Dokter Baru Ini Meraih IPK 3,95

SUMPAH Dokter periode XXXVII Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berjalan khidmat. Berlangsung di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa 12 April 2016, prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta. Acara yang mengusung tema “Dengan Revolusi Mental, Mari Kita Tingkatkan Dedikasi Profesi Dokter Melayani Masyarakat Demi untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Bangsa” ini melahirkan dokter baru yang berkualitas. Salah satunya dr Tara Berliyandhi, dokter baru dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.

Tara begitu ia disapa, lahir di Tulang Bawang Lampung 25 tahun silam. Menurut Tara meraih IPK tertinggi memang suatu hal yang membanggakan, namun semua itu tak luput dari usaha dan doa. Telah mengambil Sumpah Dokter membuat hatinya lega dan bahagia, karena perjuangannya selama ini mengantarkannya menuju impiannya.

“Lega, senang dan bahagia telah melewati masa 6 hingga 7 tahun berjuang, suatu hal yang membanggakan karena kami lulus dengan jalur tes yang murni,” kata Tara.

Tara mengaku bangga kuliah di Universitas Malahayati, karena di sini ia menimba ilmu dengan fasilitas yang memadai hingga menjadi apa yang diimpikan. Tara juga berpesan kepada adik tingkat yang masih menempuh pendidikan dokter maupun yang sedang koas untuk terus belajar dan menggali keilmuan.

“Untuk yang koas dapat memberikan keseimbangan pada teori dan prakteknya dan tetap tingkatkan belajar, mulailah membaca soal-soal ukmppd, sambil koas sambil cicil belajar agar siap menghadapi ujian yang akan datang,” kata dokter baru asal Rawajitu, Tulang Bawang itu.

Ia berharap setelah ini para dokter baru diberi jalan yang lurus untuk menjadi dokter yang pintar, memiliki aturan, amanah, menjadi kebanggaan dan barguna bagi nusa dan bangsa serta memiliki ikatan alumni yang kuat. “Untuk Universitas Malahayati semoga menjadi kampus yang lebih maju lagi, lebih hebat lagi sehingga mampu menjadi juara satu di tingkat nasional maupun internasional,” kata Tara menambahkan.[]

Restu Ayu Noviyanti; Peraih IPK 3,95

SUMPAH Dokter periode XXXVII Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berjalan khidmat. Berlangsung di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Selasa 12 April 2016, prosesi sakral ini diikuti oleh 74 peserta. Acara yang mengusung tema “Dengan Revolusi Mental, Mari Kita Tingkatkan Dedikasi Profesi Dokter Melayani Masyarakat Demi untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Bangsa” ini melahirkan dokter baru yang berkualitas. Salah satunya dr Restu Ayu Noviyanti, dokter baru dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95.

Restu begitu ia disapa, lahir di Tanggerang, 09 November 1992. Ia menjalani koas di berbagai Rumah Sakit di Medan. Dan meraih IPK tertinggi memang suatu hal yang membuatnya bangga dan bahagia.

Restu mengaku lega dan bahagia telah mengambil sumpah dokter, dan ini menjadi moment yang tak terlupakan baginya. Ia pun bangga kuliah di Universitas Malahayati. Menurutnya Malahayati semakin bagus, dari yang belum dipandang orang hingga sekarang menjadi kampus yang terpandang. Terlebih lulusan Uji Kompetensi Program Profesi Dokter (UKMPPD) Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati menduduki peringkat ke 39 di tingkat Nasional.

Ia juga berpesan kepada adik tingkat yang masih menempuh pendidikan dokter maupun yang sedang koas untuk terus belajar dan menggali keilmuan. Dan berharap setelah ini persaudaraan antar teman sejawat tak sampai disini tetapi tetap terus jalin silahturahmi. Ia juga berharap Universitas Malahayati semakin maju dan semakin melahirkan lulusan-lulusan yang berkualitas.[]

Sutiyasa Yusuf: Today is My Last Day

MENGENAKAN kemeja putih yang berpadu dengan celana dasar hitam saat ditemui malahayati.ac.id di Lapangan Basket Universitas Malahayati Sabtu, 09 April 2016. Dengan rias wajah yang unik, pemuda asal Karawang, Jawa Barat ini menampilkan trik sulap pada parade show dalam pembukaan Dekan Cup Fakultas Kedokteran kemarin. Sutiyasa Yusuf, begitu nama lengkapnya.

Pemuda yang akrab disapa Ucup ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati angkatan 2013. Ia mengaku tertarik dengan sulap sejak duduk di semester dua. Dan mulai menekuni sejak ia tergabung dalam komunitas sulap yang terdapat di kawasan jalan dr Harun, Tanjung Karang Bandar Lampung.

Dunia sulap hanya hobi baginya, untuk mengisi waktu senggangnya sekaligus mengobati rasa lelah dan jenuh. Menurutnya, sulap tak hanya sekedar menghibur. “Namun bagi tenaga ahli kesehatan sulap dapat digunakan sebagai sarana menghibur pasien seperti yang diterapkan Deddy Cobuzier di akun instagramnya yakni Emergency Magic, jadi buat para dokter umum maupun dokter spesialis dapat menghibur pasiennya agar proses penyembuhannya cepat dengan media sulap,” kata Ucup.

Sebagai mahasiswa, ia berbagi kesannya selama kuliah di Universitas Malahayati. Ucup mengatakan, mahasiswa/i di sini kreatif dan sebenarnya banyak bakat terpendam hanya saja belum siap untuk di perlihatkan. Dan suatu kebanggaan kuliah di kampus seperti ini, dimana fasilitas pembelajarannya mendudkung para mahasiswa.

Untuk dunia sulap, ia merasa ada suatu kesenangan tersendiri ketika dapat membuat orang lain tertawa. “Today is My Last Day”, sepenggal kata yang ia jadikan motivasi hidupnya. “Yang berarti motivasikan dirimu seakan-akan hari ini adalah hari terakhirmu, maka perbanyaklah kamu berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi dirimu dan orang lain dan membuat kamu bahagia di dunia maupun di akhirat kelak,” kata Ucup menambahkan.[]

 

 

Leni Oktaviani; Wanita Cantik Jago Pencak Silat

SEHUBUNGAN dengan diadakannya Pelantikan Himpunan Mahasiwa Program Studi Ilmu Keperawatan (HIMA PSIK) Universitas Malahayati pada Jumat, 08 April 2016 di Malahayati Carrer Center (MCC). Leni Oktaviani yang akrab disapa Leni ini terpilih menjadi Ketua Hima PSIK periode 2016-2017.

Leni merupakan seorang mahasiswi Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati angkatan 2014. Baginya Hima PSIK seperti kaki kirinya Prodi Keperawatan. jadi tanpa Hima PSIK, Prodi ini tidak akan dapat berjalan atau pincang.

Wanita cantik asal Sumber Agung ini kelahiran 30 Juli 1996. Tak disangka ia memiliki hobi pencak silat dan bermain voli. Sudah dari Sekolah Menengah Atas (SMA), ia sudah menjadi ketua tim voli putri. Dan pada saat ini, ia mengikuti pencak silat Provinsi Lampung dan Koperasi Pencak Silat Provinsi Lampung.

Sejak SMA memang ia sudah menyukai organisasi, hingga sekarang pun ia menggeluti berbagai UKM di Universitas Malahayati seperti Dewan Mahasiswa (Dema) dan SAR Medis. Ia tak tercaya bahwa dirinya terpilih sebagai ketua Hima PSIK berkat dukungan dari berbagai pihak yang terus menyemangati dan mendukungnya hingga ia terpilih menjadi ketua Hima PSIK periode 2016-2017.[]

Magenta Ayu: Bangga Malahayati Ranking 39 Kelulusan UKMPPD Periode Februari 2016

TEPAT pada Minggu, 03 April 2016 Viking Malahayati menggelar malam keakraban sekaligus pemilihan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) antara ketua umum periode 2015-2016 dan ketua umum terpilih. Magenta Ayu, Wakil Ketua Umum Viking terpilih bersama Rizal Sanjaya dipercaya teman-temannya mengemban amanah memimpin komunitas ini. Ini merupakan tahun ketiga ia bergabung dengan Viking sejak 2014 sebelum pada akhirnya ia dilantik menjadi “Ambu”, sebutan untuk wakil ketua umum Viking Malahayati.

“Alhamdulillah senang bisa dipercaya teman-teman dan senior viking lainnya untuk melanjutkan kepemimpinan yang sebelumnya, ini merupakan tanggung jawa saya dan Abah Rizal untuk mempertahankan kekeluargaan dan
kekompakan yang mamang sudah terjalin,” katanya pada malahayati.ac.id via pesan elektronik Rabu, 06 April 2016.

Mahasiswi Kedokteran Umum yang akrab disapa Genta ini mengaku sedikit cemas ketika ia terpilih menjadi Ambu. “Takut tidak bisa memberi yang terbaik, tapi jika dilihat dari kekompakan yang sudah terbangun sejak dulu saya menjadi yakin bahwa Viking Malahayati akan tetap eksis,” katanya.

Pengalamannya dalam dunia organisasi tak perlu diragukan lagi, ia pernah bergabung dalam organisasi Rohani Islam (Rohis) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan saat itu ia pernah menjabat sebagai koordinasi anggota akhwat (perempuan). Genta yang merupakan mahasiswi asal Bekasi ini berharap Viking Malahayati tetap konsisten dalam mempertahankan eksistensinya, kekompakan dan terus menyebar perubahan positif dari program kerja yang dilaksanakan.

Sebagai mahasiswa, Genta terkesan kuliah di Universitas Malahayati baik. Menurutnya sumber daya pengajarannya, baik dosen atau assisten dosennya berkualitas. Dan ia mengaku bangga karena kelulusan Nasional dari UKMPPD Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati sudah memasuki peringkat ke-39. “Itu bahkan lebih tinggi dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain, harapan kedepannya baik mahasiswa maupun dosen di sini bisa terus meningkatkan kualitas belajar mengajar sehingga dapat lebih mendobrak lagi ranking dari Universitas Malahayati di tingkat Nasional menjadi urutan nomor satu,” kata Genta menambahkan. []

Ini Dia Wakil Gubernur BEM Fakultas Kedokteran

MENGENAKAN jaket hitam dipadupadankan dengan Blue Jeans saat ditemui di Kabara Prasmana, Jumat 01 April 2016. Muhammad Luthfi Rafandi Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasisiwa Fakultas Kedokteran (BEM-FK) ini menyambut antusias tim malahayati.ac.id.

Tito akrab disapa menceritakan mengapa ia tertarik untuk mendaftarkan diri sebagai wagub. “Motivasi yang pertama dukungan dari orang tua, ayah saya pernah bilang jadi laki-laki itu harus bisa memimpin, selain itu juga karena dukungan dari seseorang yang pernah saya suka,” ujar Tito.

Mahasisiwa asal Kalimantan Kabupaten Sanggau ini memang sudah meratau sejak SMP. “Dari SMP udah merantau, biar gak manja,” ujar Tito. Lulusan SMA Budi Utomo Jawa Timur ini memang tipikal orang yang gemar aktif diorganisasi. Dengan perawakannya yang tingi ia pernah direkrut untuk mejadi tim keamanan disekolahnya.

Kelahiran Sanggau 25 april 1996 ini mengaku memiliki pola pikir yang sama dengan pasangan gubernurnya yaitu Prabu. ” Aku sama prabu itu satu pemikiran, satu aliran musik, cuman beda selera humor aja,” ujar Tito. Menurut Tito prabu merupakan orang yang Tegas. “Prabu itu orangnya tegas, karena saya orangnya humoris, saya bisa jadi peredam kalo Prabu lagi marah di Forum, biar suasananya gak canggung lagi,” ujar Tito.

Tito juga menyampaikan pesan untuk anggotanya agar aktif dalam setiap kegiatan. “Jadilah pencipta sejarah, jangan hanya menonton sejarah begitu juga dengan organisasi,” ujar Tito. Menurut Tito kita sebagai mahasiiswa baiknya mengevaluasi apa yang telah kita berikan untuk kampus bukan apa yang kampus berikan untuk kita.

Prabu Tirtaji: Gubernur BEM Fakultas Kedokteran

PRABU Tirtaji, Gubernur Badan Eksekutif Mahasisiwa Fakultas Kedokteran (BEM-FK). Masih terlihat rona kebahagiaan dari raut wajah Prabu atas kemenanganya, saat ditemui malahayati.ac.id  di Kabara Prasmanan Jumat, 01 April 2016.

Pria kelahiran Purbolinggo, 15 Juni 1996 ini terpilih menjadi Gubernur BEM-FK pada kegiatan perhitungan suara cagub dan cawagub BEM-FK pada Jumat, 01 April 2016. Ia bersama pasangannya Tito meraih 366 surat suara atas 1005 surat suara yang tersebar.

Prabu memang menggemari organisasi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Lulusan SMAN 1 Metro ini pernah menjabat sebagai ketua Karya Ilmiah Remaja (KIR). Ia juga tercatat aktif sebagai pengurus OSIS. Tahun lalu, Prabu sempat menjadi ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) BEM-FK, namun ia merasa gagal dalam menjalankan tugasnya tersebut. “Tahun lalu pernah menjadi ketua KPU, tapi saya merasa gagal dalam mengajak teman-teman untuk berpartisipasi,” ujar Prabu.

Motivasi Prabu mencalonkan diri sebagai Gubernur BEM-FK, yaitu ia ingin agar dirinya berguna untuk kepentingan banyak. “Ingin mendayagunakan diri sendiri, intinya berguna untuk orang lain,” ujar Prabu. Menurut Prabu, organisasi yang ia pimpin merupakan sebuah keluarga, karena disana ia dan anggota lainnya dapat saling membantu, saling sharing ilmu dan pengalaman. “Saling take and give lah,” ujar Prabu.

Banyak kegiatan yang sudah ia rencanakan. Salah satunya ia berencana untuk mengadakan Senat kedokterean se-Sumatra. Pada masa kepemimpinannya ini juga ia akan meningkatkan aksi simpatis. Untuk mempereat silaturahmi antar anggota ia juga berencana mengadakan lomba-lomba dalam lingkup internal.

Tak lupa Prabu juga berpesan kepada anggotanya untuk senantiasa menjaga kekompakan. “Kompak dulu baru kita pikirkan yang lainnya” ujar Prabu.

Terakhir ia terus mengimbau agar mahasisiwa Fakultas kedoteran, baik Program study Kedokteran Umum, Kebidanan, keperawatan dan Farmasi saling berbaur satu dan lainnya. “Jangan apatis dan tidak mau tau apa itu BEM, saling membaur bersama jangan gengsi,” ujar Prabu mengakhiri. []

Dr Dessy Hermawan: Wakil Rektor III, Bidang Kemahasiswaan Universitas Malahayati

MENGENAKAN batik cokelat saat ditemui di Ruang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Malahayati, Kamis 07 April 2016. Pria ini tampak ramah, namun tak mengurangi kewibawaannya. Dr Dessy Hermawan S Kep Ns M Kes begitu nama lengkapnya, ia adalah Wakil Rektor III Universitas Malahayati.

Pria yang akrab disapa Dessy ini bergabung dengan Malahayati sejak 2003. Mengawali karirnya sebagai dosen tetap sekaligus koordinator Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Akademi Keperawatan (Akper). Ia adalah lulusan starta satu Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada 2000 dan melanjutkan profesi Ners di kampus yang sama.

Setelah lulus strata dua Program Studi (Prodi) Ilmu Kedokteran Dasar (IKD) dan Biomedis di UGM, pria kelahiran Palembang, 08 April 1977 ini sempat menjabat sebagai sekretaris prodi PSIK Malahayati pada 2005. Dilanjutkan dengan menjadi Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) pada 2007. Tak sampai disitu, prestasinya membawa ia menjadi koordinator Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) pada 2011.

Target pendidikan yang ia dambakan pun terwujud, yakni ingin menyelesaikan pendidikan gelar doktor sebelum usianya genap 40 tahun. Alhasil ia mampu menyelesaikan target itu bahkan jauh sebelum usia yang ia targetkan, yaitu pada 2013 sebagai dokter IKD dan Biomedis di UGM. Dan pada tahun perolehan gelar itu ia menjabat sebagai Kaprodi PSIK Malahayati. Dan pada Oktober 2014 ia resmi menjabat sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Malahayati.

Ayah dari dua orang anak ini sangat menyukai organisasi, ia aktif mengikuti organisasi sejak SMA hingga menjadi seorang Wakil Rektor pun ia tak telepas dari oragnisasi. “Saya yakin dengan organisasi ini menyiapkan kita bukan hanya pandai secara kognitif tetapi juga pandai secara soft skill,” katanya.

Menurutnya soft skill ini adalah ilmu komunikasi, kepemimpinan, gaya bicara, sopan satun itu tak pernah diajarkan dalam proses belajar, tetapi lebih didaptkan dalam berorganisasi. “Pendidikan formal itu penting, tapi organisasi adalah pendukung dari proses pembelajaran,” kata Dessy.

Pria asal Palembang itu mengaku terkesan dengan Universitas Malahayati terutama pada segi pembangunan fisik yang pesat. Ia berharap Malahayati ini terus berkembang, tidak hanya pada fisik tetapi juga pada kegiatan untuk mencapai visi misi dapat berjalan dengan baik. “Tri darma perguruan tingginya juga terus berjalan serta  Malahayati lebih maju, baik kampusnya maupun masyarakat kampusnya. Dan semoga prodinya bertambah diikuti kenaikan akreditasinya,” kata Dessy menambahkan.[]

Samsul Bahri; Wakil Ketua TBM Pertama Universitas Malahayati

SAMSUL Bahri mahasisiwa Fakultas Kedokteran Jurusan Kedokteran Umum angkatan 2014 ini, terpilih menjadi wakil ketua Tim Bantuan Medis (TBM). Samsul Bahri yang kerap disapa Samsul ini memiliki hobi tenis meja dan futsal.

“Saya adalah orang pertama yang memberi usul untuk ditambahkan wakil ketua dalam struktural TBM di Universitas Malahayati. Melihat dalam struktur organisasi TBM Indonesia pun ada struktur wakil ketunya. Jujur, saya tidak menyangka saya sendiri yang akan mendapatkan amanah atas usul ini,” kata Samsul.

Ia menambahkan tentang pentingnya peran wakil ketua dalam TBM Coronarius. Wakil ketua memiliki peran penting untuk bertukar wawasan dan meringankan beban Ketua. Keberhasilan dan kekompakan dalam sebuah organisasi tidak akan tumbuh tanpa ada kebersamaan.

Samsul telah banyak merasa pahit manisnya dalam berorganisasi. Banyak pengalaman berorganisasi yang ia peroleh saat masih bersekolah di SMP dan SMA Darul Ahsan. Ia aktif dalam kepramukaan, bagian pengajaran, dan menjadi ketua angkatan kelas 3 SMA Darul Ahsan.

Lelaki kelahiran 10 Juli 1994 ini berpesan kepada TBM Universitas Malahayati untuk terus menjaga kekeluargaan dan kekompakan. Kekompakan tidak akan tumbuh tanpa ada kebersamaan.

“Amanah bagaikan bara api, jika dipegang akan sakit jika dilepas pun akan berbahaya,” ujar Samsul. Begitulah besar sebuah kepercayaan.

Dafa Asma Riadi; Ketua Himpunan Mahasisiwa Sipil

Dafa Asma Riadi, Ketua Himpunan Mahasisiwa Sipil (HMS) Universitas Malahayati. Pembawaannya yang humoris serta gayanya yang cuek membuat suasana wawancara menjadi asyik. Dafa mengenakan kemeja Pakaian Dinas Harian (PDH) Fakultas Teknik saat ditemui malahayati.ac.id di sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM FT) Kamis, 31 Maret 2016.

Dafa terpilih menjadi ketua HMS pada prosesi pemilihan bupati Kamis, 31 Maret 2016 lalu. Ia unggul atas empat kandidat lainnya. Dafa juga mengutarakan kebahagiaannya setelah terpilih menjadi Ketua HMS. “Seneng bisa terpilih,” ujar Dafa.

Pria kelahiran Bandar Lampung 2 Januari 1994, ini sudah mengeluti organisasi sejak duduk dibangku sekolah menengah. Ia tercatat aktif sebagai anggota PMR dan Taekwondo. Sedangkan di Universitas Malahayati ia aktif di organisasi Mahapala dan HMS.

Soal prestasi, Dafa patut diperhitungkan ia kerap mengikuti berbagai lomba Taekwondo. Ia pernah meraih juara ketiga pada kejurda taekwondo.

Dafa memiliki misi tersendiri untuk organisasi yang ia pimpin. “Kedepannya saya akan memperbaiki struktural, merangkul anggota dan juga membuat kegaitan yang lebih inovatif,” ujar Dafa. Ia juga berpesan kepada anggotanya untuk tetap semangat, solid, dan terus belajar agar bisa memajukan Teknik Sipil Universitas Malahayati.