Menyapa Cadaver di Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

JANTUNGKU berdebar semakin kencang ketika melihat pintu berwarna hijau bertuliskan “Jangan Berisik, ada Praktikum”. Hari ini 27 Januari 2016, dengan yakin kuberanikan diri mengetuk dan masuk kedalam ruangan itu. Laboratorium anatomi, salah satu tempat yang tak ingin kumasuki mengingat ada beberapa hal yang tak kusukai, salah satunya Cadaver. Cadaver sendiri adalah jenazah yang digunakan oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran untuk belajar Anatomi.

D isana terlihat wajah serius mahasiswa menggunakan Jas Lab dengan buka modul anatomi di depan mereka. Mereka dengan serius mendengar arahan-arahan yang diberikan para asisten dosen sebelum memulai post test. Aku sendiri disambut dengan senyuman empat asisten dosen yang begitu ramah memandangku. Salah satu dari mereka mengajakku melihat-lihat isi laboratorium anatomi Malahayati, tempat praktikum calon dokter Universitas Malahayati.

Laboratorium ini terbagi menjadi 3 ruangan yang disekat oleh tembok beton. Ruang pertama adalah tempat mereka belajar tempat dimana replika tengkorak dan alat-alat lain disimpan, ruang kedua atau tempat lemari pendingin, disitu biasanya mereka melakukan post test, ruang ketiga barulah tempat penyimpanan Cadaver.

Kulangkahkan kakiku ke ruang ketiga, ruangan yang membuatku penasaran ingin segera melihat langsung Cadaver yang biasa digunakan para calon dokter. Di tempat itu, aroma bahan pengawet cadaver sesekali menggelitik hidungku. Pemadangan pertama yang kuperoleh adalah organ paru-paru yang berada di atas meja anatomi. Asisten lab menjelaskan bagian-bagian beserta fungsinya kepada para mahasiswa. Di sana juga kulihat ada tong penyimpanan organ dalam manusia yang tertup rapat dan steril. Setelah itu barulah asisten lab, menunjukkan kepadaku cadaver yang biasa mereka gunakan untuk belajar.

Awalnya ada perasaan aneh saat melihat cadaver untuk pertama kalinya, tapi tidak seseram dugaanku justru membuatku kagum. Cadaver yang berada di hadapanku ini bukanlah sekedar alat belajar, melainkan bisa disebut guru besar karena dengan adanya cadaver, para calon dokter bisa lebih jelas mengenal struktur anatomi manusia.

Suasana di dalam Lab, ternyata tidak seseram dugaanku. Justru aku merasa aura semangat para calon dokter yang begitu berkobar di dalam ruangan ini. Mereka yang melakukan post test hingga mereka kembali belajar mengenai anatomi dibimbing oleh para asisten.[]

Living In Green Dormitory, Why Not?

Students of the Faculty of Medicine, University Malahayati must to live in Green Dormitory. They are required to stay in a dorm isn’t without reason. So many positive things we get when living in a dorm Green Dormitory.

But, why all this time dorm is regarded as a less comfortable place ?. The answer of course is at the heart of each individual.

“Comfortable it comes from within the heart of each. Only our mindset that must be changed. Dorm was good, just, how we are very smart to react, “said Rayendra, Chief of Green Dormitory Malahayati University. (baca juga: Tinggal di Asrama, Kenapa Tidak?)

Ray also said, begin with sincere intentions. Make a dorm room as a convenient place for you. Be smart to interaction with roommates, because they will together with you for next few years. Maintaining the cleanliness of the rooms will increase comfort. Take positive lessons wherever located, example with dorm we could become independent, more sensitive, at least be mutual respect between roommates.

Besides that, the proverb says “you are what your environment”. You are in an environment with education. Staying with them educated, then the mindset and attitude will be like a well-educated person.

Menghabiskan Weekend di Universitas Malahayati, Mengapa tidak ?

Minggu Pagi adalah Waktu yang tepat Untuk Bersantai pikiran dan jiwa kita , setelah melakukan tugas-tugas kita selam enam hari sebelumnya. Khususnya untuk mahasiswa yang selalu menghabiskan tenaga dan pikiran mereka untuk belajar tentang keilmuan mereka. Lakukan latihan adalah pilihan yang sempurna untuk menghabiskan waktu luang kami pada akhir pekan. Olahraga ringan adalah pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu luang kita pada akhir pekan. Dengan olahraga kita bisa mendapatkan banyak manfaat seperti pikiran menjadi lebih santai, lebih sehat dan sangat menyenangkan jika kita melakukannya dengan teman-teman kita.

Ide tersebut sama seperti yang dipirkirkan Pendiri Universitas Malahayati. Jadi, ia membuat fasilitas untuk mendukung mahasiswa Malahayati agar tidak hanya fokus pada akademis, tetapi juga kehidupan mereka di asrama Greendormitory. Beruntung bagi mereka, diwaktu luang mereka, mereka dapat melakukan olahraga tanpa harus pergi jauh dan menghabiskan banayk uang. Di Asrama Greendormitory mereka bisa jogging, berenang, bermain bola basket, tenis, bola voli, futsal, dan lain-lain. (Baca juga: Spending Weekend Time in Malahayati University, Why not?)

Dengan luas 84 hektar, mahasiswa dapat melakukan segala keinginan mereka untuk mendapatkan kepuasan mereka pada akhir pekan. Tidak hanya fasilitas olahraga, Malahayati juga memiliki danau untuk memancing. Biasanya orang menyebut danau itu dengan “danau cinta”. Di danau kita bisa piknik, memancing, atau hanya menikmati pemandangan Malahayati dengan suara burung liar dan gemercik air. Manarik bukan?. Jika Anda ingin menikmati makanan dengan seseorang yang spesial, Malahayati memiliki Foodcourt dan cafe. Tahu ?.

Tidak puas cukup dengan hal-hal yang disebutkan sebelumnya? Jangan khawatir, Malahayati juga memiliki taman yang luas. Anda bisa bermain skateboard, atau bersepeda. Jadi, daripada Anda menikmati “Car Free Day” di kota, Malahayati adalah tempat yang lebih baik untuk menikmati waktu luang kita. Dan yang terpenting adalah setiap fasilitas terintegrasi dalam satu lokasi. Ayo datang dan kunjungi Malahayati, dan merasakan pengalaman yang unik. [ ]

This The Reason Why Malahayati University Leafy Of Sengon Trees

Malahayati university located in District Kemiling, Bandar Lampung has beautiful scenery. Contour of the land is hilly and forest filled with various plants which add beauty and shade of the campus environment. Thousands of trees about 3-4 years old sengon trees stand firmly on the slopes and cliffs sloping curb water.

Besides the shady, tree sengon have special character. “Trees sengon does not require a long time to grow,” said Dr. Suharyono environmental experts from the University of Malahayati, Tuesday, October 6, 2015.

Then the tree suitable to be planted in the soil of the mountains. Because sengon trees are able to live in all types of soil. “Trees sengon also able to maintain the structure of the soil in the area of ​​the Malahayati University and maintain water balance well,” he said.

Economically, sengon tree at the age of three to four years can be harvested for paper industry, furniture and plywood. Currently, the campus area of ​​84 hekter sengon forest is indeed filled with native plants in addition to the hilly land. “So there are aspects of environmental improvements are also aspects of economic benefits,” he said.

Who Thinks, This Place Giving Serenity And Beauty

The breeze felt on face of the users of bridge Malahayati University. Melodious whisper of wind this afternoon into a soundtrack of friction sengon leaves blowing in the wind. Dance thatched  and laughter of the students is a sight that is always served in this place during the afternoon arrived. Just like today, October 2, 2015.

Lightweight steel construction and assembled into a safety fence. Which is also supported by a steel pole so that the bridge is able to withstand a load of people who pass through. For some people it may be just a bridge that connects the Rector Building, Classroom,Kabara foodcourt , Mosque, and Pertamina Bintang Amin Hospital.

But for those seekers of serenity, this bridge is a very comfortable place as a place to study in the afternoon. Because in afternoon this bridge is lesstraveled. Read a book with the sound of wind in the afternoon was a different sensation. As if we were studying in the outdoors but still on campus. Green landscape under the bridge will refresh tired eyes due to focus on reading the pages. (Baca juga: Siapa Sangka, Tempat Ini menyuguhkan Ketenangan dan Keindahan)

Besides that, the students usually use the bridge as a place to talk while looking at the court of Malahayati after Asr salat. recommended to hang out in the afternoon, because the atmosphere is very supportive. Because during the day the sun direct the highlight of this place will reduce comfort. []

Galau Cari Kerja? Malahayati Career Center Solusinya

Malahayati Career Center (MCC) adalah lembaga dibawah Universitas Malahayati yang berfungsi untuk menjembatani lulusan dengan dunia kerja dan bisnis serta mengembangkan jiwa enterpreuner.

Kegiatan yang diselenggarakan Malahayati Career Center diantaranya:

  1. Melatih soft skill mahasiswa dan alumni
  2. Menjalin hubungan dengan dunia kerja dan bisnis
  3. Menyelenggarakan bursa kerja dan Job fair
  4. Menyelenggarakan seminar dunia kerja
  5. Mengadakan rekruitment kampus / Campus hiring
  6. Menjalin kerjasama antar lembaga karir di perguruan tinggi
  7. Melaksanakan tresure study

Bagi kallian yang berminat menjadi anggota MCC berikut syarat-syaratnya:

  1. Mendaftarkan diri di kantor MCC
  2. Mengisi form aplikasi
  3. Pas Foto 4×6
  4. Copy ijasah STLA dan Sarjana berikut transkrip
  5. Membayar biaya keanggotaan

Banyak keunggulan apabila kita menjadi anggota MCC, Diantaranya:

  1. Memiliki sertifikat kemampuan Soft Skill yang dibutuhkan didunia kerja dan bisnis
  2. Nama Anggota akan dikirim kepada Mitra Dunia Kerja dan Bisnis
  3. Gratis mengikuti kegiatan MCC yang berkaitan dengna dunia kerja dan bisnis
  4. Tergabung dengan seluruh pusat karir perguruan tinggi di Indonesia
  5. Mampu mengembangkan jiwa enterpreuner

Malahayati Career Center juga memiliki mitra yang sudah terjalin seperti pusat karir perguruan tinggi di Indonesia dan beberapa perusahaan swasta yang maju seperti: Perbankan, Industri otomotif, Industri jasa dan lainnya. Disamping itu sedang proses dijalin kerjasama dengan Industri farmasi, Rumah sakit dan jasa kesehatan.

 

Gema Surah Yasin Terdengar Semakin Merdu di Danau Cinta

KUMANDANG surah yasin kembali menggema di Danau Cinta Universitas Malahayati, Sabtu 16 Januari 2015. Ratusan anak yatim bersama ibunya terlihat khusuk membaca ayat demi ayat hingga selesai. Dimpimpin oleh Purwaji, anak yatim Binaan Yayasan Alih Teknologi Malahayati Lantunan surah yasin terasa begitu merdu dan khidmat. Terlihat juga Rayendra Hermansyah, Ustad Sutikno, Ustad Muslih dan Ustad fadli mengiringi bacaan mereka.

Wajah polos anak yatim yang membuka lembar demi lembar buku di tangannya. Suara yang keluar dari mulut mereka bahkan terlihat lebih indah dan menenangkan dibandingkan dengan keelokan danau cinta dan teduhnya rerimbunan pohon sengon yang menaunginya.

Kegiatan rutin ini merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari nafas kehidupan Universitas Malahayati. Menyayangi dan menyantuni anak yatim adalah suatu kewajiban yang selalu diajarkan oleh Rusli Bintang, Pendiri Yayasan Alih Teknologi Universitas Malahayati kepada semua yang dikenalnya. Setiap pejabat rektorat, dosen bahkan mahasiswa diwajibkan untuk menyantuni anak yatim minimal satu orang.

Jadi setiap Sabtu sebelum adzan dzuhur berkumandang, para anak yatim dan ibu mereka hadir untuk shalat berjamaah dan membaca yasin bersama untuk mendoakan Malahayati agar semakin maju dan berkembang. Setelah itu barulah mereka bercengkrama, makan bersama dan mengambil santunan bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.[]

What Difference Malahayati With Other Campus? This is The Answer!

Ride into the gate of the University Malahayati you will be presented with the scenery and feeling different from other campuses. You will feel like was at Puncak Bogor, because shade of the trees that make the air becomes cool. With an area about 84 hectares, hilly contour was transformed into a stately buildings and facilities that support learning activities 6 thousand Student for studying.

Besides educational facilities complete, well Malahayati University also has dormitories for student, apartments lecturer, sports facilities such as golf, badminton, futsal and swimming pool, helipad also has culinary places. And There is a hospital facility which is located a few meters to the left of the campus gate, named Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. One of facilities by Malahayati for medical education in collaboration with Rumah Sakit Pertamina in Jakarta. (Baca juga; Apasih Beda Malahayati Dengan kampus Lain? Ini Jawabannya!)

And one things that makes this campus different is their vision of create graduates who have religious ethical. So that students from five faculties such as Medicine, Public Health, Engineering, Economics and Akafarma required not only excelent in skill but also have good ethics anyway. Not only that, the University Malahayati also require their employees and students to sympathize for orphan, although only One orphan. So 1300s more orphans alternately, do the gathering, eating together and read Surah Yasin every Saturday in shores of the lake are also intended specifically for them.

What are you waiting, lets join us at Malahayati University, and Lets Challenge the future together.

 

Rewind The Beautifull Memory With Orphans in The Lake of Love

LAKE Orphans or sometimes people called it “The Lake of Love”. Located in the middle of Malahayati University, Bandar Lampung. This lake is a place for sharing of love, stories and sustenance to orphans that assisted by Malahayati University. In turn 1300 more orphans attend this place every Saturday with their mother to reciting Surah Yasin. They Pray together to God for Malahayati University Goodness.

Today, Wednesday, December 23, 2015, I repeat that memory. I threw my legs through the trail made of papping. I saw the shades of Sengon Trees Towering my steps to the best spot for relaxing my mind. Altought not too far, hilly ground contours make my sweat dripping endlessly. I tried to wipe away the sweat with a small handkerchief, and trying to feel the breath of life around me.

Not long after, I came to the edge of the lake. In the middle of lake there is a small island like Samosir Island in Toba Lake. Nila looks set Mujair and swim without free while fighting over breadcrumbs intentionally threw earlier. Swan-shaped also lined up neatly shores of the lake because it was not able to operate again.

I set my seat, leaning against the wooden gallows. I started to close my eyes, release all tired of lecture that some time is noticeably burden me. Gurgling water from the drain discharge pipe, gently rubbing the leaves by the wind makes me feel drift and enjoying my afternoon break at this place. Deeper I drift in the calmness, my memory about this lake rewinded. I Felt i was in a different dimension.

I heard the strain of Surah Yasin so sweetly from this place. This sounds the same sound I heard last Saturday this place I guess. Cheerful face a little boy who fed by her mother. Laugh off while they are playing seesaw, feels so real stick in my mind. Some of them going fishing and joy when the baby Nila gain at the end of their fishing rod. Feels like I want to wipe their hair and gave them candy in my right pocket. By Saying “Thanks kak” is a pray for me that certainly heard by Allah.
But when I tried to approach them and do my intentions …

Krekkkkkkkkk … .Brakkkkkkkkkkkk !!! ” Sounds right tree branches falling on the roof over my head. I woke up, my eyes dispersed, I immediately got up from where I sat. I saw around me, no one here. Just a security guard at his post I saw from distance. “Oh my God” I thought to myself . The sound was damaging the beautiful memories with the orphans on Saturday. I saw the clock already showed 07.30 am , time for me to go back and get ready to go back again, struggling with classroom this morning. [ ]

Apasih Beda Malahayati dengan Kampus Lain? Ini Jawabannya!

MEMASUKI pintu gerbang Universitas Malahayati anda akan disuguhkan dengan pemandangan dan perasaan yang berbeda dari kampus lainnya. Anda akan seolah merasa sedang berada di puncak Bogor, karena rindangnya pepohonan yang membuat udara menjadi sejuk. Dengan luas sekitar 84 hektar, lahan berkontur berbukit itu disulap menjadi bagunan nan megah beserta fasilitas yang menunjang kegiatan pembelajaran 6ribu Mahasiswa/i menggali ilmu pengetahuan.

Selain fasilitas pendidikan yang lengkap, juga dilengkapi asrama, apartemen dosen, sarana olahraga seperti golf, badminton, futsal, hingga kolam renang, helipad juga dilengkapi tempat kuliner. Bahkan ada fasilitas rumah sakit yang terletak beberapa meter di sebelah kiri gerbang kampus yang diberi nama Rumah Sakit Bintang Amin. Salah satu pendidikan yang dimiliki oleh Malahayati yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Pertamina Jakarta.

Dan yang membuat kampus ini berbeda adalah visi yang diembannya yaitu menciptakan lulusan yang beretika religius. Sehingga mahasiswa dari lima fakultas seperti Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Teknik, Ekonomi dan Akafarma dituntut tidak hanya mampu unggul dalam skill namun juga memiliki etika yang baik pula. Tak hanya itu, Universitas Malahayati juga mewajibkan karyawan dan mahasiswanya untuk menyantuni setidaknya satu anak yatim. Sehingga 1300-an lebih anak yatim secara bergantian, melakukan silaturahmi, makan bersama dan membaca Surah Yasin setiap Sabtu ditepian danau yang juga diperuntukan khusus bagi anak yatim binaan Malahayati.

Jadi tunggu apalagi, lets join us at Malahayati University, and Lets Challenge the future together.