2 April: Hari Buku Anak Internasional

Sejak tahun 1967 dunia merayakan 2 April sebagai Hari Buku Anak Internasional atau International Children’s Book Day (ICBD).

Penggagas utama Hari Buku Anak Internasional adalah Dewan Internasional tentang Buku Untuk Anak Muda, atau Board Book on Books for Young People (IBBY). IBBY didirikan di Zurich, Swiss, pada tahun 1953, dan saat ini memiliki lebih dari 70 cabang di seluruh dunia.

Penetapan tanggal 2 April merujuk pada hari ulang tahun penulis buku anak terkenal, Hans Christian Andersen karena kontribusinya yang besar dalam perkembangan buku anak. Diantaranya buku The Little Memaid, The Snow Queen dan The Real Princess. Bahkan, film Frozen (2013) terinpirasi dari cerita The Snow Queen yang ditulis oleh H.C. Andersen.

Selama Hari Buku Anak Internasional akan ada sejumlah acara yang diadakan di seluruh dunia, termasuk menulis untuk kompetisi dan pembicaraan dari penulis terkenal dan ilustrator. Ada banyak penulis buku anak-anak yang luar biasa di dunia ini, menunggu untuk ditemukan. |Dari berbagai sumber.[]

Hari Peduli Autisme Sedunia; Stop Bullying Autism, Karena Mereka Unik, Istimewa dan Bagian Dari Kita

Autisme adalah suatu kondisi neurologis seumur hidup yang muncul pada anak usia dini, terlepas dari jenis kelamin, ras atau status sosial ekonomi. Gangguan ini ditandai oleh kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi verbal dan nonverbal, dan perilaku repetitif. Autisme memiliki pengaruh besar pada anak-anak, keluarga, dan masyarakat. Merawat dan memberikan edukasi pada anak-anak dan orang dengan kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi penyedia layanan kesehatan dan pendidikan.

Hari Peduli Autisme Sedunia (World Autism Awareness Day) diperingati tanggal 2 April setiap tahunnya setelah sebelumnya ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada 18 Desember 2007. Melalui Hari Peduli Autisme Sedunia, PBB menghimbau agar semua negara anggotanya untuk mengambil langkah yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap autisme di kalangan masyarakat, yang dapat dilakukan dengan diagnosis dini untuk pemberian intervensi dini.

Peringatan ini disahkan Majelis Umum PBB pada 1 November 2007 dan ditetapkan pada 18 Desember 2007 mealui Resolusi Majelis Umum PBB 62/139. Resolusi ini diinisiasi melalui Sidang Majelis Umum PBB ke-62 oleh Perwakilan Negara Qatar dan didukung oleh seluruh Negara anggota PBB. Resolusi ini disahkan dan diadopsi terutama sebagai suplemen untuk inisiatif PBB sebelumnya untuk meningkatkan Hak Asasi Manusia (HAM).

Hari Autisme Dunia juga merupakan salah satu dari empat Hari Kesehatan resmi PBB. Hal ini membuat organisasi autisme di seluruh dunia bergerak secara bersama-sama untuk membantu dalam hal-hal seperti penelitian, diagnosis, pengobatan dan kepedulian bagi mereka dengan gangguan pervasif tersebut secara keseluruhan.

Melalui kegiatan hari kepedulian terhadap Autisme ini membantu meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dunia anak-anak dan orang dewasa dengan gangguan spektrum autisme. Selain itu juga dapat dilakukan dengan menyalurkan dan membanggakan bakat unik dan keterampilan para penyandang autisme dan hari ketika individu dengan autisme menjadi relasi sosial dalam acara komunitas di seluruh dunia. Stop Bullying Autism, karena mereka unik, istimewa dan bagian dari kita.

||sumber: id.wikipedia.org dan berbagai sumber  lainnya.[]

Mengenal Lebih Dekat Dengan Bank Dunia

Bank Dunia adalah lembaga keuangan internasional yang memberikan pinjaman ke negara-negara di dunia untuk program pemberian modal. Bank Dunia terdiri dari dua lembaga: the International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), and the International Development Association (IDA). Bank Dunia adalah komponen dari World Bank Group.

Tujuan resmi Bank Dunia adalah pengurangan kemiskinan. Menurut Articles of Agreement Bank Dunia (sebagaimana telah diubah, efektif sejak 16 Februari 1989) seluruh keputusannya harus diarahkan oleh sebuah komitmen untuk mempromosikan investasi luar negeri, perdagangan internasional, dan memfasilitasi investasi modal.

Baca juga: Hari Bank Dunia Diperingati Setiap 01 April

Bank Dunia diciptakan pada Konferensi Bretton Woods 1944 bersama dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Bank Dunia dan IMF keduanya berbasis di Washington, D.C., dan bekerja erat satu sama lain.

Aktivitas Bank Dunia saat ini difokuskan dalam bidang seperti pendidikan, pertanian dan industri. Bank Dunia memberi pinjaman dengan tarif preferensial kepada negara-negara anggota yang sedang dalam kesusahan. Pihak Bank juga meminta bahwa langkah-langkah ekonomi perlu ditempuh agar misalnya, tindak korupsi dapat dibatasi atau demokrasi dikembangkan.|| Sumber: en.wikipedia.org dan id.wikipedia.org

 

|Rahmanisya.

Ruang Terbuka Hijau Taman Gajah; Paru-Paru Kota Bandar Lampung

Ruang Terbuka Hijau Elephant Park (RTH Taman Gajah) berada di pusat kota Tanjung Karang Bandar Lampung. RTH ini di resmikan Sabtu, 10 Februari 2018 seperti yang sudah di agendakan. Malam harinya Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo meresmikan RTH Taman Gajah, yang sebelumnya ialah Pasar Seni dan Lapangan Merah Enggal.

Peresmian Taman Gajah tak kalah meriah dengan acara di PKOR Way Halim. RTH ini terdapat air mancur tematik yang menambah suasana semakin cantik. Pembangunan Taman Gajah merupakan gagasan Gubernur Ridho untuk masyarakat agar memiliki RTH yang nyaman.

Manfaat RTH ini selain untuk menambah tempat liburan masyarakat, juga memiliki fungsi paru-paru kota, estetis, bahkan pendidikan. Di Taman ini banyak wahana yang dapat dinikmati seperti air mancur menari, air mancur ini akan lebih indah pada saat malam hari yang ditambah sensasi warna warni lampu. Selain air mancur juga terdapat mushola dan wahana olahraga seperti lapangan multifungsi untuk bermain basket, footsall dan skateboard, serta gambar-gambar di dinding yang dapat untuk berfoto.

Diharapkan RTH Taman Gajah ini menjadi salah satu wahana aksi, edukasi dan kolaborasi diantara sesama komunitas untuk berbagai kegiatan yang positif. Diharapkan pula masyarakat dapat menjaga fasilitas kota yang sudah dibangun. Menjaga kenyamanan dan kerbersihan merupakan salah satu melestarikan fasilitas yang sudah ada. []

30 Maret; Peringatan Hari Film Nasional

Hari Film Nasional (HFN) diperingati setiap tahunnya pada 30 Maret. Namun tahukah Anda sejarah penetapan 30 Maret sebagai hari peringatan HFN?

Diawali dengan berdirinya bioskop pertama di Indonesia pada 5 Desember 1900 di daerah Tanah Abang, Batavia dengan nama Gambar Idoep yang menayangkan berbagai film bisu. Lebih dari dua dekade setelahnya pada tahun 1926 film lokal pertama yang bertajuk Loetoeng Kasaroeng dirilis. Film bisu ini disutradarai oleh sutradara Belanda G. Kruger dan L. Hueveldorp. Pada tahun 1928 pekerja film dari Shanghai datang ke Indonesia untuk menggarap film Lily Van Shanghai.

Meski menggunakan banyak aktor lokal, kedua film pertama tersebut mencerminkan adanya dominasi Belanda dan Cina dalam sejarah perkembangan film Tanah Air. Tidak berhenti di situ, pada tahun 1940-an, perfilman Indonesia dijadikan alat propaganda politik Jepang selama kurang lebih 7 tahun lamanya. Pada masa ini film Indonesia tidak memiliki izin produksi karena hanya film politik Jepang dan film Indonesia lama yang diperbolehkan tayang.

Titik terang kebangkitan film nasional pun akhirnya terlihat. Sutradara Indonesia Usmar Ismail berhasil memproduksi sebuah film berjudul Darah dan Doa atau The Long March of Siliwangi melalui perusahan film miliknya sendiri, Perfini. Hari pertama pengambilan gambar ini jatuh pada 30 Maret 1950. Tanggal inilah yang kemudian dipilih oleh Dewan Film Nasional sebagai HFN melalui konferensi Dewan Film Nasional dengan Organisasi Perfilman pada 11 Oktober 1962.

Kemudian pada perkembangannya, penetapan HFN secara resmi dilakukan pada masa pemerintahan BJ Habibie melalui keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999 tentang Hari Film Nasional (Keppres RI No. 25 Tahun 1999).

Film Indonesia pun akhirnya mengalami kesuksesan pada tahun 1980-an di mana industri film nasional pada masa itu melahirkan bintang-bintang berbakat seperti Lidya Kandouw, Meriam Bellina, Onky Alexander dan lainnya. Hanya saja kesuksesan itu menurun drastis pada dekade berikutnya seiring pesatnya pertumbuhan tontonan televisi dan masuknya film Hollywood di Indonesia. Pada tahun 2000-an, film Indonesia kembali bangkit melalui film-film ternama seperti AADC (Ada Apa Dengan Cinta), Petualangan Sherina, Arisan, dan Ayat-Ayat Cinta.

Hingga saat ini jumlah produksi film Indonesia terus meningkat pesat meski masih didominasi oleh tema-tema film horor dan film remaja. Pada tahun 2005, hadir Blitzmegaplex di dua kota besar di Indonesia, Jakarta dan Bandung. Kehadiran bioskop dengan konsep baru ini mengakhiri dominasi Cineplex yang dimiliki oleh kelompok 21 yang selama bertahun-tahun mendominasi penayangan film. |sumber: id.Wikipedia.org dan berbagai sumber lainnya.[]

10 Oktober; Diperingat Sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

HARI Kesehatan Jiwa Sedunia diperingati pada 10 oktober setiap tahunnya. Hari kesehatan jiwa ini telah diperingati di Indonesia sebelum tanggal 10 Oktober. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menggelar peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) dengan pelaksanaan beberapa rangkaian kegiatan mulai pada 29 September 2016 hingga 9 Oktober 2016. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya ialah sosialisasi kepada masyarakat tentang gejala-gejala gangguan kejiwaan.

Masalah kesehatan jiwa merupakan suatu masalah serius. WHO (1990) melaporkan dari 10 masalah kesehatan utama yang menyebabkan disabilitas, 5 diantaranya adalah masalah kesehatan jiwa yaitu: depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif. WHO juga memprediksikan pada tahun 2020 mendatang depresi akan menjadi penyakit urutan kedua dalam menimbulkan beban kesehatan.

Menurut Prof. Askobat Gani (2005) menyatakan bahwa beban penyakit gangguan mental mencapai 13,8% dari seluruh beban penyakit di Indonesia.

Masyarakat kota-kota besar harus memiliki mental yang kuat. Jika tidak, maka mental mereka bisa sakit. Data Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kemenkes menyebutkan bahwa masyarakat Jakarta rentan terkena sakit jiwa. Itu karena tekanan mental, psikologis dan emosional kota-kota besar seperti Jakarta cukup besar. Mulai dari tekanan ekonomi, daya saing, dan sebagainya.

Namun, perhatian pemerintah akan penyakit jiwa sangatlah kurang. Perbandingan antara jumlah masyarakat atau pasien dengan sarana dan prasarana masih dapat dikatakan jauh dari harapan. Di Jakarta baru tersedia 2 RSJ milik Pemda DKI. Lainnya berupa klinik dan panti-panti kesehatan milik swasta.

Tak heran, banyak individu-individu yang sakit jiwa berkeliaran di jalan, dipasung di kamar karena tak punya biaya, dan lain sebagainya. Seakan-akan pemerintah lebih terfokus pada penyakit fisik dibandingkan dengan penyakit jiwa. Seharusnya aspek kejiwaan juga menjadi perhatian yang perlu lebih disorot oleh pemerintah, sehingga diharapkan kesehatan jiwa masyarakat menjadi lebih sehat, dan bukan sebaliknya, menjadi lebih sakit.

Sumber : solo.tribunnews.com, wikipedia.org, suarajakarta.co

Selamat Hari Habitat Sedunia 2016: Rumah Sebagai Peradaban

Hari Habitat Dunia (HHD) yang setiap tahunnya, tema yang diangkat pada peringatan Hari Habitat Dunia 2016 adalah “Housing at The Centre” yang diterjemahkan sebagai “Rumah sebagai Peradaban”. Tujuan dari Hari Habitat Dunia ini adalah merefleksikan keadaan perkotaan dan pemenuhan hak dasar untuk memiliki tempat tinggal yang memadai. Mengingatkan kepada dunia bahwa kita semua memiliki kekuatan dan tanggung jawab untuk membentuk masa depan kota-kota yang ada di Indonesia.

Habitat adalah tempat suatu makhluk hidup tinggal dan berkembang biak. Pada dasarnya, habitat adalah lingkungan fisik di sekeliling populasi suatu spesies  yang memengaruhi dan dimanfaatkan oleh spesies tersebut. Menurut Clements dan Shelford (1939), habitat adalah lingkungan fisik yang ada di sekitar suatu spesies, atau populasi spesies, atau kelompok spesies, atau komunitas.

Dalam ilmu ekologi, bila pada suatu tempat yang sama hidup berbagai kelompok spesies (mereka berbagi habitat yang sama) maka habitat tersebut disebut sebagai biotop.

Melalui Hari Habitat Dunia, kita, sebagai bagian dari masyarakat, harus memikirkan kembali kondisi permukiman perkotaan kita khususnya ruang-ruang publiknya. Sudahkah ruang publik di kota kita menjalankan fungsinya untuk masyarakat? Sudahkan ruang publik menjadikan kondisi perkotaan menjadi lebih baik? Dan apakah yang sudah kita lakukan, sebagai bagian dari permukiman perkotaan, untuk menjaga kota kita khususnya ruang publiknya? Kita bisa dan harus mencari solusi dan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut dan pertanyaan-pertanyaan lain selanjutnya karena kita semua memiliki kemampuan dan tanggung jawab terhadapa masa depan permukiman perkotaan kita.|Dari berbagai sumber

Sejarah Hari Binatang Sedunia Pada 04 Oktober

SEJARAH awal diperingati hari binatang sedunia ini di Florence, Italia tahun 1931 pada konvensi para ahli ekologi. Pada tanggal ini, kehidupanbinatang di segala jenis bentuk dihargai, dan event khusus direncanakan di berbagai lokasi di seluruh dunia.

Tanggal 4 Oktober pada awalnya dipilih sebagai Hari Binatang Sedunia karena pada tanggal itu diadakan pesta perjamuan Francis of Assisi, seorang pecinta alam dan pelindung binatang dan lingkungan. Dan beberapa gereja ketika itu melakukan pemberkatan terhadap binatang di hari Minggu yang berdekatan dengan tanggal 4 Oktober. Ketika itu, hari perayaan yang berkaitan dengan binatang seperti itu adalah perayaan khusus agama kristen.

muslim-and-dog-620x330

potret muslim pecinta binatang

Saat ini, perayaan Hari Binatang Sedunia dirayakan oleh seluruh penyayang binatang dari seluruh agama dan kepercayaan, kebangsaan, dan latar belakang, namun pemberkatan terhadap binatang tetap dilakukan di berbagai gereja. Tim penyelamat binatang dan berbagai organisasi satwa liar melakukan kegiatan pengumpulan dana, bazar, dan sebagainya di berbagai sekolah dan tempat kerja. Di hari itu, mereka juga memberikan penghargaan terhadap individu, sekelompok orang, atau lembaga yang dianggap telah memberikan kontribusi terbaik pada dunia binatang.

Selamat memperingati hari binatang sedunia. Terus sayangi semua binatang karna begitu berharganya nyawa bagi seluruh makhluk hidup. Mari sama-sama kita menjaga binatang langka dan binatang peliharaan kita. Contohnya saja habitat komodo di alam bebas telah menyusut akibat aktivitas manusia dan karenanya IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak besar ini kini dilindungi di bawah peraturan pemerintah Indonesia dan sebuah taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, didirikan untuk melindungi mereka.

800px-varanus_komodoensis1

Potret Komodo

|Sumber : www.wikipedia.org, www.malahayati.ac.id

Hari Binatang Sedunia; Hindari Kepunahan Binatang Langka di Dunia Ini

HARI Binatang Sedunia diperingati setiap tanggal 4 Oktober. Berdasarkan sejarah, Hari Binatang Sedunia itu pertama kali diperingati di Florence, Italia, tahun 19311931 pada konvensi para ahli ekologi. Sejak saat itu, sampai sekarang peringatan itu masih berlangsung setiap tahun. Pada tanggal ini, kehidupan binatang di segala jenis bentuk dihargai, dan event khusus direncanakan di berbagai lokasi di seluruh dunia.

Tanggal 4 Oktober pada awalnya dipilih sebagai Hari Binatang Sedunia karena pada tanggal itu diadakan pesta perjamuan Francis of Assisi, seorang pecinta alam dan pelindung binatang dan lingkungan. Dan beberapa gereja ketika itu melakukan pemberkatan terhadap binatang di hari Minggu yang berdekatan dengan tanggal 4 Oktober. Ketika itu, hari perayaan yang berkaitan dengan binatang seperti itu adalah perayaan khusus agama kristen.

Saat ini, perayaan Hari Binatang Sedunia dirayakan oleh seluruh penyayang binatang dari seluruh agama dan kepercayaan, kebangsaan, dan latar belakang, namun pemberkatan terhadap binatang tetap dilakukan di berbagai gereja. Tim penyelamat binatang dan berbagai organisasi satwa liar melakukan kegiatan pengumpulan dana, bazaar, dan sebagainya di berbagai sekolah dan tempat kerja. Di hari itu, mereka juga memberikan penghargaan terhadap individu, sekelompok orang, atau lembaga yang dianggap telah memberikan kontribusi terbaik pada dunia binatang.

Karena itu sebagai hobi dan pencinta binatang dan hewan hias, kita sangat perlu mengenal dan ikut merenungkan tentang pentingnya hari binatang sedunia ini, terkait dengan pelestarian dan pembinaan untuk mengihindari kepunahan binatang-binatang langka di dunia ini.

Terdapat 4 hewan yang akan punah dan tercatat sebagai hewan langka dalam IUCN (International Union for Conservation). Hewan-hewan langka itu antara, Jalak Bali ( (Leucopsar rothschildi), Lutung Budeng (Trachypithecus auratus), Bekantan (Nasalis larvatus) dan juga trenggiling raksasa.|Dari berbagai sumber.

Sejarah Hari Tentara Pembela Tanah Air

HARI Pembela Tanah Air (PETA) diperingati pada 03 oktober setiap tahunnya. Tentara Sukarela Pembela Tanah Air atau PETA (郷土防衛義勇軍 kyōdo bōei giyūgun?) adalah kesatuan militer yang dibentuk Jepang di Indonesia dalam masa pendudukan Jepang. Tentara Pembela Tanah Air dibentuk pada tanggal 3 Oktober 1943 berdasarkan maklumat Osamu Seirei No 44 yang diumumkan oleh Panglima Tentara Ke-16, Letnan Jendral Kumakichi Harada sebagai Tentara Sukarela. Pelatihan pasukan Peta dipusatkan di kompleks militer Bogor yang diberi nama Jawa Bo-ei Giyûgun Kanbu Resentai.

Tentara PETA telah berperan besar dalam Perang Kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh nasional yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan presiden Soeharto dan Jendral Besar Soedirman. Veteran-veteran tentara PETA telah menentukan perkembangan dan evolusi militer Indonesia, antara lain setelah menjadi bagian penting dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga akhirnya TNI. Karena hal ini, PETA banyak dianggap sebagai salah satu cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia.

Latar belakang

Pembentukan PETA dianggap berawal dari surat Raden Gatot Mangkoepradja kepada Gunseikan (kepala pemerintahan militer Jepang) pada bulan September 1943 yang antara lain berisi permohonan agar bangsa Indonesia diperkenankan membantu pemerintahan Jepang di medan perang. Pada pembentukannya, banyak anggota Seinen Dojo (Barisan Pemuda) yang kemudian menjadi anggota senior dalam barisan PETA. Ada pendapat bahwa hal ini merupakan strategi Jepang untuk membangkitkan semangat patriotisme dengan memberi kesan bahwa usul pembentukan PETA berasal dari kalangan pemimpin Indonesia sendiri. Pendapat ini ada benarnya, karena, sebagaimana berita yang dimuat pada koran “Asia Raya” pada tanggal 13 September 1943, yakni adanya usulan sepuluh ulama: K.H. Mas Mansyur, KH. Adnan, Dr. Abdul Karim Amrullah (HAMKA), Guru H. Mansur, Guru H. Cholid. K.H. Abdul Madjid, Guru H. Jacob, K.H. Djunaedi, U. Mochtar dan H. Mohammad Sadri, yang menuntut agar segera dibentuk tentara sukarela bukan wajib militer yang akan mempertahankan Pulau Jawa .Hal ini menunjukkan adanya peran golongan agama dalam rangka pembentukan milisi ini. Tujuan pengusulan oleh golongan agama ini dianggap untuk menanamkan paham kebangsaan dan cinta tanah air yang berdasarkan ajaran agama. Hal ini kemudian juga diperlihatkan dalam panji atau bendera tentara PETA yang berupa matahari terbit (lambang kekaisaran Jepang) dan lambang bulan sabit dan bintang (simbol kepercayaan Islam).

Pemberontakan Batalion PETA di Blitar

Pada tanggal 14 Februari 1945, pasukan PETA di Blitar di bawah pimpinan Supriadi melakukan sebuah pemberontakan. Pemberontakan ini berhasil dipadamkan dengan memanfaatkan pasukan pribumi yang tak terlibat pemberontakan, baik dari satuan PETA sendiri maupun Heiho. Supriadi, pimpinan pasukan pemberontak tersebut, menurut sejarah Indonesia dinyatakan hilang dalam peristiwa ini. Akan tetapi, pimpinan lapangan dari pemberontakan ini, yang selama ini dilupakan sejarah, Muradi, tetap bersama dengan pasukannya hingga saat terakhir. Mereka semua pada akhirnya, setelah disiksa selama penahanan oleh Kempeitai (PM), diadili dan dihukum mati dengan hukuman penggal sesuai dengan hukum militer Tentara Kekaisaran Jepang di Eevereld (sekarang pantai Ancol) pada tanggal 16 Mei 1945.

Pembubaran PETA

Pada tanggal 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, berdasarkan perjanjian kapitulasi Jepang dengan blok Sekutu, Tentara Kekaisaran Jepang memerintahkan para daidan batalion PETA untuk menyerah dan menyerahkan senjata mereka, dimana sebagian besar dari mereka mematuhinya. Presiden Republik Indonesia yang baru saja dilantik, Sukarno, mendukung pembubaran ini ketimbang mengubah PETA menjadi tentara nasional, karena tuduhan blok Sekutu bahwa Indonesia yang baru lahir adalah kolaborator Kekaisaran Jepang bila ia memperbolehkan milisi yang diciptakan Jepang ini untuk dilanjutkan. [2][3][4]. Sehari kemudian, tanggal 19 Agustus 1945, panglima terakhir Tentara Ke-16 di Jawa, Letnan Jendral Nagano Yuichiro, mengucapkan pidato perpisahan pada para anggota kesatuan PETA.

Pemuda Indonesia dalam pelatihan di Seinen Dojo yang kemudian menjadi anggota PETA

Peran dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Sumbangsih dan peranan tentara PETA dalam masa Perang Kemerdekaan Indonesia sangatlah besar. Demikian juga peranan mantan Tentara PETA dalam kemerdekaan Indonesia. Beberapa tokoh yang dulunya tergabung dalam PETA antara lain mantan presiden Soeharto dan Jendral Besar Soedirman. Mantan Tentara PETA menjadi bagian penting pembentukan Tentara Nasional Indonesia (TNI), mulai dari Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat, Tentara Republik Indonesia (TRI) hingga TNI. Untuk mengenang perjuangan Tentara PETA, pada tanggal 18 Desember 1995 diresmikan monumen PETA yang letaknya di Bogor, bekas markas besar PETA.

Tokoh Indonesia yang merupakan lulusan PETA antara lain:

Jenderal Besar Sudirman (Panglima APRI)

Jenderal Besar Soeharto (Mantan Presiden RI ke-2)

Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani (Mantan Menteri/Panglima Angkatan Darat)

Soepriyadi (Mantan Menhankam Kabinaet I in absentia)

Jenderal TNI Basuki Rahmat (Mantan Mendagri)

Letnan Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo (Mantan Komandan Kopassus)

Jenderal TNI Umar Wirahadikusumah (Mantan Wapres RI)

Jenderal TNI Soemitro (Mantan Pangkopkamtib)

Jenderal TNI Poniman (Mantan Menhankam)

Letjend TNI Kemal Idris

Letjend TNI Supardjo Rustam

Letjend TNI GPH Djatikoesoemo (Mantan KASAD, sesepuh Zeni, pejuang kemerdekaan, putra ke-23 dari Susuhunan Pakubuwono X Surakarta,dan lain-lain)

 

Potret monumen dan museum PETA

Berdasarkan sejarah, Jepang pernah mengeluarkan dekrit membentuk Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor. Alih-alih dibentuk untuk membantu Jepang melawan sekutu, PETA kemudian dijadikan sebagai korps tentara yang disiapkan untuk mencapai Indonesia merdeka oleh para pemimpin pergerakan kebangsaan.

Peran tentara PETA tidak lepas dari tanah Bogor, karena di daerah inilah untuk pertama kali pendidikan perwira PETA didirikan. Untuk mengenang Bogor sebagai kota pembela tanah air, dibangunlah monumen yang berdiri berdampingan dengan museum yang diberi nama Museum PETA. Museum PETA terletak di Jalan Jenderal Sudirman No 35, Bogor, menempati lokasi yang dahulu dijadikan tempat pendidikan kemiliteran para perwira PETA. Konon, pemilihan lokasi ini atas berbagai pertimbangan. Antara lain karena lokasinya strategis, udara yang sejuk, dukungan fasilitas, dan yang terpenting masyarakat sekitar pada saat itu juga mendukung didirikannya pusat pendidikan militer dalam usaha mencapai kemerdekaan Indonesia.

Pembangunan Museum PETA diprakarsai oleh Yayasan Pembela Tanah Air, sebuah yayasan yang menjadi tempat bersatunya mantan Tentara Sukarela Pembela Tanah Air. Pembangunan dimulai pada 14 November 1993 dan memerlukan waktu sekitar 2 tahun sebelum bangunan selesai. Pada 18 Desember 1995, Museum PETA diresmikan oleh Presiden Soeharto – yang juga merupakan mantan perwira PETA angkatan I.

Memasuki kawasan museum, pengunjung akan disambut sebuah prasasti yang dituliskan pada dinding marmer. Tulisan bernada nasionalisme tersebut berisi sebuah pernyataan: “Bumi Pembela Tanah Air Ini Merupakan Kawah Candradimuka Keprajuritan Indonesia, Kami Datang dan Berkumpul di Bogor Tidak Saling Mengenal, Kami Berpisah sebagai Kawan Seperjuangan untuk Membela Tanah Air.”

Masuk lebih ke dalam, pengunjung akan menjumpai berbagai diorama yang menjelaskan sejarah dan perkembangan tentara PETA dalam meraih cita-cita kemerdekaan Indonesia. Selain diorama, terdapat juga koleksi pakaian dan berbagai jenis senjata yang pernah digunakan tentara PETA. Koleksi lainnya berupa foto dokumentasi sepak terjang tentara PETA hasil guntingan dari media masa pada saat itu.

Terdapat sebuah monumen di bagian belakang Museum PETA. Monumen tersebut berupa patung Daidancho Soedirman. Daidancho merupakan pangkat kemiliteran buatan Jepang. Daidancho setara dengan Komandan Batalyon (Letkol/Mayor). Di bagian yang lain, terdapat patung Supriyadi dengan gestur yang heroik, tangan kanan mengepal ke atas sementara tangan kiri menggenggam sebilah samurai.

Pahlawan Nasional yang bernama lengkap Fransiskus Xaverius Supriyadi ini mempunyai pangkat Shodancho atau setara dengan Komandan Pleton (Letnan). Beliau berperan memimpin pemberontakan tentara PETA terhadap pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945. Sementara, pada dinding monumen yang berbentuk setengah lingkaran terdapat nama-nama perwira tentara PETA yang berasal dari seluruh Jawa, Bali, Madura, dan Sumatera lengkap dengan informasi yang menerangkan fungsi dan jabatannya.

Museum dan Monumen PETA dibuka untuk umum setiap hari kecuali Sabtu, Minggu, dan hari besar nasional. Jam operasional museum dibuka mulai pukul 08.00 hingga pukul 14.00 WIB.

Berkunjung ke Museum PETA, pengunjung akan diajak kembali ke masa pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia – masa ketika sikap nasionalisme menjadi panglima melebihi sikap individualisme kelompok dan golongan. Di museum ini, pengunjung juga diajak untuk mengetahui sejarah panjang cikal bakal berdirinya TNI di Indonesia, sambil mengenang jasa para perwira tentara PETA yang telah gugur mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk cita-cita kemerdakaan Indonesia.

Sumber : www.wikipedia.org, www.netralnews