetapkan setiap Tanggal 17 Maret adalah hari lahirnya Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). PPNI lahir sebagai hasil dari kumpulan perawat-perawat yang menginginkan adanya wadah nasional yang nantinya akan menaungi profesi keperawatan itu sendiri.

PPNI hadir sebagai organisasi yang bertujuan untuk mengatur, mengembangkan dan meningkatkan praktik keperawatan yang aman, kompeten, berkualitas dan profesional bagi masyarakat Indonesia.

Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK), Leni Oktaviani yang akrab disapa Okta ini ikut antusias dengan memasang profil dalam sosial medianya untuk mengingatkan orang lain bahwa pada tanggal 17 Maret sedang memperingati Hari Perawat Nasional.

“Karena di Hari Perawat ini, kita bisa mengevaluasi sudah sejauh mana peran perawat dalam membangun dan menyehatkan bangsa, sejauh mana pula kompetensi kita, kualitas pelayanan kita, dan keprofesionalan kita dalam menyediakan pelayanan keperawatan yang benar-benar komprrehensif bagi masyarakat Indonesia,” kata Okta.

“Akhirnya, semoga di usianya yang ke 42 tahun dari PPNI, semakin baik dalam menaungi semua perawat Indonesia dan Perawat-perawat Indonesia tetap semangat dan selalu berikan yang terbaik,” tambahnya.[]

MARI MERAWAT INDONESIA, MARI MENUJU SEHAT

Juliani Prayoga: Tak Menyangka Bisa Jadi Mahasiswi terbaik PPAI

Sama dengan Irma Rismayana, Juliani Prayoga dinobatkan sebagai Mahasiswi terbaik Program Pembinaan Agama Islam (PPAI) pada kegiatan pembagian sertifikat PPAI Rabu, 15 Maret 2016 lalu di Gedung Malahayati Career Center. Juli biasa disapa, memperoleh gelar mahasisiwi terbaik PPAI dengan nilai 82,6.

Menurut Juli PPAI merupakan program keagamaan yang baik bagi mahasiswa asrama. “PPAI program ynag bagus bagi mahasisiwa asrama, Terutama untuk yang sudah jarang aktif kegiatan keagamaan, seperti siraman rohanilah,” ujar Juli.

Mahasiswi Kebidanan ini Tak pernah menyangkan bahwa ia dapat meraih prestasi yang membanggakan ini. “Senang, enggak nyangka bisa dapet juara,” ujar Juli.

Ia juga berharap agar seluruh mahasisiwa asrama dapat berpartisipasi penuh dan aktif dalam kegiatan PPAI. Selain itu ia juga berharap agar setiap mahasiswa dapat peka terhadap kegiatan wajib ini contohnya masalah jadwal, “lebih mengerti jadwal PPAI, jangan sampai ustad dan ustazahnya yang terus mengingatkan, mahasisiwanya juga aktif dalam mencari informasi seputar PPAI” ujar Juli.