Ayo Kenali Hari Solidaritas Jilbab Internasional!

Hingga saat ini penggunaan hijab sebagai identitas muslim masih menimbulkan kontroversi di beberapa belahan dunia, terutama di negara-negara barat. Tanpa alasan yang jelas, Islam seringkali dipandang sebagai agama teroris dan penuh kekerasan. Hingga akhirnya banyak para muslimah berhijab mendapat banyak ancaman dan diskriminasi karena identitasnya sebagai muslim yang terlihat jelas.

Untuk itulah, pada 4 September 2004 lalu para muslim Eropa mengadakan Konferensi yang dibuka oleh walikota London, Ken Livingstone dan dihadiri oleh 300 delegasi, mewakili 102 organisasi-organisasi Inggris dan internasional. Hadir pula dalam konferensi itu tokoh cendekiawan Muslim Sheikh Yusuf Al-Qaradawi dan Profesor Tariq Ramadan. Dari hasil konferensi itu terbentuklah Assembly for the Protection of Hijab (Majelis untuk Perlindungan Jilbab) dan seluruh peserta mendeklarasikan pada 4 September sebagai International Hijab Solidarity Day (Hari Solidaritas Jilbab Internasional). Dalam konferensi itu, para peserta merancang berbagai rencana aksi untuk membela hak kaum perempuan Muslim untuk mempertahankan busana muslim mereka.

Konferensi ini dilatarbelakangi oleh berbagai kebijakan pemerintah negara-negara Eropa yang semakin mendiskriminasi muslimah berhijab. Di antaranya adalah kebijakan pemerintah Perancis yang melarang penggunaan jilbab di institusi-institusi pendidikan dan institusi publik. Selain itu, London juga melarang para mahasiswanya untuk memakai simbol-simbol keagamaan. Sedangkan muslimah memiliki kewajiban untuk mengenakan hijab yang mereka anggap sebagai salah satu simbol keagamaan.

Tak ada alasan yang masuk akal atas semua larangan jilbab, kecuali karena fobia terhadap Islam dan arogansi budaya. Tapi dalam Islam, jilbab bukan semata-mata simbol keagamaan tapi perintah yang diturunkan Allah Swt terhadap para muslimah untuk memuliakan kaum perempuan.

Hari ini para muslimah disarankan untuk mengenakan jilbab. Perayaan ini bertujuan untuk menyemangati wanita di berbagai belahan dunia agar tidak takut lagi menggunakan hijab di tempat umum terutama di negara barat.

Jika International Hijab Solidarity Day di negara-negara Eropa dilakukan sebagai bentuk aksi penolakan akan diskriminasi terhadap muslimah yang berhijab, maka lain halnya dengan di Indonesia. Perayaan International Hijab Solidarity Day di Indonesia dilakukan umumnya dirayakan dalam bentuk aksi damai sebagai bentuk rasa solidaritas kepada muslimah di luar sana, di belahan dunia yang lain, yang mendapatkan perlakuan semena-mena karena berhijab serta bentuk syiar untuk mengajak muslimah Indonesia yang belum berhijab.|Dari berbagai sumber

 

Menyapa Pesut Mahakam, Mamalia Air Unik Yang Semakin Terkikis

PESUT Mahakam, bernama latin Orcaella brevirostris merupakan mamalia air yang hanya bisa ditemukan di Perairan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Diperkirakan populasi Pesut Mahakam kini tidak lebih dari 70 ekor. Angka itu membuat Pesut Mahakam masuk daftar salah satu binatang paling langka di Indonesia. Sehingga tidak berlebihan jika kemudian IUCN Redlist menyatakan status konservasi Pesut Mahakam sebagai Critically Endangered (Kitis) yaitu tingkat keterancaman tertinggi.

Pesut merupakan hewan yang unik, sebagai mamalia air tawar ukuran tubuhnya sangatlah besar, bisa mencapai 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg. Tubuh Pesut berwarna abu-abu atau kelabu sampai biru tua dengan bagian bawah berwarna lebih pucat. Bentuk badan pesut hampir mendekati oval dengan sirip punggung mengecil dan agak ke belakang. Kepala pesut berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil. Bagian moncong pendek dan tampak papak dengan lubang pernafasan. Sirip punggung berukuran kecil terletak di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar, tidak ada paruh. Sirip renangnya relatif pendek dan lebar.
Pesut bernafas dengan mengambil udara di permukaan air. Binatang ini dapat juga menyemburkan air dari mulutnya. Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Meski pandangannya tidak begitu tajam dan hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun mempunyai kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan dengan menggunakan gelombang ultrasonik.

Kelangkaan populasi Pesut Mahakam diduga akibat terganggunya habitat baik oleh lalu-lintas perairan sungai Mahakam maupun tingginya tingkat pencemaran air, erosi, dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Selain itu, jaring nelayan juga merupakan musuh utama hewan bertubuh besar ini.

Di Indonesia sendiri, pesut Mahakam di tetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Jadi mari lindungi dan lestarikan hewan lucu yang satu ini ya[]

Puisi “Ruang Kosong” Karya Mahasiswa Ekonomi

Ruang Kosong

Karya R Bara Pratama

 

Aku adalah ruang kosong
Sunyi tak berpenghuni
Aku adalah tumpukan bata merah
Terpaksa merekat dalam kehidupan yang pekat

Aku hanyalah seonggok daging
Menggumpal gempal tanpa makna
Lorong kosong tanpa arah
Berjalan memaksa tak berdaya

Aku berbeda
Aku bukan engkau atau dia
Ini wajah ku..bukan topengmu
Bukan pula fatamorgana penjilat dunia

Aku ya aku
Rangkaian tulang rapuh
Dengan segala kekuranganku
Tapi ini aku bukan engkau atau dia

Puisi “Cawan Tembaga” Pemenang Ketiga Naskah Puisi Peksemida

CAWAN TEMBAGA
Karya : Echa Soleha

Adalah aku
Warisan para pencipta mimpi
Aku bukan sempurna yang pasti
Karena menjadi aku adalah bhakti

Lihat ini
Bumimu tanah ibumu
Disini, di ujung selatan Andalas ini
Berbingkai barisan pulaunya samudera ganda
Bukit rimba tanah pasir lautan asa

Cerita mereka aku Indonesia
Bisa jadi sebab ragamnya aku yang berribu
Menjadi penguasa dari jutaan cita-cita
Tidak, aku hanyalah cawan tembaga
Penampung tinta dari mata air air mata
Kau pun tau, air mataku dua rasa
Karena aku miliki dua mata
Mata air ku buah cinta dari pori-pori pekerja
Ya, pekerja pembangun generasiku
Pencitra aku dengan segala tutur, rupa dan peraga

Kau air mataku
Tetaplah berdua tapi sejiwa
Terimalah para peragammu
Bukan masalah menjadi beda
Berbeda untuk selalu bersama
Bertetangga dan bercengkrama selamanya

Itulah cinta kurasa
Cinta yang kau pahat pada aku
Jangan pernah dermakan rasamu
Karena sejauh-jauhnya kau selami dunia
Merumahi aku lah satu-satunya bahagia

Puisi “Cawan Tembaga” Pemenang Peksemida Lampung 2016

CAWAN TEMBAGA

Karya Echa Soleha

Adalah aku
Warisan para pencipta mimpi
Aku bukan sempurna yang pasti
Karena menjadi aku adalah bhakti

Lihat ini
Bumimu tanah ibumu
Disini, di ujung selatan Andalas ini
Berbingkai barisan pulaunya samudera ganda
Bukit rimba tanah pasir lautan asa

Cerita mereka aku Indonesia
Bisa jadi sebab ragamnya aku yang beribu
Menjadi penguasa dari jutaan cita-cita
Tidak, aku hanyalah cawan tembaga
Penampung tinta dari mata air air mata
Kau pun tau, air mataku dua rasa
Karena aku miliki dua mata
Mata air ku buah cinta dari pori-pori pekerja
Ya, pekerja pembangun generasiku
Pencitra aku dengan segala tutur, rupa dan peraga

Kau air mataku
Tetaplah berdua tapi sejiwa
Terimalah para peragammu
Bukan masalah menjadi beda
Berbeda untuk selalu bersama
Bertetangga dan bercengkrama selamanya

Itulah cinta kurasa
Cinta yang kau pahat pada aku
Jangan pernah dermakan rasamu
Karena sejauh-jauhnya kau selami dunia
Merumahi aku lah satu-satunya bahagia

Tentang Penulis

Echa Soleha, akrab disapa Echa, Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat ’13. Gadis kelahiran Krui, 18 Juli 1995 menjadikan tinta dan torehan kata dalam puisi sebagai luapan kegundahan, perasaan dan emosi yang sedang dirasakan.[]

 

Louis Pasteur; Penemu Vaksinasi

Louis Pasteur (lahir di Dole, Jura, Franche-Comté, Perancis, 27 Desember 1822 – meninggal di Marnes-la-Coquette, Hauts-de-Seine, Perancis, 28 September 1895 pada umur 72 tahun) adalah ilmuwan yang berhasil menemukan vaksinasi.

Vaksin adalah bakteri dan virus yang telah dilemahkan. Jadi vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke tubuh manusia dengan tujuan untuk mendapatkan efek kekebalan terhadap penyakit tertentu. Jadi imunisasi adalah proses untuk mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Louis Pasteur memulai kariernya sebagai ahli fisika di sebuah sekolah lanjutan atas. Pada tahun 1839, ia memasuki Royal College de Besançon dan meraih gelar baccalauréat ( BA ) pada tahun 1840. Dia diangkat menjadi asisten pengajar di perguruan tinggi Besançon sambil kursus matematika khusus.

Ia  dan Istrinya Marie Laurent, dikaruniai lima orang anak, hanya dua di antaranya selamat sampai dewasa, tiga lainnya meninggal karena tifus. Hal tersebut merupakan tragedi pribadi yang memotivasinya dalam menyembuhkan penyakit menular.

Pada usia 26 tahun ia sudah menjadi profesor di Universitas Strasbourg, kemudian ia pindah ke Universitas Lille dan di sana pada tahun 1856 ia melakukan penemuan yang berarti sangat besar bagi bidang kedokteran. Penemuan awalnya adalah pasteurisasi yaitu mematikan bakteri yang ada di susu dengan pemanasan.

Pasteur juga membuat penemuan penting dalam kimia, yakni teori dasar molekuler untuk kristal asimetri tertentu dan rasemisasi. Dia adalah Direktur Institut Pasteur yang didirikan pada tahun 1887. [] | sumber: id.wikipedia.org dan sumber lainnya.

Abul Wafa Muhammad Al Buzjani; Peletak Dasar Rumus Trigonometri

Abul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Buzjani (Buzhgan, Nishapur, Iran, 940 – 997 / 998) adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Persia. Ia juga merupakan Peletak Dasar Rumus Trigonometri

Trigonometri (dari bahasa Yunani trigonon = tiga sudut dan metro = mengukur) adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen.

Salah satu kontribusinya dalam trigonometri adalah mengembangkan fungsi tangen dan mengembangkan metode untuk menghitung tabel trigonometri.

Abul Wafa menemukan relasi identitas trigonometri berikut ini:

sin ⁡ ( a + b ) = sin ⁡ ( a ) cos ⁡ ( b ) + cos ⁡ ( a ) sin ⁡ ( b ) {\displaystyle \sin(a+b)=\sin(a)\cos(b)+\cos(a)\sin(b)} {\displaystyle \sin(a+b)=\sin(a)\cos(b)+\cos(a)\sin(b)}
cos ⁡ ( 2 a ) = 1 − 2 sin 2 ⁡ ( a ) {\displaystyle \cos(2a)=1-2\sin ^{2}(a)} {\displaystyle \cos(2a)=1-2\sin ^{2}(a)}
sin ⁡ ( 2 a ) = 2 sin ⁡ ( a ) cos ⁡ ( a ) {\displaystyle \sin(2a)=2\sin(a)\cos(a)} {\displaystyle \sin(2a)=2\sin(a)\cos(a)}

dan menemukan rumus sinus untuk geometri sferik (yang tampak mirip dengan hukum sinus):

sin ⁡ ( A ) sin ⁡ ( a ) = sin ⁡ ( B ) sin ⁡ ( b ) = sin ⁡ ( C ) sin ⁡ ( c ) {\displaystyle {\frac {\sin(A)}{\sin(a)}}={\frac {\sin(B)}{\sin(b)}}={\frac {\sin(C)}{\sin(c)}}} {\displaystyle {\frac {\sin(A)}{\sin(a)}}={\frac {\sin(B)}{\sin(b)}}={\frac {\sin(C)}{\sin(c)}}}

|sumber: id.wikipedia.org

18 Agustus Diperingati Sebagai Hari Konstitusi Repoblik Indonesia

HARI Konstitusi Indonesia mulai diperingati pada tanggal 18 Agustus 2008, saat ditanda-tanganinya Deklarasi Hari Konstitusi Indonesia oleh Lembaga Kajian Konstitusi, Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Daerah serta berbagai komponen masyarakat Indonesia, bertempat di ruang GBHN Gedung MPR. Gagasan diperingatinya tanggal 18 Agustus sebagai Hari Konstitusi Indonesia diawali dari sebuah artikel yang ditulis Mochamad Isnaeni Ramdhan yang berjudul Hari Konstitusi Indonesia dimuat dalam Harian Suara Karya pada Jumat, 15 Agustus 2008.

Secara etimologis, pengertian konstitusi berasal dari bahasa latin, constituo; constituntum, yakni dokumuen hukum (legal document) resmi dengan kedudukan yang sangat istimewa, baik dalam bentuk tertulis (written) maupun tidak tertulis (unwritten).

Konstitusi sebagai landasan dan hukum utama haruslah mendapat pengawalan, agar tidak dijadikan sebagai wahana bagi para pihak yang ingin berkuasa.

Pada 18 AGUSTUS 1945, Lembaran sejarah bangsa dimulai. Di saat rakyat dan pemimpin-pemimpinnya sedang bersiap-siap mempertahankan kemerdekaan, para anggota PPKI memulai sidangnya yang pertama. Rapat dimulai pukul 11.30, dengan agenda pengesahan UU Dasar Negara Indonesia yang dipimpin Bung Karno dan Bung Hatta sebagai ketua dan wakil ketua PPKI.

Sebelum rapat di gedung Tyuuoo Sangi-In (sekarang Deplu) dimulai, Bung Karno dan Bung Hatta meminta Ki Bagus Hadikusumo, KH Wachid Hasjim, Kasman Singodimedjo, dan Teuku Moh. Hasan membahas rancangan UU yang sebelumnya telah dibahas Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945.

Pukul 11.30 rapat dimulai. Pembahasan rancangan UU Dasar yang telah dibuat oleh BPUPKI sebelumnya dirampungkan tidak lebih dari 2 jam, berikut pasal-pasal aturan peralihan dan aturan tambahan. Pada pukul 13.50 disahkanlah Rancangan dan Pembukaan UU Dasar Negara Republik Indonesia, dengan Pancasila sebagai dasar negaranya. Hal inilah yang kemudian kita kenal sebagai UUD 1945 atau UUD 45.

Sidang dibuka kembali pada pukul 15.30 dan mensahkan Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pertama. Itu berkat usulan jitu Otto Iskandar Dinata yang kemudian disetujui oleh semua anggota PPKI.

Agenda persidangan pada hari yang sama selanjutnya adalah membentuk Komite Nasional untuk membantu tugas Presiden sebelum MPR dan DPR terbentuk.

Inilah awal mula konstitusi Republik Indonesia. Tentu ini dimaksudkan agar kelak Indonesia menjadi negara yang damai, adil, dan makmur, yang sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia serta perwujudan dasar negara Pancasila.

Sekarang dengan segala kemudahan yang telah kita terima dari pendahulu kita, masihkah “kita” memakai konstitusi Indonesia sebagai alat berpolitik yang justru menguntungkan diri sendiri dan menyengsarakan orang lain ?

Walaupun pada umumnya Konstitusi yang ada di setiap negara tidak ada yang sempurna, tapi hal itu tidaklah menimbulkan pertentangan dan kerancuan yang dapat mengakibatkan mandetnya atau terhambatnya visi serta misi negara untuk mensejahterakan rakyatnya dengan cara menetapkan suatu sonstitusi yang benar-benar memihak pada kepentingan rakyat dan tidak untuk mengutamakan kepentingan kelompok dalam hal ini kepentingan politis.

|Sumber: www.wikipedia.org dan berbagai sumber lain.

Selamat Hari Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

HARI Departemen Luar Negeri Republik Indonesia diperingati pada 19 Agustus setiap tahunnya. Departemen Luar Negeri RI berdiri pada 19 Agustus 1945, dua hari setelah kemerdekaan Indonesia. Departemen Luar Negeri RI merupakan salah satu dari 13 kementrian yang pertama di Indonesia.

Dengan struktur organisasi yang sangat sederhana, yang terdiri dari Sekretariat, Direktorat Hubungan Masyarakat, Direktorat Politik, Direktorat Penterjemah, Direktorat Administrasi dan Direktorat Perijinan.

Kementerian Luar Negeri dipimpin oleh seorang Menteri Luar Negeri (Menlu) yang sejak 27 Oktober 2014 dijabat oleh Retno Marsudi dan Wakil Menteri yang dijabat oleh Abdurrahman Mohammad Fachir yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo sejak 27 Oktober 2014 bersamaan dengan pelantikan menteri Kabinet Kerja.

Kementerian Luar Negeri RI mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang politik dan hubungan luar negeri dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana, Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan fungsi:

  1. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang politik dan hubungan luar negeri;
  2. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Luar Negeri;
  3. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Luar Negeri; dan
  4. pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat sampai ke daerah.

Departeman Luar Negeri RI merupakan salah satu unsur pelaksana pemerintah di bidang pemerintahan luar negeri yang dipimpin oleh seorang Menteri yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Pada akhir tahun 2001 Departemen Luar Negeri RI melakukan strukturisasi baru, yang dilaksanakan pada awal tahun 2002. Proses restrukturisasi tersebut dihasilkan dengan Keputusan Presiden Nomor 109 Tahun 2001. Pembenahan diri itu pada umumnya menyangkut restrukturisasi Departemen Luar Negeri dan Perwakilan RI, serta pembenahan profesi diplomat.

Restrukturisasi dilakukan karena di satu sisi tantangan yang ada saat ini berbeda dengan 50 tahun lalu. Struktur organisasi pusat yang sudah ada sejak tahun 1974 dinilai tidak memadai lagi, dan telah terjadi perubahan besar dan mendasar pada tingkat nasional dan internasional.

Dalam formasi yang sekarang, Departemen Luar Negeri RI mempunyai 54 direktorat Eselon II dan 10 Eselon I. Departemen Luar Negeri RI terdiri dari Sekretariat Jenderal dan Inspektorat Jenderal yang meiliki tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan di bidang politik dan hubungan luar negeri. Departemen Luar Negeri memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah:

  1. Pelaksanaan politik luar negeri serta penyelenggaraan hubungan luar negeri;
  2. Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas serta pelayanan administrasi Departemen;
  3. Pelaksanaan pengawasan fungsional.

Dalam upaya menyelenggarakan fungsi-fungsi tersebut, Departemen Luar Negeri RI juga mempunyai kewenangan, yakni:

  1. Penetapan kebijakan di bidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro;
  2. Pengaturan penerapan perjanjian atau persetujuan internasional yang disahkan atas nama negara;
  3. Penetapan kebijakan sistem informasi nasional di bidangnya.

Departemen Luar Negeri RI sendiri terdiri dari satu sekretariat jenderal, tujuh Direktorat Jenderal, satu Inspektorat Jenderal, satu Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan dan Lima Staf Ahli Bidang.

Sumber : (SK Menteri Luar Negeri RI no. SK.053/OT/II/2002/01 tahun 2002 pasal 1-5)

|Sumber: www.wikipedia.org dan beberapa sumber lainnya.

 

Temuan Populer dan Bermanfaat Ini Ternyata Karya Anak Bangsa Indonesia

 

INDONESIA memiliki anak bangsa yang begitu hebat dan berpotensi di segala bidang. Baik itu teknik, teknologi, kesehatan, dan masih banyak lagi. Misalnya si jago hacker tanpa kuliah Jim Geoverdi, lalu Warsito Taruno sang pencipta mesin scanning MRI , ada juga penemu kromosom Joe-Hin Tjio yang juga orang Indonesia. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Tapi kalian pasti tidak menyangka jika beberapa penemuan populer ini merupakan karya anak Indonesia. Penemuan itu seperti:

1. Kontainer Nuklir (Yudi Utomo Imardjoko)

container nuclear biologi

Seorang Peneliti dan Ketua Jurusan Teknik Nuklir Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada (UGM), Yudi Utomo Imardjoko, berhasil menemukan kontainer limbah nuklir. Temuan tersebut merupakan hasil penelitian bersama lima koleganya. Kontainer tersebut berbentuk silinder berbahan titanium. Diameternya 1,6 meter dengan panjang 4 meter. Sedangkan dindingnya setebal 24 sentimeter.

Pemikiran Yudi didasarkan pada kemungkinan penanganan limbah radioaktif nuklir dari uraian uranium dan plutonium. Diperkirakan jika ada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia berkapasitas 1000 megawatt, paling tidak per tahun menghasilkan limbah sebanyak 797 ton. Klasifikasinya ialah 27 ton limbah aktivitas tinggi, limbah aktivitas sedang sebanyak 310 ton sedangkan limbah aktivitas rendah 460 ton. Untuk mendaur-ulangnya, dibutuhkan wadah penyimpanan yang memadai.

Ide kontainer limbah nuklir Yudi dibangun berdasarkan fungsi untuk menimbun limbah tersebut. Limbah yang disimpan tersebut harus dibiarkan molekulnya meluruh sendiri dalam tenggang waktu yang panjang. Jika secara fisik dan kimia telah dinyatakan stabil barulah bisa dipindahkan ke tempat yang terisolasi dari lingkungan, karena bagaimana pun juga limbah nuklir tersebut tetap berbahaya bagi lingkungan.

Sayangnya temuan Yudi yang diperkirakan mampu menyimpan limbah nuklir sampai 10 ribu tahun tersebut tak terpakai, sebab hingga saat ini di Indonesia belum ada pembangkit listrik tenaga nuklir. Diperkirakan bangsa kita baru membutuhkannya 50 tahun mendatang. Padahal penemuan tersebut sudah memperoleh hak paten di Indonesia dan Amerika sejak lama.

2. Kontruksi beton penyangga jalan layang (Tjokorda Raka Sukawati)

konstruksi sosrobahu

Tjokorda Raka Sukawati berhasil menemukan teknik pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas karena bahu jalan kota besar yang sempit. Bahu tiang jalan layang yang kerap disebut Sosrobahu (artinya : seribu pundak) tersebut bisa memutar beton seberat 480 ton sebesar 90 derajat. Berdasarkan kalkulasi eksak, kontruksi Sosrobahu mampu bertahan hingga satu abad lamanya.

Teknik Sosrobahu dipakai pada pembangunan jalan layang tol Cawang-Tanjung Priok (16,5 kilometer) awal November 1989 silam. Namun enam tahun setelahnya Direktur Jenderal Hak Cipta Paten dan Merek Indonesia baru mengeluarkan hak paten. Hal tersebut tergolong lambat sebab tahun 1992 Jepang, Malaysia, dan Filipina sudah terlebih dahulu menerbitkan hak paten.

Tjokorda Raka Sukawati yang lahir di Ubud ini sempat meraih Gelar Insinyur di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia menempuh karier di PT Hutama Karya hingga menjabat sebagai direktur perusahaan.

Hasil temuan Tjokorda yang dijuluki putra ASEAN ini sudah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

3. BJ Habibie jagoan pembuat pesawat terbang

pesawat N250

Tak dipungkiri, mantan presiden ketiga Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, adalah jago pembuat pesawat terbang asli Indonesia. Ketika masih kuliah di Jerman dan tengah menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat mendapat gelar doktor, Habibie diharuskan membuat pesawat yang kecepatannya 20 kali kecepatan suara.

Waktu ia menyelesaikan S-3, ia wajib merancang pesawat terbang yang terbangnya 20 kali kecepatan suara. Seperti apa pesawatnya bahkan dia sendiri tidak bisa membayangkan tapi harus dikembangkan, kalau tidak, konon tidak dapat S-3. Sewaktu mengembangkan pesawat tersebut, Habibie bekerja di perusahaan kecil di Hamburg, Jerman. Singkat cerita, usai berhasil mengembangkan pesawat tersebut, Habibie langsung disuruh pulang ke Tanah Air. Dia diminta mengembangkan industri strategis di dalam negeri.

Sesampainya di Indonesia, Habibie mulai mengembangkan industri penerbangan nasional dengan membuat pesawat N 250 yang dikerjakan hanya 20 orang. Namun harapan untuk memajukan industri strategis ini kandas ketika Habibie diangkat menjadi Wakil Presiden.

4. Penemu jaringan 4G (Prof. Khoirul Anwar)

jaringan 4G

Teknolgi 4G LTE adalah teknologi yang banyak digunakan oleh produsen smartphone di seluruh dunia. Teknologi jaringan internet super cepat ini membuat proses transfer data lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dengan teknologi 3G yang selama ini banyak dikenal orang.

Prof. Khoirul Anwar adalah penemu teknologi 4G tersebut sekaligus pemegang hak paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Sistem ini mampu menurunkan energi hingga 5dB atau 100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan.

Hasil temuan anak bangsa Indonesia tersebut sejauh ini telah digunakan perusahaan elektronik besar asal Jepang. Selain itu teknologi ini tengah dijajaki oleh raksasa telekomunikasi asal Tiongkok, Huawei Technology.

Pria asal Kediri ini adalah alumni Teknik Elektro ITB dengan predikat cumlaude. Lulus dari ITB dia melanjutkan pendidikan di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor pada 2008. Khoirul juga sempat menerima penghargaan IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, di California.

Ide awalnya Khoirul mencoba mengurangi daya transmisi guna meningkatkan kecepatan laju data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) tapi hasilnya kecepatan transmisi justru meningkat.