Catatan dan Renungan Yang Perlu Digarisbawahi Pada Peringatan Hari Bahari

Setiap merayakan Hari Bahari pada 23 September, dada mesti bergetar terlebih apabila mengingat lagu lama yang bersyair sebagai “nenek moyangku orang pelaut,”. Betapa tidak, semenjak nenek moyang kita, jauh sebelum generasi ini terlahirkan, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah menyadari akan karunia lautan yang sungguh luas ini. Hampir tiga per-empat luas Indonesia, didominasi oleh lautan.

Oleh sebab itu, negeri ini sebenarnya bukan merupakan negeri kepulauan, namun negeri lautan (bahari). Dengan penyebutan yang demikian, hampir bisa dipastikan akan mempengaruhi setiap keputusan pembangunan. Setidaknya, dengan pemahaman yang demikian, aspek kelautan akan senantiasa mewarnai setiap gerak langkah kebijakan pembangunan yang ada, sehingga aspek yang selama ini hampir terlupakan akan bisa digarap lebih optimal.

Kenyataannya tidak dapat dipungkiri, bahwa selama ini pemerintah Indonesia seolah tertutup matanya akan persoalan ini. Indonesia misalnya, justru belajar dari negara-negara yang tidak banyak memiliki lautan. Jelas, kebijakan pembangunan yang kurang tepat ini perlu dikoreksi sedemikian, sehingga nantinya benar-benar memiliki pijakan yang kuat sebagai negara maritim.

Padahal dari lautan inilah, negara Indonesia dapat memulai dan membenahi krisis yang tengah dihadapi ini. Nampanya sudah disadari akan pentingnya persoalan ini, yaitu dengan dibentuknya Departemen Eksplorasi Kelautan dan Perikanan dalam kabinet persatuan nasional dan juga Kabinet Gotong Royong. Melalui pembentukan departemen teknis tersebut, terlihat visi dan arah pembangunan Indonesia, dimana pemerintah ingin benar-benar back to basic, yakni benar-benar memperhatikan persoalan yang satu ini.

Indonesia bukan hanya pulau Jawa, namun beribu-ribu pulau, yang dipisahkan oleh lautan yang demikian luasnya. Untuk itu, diperlukan perubahan paradigma pembangunan, dari yang sangat Jawa sentris, menjadi kebijakan yang benar-benar mampu untuk mengeksploitasi kekayaan lautan yang demikian hebatnya. Lautan memang menjanjikan sesuatu yang luar biasa, namun hal itu tidak akan ada artinya kalau hanya sekadar tahu namun tidak bertindak.

Mau tidak mau, kita perlu memalingkan perhatian pada sektor kelautan (kebaharian). Pada sektor inilah, tumpuan harapan bangsa bisa diletakkan. Percepatan pemulihan ekonomi Indonesia, akan dapat terjadi apabila kita dapat menggarap sektor kebaharian ini dengan maksimal. Selama ini, kita belum optimal memanfaatkan kekayaan sumber daya laut kita. Oleh sebab itu, langkah ke depan yang perlu segera dilakukan adalah memalingkan perhatian secara lebih serius pada sektor ini, jangan hanya sekadar dilirik saja. Segenap perhatian bangsa ini harus mulai difokuskan untuk memanfaatkan sumber daya laut secara optimal.

Itulah beberapa catatan dan renungan yang perlu digarisbawahi pada peringatan hari bahari. Potensi raksasa yang setengah tertidur ini perlu dibangun, bahkan penyadaran (awareness) yang terus menerus terhadap pentingnya kawasan bahari ini, perlu terus dilakukan. Dengan demikian, kawasan wisata pantai ini akan dapat terus dilestarikan sembari mengeruk devisa. Inilah bentuk ideal yang bisa diupayakan kita bersama di hari-hari mendatang. Lewat laut ini pula, warisan nenek moyang akan tetap bisa lestari sampai kapanpun, asal kita semua bisa menjaga dan melestarikannya.[]

Ayo Dukung Indonesia Bebas Kendaraan Bermotor!

Untuk mencegah penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran udara, salah satunya adalah dengan dilaksanakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau dapat disebut juga dengan Car Free DayHasilnya telah dapat mengurangi tingkat pencemaran udara sebesar 35% untuk Partikel Debu, 70% untuk Karbon Monoksida, 81% untuk Nitrogen Oksida dan 22% untuk total Hidrokarbon. Keempat parameter tersebut merupakan pencemar primer yang bersumber dari kendaraan bermotor.

Salah satu indeks lingkungan hidup di sebuah kota diukur melalui kualitas udara. Melihat hasil yang signifikan terhadap kualitas udara, pelaksanaan HBKB dintensifkan. Penilaian dilakukan melalui 3 indeks yaitu polusi udara dan kesehatan, kapasitas manajemen udara bersih dan kebijakan serta implementasi udara bersih.

Car Free Day adalah sebuah kegiatan kampanye untuk mengurangi tingkat pencemaran udara di kota-kota besar di seluruh dunia yang disebabkan oleh kenderaaan bermotor. Bermula pada tanggal 25 November 1956, Belanda melaksanakan Car Free Day setiap hari Minggu, kemudian Francis pada tahun tahun 1995 melaksanakan pesta memperingati Green Transport Week di kota Bath, semua masyarakat turun ke jalan untuk merayakan acara tersebut. Inilah perjalanan panjang sejarah kegiatan Car Free Day , yang pada akhirnya kegiatan ini diperingati setiap tanggal 22 September di seluruh dunia.

Kegiatan Car Free Day pertama kali dilaksanakan tahun 2001 di Jl Imam Bonjol yang saat itu dilakukan penutupan jalan setelah beraudiensi dengan pihak kepolisian dan diputuskan oleh Irjen Pol Djoko Susilo untuk melakukan penutupan jalur sudirman, Thamrin. Pada saat hari bumi dan dilanjutkan tanggal 22 September 2002 yang berlangsung dengan sukses, dimana pada saat itu KPBB dan para aktifis lingkungan hidup bersama masyarakat mengkampanyekan penghapusan penggunaan bensin bertimbel. Maka dicetuskanlah untuk melakukan kegiatan Car free day yang pada awalnya kegiatan ini hanya sebatas kampanye semata, untuk mengingatkan para pemilik kendaraan bermotor pribadi agar lebih bijak dalam pemakaian kendaraan pribadinya. Setahun berikutnya, tepatnya pada tanggal 21 September 2003, Pelaksanaan Car Free Day mulai menyebar keseluruh penjuru dunia. Perayaan kegiatan car free sedunia serempak dilaksanakan oleh 1500 kota di dunia termasuk Jakarta, dihadiri 112 juta manusia.

Ibukota negara kita yakni Jakarta, terkenal sebagai kota macet dan gudangnya polusi kini mulai berbenah diri dan mulai sadar dan memulai HBKB. Hal ini bertepatan dengan hari bebas kendaraan bermotor sedunia yang jatuh pada tanggal 22 September. Pada hari bebas mobil ini jalan-jalan utama di ibukota ditutup dari kendaraan bermotor. Yang ada hanyalah pejalan kaki, para biker santai serta aktifitas olahraga lainnya. Jalanan yang biasanya padat kendaraan bermotor kini terlihat lengang.  .

Sebagai penggagas pertama, Jakarta menjadi inspirasi bagi kota – kota lain di Indonesia HBKB jadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi tingkat polusi udara dan mendorong masyarakat menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti sepeda. Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), setiap kali kendaraan mengeluarkan asap, sekitar 1.000 unsur beracun yang terkandung di dalamnya turut mengotori udara. Unsur-unsur beracun yang terkandung asap kendaraan seperti karbon monoksida, karbon dioksida, partikulat, ozon, timbel, dan sulfur dioksida pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Oleh karena itulah dukung terus CFD di kota anda.|Dari berbagai sumber

Selamat bersepedah dan menikmati Hari Bebas Kendaraan Bermotor!

Kisah Menarik Dibalik Hari Perdamaian Internasional

HARI Perdamaian Internasional diperingati pada 21 September setiap tahunnya. Tanggal 21 September ini ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi Nomor 55/282 pada Tahun 1991 sebagai Hari Perdamaian Internasional (the International Day Of Peace). Ini adalah hasil kebulatan tekad para pemimpin dunia yang disuarakan sebagai Hari Tanpa Kekerasan dan Gencatan Senjata serta Perdamaian Dunia. Penetapan Hari Perdamaian Dunia tersebut merupakan sebuah himbauan dan ajakan bagi semua bangsa dan anggota masyarakat di muka bumi ini untuk menghentikan segala bentuk permusuhan dan konflik.

Peringatan ini didedikasikan demi perdamaian dunia, dan secara khusus demi berakhirnya perang dan kekerasan, misalnya yang mungkin disebabkan oleh suatu gencatan senjata sementara di zona pertempuran untuk akses bantuan kemanusiaan. Hari Perdamaian Internasional pertama kali diperingati tahun 1982, dan dipertahankan oleh banyak negara, kelompok politik, militer, dan masyarakat. Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya, hari peringatan ini didedikasikan oleh Sekretaris Jenderal PBB untuk pendidikan perdamaian, sebagai sarana pencegahan yang penting untuk mengurangi peperangan yang berkelanjutan.

Untuk membuka hari peringatan ini, Lonceng Perdamaian PBB dibunyikan di Markas Besar PBB (di Kota New York). Lonceng tersebut dibuat dari koin-koin yang disumbangkan oleh anak-anak dari seluruh benua selain Afrika, dan merupakan hadiah dariAsosiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dari Jepang, sebagai “suatu pengingat atas korban manusia akibat peperangan”; pada salah satu sisinya tertulis, “Long live absolute world peace” (Panjang umur perdamaian dunia sepenuhnya).

Tahun 1991, suara tentang perdamaian sudah dikisahkan dalam cerita Legenda Burung Bangau Kertas oleh gadis kecil Jepang berumur dua tahun, yakni Sadako Sasaki yang meninggal akibat radiasi bom atom Amerika Serikat dan sekutunya yang meluluhlantakan Hiroshima pada 6 Agustus 1945. Kisah anak kacil itu menyerukkan perdamaian lewat 1.000 burung Bangau kertas (Versi ini diambil dari buku “Sadako and the Thousand Paper Cranes”) yang dilipatnya bersama teman-temannya pada November 1954-1955 ketika ia dalam perawatan di rumah sakit karena diagnosa penyakit Leukemia akibat radiasi bom.

Melalui 1.000 Burung Bangau Kertas yang kemudian dikubur bersama-sama dengan Sadako ketika ia meningal dunia meninggal di pagi hari 25 Oktober 1955 pada umur 12 tahun adalah ingin menyampaikan satu hal besar kepada dunia, yaitu: “Kore wa bokura no sakebi desu. Kore wa watashitachi no inori desu. Sekai ni heiwa o kizuku tame no), yang kurang lebih artinya: “Ini adalah seruan kami. Ini adalah doa kami. Untuk membangun kedamaian di dunia”. Cerita kuno itu memang tidak populer tetapi mempunyai makna yang sangat besar bagi perdamaian dunia. Itulah sebabnya Patung Sadako didirikan di  Taman Perdamaian Seattle, Amerika Serikat. Sadako telah menjadi simbol dampak Perang Nuklir. Itulah cerita kecil tentang perdamaian yang mungkin terlupakan oleh dunia.

Ketika hari ini (21 September 2016) masyarakat dunia menyerukan tentang perdamaian yang artinya tidak ada peperangan, tidak ada permusuhan, tidak ada konflik di muka bumi ini, di masyarakat kita adalah sebuah kerinduan untuk mendambakan kedamaian dan keamanan meskipun harapan itu masih jauh berangan-angan.

|Sumber :www.kompasiana, www.wikipedia.org

Universitas Malahayati Mengucapkan Selamat Menyambut Hari Raya Idul Adha

UNIVERSITAS Malahayati mengucapkan selamat menyambut hari Raya Idul Adha 1437 Hijriyah pada Senin 12 September 2016.  Universitas Malahayati juga akan menggelar acara Qurban setelah peaksanaan salat Idul Adha.

Idul Adha (bahasa Arab: عيد الأضحى) adalah sebuah hari raya Islam. Pada hari ini diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika Nabi Ibrahim, yang bersedia untuk mengorbankan putranya untuk Allah SWT, kemudian sembelihan itu digantikan oleh-Nya dengan domba.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan salat Ied bersama-sama di tanah lapang atau di masjid, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah salat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.

Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. Terkadang Idul Adha disebut pula sebagai Idul Qurban atau Lebaran Haji.
Sumber : www.wikipedia.com

Sejarah TNI AL Berawal Dari Terbentuknya BRK Laut

SEJARAH Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) dimulai pada 10 September 1945, setelah masa awal diproklamasikannya kemerdekaan negara Indonesia, administrasi pemerintah awal Indonesia mendirikan Badan Keamanan Rakyat Laut (BKR Laut). BKR Laut dipelopori oleh pelaut-pelaut veteran Indonesia yang pernah bertugas di jajaran Koninklijke Marine (Angkatan Laut Kerajaan Belanda) pada masa penjajahan Belanda dan Kaigun pada masa pendudukan Jepan.

Terbentuknya organisasi militer Indonesia yang dikenal sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) turut memacu keberadaan TKR Laut yang selanjutnya lebih dikenal sebagai Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), dengan segala kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya. Sejumlah Pangkalan Angkatan Laut terbentuk, kapal-kapal peninggalan Jawatan Pelayaran Jepang diperdayakan, dan personel pengawaknya pun direkrut untuk memenuhi tuntutan tugas sebagai penjaga laut Republik yang baru terbentuk itu. Kekuatan yang sederhana tidak menyurutkan ALRI untuk menggelar Operasi Lintas Laut dalam rangka menyebarluaskan berita proklamasi dan menyusun kekuatan bersenjata di berbagai tempat di Indonesia. Disamping itu mereka juga melakukan pelayaran penerobosan blokade laut Belanda dalam rangka mendapatkan bantuan dari luar negeri.
Selama 1949-1959 ALRI berhasil menyempurnakan kekuatan dan meningkatkan kemampuannya. Di bidang Organisasi ALRI membentuk Armada, Korps Marinir yang saat itu disebut sebagai Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL), Penerbangan Angkatan Laut dan sejumlah Komando Daerah Maritim sebagai komando pertahanan kewilayahan aspek laut.
Pada 1990-an TNI AL mendapatkan tambahan kekuatan berupa kapal-kapal perang jenis korvet kelas Parchim, kapal pendarat tank (LST) kelas ‘Frosch’, dan Penyapu Ranjau kelas Kondor.

Penambahan kekuatan ini dinilai masih jauh dari kebutuhan dan tuntutan tugas, lebih-lebih pada masa krisis multidimensional ini yang menuntut peningkatan operasi namun perolehan dukungannya sangat terbatas. Reformasi internal di tubuh TNI membawa pengaruh besar pada tuntutan penajaman tugas TNI AL dalam bidang pertahanan dan keamanan di laut seperti reorganisasi dan validasi Armada yang tersusun dalam flotila-flotila kapal perang sesuai dengan kesamaan fungsinya dan pemekaran organisasi Korps Marinir dengan pembentukan satuan setingkat divisi Pasukan Marinir-I di Surabaya dan setingkat Brigade berdiri sendiri di Jakarta.

Sesuai Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI Pasal 9, Angkatan Laut bertugas:
1. Melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan;
2. Menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi nasional sesuai dengan ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi;
3. Melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut dalam rangka mendukung kebijakan politik luar negeri yang ditetapkan oleh pemerintah;
4. Melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut;
5. Melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut.|Dari berbagai sumber

Dirgahayu TNI AL yang Ke-71

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) ke- 71. Peringatan ini rutin dirayakan setiap 10 September dengan berbagai kegiatan sosial di setiap pangakalan.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di laut.

TNI Angkatan Laut dibentuk pada tanggal 10 September 1945 yang pada saat dibentuknya bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR Laut) yang merupakan bagian dari Badan Keamanan Rakyat. TNI Angkatan Laut dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Laut (MABESAL). Sejak 31 Desember 2014 KASAL dijabat oleh Laksamana Madya TNI, Ade Supandi yang menggantikan Laksamana TNI, Marsetio yang memasuki masa pensiun.

Kekuatan TNI-AL saat ini terbagi dalam 2 armada, Armada Barat yang berpusat di Tanjung Priok, Jakarta dan Armada Timur yang berpusat di Tanjung Perak, Surabaya, serta satu Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Selain itu juga membawahi Korps Marinir.

Dirgahayu TNI-AL yang ke 71!

download-1

Hari Olahraga Awalnya Merupakan Tanggal Dimana PON Diadakan Pertama Kalinya di Indonesia.

HARI ini sebagai Hari Olahraga Nasional tak lepas dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional pertama (PON1) yang digelar di Surakarta, Solo, Jawa Tengah pada  9 September – 12 September 1948. 9 September 1948 menjadi tanggal pembukaan PON kala itu. Akhirnya tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional.

PON pertama diresmikan oleh Presiden Soekarno, dan acara penutupannya dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX Selaku Ketua Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) (sebelum bergabung dengan KONI dan sejak 2007 menjadi Komite Olimpiade Indonesia).

Di PON pertama, ada 13 Karesidenan/Kota yang berpastisipasi, yaitu Yogyakarta, Madiun, Magelang, Semarang, Surakarta, Bandung, Malang, Kedu, Surabaya, Jakarta, dan Banyuwangi. Juara umum pada PON Solo adalah Kota Solo sendiri dengan raihan 36 medali dengan rincian, 16 Emas, 10 Perak dan 10 Perunggu dari jumlah total 108 medali.

Ada sekitar 600 atlet yang mengikuti PON Pertama yang memperebutkan medali dengan bertanding di sembilan cabang olahraga, yaitu Bulu Tangkis, Renang, Tenis, Panahan, Pencak Silat, Bola Basket, Atletik, Lempar Cakram, dan Sepak Bola. Pelaksanaan PON pertama ini tidak hanya terkait prestasi olahraga di dalam negeri saja, akan tetapi juga menyangkut gengsi serta harkat dan martabat Bangsa dan Negara.

Hal ini berawal dari penyelenggaraan Olimpiade ke -14 di London yang mana ketika itu Inggris selaku tuan rumah menolak kehadiran atlet Indonesia. Inggris beralasan karena Indonesia yang baru merdeka belum memiliki prestasi di bidang olahraga sehingga belum layak untuk bisa masuk ke ajang Olimpiade.

Akan tetapi, alasan tersebut bukanlah alasan yang sebenarnya, alasan sesungguhnya masuknya Indonesia ke Olimpiade lebih bersifat politis, karena Inggris merupakan sekutu Belanda, di kala itu, Belanda masih belum menerima kemerdekaan Indonesia. Ditambah lagi, penolakan tersebut berkaitan pula dengan masalah Papua. Sebagai sekutu Belanda, Inggris mendukung penuh Belanda agar mempertahankan kekuasaan di Papua. Bahkan, hasil dari Konferensi Meja Bundar yang ditandatangani di Den Haag pada 22 Desember 1949 diingkari.

Salah satu poin dalam KMB adalah Belanda akan menyerahkan seluruh wilayah Republik Indonesia yang menjadi bekas jajahannya untuk kembali ke pangkuan NKRI, kecuali wilayah Papua Barat yang penyerahannya akan dilakukan setelah 2 tahun dari KMB. Akan tetapi, hingga tahun 1963, Belanda tetap menguasai Tanah Papua, bahkan diam-diam Belanda mempersiapkan untuk melepaskan Papua dari NKRI dan mendirikan negara ‘West Papua’.

Indonesia yang berharap besar pada Olimpiade London untuk dapat menunjukkan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia kepada dunia. Oleh karena itu, Indonesia sangat tersinggung tatkala kehadirannya ditolak oleh Inggris. Bangsa Indonesia merasa jika harga dirinya dilecehkan.

Akhirnya, berawal dari ketersinggungan tersebut Indonesia tak mau putus semangat, Persatuan Olahraga Indonesia (PORI) menggelar konferensi darurat di Solo pada tahun 1948 dan kemudian menggelar PON untuk menandakan jika Indonesia itu ada. Ruh perjuangan tersebutlah yang menjadikan PON selalu hidup dari masa ke masa.

Pekan Olahraga Nasional menjadi bukti jika olahraga Indonesia mampu berbicara, serta mampu ikut serta melaksanakan peran strategis dalam revolusi kemerdekaan. Demikian sejarah tentang Hari Olahraga Nasional di Indonesia, semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi anda untuk memajukan olahraga di Indonesia.|Dari berbagai sumber.

 

Selamat Hari Olahraga Nasional Ke-33

SATU medali emas dan dua perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 bisa dijadikan sebagai awal kebangkitan prestasi atlet tanah air di kancah internasional. Keberhasilan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Sri Wahyuni, dan Eko Yuli Iriawan merupakan momentum yang bagus bagi insan olahraga Indonesia saat memperingati hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-33 yang jatuh pada 9 September.

Peringatan Haornas pertama kali diselenggarakan pada 9 September 1983. Tanggal tersebut sengaja dipilih untuk mengenang sejarah diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) edisi perdana. Di tengah kemerosotan prestasi, atlet Indonesia justru mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Tontowi/Liliyana misalnya, ganda campuran ini melengkapi perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-71 dengan meraih medali emas pertama di Olimpiade Rio 2016. Ini menjadi medali emas pertama Indonesia di Olimpiade cabang bulu tangkis di nomor ganda campuran.

Artinya, peringatan Haornas ini bukan sekadar seremonial saja. Pasalnya ada beberapa hal penting yang terjadi pada tahun ini, salah satunya adalah pencabutan sanksi oleh FIFA terhadap induk sepak bola Indonesia (PSSI). Meski demikian, masyarakat tidak hanya menantikan kebangkitan sepak bola Indonesia saja pasca mati suri lebih dari satu tahun.

Masalah regenerasi juga bisa dijadikan sebagai tahapan penting dalam pembinaan prestasi olahraga mengingat ini merupakan pondasi dari pembangunan sistem pembinaan prestasi olahraga di tanah air. Melalui proses ini tentunya peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dan jangan cuma hanya mengandalkan peran pemerintah saja.

Karena peran masyarakat dalam menggelorakan semangat dan prestasi olahraga nasional sangat penting. Apalagi jika melihat tema “Ayo Olahraga“, yang ditampilkan pada acara Haornas ke-33. Tentunya hal itu bisa dijadikan sebagai titik balik keberhasilan atlet Indonesia. Mengingat olahraga menjadi instrumen penting bagi pembangunan karakter bangsa Indonesia. Peringatan Hari Olahraga Nasional ini diharapkan dapat mengajak dan menyadarkan warga Indonesia untuk menerapkan dan menjadikan olahraga sebagian dari kehidupan mereka. Karena dengan olahraga bisa membangun jiwa yang baik dan tubuh yang sehat.

Selamat Hari Olahraga Nasional Haornas ke-33!.

Terjaga Kealamian Sumber Mata Air Cikoromoy Banten

WISATA mata air kini menjadi tren bagi wisatawan indonesia, terutama orang-orang yang mencari objek wisata keluarga, contohnya saja mata air kasumber yang dalam sekejab menjadi populer di kalangan para traveler hingga umbul ponggok dengan keindahan bawah kolamnya.

Cikoromoy merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Banten, dengan konsep rekreasi yang sangat cocok bagi kerabat dan keluarga. Untuk dapat menuju tempat wisata yang satu ini. Objek wisata Cikoromoy Pandeglang terletak di Desa Kadubungbung, Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang Banten. Dalam perjalanan menuju tempat rekreasi ini, akan disuguhi oleh pemandangan pedesaaan seperti persawahan, rumah-rumah penduduk yang masih sederhana, dan tentu saja pemandangan alam seperti gunung-gunung yang ada di sekitar tempat wisata.

Secara historis, sumber mata air objek wisata Cikoromoy Pandeglang ini sudah ada jauh sebelum penjajahan Belanda. Secara bertahap, kemudian pada 1975, sumber mata air ini kemudian di lokalisasi oleh masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pula orang yang datang mengunjungi pemandian umum Cikoromoy hanya untuk bersenang-senang sehingga masyarakat meningkatkan harga tarif masuk pemandian dengan harga yang relatif murah.

Airnya yang segar dan jernih, serta pemandangan yang begitu indah membuatnya layak untuk dikunjungi. Dasar kolam masih alami dengan adanya bebatuan dan pasir yang dibiarkan begitu saja untuk menjaga kealamian mata air cikoromoy ini, sumber air di kolam ini berasal dari mata air di desa cikoromoy, karena itu objek wisata tersebut dinamakan mata air cikoromoy.

Uniknya, mata air ini tidak pernah kering walaupun musim kemarau ekstrim melanda, selain menjadi objek wisata, sumber air cikoromoy juga digunakan oleh PDAM untuk mengairi perumahan di wilayah pandeglang.

Air di kolam ini tetap jernih walaupun selalu dipenuhi pengunjung, hal inilah yang menjadikan banyak wisatawan kerap datang lagi. Terlebih lagi lokasinya yang mudah untuk ditemukan karena hanya berjarak beberapa kilometer saja dari pusat kota pandeglang.

Sebagai objek wisata yang cukup populer, fasilitas disini bisa dibilang cukup memadai. Bagi yang ingin berenang, juga terdapat tempat penyewaan ban pelampung. wisatawan biasanya lebih memilih melakukan pose foto unik di dasar kolam. Dan bagi yang ingin menginap, bisa mencari penginapan di kota pandeglang.[]

Michael Iskandar; Penemu Teknologi Mesin Big Bag Asal Indonesia, Mesinnya Valentino Rossi

MICHAEL Iskandar adalah Seorang Pembalap motor dan Ahli otomotif Indonesia. Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia. Ia dikenal karena telah menemukan teknologi Big Bang untuk motor GP Yamaha.

Potret Valintino Rossi bersama motornya yang memakai mesin big bag Indonesia

Potret Valintino Rossi bersama motornya yang memakai mesin big bag Indonesia

Michael Iskandar atau yang akrab dipanggil Om Chia menpunyai nama asli Tjia goan Heong, lahir pada tahun 1957. Waktu kecil Om Chia suka memilihara ayam dan semasa di padang Om Chia sekolah sampai tingkat tujuh di sekolah Veteran Belanda belum menyelesaikan studinya Om chia pindah ke medan melanjutkan STM tapi sayangnya hanya setengah jalan saja.

Saat masih muda Michael Iskandar pernah menjadi anak band. Ia mampu memainkan alat musik gitar dan ukulele. Hampir tiap malam minggu, tidak pernah absen untuk menggelar pertunjukan internal bersama rekan-rekannya.

Om Chia yang pernah merasakan jaman penjajahan Jepang…mengaku pada saat itu indonesia sangantlah susah, lalu om Chia bekerja dengan jepang di alat-alat pertanian. Di pabrik itu ada seorang belanda yang mempunya mesin Harley tua dan di perbaiki kembali..saat itu om Chia sering memperhatikan, membantu mencuci,merwat harley itu..saat itu Om Chia masih asing dan terheran-heran dengan mesin motor …kenapa motor kok bisa jalan…?

Mulali lah Om Chia tertarik lebih dalam untuk mengetahui motor lebih dalam…karena ke uletan dan kerja kerasnya Om Chia sangat di sayang oleh atasannya. Sewaktu bekerja di jepang Om Chia punya teman yaitu Montero keturunan Portugis.

Setelah jepang kalah Om Chia dan Montero di evakuasi ke batavia di jemput oleh orang inggris disana om Chia Dan montero bekerja dengan militer belanda di militer transport dienst (MTD) di mana om Chia menengani bagian transport Militer di bagian service mobil secara otodidak om Chia mempelajari mesin-mesin itu.

Setelah sahabatnya naik pangkat dan di hadiahi sebuah motor dinas yaitu Harley, om Chia yang terpesona itu akhirnya diam-diam menaiki motor itu padah sama sekali om Chia tidak pernah mengendarai motor sebelumnya akhirnya terjadi kericuhan memancing kepala (MTD) keluar yaitu Ir.Lapre setelah mau di marah-marahi dan mau di hukum akhirnya dengan bantuan montero om Chia di pindahkan ke bagian bengkel Motor-motor dinas, disitu om Chia mulai terjun langsung ke dunia motor, di sana om Chia bekerja sama dengan ke dua temannya yaitu mayor Balyet dan sersan Denjider lagi-lagi di dalam bekerja om Chia tidak setengah-setengah, om Chia begitu di perhatikan dan sangat di sayangi, dalam waktu singkat saja om Chia di angkat menjadi kepala kelompok bengkel sservice motor.

Menjadi pembalap

Sejak tahun 1949, Om Chia menjadi pembalap yang membawa bendera Suzuki. Loyalitasnya pada profesi yang dijalani melahirkan keparcayaan dan hasil yang maksimal. Hingga akhirnya pada tahun 60an Om Chia berputar haluan, namun tetap dalam koridor dunia balap dengan menjadi mekanik. Sejak saat itu, karirnya terus meningkat dan terus berkreasi sesuai iklim balap Indonesia dan mengawal berbagai pembalap tanah air.

Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia.

Om Chia muncul di arena balap bersama gunardi (Thio Tjang Djen) dan ong Soe ho pada 1958, om Chia terjun di lintas balap Curug dengan mengendarai Vellocete buatan Inggris, setelah itu om Chia terjun di lintasan balap Cililitan dengan mengendarai gold Star,kemudian kembali ke curug.

Pada tahun 1960 JAJ Grasuis (Jan alex Jacobus, orang belanda) bersama dengan bambang gunardi (Thio Tjang Djen) dan Michael Iskandar (Tjia goan Heong) mewakili indonesia dalam perlombaan balap motor Lionel pereira Challange Cup di seri Langka.

Sejarah Motor Balap JAJ Grashuis selama dua dekade berikutnya mencerminkan kebangkitan OR Otomotif di Tanah Air di era 1950an namanya pasti di sebut-sebut pembalap di era selanjutnya bila berbicara tentang olah raga otomotif di Tanah Air.

Hasil riset nya berhasil membawa Suzuki Shogun dan Smash menjadi momok yang menakutkan bagi lawannya di balapan Indoprix, bersama Tim Suzuki TOP1 BRT SHC FDR Chia Felix. Selain itu, Om Chia juga pernah menyabet gelar Juara Asia pada 2008 silam bersama pembalapnya Owie Nurhuda.

Michael Iskandar mulai muncul di berbagai arena Balap pada tahun 1957, dua tahun kemudian berlangsung dengan bang gunardi (Thio Tjang Djen) dan ong Soe hosetealh itu om Chia lebih aktif mengkorek motor Suzuki yang pada saat Itu menjadi saingan terberat Yamaha, pembalap yang sering menang di atas motor Suzuki A100 Hasil Korekannya adalah Hendra Abauw,Tirta Saputra Beng Soeswanto, Maneke cho, Om Jadi sering mendampingi pembalap dalam lomba balap motor di luar negeri seperti Malaysia, Siangapura, Macau, Thailand dan Jepang, setelah itu banyak para pembalap muda muncul sebagai Juara dengan rakitan mesin Om Chia.

  • Generasi ke1, Abauw,Beng soeswanto,inton, Ashun Bahar
  • Generasi Ke 2, Nanag gunawan, Doni W (solo), Beng Kim, Kosasih, Bilham, Jhoni Wijaya, Popey, Iyen,Alm Lili (bali), leo Santana, herman D, (Tek Kwie), nenet Taraya
  • Generasi ke 3, Hong Cuan, En Lie, yayang ompong, Hong An, Akong, Deden, Arsyad, Karry hutama
  • Generasi ke 4, Felix Jy, Decky setiawan, Awi, Asep Hendro, Dadang Nugraha, Imanudin, Girianto
  • Generasi 5, Sigit Sugiarto, Deny, Bima Octavianuz
  • Generasi ke 6, Rafid Poppy, Hendriansyah, Bima Aditia
  • Generasi ke 7, Febrianus Balang,Owie Nurhuda, Ahmad Kohar

Teknologi Big Bang

Bigbang adalah teknologi yang diterapkan pada sepeda motor balap (Moto GP) yamaha yang ditemukan oleh Michael Iskandar. Keunggulan teknologi pada mesin ini yaitu memiliki penyaluran tenaga yang lebih halus meskipun sistem pemindah daya sering kali membuat motor mengalami slide pada ban belakang.  Teknologi ini juga membuat motor tampil lebih meyakinkan dilintasan yang menikung. Sebagai raja tikungan Valentino Rossi sangat menggemari mesin ini. Karena Rossi memiliki keunggulan ketika melakukan manuver tikungan. Pada sejarahnya Rossi memang lebih banyak berkutat dengan mesin Big-bang ketimbang screamer. Mulai dari Honda tahun 2002 lewat RCV211v hingga tahun 2010 dengan Yamaha M-1. The Doctor selalu menggunakan mesin big-bang. Kebanyakan pembalap modern lain pun lebih menyukai teknologi big bang ketibang teknologi lain semisal screamer yang terkenal liar.

Mesin Big Bag

Secara perbandingan, diputaran tinggi, power mesin screamer lebih sulit dikendalikan dari pada mesin big bang. Karena tiap interval 180 derajat putaran engkol terjadi langkah usaha.
Beda dengan mesin big bang, 2 ledakan terjadi berurutan (hampir bersamaan), tapi setelah itu ada interval yang cukup lama sebelum terjadi 2 ledakan berurutan berikutnya. Itulah kenapa ada yang menyebutnya big bang dan ada yang menyebutnya long bang.

Teknologi big bang sudah terbukti handal di lintasan Moto GP. Misalnya pada Yamaha M1 800 cc, sebagai satu-satunya mesin big bang, MI 800 mampu melawan mesin screamer Ducati & Honda. Teknologi ini membuat mesin begitu lincah ditikungan dan membuat pembalapnya unggul saat adu cepat dan mesin juga memiliki daya tahan hingga diakhir balapan.

Keunggulan lainnya dari mesin big bang adalah ban yang lebih awet dipakai balapan karena adanya jeda yang cukup lama, dibanding teknologi lain yang menyebabkan ban menerima hentakan power dari mesin.

Penghargaan

  • Penghargaan dari Indo Mobil karena prestasi dan kesetiaannya pada Suzuki
  • Diakui prestasinya oleh IMI (Ikatan Motor indonesia)

Kematian

Om Chia mulai sakit-sakitan setelah ditinggal sang Isteri tercinta, Maria Elisabeth pada tahun 2009. Hingga akhirnya Om Chia mengehembuskan nafas terakhirnya di RS Prima Medika Denpasar, Bali, setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kake 11 cucu ini menghembuskan nafas terakhirnya diusia yang ke 84 tahun karena menderita komplikasi kanker prostat pada 4 Mei 2010 di Denpasar, Bali. Jenazah Om Chia dimakamkan di pemakaman Sandiego Hill, Karawang Barat.

|Sumber : www.blogpenemu.blogspot.co.id dan berbagai sumber lainnya.