Senior Expert Belanda Beri Pelatihan di Universitas Malahayati

Netherlands Senior Expert,  Bert G Aukema, berkunjung ke Universitas Malahayati. Ia telah tiba di kampus yang terletak di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, petang Minggu 19 April 2015.

Bert datang ke Universitas Malahayati dalam rangkaian mengisi materi pelatihan kepada manajemen kampus. Peserta pelatihan ini, selain dari Universitas Malahayati, ada juga dari Universitas Abulyatama-Aceh, dan Universitas Batam.

Begitu tiba ke kampus, Bert berbincang-bincang akrab dengan sejumlah mahasiswa. Mereka bertukar cerita tentang kampus di Universitas di Belanda dan Universitas Malahayati. Para mahasiswa terlihat antusias mendengar penjelasan Bert.

Bukan kali ini saja Bert berkunjung ke Universitas Malahayati. Sebelumnya, pada Februari lalu, ia juga sudah datang ke sini. Kedatangannya yang pertama adalah untuk observasi kampus ini. Kali ini, ia datang dengan materi yang sudah disiapkan untuk pelatihan yang dijadwalkan akan berlangsung selama sepekan.

Pelatihan bukan saja untuk universitas, tetapi juga akan diikuti oleh manajeman Rumah Sakit Pertamina – Bintang Amin.

Adalah Rusli Bintang yang mengundang Bert ke Universitas Malahayati. Rusli Bintang adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Alih Teknologi yang merupakan badan hukum Universitas Malahayati. Selain mendirikan Universitas Malahayati, ia juga pendiri Universitas Abulyatama dan Universitas Batam.

Rusli mengundang Bert untuk meningkatkan kualitas universitas yang didirikannya itu. Tujuan Rusli, agar seluruh kampus yang berada satu grup dibawah manajemennya bisa membuka wacana internasional. Selain itu, dengan peningkatan kualitas manajemen dan akademik, maka peluang kerjasama dengan pihak Belanda juga akan terbuka lebar.

Salah satu universitas di Belanda yang menjadi ruukan Rusli Bintang adalah Erasmus yang berada di Rotterdam. Ia sudah melihat sendiri kampus yang berada di Rotterdam itu. Bahkan sebagian model di Erasmus sudah diterapkannya di Universitas Malahayati.

Salah satunya adalah Perpustakaan Universitas Malahayati yang sudah menerapkan gaya Erasmus. Untuk perpustakaan, Rusli mengkombinasikannya dengan kearifan lokal Indonesia, sehingga ada rumah-rumah adat di dalam perpustakaan. []

Mau Tahu Siapa Saja yang Diwisuda Selasa Ini?

UNIVERSITAS Malahayati kembali mewisuda mahasiswanya. Bertempat di Graha Bintang, Universitas Malahayati, Bandar Lampung, wisuda akan berlangsung pada Selasa 21 April 2015. Siapa saja mereka? Klik tautan ini:

http://malahayati.ac.id/data-pendaftar-online-calon-peserta-wisuda-xls/

Dekan Cup 2015 Siap Digelar Mulai Hari Ini

KETUA Panitia Dekan Cup 2015, Cita Pakarti Dharma Kusuma, menyatakan pagelaran akbar tahunan Dekan Cup Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati siap diselenggarakan. “Setelah pembukaan, kita langsung menggelar pertandingan futsal,” kata Cita di kantor www.malahayati.ac.id, lantai II Kabara, Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Minggu 19 April 2015.

Cita menjelaskan, panitia juga melibatkan beberapa komponen lain di Fakultas Kedokteran untuk suksesnya acara ini. Di antaranya Tim SAR Medis, Tim Bantuan Medis, Resimen Mahasiswa, dan Infus Media (tim media Fakultas Kedokteran). “Kami juga mendukung penuh acara ini,” kata Gubernur BEM Fakultas Kedokteran, Gani Toharin.

Menjelang acara ini berlangsung, Gani memang paling aktif menggerakkan mahasiswa kedokteran untuk aktif membantu panitia. Selain itu, ia juga ikut turun tangan membantu di setiap ada kegiatan kepanitiaan.

Begitu juga Tim SAR Medis dan Tim Bantuan Medis. “Kami mempersiapkan diri untuk memberi bantuan kepada teman-teman yang membutuhkan nanti,” kata Ulfa Hanif Hirmawan, Komandan Tim SAR Medis Universitas Malahayati. Tim SAR Medis dan Tim Bantuan Medis saling koordinasi dalam kegiatan ini.

Persiapan yang dilakukan Tim SAR Medis dan Tim Bantuan Medis, menurut Hanif, sudah sangat matang. Mereka juga sudah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Pertamina – Bintang Amin untuk menangani masalah kesehatan selama acara berlangsung.

Dekan Cup 2015 yang akan dibuka besok oleh Wakil Rektor III Dr. Dessy Hermawan, M.Kes. Kegiatan olah raga dan seni ini akan berlangsung mulai 19 April – 17 Mei 2015.

Panitia menyebutkan, Dekan Cup 2015 ini kegitan yang rutin di adakan setiap tahun. Tujuannya, melatih sportifitas mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati, menyelenggarakan kegiatan yang mewadahi bakat dan minat di bidang olahraga dan seni., dan empererat persaudaraan mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati.

Adapun jenis kegiatan olahraga yang diperlombakan antara lain adalah futsal, basket, volley, estafet, renang, badiminton, obama, dan tarik tambang. Sedangkan untuk keseniannya ada karikatur, kaligrafi, FK Idol, band dan fotografi.

Dekan Cup 2015 akan diakhiri dengan pentas seni, performance art, hiburan, penyerahan hadiah, dan penganugerahan juara umum pada kontingen pemenang Dekan Cup 2015. []

Ini Doa Anak-anak Yatim untuk Universitas Malahayati

KEGIATAN rutin yang sakral di kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, terjadi di saban pekan. Bertempat di tepi danau, selalu berkumpul bocah-bocah di bawah tenda di dekat dapur umum tempat pembakaran ikan.

Mereka terlihat riang gembira, masing-masing bocah ditemani ibunya. “Mereka itu adalah anak-anak yatim yang berada di kawasan Bandar Lampung,” kata Drs. Rayendra Hermansyah MM, yang bertugas mengkoordinir bantuan untuk anak-anak yatim di kawasan Bandar Lampung.

Bocah pria bersarung dan berkopiah, yang perempuan berkerudung membawa mukena perlengkapan shalat. Ada ustad yang menjadi imam shalat dan memandu mereka untuk berdoa. Kegiatan ini berlangsung setiap Sabtu dimulai pukul sepuluh.

rayendra shalat bersama anak yatimDiawali dengan ceramah, membaca alquran, dan dilanjutkan shalat zuhur, kemudian berdoa bersama. Di tepi danau, anak-anak yatim itu memanjatkan doa kepada Allah agar Universitas Malahayati terus berkembang dan maju.

Di antara anak-anak yatim itu, ada juga yang sudah remaja. Mereka semuanya kini sedang menimba ilmu di Universitas Malahayati. Mereka mendapat bea siswa dari kampus. Selain dibebaskan dari beban biaya, mereka tetap mendapat santunan.

Itulah sebabnya, mereka berdoa agar Universitas Malahayati terus berkibar dan berperan di negeri ini. Usai berdoa bersama, baru kemudian mereka makan siang bersama. Duduk bersimpuh berkumpul di bawah tenda.

Kegiatan belum berhenti sampai di sini. Selanjutnya, mereka berjalan kaki beramai-ramai menuju sebuah rumah di dekat gerbang masuk kampus. Tepatnya di depan Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin. Di sana mereka menerima pembagian sembako.

Rayendra menjelaskan, santunan dan pembinaan anak-anak yatim ini memang menjadi kewajiban yang langsung diperintahkan oleh Rusli Bintang. Rusli Bintang adalah pendiri Universitas Malahayati yang saat ini adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Alih Teknologi yang menjadi badan hukum Universitas Malahayati.

Kewajiban menyantuni anak-anak yatim berlaku untuk seluruh pimpinan, dosen, dan staf di Universitas Malahayati. Bahkan untuk mahasiswa juga dikenakan kewajiban yang seruba.

Rayendra sendiri mendapat tugas mengontrol perkembangan anak-anak yatim di Bandar Lampung. Sebetulnya Rayendra juga adalah Kepala Asrama Green Dormitory dan juga Kepala Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. []

Jelang Pembukaan Dekan Cup, Mahasiswa Kedokteran Latihan

PULUHAN mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati berkumpul di Lapangan Basket di dekat asrama putra. Suara musik dari pengeras suara di sisi kanan lapangan, bercampur aba-aba mahasiswa yang bertindak menjadi instruktur sungguh menarik perhatian.

Mereka sedang berlatih acara seremoni untuk menyambut Dekan Cup 2015 yang akan dibuka besok oleh Wakil Rektor III Dr. Dessy Hermawan, M.Kes. Kegiatan olah raga dan seni ini akan berlangsung mulai 19 April – 17 Mei 2015. Itulah sebabnya, para mahasiswa Fakultas Kedokteran yang terlibat langsung dalam acara ini berlatih serius.

Panitia menyebutkan, Dekan Cup 2015 ini kegitan yang rutin di adakan setiap tahun. Tujuannya, melatih sportifitas mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati, menyelenggarakan kegiatan yang mewadahi bakat dan minat di bidang olahraga dan seni., dan empererat persaudaraan mahasiswa kedokteran Universitas Malahayati.

Adapun jenis kegiatan olahraga yang diperlombakan antara lain adalah futsal, basket, volley, estafet, renang, badiminton, obama, dan tarik tambang. Sedangkan untuk keseniannya ada karikatur, kaligrafi, FK Idol, band dan fotografi.

Dekan Cup 2015 akan diakhiri dengan pentas seni, performance art, hiburan, penyerahan hadiah, dan penganugerahan juara umum pada kontingen pemenang Dekan Cup 2015. []

Apa Kata Rektor Kadafi Soal Seminar Generasi Emas?

USAI memberi sambutan, Rektor Universitas Malahayati, Dr Muhammad Kadafi SH MH, tekun menyimak materi yang disampaikan pamateri seminar bertajuk “Lahirkan Generasi Emas dengan Brain Booster,” Sabtu 18 April 2015.

Ia baru meninggalkan tempat seminar di Gedung Graha Bintang, Universitas Malahayati, Bandar Lampung, menjelang berakhirnya acara. “Seminar seperti ini sangat positif. Agar kita semua bisa paham bagaimana membentuk generasi penerus kita di masa depan. Dari sini, kelak akan lahir generasi emas yang mampu bicara di dunia internasional,” katanya.

Kadafi mengatakan, untuk menciptakan sebuah generasi yang brilian tak seperti membalikkan telapak tangan. “Harus dirancang dengan matang. Bahkan sudah mulai dipikirkan sebelum si ibu mengandung. Artinya ada konsep yang jelas sebelum si anak ini lahir. Dan proses seperti ini tentu saja harus melibatkan banyak pihak,” kata Kadafi lagi.

Itulah sebabnya, Kadafi mengapresiasi Prodi Kebidanan Universitas Malahayati yang telah mengadakan seminar yang dinilainya sangat bermutu dan bermanfaat. “Narasumber yang ditampilkan juga sangat bagus. Antara thema seminar dan pembicaranya sangat pas, sehingga pesertanya bisa memahami apa yang disampaikan di dalam seminar,” kata Kadafi.

Seminar ini, dihadiri lebih 1000 mahasiswa dari Prodi Kebidanan dan Keperawatan. Dimulai sejak pukul 09.00, acara yang digagas Prodi Kebidanan ini membuat mahasiswa tak beranjak meninggalkan kursinya. Pembicara yang tampil, ada yang dari Kementerian Kesehatan, yaitu dr Trisa Wahjuni Putri M.Kes dan dr Leny Evanita, MM.

Pembicara lainnya adalah Wayan Aryawati SKM, M.Kes., dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Selain itu juga ditampilkan juga Kepala Prodi Kebidanan Universitas Malahayati, Dainty Maternity SST, M.Kes.

Seminar yang berlangsung hingga petang ini mengupas bagaimana melahirkan generasi emas di masa depan. Bahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, seperti yang disampaikan Wayan Aryawati, sudah memiliki konsep Kebijakan Penerapan Brain Booster Provinsi Lampung. []

Seminar Generasi Emas Dihadiri Seribu Mahasiswa

LEBIH 1000 Mahasiswa Ikuti Seminar bertajuk “Lahirkan Generasi Emas dengan Brain Booster” yang digagas Prodi Kebidanan Universitas Malahayati. Acara yang sudah dimulai sejak pukul 09.00 ini berlangsung di Graha Bintang, Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampng, Sabtu 18 April 2015.

Bahkan, Rektor Universitas Malahayati Dr. Muhammad Kadafi SH MH dan wakilnya dr Achmad Farich SKM ikut serta dalam seminar yang menghadirkan pembicara dari pusat dan daerah. Panita seminar menghadirkan dua pembicara dari Kementerian Kesehatan, dr Trisa Wahjuni Putri M.Kes dan dr Leny Evanita, MM.

Pembicara lainnya adalah Wayan Aryawati SKM, M.Kes., dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Selain itu juga ditampilkan juga Kepala Prodi Kebidanan Universitas Malahayati, Dainty Maternity SST, M.Kes.

Seminar yang berlangsung hingga petang ini mengupas bagaimana melahirkan generasi emas di masa depan. Bahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, seperti yang disampaikan Wayan Aryawatu, sudah memiliki konsep Kebijakan Penerapan Brain Booster Provinsi Lampung. []

Doktor Kadafi Paparkan Alasan HIPMI Goes to Campus

KETUA Umum Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi Lampung, Dr Muhammad Kadafi SH MH memaparkan alasan mengapa menggalakkan HIPMI Goes to Campus yang diluncurkan di Graha Bintang, Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Jumat 15 April 2015.

Kadafi yang juga adalah Rektor Universitas Malahayati ini mengatakan program yang diselenggarakannya itu adalah juga jiwa yang ditumbuhkan dalam organisasi pengusaha muda yang berdiri sejak 1972 itu. “Di sini hendak saya katakan HIPMI ini memiliki peran dalam menggerakkan sebuah perubahan,” katanya.

Sesuai dengan visi dan misi HIPMI, kata Kadafi, dibutuhkan inovasi dari apa yang sudah dilakukan para pendahulu. yaitu, HIPMI dengan paradigma baru yang bertujuan untuk menjadikan usaha kecil-menengah sebagai pilar utama dan lokomotif pembangunan ekonomi nasional,” katanya.

“HIPMI yang mampu melahirkan kader-kader tangguh dalam menghadapi era masyarakat Ekonomi Asia. Inilah tantangan yang kita hadapi sekarang. Kita butuh persiapan yang benar, terarah, tepat, dan jelas, untuk menghadapinya. Tak ada pilihan lain, kita harus memulainya dari sekarang.”

Itulah sebabnya, kata Kadafi, HIPMI Lampung menjawab tantangan itu dengan mengulirkan sejumlah program, di antaranya HIPMI Goes to Campus. “Kita memiliki cita-cita yang terbingkai dalam platform perjuangan HIPMI ke masa depan. Di dalamnya ada satu tekad untuk menumbuhkan klaster pengusaha menengah baru yang benilai tambah, bersinergi dan bermartabat,” katanya.

“Klaste yang berisi pengusaha-pengusaha yang memiliki kemampuan value creation, inovatif, profesional, fokus dan memegang nilai-nilai normatif dalam menjalankan usahanya.” HIPMI Lampunh, kata Kadafi, mewujudkannya dalam salah satu program HIPMI Goes to Campus.

Program ini dilakukan dengan pola jemput bola dari kampus ke kampus di Provinsi Lampung. HIPMIberinteraksi langsung dengan para mahasiswa, misalnya menjadi narasumber dalam kelas kewirausahawan. Juga menjadi narasumber dalam seminar kewirausahawan yang dilaksanakan HIPMI dan atau organisasi kemahasiswaan di universitas.

Bukan hanya itu saja, dalam rangkaian program HIPMI goes to campus 2015 ini juga diselenggarakan program kompetisi proposal bisnis untuk seluruh mahasiswa. Pemenangnya akan diberikan reward berupa uang pembinaan dan masuk dalam kelompok Adik Asuh Kewirausahawan HIPMI.

Selanjutnya, HIPMI Lampung akan membentuk dan sekaligus membimbing organisasi kewirausahawan di lingkungan kampus.

Ini Nama-nama 36 Dokter Muda Universitas Malahayati

FAKULTAS Kedokteran Universitas Malahayati telah menggelar sumpah dokter di Graha Bintang, Universitas Malahayati, Bandar Lampung, pada Kamis 16 April 2015. Mereka yang mengikuti proses paling sakral di kedokteran ini sebanyak 36 mahasiswa.

Berikut ini adalah nama-nama mereka yang telah berhak menyandang gelar dokter:

1. Ilham Kautsar
2. Pratiwi Hendro Putri
3. Andini Sirabella
4. Dian Anggraeni
5. Irenatara
6. Laili Muksito
7. Reisa Nirma Sari
8. Rinto Purnomo Giri Saputra
9. Fadli A Sanjaya
10. Helsi Yuniarti
11. Made Diah Sukma Mahatri
12. Muhammad Ricky Julian Adhetia
13. Ni Nyoman Yuliana Safitri
14. Rika Budiarti
15. Sella Afrianty
16. Triyana Retno Pamungkas
17. Ahmad Fadila Agung Kurnia
18. Asep Dani
19. Ido Akbar
20. Dewa Nyoman Putra Suwastika
21. Dinana Mustika Ayu
22. Senna Moca Jhonatan
23. Winda Astaria
24. Yuni Latifah Jaya Tinindri
25. Tino Kashara
26. Regi Nopri Andeska
27. Ratnah Aryanti
28. Rida Ardianingsih
29. Lolin Rara Masela
30. Heru Agusman
31. Lia Maya Sari
32. Dian Kusuma Wardani
33. Armansyah
34. Susan Tarawifa
35. Fentti Selli Kurnia
36. Nurhidayah

Dr Kadafi: Menjadi Pengusaha Bukan Melulu Perkara Modal

BANYAK orang yang sudah menyerah dahulu sebelum memulai usaha. Hal itu karena mereka selalu memikirkan modal awal untuk usaha.

“Padahal, menjadi pengusaha bukan melulu soal perkara modal, tapi pandai melihat peluang dan potensi usaha dengan jeli,” kata Rektor Universitas Malahayati yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung, Dr. Muhammad Kadafi, SH. MH. dalam kegiatan Launching Program HIPMI Goes to Campus di Gedung Graha Bintang, Universitas Malahayati, Jumat 17 April 2015.

Seorang entrepreneur, Kadafi melanjutkan, juga tidak harus seorang pengusaha besar, namun personal yang mampu mengembangkan jaringan. Selama ini, katanya, mereka yang ingin memulai usaha namun menemui kesulitan karena tidak bisa membaca peluang itu, sehingga akhirnya mudah menyerah.

“Memang rejeki itu takdir yang sudah ditentukan, namun kita harus juga berusaha untuk meraihnya. Karena, jika seorang ingin memulai usaha namun sudah kehilangan semangat, itu artinya dia sudah kehilangan setengah dari keberhasilannya,” kata Kadafi filosofis.

Kadafi juga menjelaskan soal lima pilar utama dalam program Goes To Campus yang dicanangkan HIPMI tahun ini. Yakni, program narasumber pada mata kuliah kewirausahaan, program narasumber pada seminar-seminar kewirausahaan. Lalu kompetisi proposal bisnis, program adik asuh kewirausahaan, dan program pembentukan  organisasi kewirausahaan.

Kelima pilar program utama itu saling berkesinambungan dan terkait. “Tujuan utama kami adalah mahasiswa. Karena mahasiswa adalah kader potensial untuk memulai sebuah usaha dan menjadi seorang entrepreneurship,” tambah Kadafi.

Pada program Goes To Campus ini, HIPMI mencoba memfasilitasi dan memberi kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan ide usaha yang mereka miliki. “Target kami, terjaring 800 proposal bisnis yang nanti akan disaring lagi menjadi 200 proposal. Itu yang nanti akan menjadi perhatian serius anggota HIPMI,” pungkasnya. []