Siti Nursondang, Setiawati dan Rahma Elliya; Jurnal Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Ruang Alamanda RSUD dr H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2014

Hospitalisasi (rawat inap) pada pasien anak dapat menyebabkan kecemasan dan stres. Pre survey pada bulan September 2014 di ruang Alamanda RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung didapatkan 15 pasien anak usia pra sekolah yang akan dilakukan tindakan pemasangan infus dan pengambilan sampel darah didapatkan 10 orang (66%) menangis ketika melihat perawat yang akan memberikan tindakan medis, 3 orang (20%) menangis meminta pulang ketika didatangi perawat dan 2 orang (14%) selalu minta ditemani orangtuanya karena takut ditinggal orangtuanya. Tujuan penelitian diketahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia pra sekolah di Ruang Alamanda RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2014.

Hal tersebut menjadi dasar Siti Nursondang, Setiawati dan Rahma Elliya bersama-sama melakukan sebiah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Ruang Alamanda RSUD dr H Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2014”.

Berikut selengkapnya jurnal 2-setiawati_rahma

Ibnu Hasyim, Umi Romayati Keswara, Ricko Gunawan dan Rilyani; Jurnal Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Kader Posyandu Di Wilayahkerja Upt Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan

Keberhasilan tugas para kader posyandu, sering didasarkan pada motivasi individual tanpa memulai sistem pendidikan yang tersistem dan berkelanjutan. Berdasarkan studi pendahuluan di 6 buah Posyandu diwilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Bintang Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan adalah kader yang tidak aktif sebagai kader posyandu sebanyak 13 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja Kader Posyandu di Wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan tahun 2014.

Hal tersebut manjadi dasar Ibnu Hasyim, Umi Romayati Keswara, Ricko Gunawan dan Rilyani bersama-sama melakukan sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Kader Posyandu Di Wilayahkerja Upt Puskesmas Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan”

Berikut selengkapnya jurnal 1-umi_ricko_rilyani

Heri Wibowo; Jurnal Berjudul Evaluasi Efektivitas Mesin Ceeper Hammer Mill Dengan Pendekatan Total Productive Maintenance (Studi Kasus: Perusahaan Karet Remah di Lampung Selatan)

Heri WibowoST MT adalah Ketua Program Study Teknik Industri Universitas Malahayati. Pria yang bergabung dengan Universitas Malahyati sejak 1999 ini merupakan sosok panutan bagi mahasiswanya. Ia bahkan menjabat sebagai kaprodi selama tiga periode hingga tahun 2017 mendatang.

Heri biasa disapa mengampu mata kuliah pengendalian kualitas, proses produksi, manajemen industri dan akuntansi biaya. Heri kerap menulis jurnal edisi Mei dalam Seminar Internasional dan Konferensi Nasional IDEC 2016 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Salah satu jurnalnya berjudul “Evaluasi Efektivitas Mesin Ceeper Hammer Mill Dengan Pendekatan Total Productive Maintenance (Studi Kasus: Perusahaan Karet Remah di Lampung Selatan)”.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagian produksi efektivitas mesin terutama dari hammer mill menjalar dengan mencari Overall Equipment Effectiveness  (OEE) nilai. Berikut Selengkapnya:

Jurnal Seminar Internasional

Surat Penerimaan Jurnal

 

Robby Candra Purnama; Jurnal Pengaruh Lama Penyimpanan Garam Beriodium Terhadap Kadar Iodium Secara Iodometri

ROBBY Candra Purnama, akrab disapa Robby, adalah dosen tetap Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Putra Indonesia, Universitas Malahayati, Bandar Lampung yang juga Ketua Umum Malahayati Rider Community. Selain itu ia juga kerap menulis jurnal penelitian, salah satunya jurnal yang meneliti “Pengaruh Lama Penyimpanan Garam Beriodium Terhadap Kadar Iodium Secara Iodometri“.

Dalam hal ini membahas bahwa kekurangan iodium masih menjadi masalah besar di beberapa negara di dunia, khususnya negara-negara berkembang, karena semakin banyak gizi dalam makanan yang dikonsumsi setiap hari maka semakin baik pula kemampuan manusianya. Garam merupakan salah satu media yang difortifikasi iodium, adapun garam yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah garam dengan bentuk kasar dan halus dengan penyimpanan yang berbeda-beda, ini akan berpengaruh terhadap kadar iodium pada garam konsumsi. Dan KIO3 merupakan zat oksidator, sehingga zat itu teredusi dengan penyimpanan dalam keadaan terbuka.

Dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah lama dan cara penyimpanan garam beriodium secara terbuka dan tertutup berpengaruh terhadap kadar iodium. Baca selengkapnya:

jurnal Robby Candra Purnama [part 1]

jurnal Robby Candra Purnama [part 2]

jurnal Robby Candra Purnama [part 3]

 

Lolita Sary dan Dina Dwi Nuryanti; Jurnal Hubungan Faktor Interpersonal dengan Komitmen Pencegahan Tersier pada Siswa Perokok di Kota Bandar Lampung Tahun 2013

SEJAK setengah abad yang lalu telah diketahui bahwa merokok dapat mengganggu kesehatan pada perokok itu sendiri maupun orang-orang disekitarnya yang menghirup asap rokok. Asap rokok mengandung banyak racun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu lebih dari 4.000 macam racun yang 69 diantaranya bersifat karsinogenik (zat yang menyebabkan kanker) bagi manusia. Zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok antara lain: tar, karbon monoksida, sianida, arsen, formalin, nitrosamine, dan lain-lain. Merokok sama saja dengan memasukan bahan-bahan berbahaya kedalam tubuh. Penyakit-penyakit yang diketahui dapat disebabkan oleh rokok antara lain: kanker tenggorokan, kanker paruparu, kanker lambung, penyakit jantung koroner, pneumonia, gangguan sistem reproduksi, dan lain-lain.

Manfaat remaja mampu berhenti merokok sejak dini secara total maka tekanan darah dan kadar CO cenderung kembali normal, lingkungan social menjadi sehat, pengeluaran dapat dialihkan untuk kebutuhan lain.Berhenti merokok harus dimulai dari diri sendiri. Seseorang yang memiliki niat kuat untuk berhenti merokok akan lebih mampu berhenti merokok secara total. Untuk mampu berhenti merokok diawali dengan niat dan komitmen perokok untuk berhenti merokok. Hal inlah yang membuat Lolita Sary dan Dina Dwi Nuryanti tertarik melakukan penelitian yang mereka tuangkan dalam sebuah jurnal yang berjudul “Hubungan Faktor Interpersonal dengan Komitmen Pencegahan Tersier pada Siswa Perokok di Kota Bandar Lampung Tahun 2013“.

Tujuan dalam penelitian ini diketahui pengaruh usia, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, kepercayaan, keluarga, teman, dan iklan terhadap komitmen pencegahan tersier pada siswa perokok di kota Bandar Lampung salahsatunya melalui media CD Interactive. Baca selengkapnya:

Jurnal Lolita Sary dan Dina

Rohadi, M Ricko Gunawan, Iit Imas Masitoh dan Dian Prima Furqon; Jurnal Hubungan Pola Makan Dengan Sindroma Dispepsia Remaja Putri di SMP Neger I Karya Penggawa Kab Pesisir Barat Tahun 2013

DISPEPSIA merupakan kumpulan gejala berupa keluhan nyeri, perasaan tidak enak perut bagian atas yang menetap atau episodik disertai dengan keluhan seperti rasa penuh saat makan, cepat kenyang, heartburn, kembung, sendawa, anoreksia, mual, dan muntah. Berdasarkan ada tidaknyapenyebab dan kelompok gejala maka dispepsia dibagi atas dispepsia organik dan dispepsia fungsional (Tarigan, 2003).

Besarnya angka kejadian sindroma dispepsia pada remaja sesuai dengan pola makannya yang sebagian besar tidak teratur. Dispepsia dapat disebabkan oleh banyak hal (Harahap, 2009). Menurut Annisa (2009, dikutip dari Djojoroningrat, 2001), penyebab timbulnya dispepsia diantaranya karena faktor pola makan dan lingkungan, sekresi cairan asam lambung, fungsi motorik lambung, persepsi visceral lambung, psikologi dan infeksi Helicobacter pylori. Menurut Susanti (2011), sindroma dispepsia dipengaruhi oleh tingkat stres, makanan dan minuman iritatif dan riwayat penyakit (gastritis dan ulkus peptikum).

Dispepsia dapat disebabkan oleh banyak hal. Hasil wawancara awal yang dilakukan peneliti terhadap 10 orang Siswi SMP Negeri Karya Penggawa, maka ditemukan dari 10 siswa 6 diantaranya mengalami sindroma dispepsia. Hal inilah yang mendorong keinginan Rohadi, M Ricko Gunawan, Iit Imas Masitoh dan Dian Prima Furqon untuk mengetahui hubungan pola makan dengan sindroma dispepsia remaja putri Di SMP Negeri I Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2013 yang kemudian mereka tuangkan kedalam sebuah jurnal penelitian. Dengan tujuan diketahui hubungan pola makan dengan sindroma dispepsia remaja putri di SMP Negeri Karya Penggawa Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2013.

Baca selengkapnya:

9. Rohadi_Ricko_Iit

Bambang Hirawan, Dessy Hermawan dan Rika Yulendrasari: Jurnal Hubungan Lamanya Pemasangan Kateyer Intravena Dengan Kejadian Flebitis di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani Metro Tahun 2013

PEMENUHAN kebutuhan cairan dan elektrolit merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia secara fisiologis. Air merupakan komponen kritis dalam tubuh karena fungsi sel bergantung pada lingkungan cair. Air menyusun 60-70 % dari seluruh berat badan (Potter & Perry, 2006). Dalam jumlah yang kira-kira sama, air dan elektrolit yang masuk kedalam tubuh akan dikeluarkan melalui urin, keringat dan pernafasan. Fenomena fisiologis dimana tubuh memelihara keseimbangan ini dikenal dengan nama homeostatis. Terapi cairan parenteral dibutuhkan apabila asupan nutrisi melalui oral tidak memadai (Otsuka, 2012).

Pemberian cairan parenteral diberikan melalui terapi intravena dengan pemasangan kateter intravena. Tindakan terapi intravena bertujuan untuk mensuplai cairan melalui vena ketika pasien tidak mampu mendapatkan makanan, cairan elektrolit lewat mulut, untuk menyediakan kebutuhan garam untuk menjaga keseimbangan cairan, untuk menyediakan kebutuhan gula sebagai bahan bakar untuk metabolisme, dan untuk menyediakan beberapa jenis vitamin yang mudah larut melalui intravena serta untuk menyediakan medium untuk pemberian obat secara intravena (Smeltzer, 2002).

Pemberian terapi intravena diperlukan secara terus menerus dan dalam jangka waktu tertentu sehingga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi dari pemasangan infus, salah satunya adalah flebitis. Insiden flebitis meningkat sesuai dengan lamanya pemasangan jalur intravena, komposisi cairan atau obat, ukuran dan tempat kanula dimasukkan, pemasangan jalur intravena yang tidak sesuai, dan masuknya mikroorganisme pada saat penusukan. Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan terhadap 25 pasien yang terpasang infus lebih dari tiga hari, terdapat 6 pasien (24%) yang mengalami tanda-tanda flebitis, sehingga mengakibatkan bertambahnya masa rawat di Rumah Sakit dibandingkan 19 pasien (76 %) yang tidak mengalami tanda-tanda flebitis.

Hal itulah yang membuat Bambang Hirawan, Dessy Hermawan dan Rika Yulendrasari melakukan sebuah penelitian yang mereka tuangkan dalam sebuah jurnal penelitian. Dengan judul “Hubungan Lamanya Pemasangan Kateyer Intravena Dengan Kejadian Flebitis di Ruang Penyakit Dalam RSU Jend. A. Yani Metro Tahun 2013”. Dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lamanya pemasangan kateter intravena dengan kejadian flebitis di Ruang Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Jend. A. Yani Metro tahun 2013.

Baca Selengkapnya:

8. Bambang_Dessy_Rika

Robby Candra Purnama; Jurnal Pola Peresapan Analgetik di Apotek Wilayah Kota Yogyakarta Tahun 2009

Robby Candra Purnama, akrab disapa Robby, adalah dosen tetap Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Putra Indonesia, Universitas Malahayati, Bandar Lampung yang juga Ketua Umum Malahayati Rider Community.

Selain menjadi dosen, ia juga aktif menjadi Apoteker Penanggung Jawab Apotek Kimia Farma 328, Pahoman Bandar Lampung (tahun 2008-2012) dan menjadi Apoteker Penanggung Jawab Apotek Moga Jodoh Bandar Lampung (tahun 2012-sekarang).

Sebelum menjadi dosen tetap Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Putra Indonesia, Universitas Malahayati di tahun 2008, ia sempat melakukan Praktek Kerja Profesi Apoteker di RSU Abdul Moeloek Bandar Lampung (tahun 2007), Praktek Kerja Profesi Apoteker di Lembaga Farmasi TNI Angkatan Udara, Bandung (tahun 2007) dan Apoteker Penanggung Jawab Apotek Tara Lampung Tengah (tahun 2007-2008).

Berikut selengkapnya

0007 0001 0002 0003 0004 0005 (1) 0006

 

Ade Maria Ulfa; Jurnal Identifikasi Boraks Pada Pempek Dan Bakso Ikan Secara Reaksi Nyala Dan Reaksi Warna

Ade Maria Ulfa M Kes Apt. Ade begitu ia disapa. Ia merupakan Dosen dan juga Wakil Direktur Akademik di Akadmei Analisis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Universitas Malahayati. Wanita ini sudah sejak 2007 bergabung dengan Universitas Malahayati.

Ibu dari satu orang anak ini mengawali perkuliahan Diploma III Farmasi poltekes negeri Jakarta dan Strata satu Farmasi di Universitas Indonesia lalu pada tahun 2006 kembali ke kampung halaman dan mengajar di Akafarma Putra Indonesia Lampung pada awal tahun 2007.

Ade melanjutkan Megister Kesehatan di Universitas Malahayati tahun 2010 dan melanjutkan kembali ke Jakarta untuk mengambil porofesi Apoteker selama satu tahun. Ia menjelaskan disela kesibukannya menjadi Dosen di Akafarma, Ia merupakan ibu rumah tangga dan Apoteker di Apotek Bandung Tanjung Karang.

Ade melakukan sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul “Identifikasi Boraks Pada Pempek Dan Bakso Ikan Secara Reaksi Nyala Dan Reaksi Warna”

Berikut Selengkapnya 8. Ade_Maria

Yunni Eka Lestari, Aryanti Wardiyah, Samino dan Lolita Sary; Jurnal Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Hamil dengna Penggunaan Kelambu Berinsektisida Long Lasting Insect Net (LLINS) di Wilayah Puskesmas Way Nipah Kab. Tanggamus

PENYAKIT malaria di Indonesia merupakan salah satu penyakit menular yang upaya pengendalian dan penurunan kasusnya merupakan komitmen internasional dalam Millenium Development Goals (MDGs) (Profil Kesehatan RI, 2008). Target yang disepakati secara internasional oleh 189 negara adalah mengusahakan terkendalinya penyakit malaria dan mulai menurunnya jumlah kasus malaria pada tahun 2015 (http://gudangmakalah.com, 2012).

Penyakit malaria juga merupakan salah satu penyakit yang membahayakan kehamilan. Pemerintah telah melaksanakan program eliminasi malaria melalui distribusi kelambu berinsektisida Long Lasting Insect Net (LLINs). Pada kenyataannya setelah pembagian kelambu masih banyak ibu hamil yang tidak menggunakan kelambu berinsektisida Long Lasting Insect Net (LLINs) dengan baik.

Hal itulah yang membuat Yunni Eka Lestari, Aryanti Wardiyah, Samino dan Lolita Sary melakukan sebuah penelitian yang mereka tuangkan dalam jurnal penelitian dengan judul “Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Hamil dengna Penggunaan Kelambu Berinsektisida Long Lasting Insect Net (LLINS) di Wilayah Puskesmas Way Nipah Kab. Tanggamus“. Dengan tujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan pengetahuan dengan perilaku penggunaan kelambu berinsektisida Long Lasting Insect Net (LLINs) di wilayah kerja Puskesmas Way Nipah.

Baca selengkapnya:

6. Yuni_Aryanti