This History of Establishment of the University Malahayati

UNIVERSITY of Malahayati is a private university founded by Yayasan Alih Teknologi Bandar Lampung on August 27, 1993 which officially became the anniversary of the University Malahayati. Malahayati start operating after it is passed by the Minister of Education and Culture RI No.02 / D / 0/1994 on January 28, 1994. At first Malahayati located in street of Kartini Bandar Lampung since 1994. Then moved to street of Pramuka No. 27 Bandar Lampung.

Initial establishment of Malahayati consisted of the Faculty of Medicine, Faculty of Engineering, Faculty of Economics and Nursing Academy. Then in 2002, Faculty of Public Health (FKM) was officially established. In 2005 the degree program of Nursing opened, and then in 2006 Program of D-III and D-IV Midwifery opened. In 2009, the Faculty of Public Health opened the Post Graduate Program for Magister of Health. In 2015, the Faculty of Medicine opened program of study such as Psychology and Pharmacy degree program. Faculty of Law also formally endorsed on December 7, 2015.

Malahayati name is taken from the name of a warlord woman from Aceh, namely Laksamana Malahayati.Malahayati is a figure of a woman in Aceh who are intelligent, have high morale, brave, resolute, tenacious, resilient, and responsible, which is always based on the light of faith and devotion in accordance with the teachings of Islam. Because it was Laksamana Malahayati was awarded degree as National Hero.

To respect and continue the fighting spirit Malahayati the College is named University Malahayati are resolute to participate significantly in national development together. Along and in line with other universities were earlier present in Lampung Province.[]

Professor Sutrisna Wibawa Bersilaturahmi ke Universitas Malahayati

SETDITJEND Pembelajaran dan Kemahasiswaan Riset dan Teknologi Dikti, Professor Sutrisna Wibawa, bersilaturahmi ke Universitas Malahayati, 30 Maret 2016. Ia datang sore kemarin setelah mengisi seminar di Universitas Lampung. Ia sengaja mampir ke Malahayati untuk sharing dan diskusi demi perkembangan positif  di Universitas Malahayati.

“Saya ada acara seminar di Unila, kebetulan saya juga kenal dekat dengan pak Rusli Bintang. Jadi saya mampir untuk silaturahim, ngobrol dan diskusi hal-hal positif untuk pengembangan Universitas,” kata Prof Sutrisna.

Diskusi yang dimulai pukul 19.00 WIB dihadiri oleh Wakil Rektor I sebagai moderator. Selain itu juga nampak WR II, III, Ka BAK, Ka BAU, Kaprodi Fakultas Kedokteran serta dosen-dosen Fakultas Kedokteran antusias berdiskusi bersama Prof Sutrisna. Tak ada kesan formal tadi malam, mereka asyik berbincang sambil duduk lesehan di Ruang Tamu Apartment VVIP Malahayati.

Mereka melihat data-data perkembangan Malahayati dari tahun pertahun sambil mendiskusikan pengembangan sistem yang lebih terintegritas demi efektifitas pengembangan kampus. Baik Prof Sutrisna maupun pihak Malahayati berharap, diskusi malam ini bermanfaat sebagai gambaran, acuan pengembangan sumberdaya dan sistem pembelajaran di Universitas Malahayati. []

 

Perpustakaan Malahayati Terakreditasi B

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahi robbil ‘alamin
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas limpahan nikmat, rahmat serta karunia-Nya yang diberikan kepada kita sekalian

Dengan berjalannya waktu dan berkembangnya zaman. Syukur Alhamdulillah UPT. Perpustakaan Universitas Malahayati telah dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai tempat atau wadah yang memberikan layanan kepada pengunjung untuk kebutuhan referensi dan informasi serta kegiatan belajar mengajar dengan kualitas sarana dan prasarana yang memadai dan berstandar nasional. Hal ini telah di buktikan dengan diraihnya hasil Akreditasi B yang diberikan dan di sahkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Demikian hal ini kami sampaikan. Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

 

 

UPT. Perpustakaan Universitas Malahayati
Bandar Lampung, Lampung

 

Lantunan Merdu Surah Yasin di Danau Cinta Kembali Menggema

ALUNAN merdu surah yasin kembali terdengar di Danau Cinta Universitas Malahayati, Sabtu, 26 Maret 2016. Anak yatim bersama ibunya terlihat khusuk membaca ayat demi ayat hingga selesai. Dimpimpin oleh Bobby Yoga A, anak yatim Binaan Yayasan Alih Teknologi Malahayati alunan surah yasin terasa begitu merdu dan khidmat ditelinga pendengarnya. Terlihat juga Rayendra Hermansyah, dr Yunus, dr Edy Ramdhani, Tironsyah dan para Ustadz Green Dormitory mengiringi ayat demi ayat yang dibaca.

Mereka bermunajat kepada Allah SWT agar Universitas Malahayati selalu diridhoi oleh Allah. Terutama Rusli Bintang dan civitas akademika agar selalu diberi kesehatan dan berkah dunia serta akhirat. Tak lupa mereka mengirim doa untuk Almarhum Kapten Anumerta dr Yanto Sp OT yang gugur saat menjalankan tugasnya di Poso, seminggu silam. Dokter Yanto merupakan lulusan terbaik Fakultas Kedokteran angkatan 1999 yang selalu menjadi kebanggan Universitas Malahayati. Mereka berdoa agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dibalik rasa duka yang mendalam atas kepergian salah satu anggota keluarga Malahayati, nampak pula wajah polos anak yatim yang membuka lembar demi lembar buku di tangannya. Lantunan ayat suci yang keluar dari mulut mereka bahkan terasa indah dan menenangkan dibandingkan dengan keelokan danau cinta dan teduhnya rerimbunan pohon sengon yang menaunginya.

Kegiatan rutin ini merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari nadi kehidupan Universitas Malahayati. Menyayangi dan menyantuni anak yatim adalah suatu kewajiban yang selalu diajarkan oleh Rusli Bintang, Pendiri Yayasan Alih Teknologi Universitas Malahayati kepada semua yang dikenalnya. Setiap pejabat rektorat, dosen bahkan mahasiswa diwajibkan untuk menyantuni anak yatim minimal satu orang.

Jadi setiap Sabtu sebelum adzan dzuhur berkumandang, para anak yatim dan ibu mereka hadir untuk shalat berjamaah dan membaca yasin bersama untuk mendoakan Malahayati agar semakin maju dan berkembang. Setelah itu barulah mereka bercengkrama, makan bersama dan mengambil santunan bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.[]

Potret Suasana Ruang Baca Fakultas Teknik

RUANGAN ini terletak di lantai 2 gedung perkuliahan Universitas Malahayati. “Ruang Baca Fakultas Teknik” begitu tulisan yang tertera di pintu depan yang terbuat dari kaca transparan. Berada di dalam ruangan seluas sekitar 15 meter persegi ini terasa begitu sejuk dan nyaman.

Pemandangan yang pertama kali anda lihat di tempat ini adalah rak buku yang berada di tengah ruangan. Lemari kayu berkaca juga disiapkan untuk menyimpan buku serta jurnal Fakultas Teknik. Buku-buku tentang lingkungan, mesin, sipil dan industri tersusun rapi sesuai dengan jurusannya. Meski tak selengkap di perpustakaan, namun koleksi buku disini sudah cukup membantu mahasiswa untuk referensi bahan kuliah.

Menurut Natal, dosen Fakultas Teknik, ruang baca ini tidak selalu ramai dikunjungi mahasiswa, tapi setiap hari saat ruang baca dibuka, ada saja mahasiswa yang meminjam buku atau sekedar membaca di ruangan ini. “Tidak setiap hari sih yang pinjam buku, tapi setiap ruang baca dibuka, ada saja mahasiswa/i yang berkunjung dan meminjam buku. Koleksi buku disini lumayan lengkap kata mereka, jadi gak perlu jauh pergi ke perpus,” kata Natal.

Oleh karena itu, Natal mengimbau kepada semua mahasiswa Teknik untuk lebih optimal menggunakan segala fasilitas yang sudah disediakan kampus, termasuk ruang baca Yang tersedia di setiap fakultas. “Fasilitas kita sudah lengkap kok, jadi optimalkan penggunaannya. Semua ini disiapkan untuk mahasiswa, untuk mensupport pembelajaran,” ujar Natal.

Berikut potret ruang baca Fakultas Teknik:

 

ruang baca3ruang baca2

ruang baca5

ruang baca4

 

 

 

Green Campus Malahayati; Lung of Bandar Lampung

LOCATED in Pramuka street, Bandar Lampung, Malahayati University is not only a place to gain knowledge of more than 6,000 students however was transformed into a the city’s lungs Bandar Lampung. Why is that?

The first time through the gate Campus Malahayati, your eyes will be presented with the scenery and feeling different from other campuses. You will feel like being at the peak of Bogor, because the shade of the trees that make the air becomes cool. With an area of approximately 84 hectares, hilly contour was transformed into a stately buildings but still maintaining environmental sustainability.

On this campus, grow towering trees Sengon, Albasia, and other types of trees that overshadow every square meter campus. Thousands of trees that is the supplier of oxygen for life around. Fumes, air pollution, is absorbed by trees and greenery in this place, then replaced with fresh oxygen for the survival of the creatures around him.

Its location fairly central, and flanked by the city of Bandar Lampung, Pesawaran District, and South Lampung regency make this campus an active role in preserving the environment other than as a warehouse of knowledge, of course. Because if we look from a height, it is clear how the University Malahayati with thousands of trees that surrounds become the lungs of the city and the surrounding residential areas. So no exaggeration, if Malahayati dubbed the “Green Campus Bandar Lampung”.

Here’s a portrait of the green of the University Malahayati moment in a photo using unmanned aircraft (drone) of a height:

DCIM100MEDIADJI_0140.JPG

Malahayati looks aside

DCIM100MEDIADJI_0152.JPG

Malahayati from behind

DCIM100MEDIADJI_0163.JPG

Malahayati among the leafy trees

DCIM100MEDIADJI_0172.JPG

Malahayati among dense settlements

|sumber foto: Surya Maxima Photography

Kampus Hijau Malahayati; Paru-Paru Kota Bandar Lampung

TERLETAK di Jalan Pramuka, Bandar Lampung, Universitas Malahayati hadir tak hanya menjadi tempat menimba ilmu 6000 lebih mahasiswa namun menjelma menjadi paru-paru kota Bandar Lampung. Mengapa demikian?

Saat pertama kali melewati pintu gerbang Kampus Malahayati, mata anda akan disuguhkan dengan pemandangan dan perasaan yang berbeda dari kampus lainnya. Anda akan seolah merasa sedang berada di puncak Bogor, karena rindangnya pepohonan yang membuat udara menjadi sejuk. Dengan luas sekitar 84 hektar, lahan berkontur berbukit itu disulap menjadi bagunan nan megah namun tetap mengutamakan kelestarian lingkungan.

Di kampus ini, tumbuh menjulang tinggi pohon Sengon, Albasia, dan pohon jenis lainnya yang menaungi setiap meter persegi kampus. Ribuan pohon itulah yang menjadi penyuplai oksigen bagi kehidupan disekitarnya. Asap kendaraan, polusi udara, diserap oleh pepohonan dan tanaman hijau di tempat ini lalu diganti dengan oksigen segar untuk kelangsungan hidup mahluk disekitarnya.

Letaknya yang cukup sentral, dan diapit oleh Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pesawaran, dan Kabupaten Lampung Selatan menjadikan kampus ini berperan aktif dalam pelestarian lingkungan selain sebagai gudang ilmu pengetahuan tentunya. Karena jika kita lihat dari ketinggian, nampak jelas bagaimana Universitas Malahayati ribuan pohon yang mengelilinginya menjadi paru-paru Kota dan pemukiman penduduk disekitarnya. Jadi tak berlebihan rasanya, jika Malahayati dijuluki sebagai “Kampus Hijau Bandar Lampung”.

Berikut potret hijaunya Universitas Malahayati saat di foto menggunakan pesawat tanpa awak (drone) dari ketinggian.:

DCIM100MEDIADJI_0140.JPG

Malahayati nampak samping

DCIM100MEDIADJI_0152.JPG

malahayati dari belakang

DCIM100MEDIADJI_0163.JPG

Malahayati diantara rimbunnya pepohonan

DCIM100MEDIADJI_0172.JPG

Malahayati diantara padatnya pemukiman

|sumber foto: Surya Maxima Photography

Melihat Suasana Wisuda Universitas Malahayati di Luar Gedung Graha Bintang

Universitas Malahayati mewisuda 721 sarjananya dari berbagai disiplin ilmu kemarin di Graha Bintang, Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung. Seluruh orang tua dan wali mahasiswa berdatangan dari hampir seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Mereka ada yang menginap di Green Dormitory Universitas Malahayati dan sejumlah penginapan lain yang ada di Bandar Lampung. Selain para orang tua, pada hari wisuda itu juga sejumlah anak-anak yatim yang menjadi binaan para mahasiswa ikut meramaikan prosesi ini.

Berikut beberapa cuplikan foto yang menggambarkan suasana di luar gedung Graha Bintang tempat proses wisuda berlangsung:

suasana 1 suasana 2 suasana 3 suasana 4

Perpustakaan Unik, Perpaduan Budaya Nusantara dan Gaya di Belanda

PERPUSTAKAAN Universitas Malahayati yang terletak di lantai 8 gedung F ini menyuguhkan pengalaman unik dan berbeda dari perpustakaan kebanyakan. Nuansa budaya yang asli Indonesia yang direfleksikan dengan miniatur 34 rumah sebagai ruang baca dan belajar. Dengan kata lain, Anda akan diajak berkeliling Indonesia ditemani buku-buku referensi yang lengkap.

Memasuki pintu perpustakaan, kita akan disambut cahaya lampu yang lembut. Sulur-sulur pohon anggur di sekitar papan yang memuat daftar nama-nama rumah adat dari 34 provinsi di indonesia juga akan menyapa kedatangan kita. Buku-buku yang tersusun rapi di rak-rak kayu, ditingkahi sungai kecil yang berisi ikan warna-warni yang menyejukkan mata. Suasana sejuk yang dihembuskan oleh AC yang berada disudut-sudut ruangan, gemericik air dan pohon buatan yang menaunginya tentunya akan membuat anda rileks dan fokus dalam membaca.

Tak hanya itu, ruang baca modern yang ada di Erasmus University, Belanda dihadirkan di tempat ini. Sofa nan empuk, meja pendek yang pas untuk membaca sambil lesehan akan membuat anda betah berlama-lama berada di tempat ini. Di bagian perpustakaan ini, anda bisa membaca sambil berbaring nyaman loh. Tak heran, ruang baca ala Erasmus ini sering dipakai untuk belajar kelompok dan diksusi.

Masih belum puas? Anda bisa berpindah ke sisi lainnya, ruang diskusi berkapasitas 12 orang bisa anda gunakan untuk berlatih presentasi atau membahas hal lainnya. Karena di tempat ini, juga disediakan LCD Proyektor yang bisa digunakan untuk presentasi.

Masih ingin berpetualang? Anda bisa bergeser kembali ke sisi utama atau bagian tengah perpustakaan. Bagi anda yang malas membaca buku manual, disini anda bisa membaca buku melalui digital. Yap, benar sekali, Perpustakaan Malahayati juga memiliki perpustakaan digital yang mampu mengakses jutaan buku dan jurnal dari seluruh dunia.

Tunggu apalagi, ayo main ke Perpustakaan Malahayati, biar kekinian lho.[]

Suasana Universitas Malahayati saat Liburan Semester Tiba

KICAU burung menyambut pagi di area Universitas Malahayati, Selasa 23 Februari 2016. Hembusan angin dan suara gemericik air danau serta alunan pohon sengon dan dedaunannya yang berjatuhan, seakan mengiringi langkah kaki menyusuri tiap sudut kampus ini. Suasana yang biasanya ramai dengan hiruk pikuk perkuliahan, kali ini berbeda.

Melangkahkan kaki menuju lorong kelas, terdengar hening bak mahasiswa sedang ujian. Namun kenyataannya memang lorong dan ruang kelas ini sepi karena suasana libur semester.

Asrama yang biasanya ramai oleh hilir mudik mahasiswa kini terlihat sepi sejak 13 Februari 2016. Hanya ada beberapa deretan kendaraan mahasiswa yang ditinggal pemiliknya untuk pulang ke daerah masing-masing atau ditinggal berlibur. Sejauh mata memandang, hanya terlihat bangku kosong dan pepohonan yang berdiri kokoh di area kampus ini.

Begitupun dengan Kabara Shop dan Kabara Food Court yang biasanya tak pernah sepi, hari ini tampak sangat lenggang bahkan bisa dibilang kosong. Hanya terlihat beberapa satpam yang berjaga di posnya dan beberapa karyawan yang masih beraktifitas.

Dan suasana ini akan kembali normal pada 29 Februari 2016, karena saat itu masa liburan mahasiswa telah usai.[]