Penting! Ini Pengumuman untuk Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati

DEKAN Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati, Azli Fahrizal, SE.,M.Si, hari ini menyampaikan imbauan untuk seluruh mahasiswa dan mahasiswanya.

Disebutkan, pengisian KRS Semester Ganjil tahun ajaran 2015/2016 dan masa konsultasi mahasiswa/i dengan pembimbing akademik, untuk Fakultas Ekonomi dilaksanakan pada tanggal 10, 11, 12 Agustus 2015.

Bagi mahasiswa yang akan mengisi KRS online dimbau untuk tepat waktu pada tanggal yang sudah di tentukan.

Pengisian KRS online ini wajib dilakukan oleh seluruh Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati tanpa terkecuali.

Apabila belum melakukan pengisian KRS sampai tanggal yang sudah ditentukan maka mahasiswa secara otomatis di non-aktifkan dari perkuliahan.[]

Pembekalan Koas, dr Sigit: Safety First with Universal Precautions

SERAH terima dokter muda yang dilakukan pagi ini sekitar pukul 09.30- 10.10 berlangsung tertib dan berjalan sebagaimana mestinya. Sekitar 80 mahasiswa di titipkan oleh Universitas Malahayati ke Rumah Sakit Pendidikan yaitu RSPBA Malahayati.

Setelah serah terima selesai, para dokter muda langsung diberi bekal atau arahan oleh dr. sigit mengenai “Universal Precautions” yaitu tindakan umum untuk mencegah penularan penyakit dari pasien ke dokter, mengingat rumah sakit adalah tempat yang berisiko sekali menularkan penyakit. Misalnya hepatitis, HIV dan penyakit lainnya yang mudah menular melalui cairan tubuh, misalnya darah. Atau bisa juga dari pernafasan, bakteri, dan kontak langsung dengan penderita.

“Jangan sok jagoan dan sok pahlawan, kita mau menolong orang bukan menyakiti diri sendiri!. Jadi safety first, baru mengambil tindakan,” ujar dr. Sigit.

Kembali, dokter sigit mengingatkan, ada beberapa hal yang perlu di waspadai saat menangani pasien, misalnya cairan miss V, air ketuban, cairan semen, cairan limfa. Selain itu, jarum suntik, tindakan bedah, persalinan, penanganan di UGD juga sangat berisiko menularkan penyakit pada saat penanganan.

“Semua ada cara aman sebelum melakukan tindakan demi melindungi diri kita dan pasien, masker, handscoon, dan jaga kebersihan diri dimulai dari hal kecil seperti, kebersihan seragam dan cuci tangan sebelum dan setelah melakukan penanganan, sesuai prosedur yang benar tentunya,” kata dr. Sigit.

Pembekalan ini ditutup dengan mengumumkan pembagian 8 kelompok ke masing-masing pos seperti:

  1. Anak.
  2. Kandungan.
  3. Penyakit dalam.
  4. Spesialis bedah.
  5. Kulit.
  6. Mata.
  7. THT.
  8. Anastesi.[]

Potret Kabara Shop Saat Liburan Tiba

TAK seperti biasanya, hari ini suasana nampak sangat berbeda di Kabara Shop Unimal, Toko yang biasanya ramai didatangi mahasiswa ini terlihat lengang, hanya terlihat seorang kasir berjaga di tempatnya. Rak-rak display yang biasa terisi penuh barang pagi ini terlihat tidak sepenuh biasanya.

Etalase keripik dan camilan khas indonesia seperti sale, pilus, dan lain-lain hanya tersisa beberapa bungkus saja, Mesin fotokopi juga belum beroperasi, lemari pendingin eskrim juga hanya tersisa beberapa bungkus eskrim, itupun sisa orderan terakhir.

Hal ini terjadi karena pihak manajemen memang sengaja tidak memesan barang untuk stok, mengingat mahasiswa masih diliburkan hingga September nanti. Meskipun begitu mereka sudah menyiapkan keperluan bagi para mahasiswa baru yang akan bergabung Malahayati Akhir Agustus nanti.

Bagaimana potret kabara shop saat masa liburan tiba ?

Ini potret yang diambil tim malahayati.ac.id Sabtu, 25 Juli 2014:

8 6 1 2 7 4 3 5

Mengintip Kegiatan Rutin MiRC di Bulan Ramadan

MALAHAYATI rider community kembali melakukan aksi solideritas, berbagi takjil kepada para mereka yang melintasi Lampu merah Unila.

Komunitas motor yang sudah berdiri selama empat tahum ini di gawangi oleh Dosen Akafarma Universitas Malahayati, Robby Candra Purnama sekaligus penggagas berdirinya komunitas yang bermarkas di Universitas Malahayati ini.

Dengan menggunakan Seragam lengkap mereka membagikan takjil kepada para pengendara yang lewat. Begitu banyak respon positif yang di berikan para pengendara atas aksi ini.

Kegiatan yang rutin dilakukan di bulan ramadan ini memang sudah direncanakan sejak kopdar terakhir sabtu lalu di depan Graha Bintang Unimal.

“Acara ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada para pengendara motor, yang sedang berada dijalan dan belum sempat pulang kerumah untuk membatalkan puasanya,” kata Robi.

Kriteria penerima takjil adalah mereka pengguna motor yang melintas, tukang parkir, dan supir angkutan umum. Sebanyak 125 kotak takjil berhasil dibagikan sore ini, senin 13 Juli 2015.

Acara yang dilaksanakan bersama Brother Siger Community Lampung (BSCL) jurusan kehutanan Unila, berlangsung sukses dan ditutup dengan buka puasa bersama para member di pelataran masjid Al Wasi’i Unila.

“Meskipun hanya sedikit, setidaknya kita sudah melakukan hal positif dengan media komunitas motor MiRC” Ujar Robi kepada tim malahayati.ac.id

Bagi kalian yang ingin bergabung dengan komunitas ini, silahkan datang ke Universitas Malahayati di depan Graha Bintang pada sore hari sekitar pukul 17.00 pada hari sabtu-minggu pertama dan ketiga setiap bulannya.

Yuk Lebih Mengenal Malahayati Rider Community

MALAHAYATI Rider Community disingkat MiRC , adalah sebuah komunitas motor yang bertujuan untuk membentuk suatu hubungan kekeluargaan yang harmonis antar anggota dan melakukan sesuatu yang positif bagi masyarakat dengan media kendaraan roda dua atau motor.

MiRC digagas sejak oktober 2010, oleh 5 orang anggota. Di latar belakangi oleh keprihatinan melihat pengendara malahayati yang sering jatuh di depan Graha Bintang Malahayati, sehingga ada gagasan untuk membuat suatu komunitas yang bisa memberikan penyuluhan safety riding course kepada masyarakat Universitas Malahayati.

Tur pertama MiRC bersama dengan Honda MegaPro Lampung menuju Teluk Kiluan dan bersamaan dengan hal itu, mereka mendeklarasikan diri bahwa akan ada komunitas motor bernama “MiRC” yang bermarkas di Universitas Malahayati. Tur mereka yang kedua diadakan di Air Terjun Tanggamus, pada tanggal 17 April 2011. Dimana pada saat itu langsung diadakan Mubes yang pertama sekaligus menetapkan tanggal 17 April sebagai Hari jadi MiRC.

MiRC melakukan Reli wisata di ulang tahunnya yang pertama sekaligus Pengukuhan MiRC di Kampus Unimal yang diresmikan oleh DR. Marshal Usman. Reli wisata ini di ikuti oleh beberapa komunitas motor dari Jakarta dan Lampung.

Di tahun kedua mereka, mereka mengadakan safety riding course bersama Polda Lampung bertempat di Universitas Malahayati.

Tahun Ketiga mereka melakukan tur keliling lampung bertajuk “Rolling Damai” sekaligus Penandatanganan MOU bersama Polda Lampung disaksikan langsung oleh DR. Muhammad Khadafi SH,. MH.

Sedangkan Untuk Anniversary yang ke-empat, MiRC lebih memilih untuk berbagi bersama anak-anak panti asuhan Daarul Alya yang bertempat di gang PU, Bandar Lampung. Mereka mengadakan makan bersama dan berbagi rizky kepada anak-anak yatim-piatu disana.

Selain, melaksanakan acara tahunan seperti kegiatan tur, penyuluhan safety riding, berbagi bersama orang tidak mampu, MiRC juga melakukan kegiatan rutin yaitu “Kopdar” atau kopi darat yang diadakan setiap minggu pertama dan ketiga setiap bulannya untuk membahas kegiatan positif yang akan dilakukan selanjutnya. Selain itu, setiap tahunnya juga mereka mengadakan bakti sosial di bulan ramadan.

Bagi kalian yang ingin menjadi member komunitas ini tinggal datang pada saat kopdar di minggu pertama atau ketiga dengan syarat memiliki motor jenis apapun dengan surat lengkap minimal SIM dan STNK.

Disini anda akan beri pengetahuan dasar apa itu safety riding dan akan diajari untuk lebih mengenal motor anda luar dan dalam. Sehingga bisa bermanfaat bagi pribadi dan orang lain.

Begini Cara Mahasiswa Unaya Bantu Pengungsi Rohingya

BANTUAN berupa sembako dan berbagai macam kebutuhan untuk pengungsi Rohingya dan bangladesh di penampungan sementara di Bayeun, Langsa, hingga kemarin terus mengalir. Kali ini relawan dari mahasiswa Universitas Abulyatama yang terbentuk dalam 2 organisasi yaitu Pema dan BEM FK Unaya sedikit beda dari yang lain, selain memberikan bantuan berupa sembako dan obat-obatan, mereka juga memberikan pendidikan psikologis (edukasi psikologis) kepada puluhan anak-anak pengungsi Rohingya yang berada dipenampungan sementara didesa Bayeun, Langsa.

Muslim, mengatakan, “anak-anak pengungsi rohingya sangat perlu diberikan edukasi psikologis, kita sama-sama tau mereka kurang lebih lima bulan didalam bot terombang ambing d itengah laut, sehingga mental dan psikis mereka terganggu sehingga menyebabkan mereka stres berat, maka kami dari tim relawan Mahasiswa Universitas Abulyatama memberikan edukasi psikologis kepada mereka agar sedikit membantu agar anak-anak pengungsi Rohingya ceria dan tersenyum kembali”.

Psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan. “Selain menerapkan pengetahuan kepada anak-anak, kami juga mengajarkan bahasa indonesia, menggambar bersama, cara mencuci tangan yang benar dan nonton film animasi bareng bersama anak – anak pengungsi rohingya,” imbuh Afrah Mahasiswa FK Unaya

Di hari terakhir, relawan Mahasiswa Universitas Abulyatama membagikan balon udara kepada anak-anak pengungsi Rohingya, dan sama sama melepaskanya ke udara, tampak dari mereka tersenyum bahagia dan ceria. Adapun selain edukasi psikologis yang mereka berikan, juga dalam bentuk sembako dan obat-obatan yang langsung diberikan dan serah terima kepada posko pengungsi rohingya ditempat. []

Laporan : Aldian Ilham – Abulyatama Aceh

Teknik Sipil Malahayati Kini Bergabung dalam FKMTSI

BICARA tentang fakultas teknik, maka yang muncul adalah cerita solidaritas. Keterkaitan antar mahasiswanya seperti sebuah keluarga besar. Tak hanya sekampus, mereka juga menjalin keakraban dengan rekannya yang dari kampus berbeda.

Begitu pula dengan Fakultas Teknik Universitas Malahayati. Mereka yang begitu akrab di dalam kampus, kini memperluas jalinan persaudaraan dengan bergabung Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI).

Sebagai wujud penghargaan, Universitas Malahayati dipilih sebagai tempat perencanaan pembukaan FKMTSI tahun 2015. Tujuannya, untuk memperkenalkan Teknik Sipil Universitas Malahayati ke khalayak luas agar ruang lingkup organisasi teknik sipil lebih maju dan berkembang.

Bupati Teknik Sipil Malahayati, Qoli Paundra, menjelaskan Fakultas Teknik Sipil Malahayati masuk dalam wilayah lima bersama Universitas Bandar Lampung, Universitas Lampung, Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Jaya Baya, Universitas Trisakti, dan Universitas Pancasila.

Perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam FKMTSI, Kamis malam (28/5) menyelenggarakan pertemuan di kompleks Kabara, Kampus Universitas Malahayati.

Lazimnya mahasiswa Teknik Sipil yang berpenampilan cuek, begitulah yang terlihat secara kasat mata ketika mereka diskusi. Bercelana jins kusut dipadu t-shirt dan berambut gondrong. Mereka berdiskusi diselingi senda gurau.

Tetapi jangan menilai mereka ini hanya melalui sudut pandang fisik. Sebab, sejatinya mereka adalah kumpulan mahasiswa yang cerdas, dan cermat. Keilmuan yang mereka pelajari menuntut ketekunan, ketelitian, dan juga bernuansa seni, sehingga menghasilkan karya yang rapi.

Lihat saja mereka, walau berpenampilan urakan namun tetap penuh persudaraan, beretika, dan santun.[]

Pendapat Mahasiswa Tentang Perpustakaan Malahayati

HIJAU dan teduhnya suasana perpustakaan Universitas Malahayati, Bandarlampung. Lumbung ilmu terbesar di kampus ini diberi nuansa nusantara dari Sabang sampai Meurauke. Berjejer berbagai rumah adat dari berbagai daerah menjadi tempat mahasiswa belajar.

Shelva salah satu pengunjung perpustakaan mengaku senang berkunjung ke perpustakaan untuk mencari bahan tugas. “Nyaman,” kata mahasiswi Prodi Akafarma Universitas Malahayati ini. “Suarjana dan fasilitasnya sangat bagus dan baik.”

Di malam hari pun mahasiswa ada yang belajar di sini. Misalnya, ketika malahayati.ac.id berkunjung ke sini, ada sekelompok asisten dosen Lab Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati yang akan melaksanakaan persamaan presepsi. Mereka sedang mempersiapkan kegiatan praktikum.

“Kami memanfaatkan tempat yang tenang di perpustakaan sehingga kosentrasi bisa tejaga,” kata Elang, asisten dosen lab fisiologi angkatan 2013.

Elang mengatakan sangat sering datang ke perpustakaan, karena fasilitas yang menunjang sangat lengkap. Ia berharap koleksi buku diperbanyak. “Karena sangat menunjang pembelanjaran di fakultas,” kata Elang.

Mari Keliling Indonesia di Perpustakaan Malahayati!

PENASARAN kan bagaimana rasanya keliling Indonesia di dalam sebuah perpustakaan? Perpustakaan Universitas Malahayati yang terletak di lantai 8 gedung F ini menawarkan pengalaman berkeliling Indonesia ditemani buku-buku referensi yang cukup lengkap. Nah, seperti apakah suasana perpustakaan yang unik ini?

Ketika pertama melangkahkan kaki di pintu perpustakaan kita akan disambut cahaya lampu yang lembut. Jika mengarahkan mata ke depan, maka akan tampak sulur-sulur pohon anggur di sekitar papan yang memuat daftar nama-nama rumah adat dari 34 provinsi di indonesia.

Tolehkan kepala ke kiri maka kita akan melihat bagian administrasi umum serta loker tempat menyimpan tas dan barang-barang bawaan yang lain. Di sebelah kanan adalah bagian sirkulasi tempat meminjam dan mengembalikan buku.

Konsep perpustakaan yang bernuansa budaya Nusantara ini diprakarsai langsung Ketua Dewan Pembina Yayasan Alih Teknologi H. Rusli Bintang. Dibangun sebagai sarana untuk menunjang proses belajar mahasiswa serta sebagai bentuk pelestarian budaya, fasilitas di perpustakaan ini disediakan cukup lengkap mulai dari meja, kursi, papan tulis, LCD, AC dan mesin fotokopi. Fasilitas ini dapat dinikmati oleh semua prodi bahkan oleh mahasiswa dan masyarakat umum dengan syarat menjadi anggota perpustakaan.

Jika berjalan berkeliling, maka kita akan melihat ke-34 rumah adat dibangun mengelilingi sebuah sungai kecil. Hal yang menarik dari rumah adat ini adalah pembangunannya yang melibatkan orang-orang dari daerah asal mereka masing-masing. Misalnya rumah adat Bali yang dibangun langsung oleh orang Bali dan rumah adat Jawa Tengah yang dibangun oleh orang asli Jawa Tengah.

Selain rumah adat, perpustakaan ini juga dilengkapi dengan beberapa pohon yang memberikan kesan teduh dan sejuk serta kursi-kursi berbentuk angsa dan gajah yang nyaman untuk membaca. Di tengah  sungai kecil yang melingkar bederet rak-rak berisi buku bacaan,mulai dari buku teknik, kesehatan, ekonomi dan farmasi, semuanya tersedia.

Di dekat rumah adat Aceh yang sekaligus berfungsi sebagai mushola, kita akan mendapati sebuah pintu untuk masuk ke ruang baca yang bernuansa modern. Diadaptasi dari gaya interior negeri kincir angin Belanda, ruangan ini tampak sangat elegan dan nyaman.

Ruangan ini terdiri dari sebuah ruang pustaka digital, 14 ruang belajar dan diskusi serta sebuah ruang referensi. Ruang belajar dan diskusi disediakan dalam dua bentuk, yang pertama kita bisa memilih duduk di kursi dan pilihan kedua kita bisa duduk di sofa atau lesehan.

“Sayangnya masih ada mahasiswa yang tidak kenal dengan perpustakaannya sendiri, padahal fasilitas perpustakaan ini sudah sedemikian lengkap dan bisa digunakan oleh semua prodi bahkan oleh masyarakat umum sekalipun,” ungkap Meni Sutarsih, S. Pd, M. Si. selaku Ketua Perpustakaan Unimal.

Sudah terbayang kan bagaimana luar biasanya perpustakaan Universitas Malahayati? Tunggu apa lagi, ayo ke perpustakaan sambil keliling Indonesia!

Ini Pembelajaran di Keperawatan Universitas Malahayati

PRODI Keperawatan (Ners) Universitas Malahayati (Unimal) selalu mengawal proses pendidikan agar berjalan dengan baik sehingga dapat menghasilkan lulusan yang bermutu dengan IPK yang makin meningkat dan masa studi yang cepat (tetap waktu).

Ketua Prodi Ilmu Keperawatan Andoko, S.Kep.,Ns.,M.Kes, mengatakan, Prodi Keperawatan Unimal Bandar Lampung selalu konsisten untuk menjaga kurikulum dan proses pembelajaran agar tetap mengarah untuk tercapainya delapan komptensi yang telah ditetapkan dan disepakati oleh Persatuan Perawatan Nasional Indonesia (PPNI) dan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

“Proses pembelajarannya juga telah menggunakan kurikulum KBK sehingga mahasiswa dapat lebih aktif dalam menggali pengetahuan yang diharapkan,” kata dia

Proses pembelajaran juga tidak hanya belajar di kelas, tapi juga dilakukan dilaboratorium juga langsung di lahan praktek, hal ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mampu mengasah ketrampilan yang dimilikinya.

Selain dibekali dengan kemampuan keperawatan, mahasiswa keperawatan yang tinggal di asrama juga diberi bekal kemampuan bahasa Inggris dan kemampuan membaca serta memahami kanduangan kitab suci Al Quran.

“Sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya pandai secara kognitif tapi juga pandai secara afektif. Lulusan prodi Keperawatan yang dihasilkan sehingga mampu diserap oleh pasar kerja baik lokal, nasional ataupun di regional,” kata dia.

Sementara itu, agar proses pembelajaran berjalan dengan baik, prodi melakukan pengawasan yang dilakukan oleh lembaga Penjamin Mutu Internal (LPMI) tingkat universitas, dilakukan oleh koordinator Unit Penjamin Mutu Internal (UPMI) tingkat Prodi Keperawatan.

“Dengan begitu standar prodi keperawatan Unimal dalam siap proses pemebelajaran dapat tercapai,” kata dia.[]