Dirgahayu TNI AL yang Ke-71

DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) ke- 71. Peringatan ini rutin dirayakan setiap 10 September dengan berbagai kegiatan sosial di setiap pangakalan.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di laut.

TNI Angkatan Laut dibentuk pada tanggal 10 September 1945 yang pada saat dibentuknya bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR Laut) yang merupakan bagian dari Badan Keamanan Rakyat. TNI Angkatan Laut dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) yang menjadi pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Laut (MABESAL). Sejak 31 Desember 2014 KASAL dijabat oleh Laksamana Madya TNI, Ade Supandi yang menggantikan Laksamana TNI, Marsetio yang memasuki masa pensiun.

Kekuatan TNI-AL saat ini terbagi dalam 2 armada, Armada Barat yang berpusat di Tanjung Priok, Jakarta dan Armada Timur yang berpusat di Tanjung Perak, Surabaya, serta satu Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil). Selain itu juga membawahi Korps Marinir.

Dirgahayu TNI-AL yang ke 71!

download-1

Hari Olahraga Awalnya Merupakan Tanggal Dimana PON Diadakan Pertama Kalinya di Indonesia.

HARI ini sebagai Hari Olahraga Nasional tak lepas dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional pertama (PON1) yang digelar di Surakarta, Solo, Jawa Tengah pada  9 September – 12 September 1948. 9 September 1948 menjadi tanggal pembukaan PON kala itu. Akhirnya tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Olahraga Nasional.

PON pertama diresmikan oleh Presiden Soekarno, dan acara penutupannya dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX Selaku Ketua Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI) (sebelum bergabung dengan KONI dan sejak 2007 menjadi Komite Olimpiade Indonesia).

Di PON pertama, ada 13 Karesidenan/Kota yang berpastisipasi, yaitu Yogyakarta, Madiun, Magelang, Semarang, Surakarta, Bandung, Malang, Kedu, Surabaya, Jakarta, dan Banyuwangi. Juara umum pada PON Solo adalah Kota Solo sendiri dengan raihan 36 medali dengan rincian, 16 Emas, 10 Perak dan 10 Perunggu dari jumlah total 108 medali.

Ada sekitar 600 atlet yang mengikuti PON Pertama yang memperebutkan medali dengan bertanding di sembilan cabang olahraga, yaitu Bulu Tangkis, Renang, Tenis, Panahan, Pencak Silat, Bola Basket, Atletik, Lempar Cakram, dan Sepak Bola. Pelaksanaan PON pertama ini tidak hanya terkait prestasi olahraga di dalam negeri saja, akan tetapi juga menyangkut gengsi serta harkat dan martabat Bangsa dan Negara.

Hal ini berawal dari penyelenggaraan Olimpiade ke -14 di London yang mana ketika itu Inggris selaku tuan rumah menolak kehadiran atlet Indonesia. Inggris beralasan karena Indonesia yang baru merdeka belum memiliki prestasi di bidang olahraga sehingga belum layak untuk bisa masuk ke ajang Olimpiade.

Akan tetapi, alasan tersebut bukanlah alasan yang sebenarnya, alasan sesungguhnya masuknya Indonesia ke Olimpiade lebih bersifat politis, karena Inggris merupakan sekutu Belanda, di kala itu, Belanda masih belum menerima kemerdekaan Indonesia. Ditambah lagi, penolakan tersebut berkaitan pula dengan masalah Papua. Sebagai sekutu Belanda, Inggris mendukung penuh Belanda agar mempertahankan kekuasaan di Papua. Bahkan, hasil dari Konferensi Meja Bundar yang ditandatangani di Den Haag pada 22 Desember 1949 diingkari.

Salah satu poin dalam KMB adalah Belanda akan menyerahkan seluruh wilayah Republik Indonesia yang menjadi bekas jajahannya untuk kembali ke pangkuan NKRI, kecuali wilayah Papua Barat yang penyerahannya akan dilakukan setelah 2 tahun dari KMB. Akan tetapi, hingga tahun 1963, Belanda tetap menguasai Tanah Papua, bahkan diam-diam Belanda mempersiapkan untuk melepaskan Papua dari NKRI dan mendirikan negara ‘West Papua’.

Indonesia yang berharap besar pada Olimpiade London untuk dapat menunjukkan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia kepada dunia. Oleh karena itu, Indonesia sangat tersinggung tatkala kehadirannya ditolak oleh Inggris. Bangsa Indonesia merasa jika harga dirinya dilecehkan.

Akhirnya, berawal dari ketersinggungan tersebut Indonesia tak mau putus semangat, Persatuan Olahraga Indonesia (PORI) menggelar konferensi darurat di Solo pada tahun 1948 dan kemudian menggelar PON untuk menandakan jika Indonesia itu ada. Ruh perjuangan tersebutlah yang menjadikan PON selalu hidup dari masa ke masa.

Pekan Olahraga Nasional menjadi bukti jika olahraga Indonesia mampu berbicara, serta mampu ikut serta melaksanakan peran strategis dalam revolusi kemerdekaan. Demikian sejarah tentang Hari Olahraga Nasional di Indonesia, semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi anda untuk memajukan olahraga di Indonesia.|Dari berbagai sumber.

 

Selamat Hari Olahraga Nasional Ke-33

SATU medali emas dan dua perak di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 bisa dijadikan sebagai awal kebangkitan prestasi atlet tanah air di kancah internasional. Keberhasilan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Sri Wahyuni, dan Eko Yuli Iriawan merupakan momentum yang bagus bagi insan olahraga Indonesia saat memperingati hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-33 yang jatuh pada 9 September.

Peringatan Haornas pertama kali diselenggarakan pada 9 September 1983. Tanggal tersebut sengaja dipilih untuk mengenang sejarah diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) edisi perdana. Di tengah kemerosotan prestasi, atlet Indonesia justru mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Tontowi/Liliyana misalnya, ganda campuran ini melengkapi perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-71 dengan meraih medali emas pertama di Olimpiade Rio 2016. Ini menjadi medali emas pertama Indonesia di Olimpiade cabang bulu tangkis di nomor ganda campuran.

Artinya, peringatan Haornas ini bukan sekadar seremonial saja. Pasalnya ada beberapa hal penting yang terjadi pada tahun ini, salah satunya adalah pencabutan sanksi oleh FIFA terhadap induk sepak bola Indonesia (PSSI). Meski demikian, masyarakat tidak hanya menantikan kebangkitan sepak bola Indonesia saja pasca mati suri lebih dari satu tahun.

Masalah regenerasi juga bisa dijadikan sebagai tahapan penting dalam pembinaan prestasi olahraga mengingat ini merupakan pondasi dari pembangunan sistem pembinaan prestasi olahraga di tanah air. Melalui proses ini tentunya peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dan jangan cuma hanya mengandalkan peran pemerintah saja.

Karena peran masyarakat dalam menggelorakan semangat dan prestasi olahraga nasional sangat penting. Apalagi jika melihat tema “Ayo Olahraga“, yang ditampilkan pada acara Haornas ke-33. Tentunya hal itu bisa dijadikan sebagai titik balik keberhasilan atlet Indonesia. Mengingat olahraga menjadi instrumen penting bagi pembangunan karakter bangsa Indonesia. Peringatan Hari Olahraga Nasional ini diharapkan dapat mengajak dan menyadarkan warga Indonesia untuk menerapkan dan menjadikan olahraga sebagian dari kehidupan mereka. Karena dengan olahraga bisa membangun jiwa yang baik dan tubuh yang sehat.

Selamat Hari Olahraga Nasional Haornas ke-33!.

Terjaga Kealamian Sumber Mata Air Cikoromoy Banten

WISATA mata air kini menjadi tren bagi wisatawan indonesia, terutama orang-orang yang mencari objek wisata keluarga, contohnya saja mata air kasumber yang dalam sekejab menjadi populer di kalangan para traveler hingga umbul ponggok dengan keindahan bawah kolamnya.

Cikoromoy merupakan salah satu tempat wisata yang berada di Banten, dengan konsep rekreasi yang sangat cocok bagi kerabat dan keluarga. Untuk dapat menuju tempat wisata yang satu ini. Objek wisata Cikoromoy Pandeglang terletak di Desa Kadubungbung, Kecamatan Cimanuk Kabupaten Pandeglang Banten. Dalam perjalanan menuju tempat rekreasi ini, akan disuguhi oleh pemandangan pedesaaan seperti persawahan, rumah-rumah penduduk yang masih sederhana, dan tentu saja pemandangan alam seperti gunung-gunung yang ada di sekitar tempat wisata.

Secara historis, sumber mata air objek wisata Cikoromoy Pandeglang ini sudah ada jauh sebelum penjajahan Belanda. Secara bertahap, kemudian pada 1975, sumber mata air ini kemudian di lokalisasi oleh masyarakat setempat untuk memenuhi kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pula orang yang datang mengunjungi pemandian umum Cikoromoy hanya untuk bersenang-senang sehingga masyarakat meningkatkan harga tarif masuk pemandian dengan harga yang relatif murah.

Airnya yang segar dan jernih, serta pemandangan yang begitu indah membuatnya layak untuk dikunjungi. Dasar kolam masih alami dengan adanya bebatuan dan pasir yang dibiarkan begitu saja untuk menjaga kealamian mata air cikoromoy ini, sumber air di kolam ini berasal dari mata air di desa cikoromoy, karena itu objek wisata tersebut dinamakan mata air cikoromoy.

Uniknya, mata air ini tidak pernah kering walaupun musim kemarau ekstrim melanda, selain menjadi objek wisata, sumber air cikoromoy juga digunakan oleh PDAM untuk mengairi perumahan di wilayah pandeglang.

Air di kolam ini tetap jernih walaupun selalu dipenuhi pengunjung, hal inilah yang menjadikan banyak wisatawan kerap datang lagi. Terlebih lagi lokasinya yang mudah untuk ditemukan karena hanya berjarak beberapa kilometer saja dari pusat kota pandeglang.

Sebagai objek wisata yang cukup populer, fasilitas disini bisa dibilang cukup memadai. Bagi yang ingin berenang, juga terdapat tempat penyewaan ban pelampung. wisatawan biasanya lebih memilih melakukan pose foto unik di dasar kolam. Dan bagi yang ingin menginap, bisa mencari penginapan di kota pandeglang.[]

Michael Iskandar; Penemu Teknologi Mesin Big Bag Asal Indonesia, Mesinnya Valentino Rossi

MICHAEL Iskandar adalah Seorang Pembalap motor dan Ahli otomotif Indonesia. Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia. Ia dikenal karena telah menemukan teknologi Big Bang untuk motor GP Yamaha.

Potret Valintino Rossi bersama motornya yang memakai mesin big bag Indonesia

Potret Valintino Rossi bersama motornya yang memakai mesin big bag Indonesia

Michael Iskandar atau yang akrab dipanggil Om Chia menpunyai nama asli Tjia goan Heong, lahir pada tahun 1957. Waktu kecil Om Chia suka memilihara ayam dan semasa di padang Om Chia sekolah sampai tingkat tujuh di sekolah Veteran Belanda belum menyelesaikan studinya Om chia pindah ke medan melanjutkan STM tapi sayangnya hanya setengah jalan saja.

Saat masih muda Michael Iskandar pernah menjadi anak band. Ia mampu memainkan alat musik gitar dan ukulele. Hampir tiap malam minggu, tidak pernah absen untuk menggelar pertunjukan internal bersama rekan-rekannya.

Om Chia yang pernah merasakan jaman penjajahan Jepang…mengaku pada saat itu indonesia sangantlah susah, lalu om Chia bekerja dengan jepang di alat-alat pertanian. Di pabrik itu ada seorang belanda yang mempunya mesin Harley tua dan di perbaiki kembali..saat itu om Chia sering memperhatikan, membantu mencuci,merwat harley itu..saat itu Om Chia masih asing dan terheran-heran dengan mesin motor …kenapa motor kok bisa jalan…?

Mulali lah Om Chia tertarik lebih dalam untuk mengetahui motor lebih dalam…karena ke uletan dan kerja kerasnya Om Chia sangat di sayang oleh atasannya. Sewaktu bekerja di jepang Om Chia punya teman yaitu Montero keturunan Portugis.

Setelah jepang kalah Om Chia dan Montero di evakuasi ke batavia di jemput oleh orang inggris disana om Chia Dan montero bekerja dengan militer belanda di militer transport dienst (MTD) di mana om Chia menengani bagian transport Militer di bagian service mobil secara otodidak om Chia mempelajari mesin-mesin itu.

Setelah sahabatnya naik pangkat dan di hadiahi sebuah motor dinas yaitu Harley, om Chia yang terpesona itu akhirnya diam-diam menaiki motor itu padah sama sekali om Chia tidak pernah mengendarai motor sebelumnya akhirnya terjadi kericuhan memancing kepala (MTD) keluar yaitu Ir.Lapre setelah mau di marah-marahi dan mau di hukum akhirnya dengan bantuan montero om Chia di pindahkan ke bagian bengkel Motor-motor dinas, disitu om Chia mulai terjun langsung ke dunia motor, di sana om Chia bekerja sama dengan ke dua temannya yaitu mayor Balyet dan sersan Denjider lagi-lagi di dalam bekerja om Chia tidak setengah-setengah, om Chia begitu di perhatikan dan sangat di sayangi, dalam waktu singkat saja om Chia di angkat menjadi kepala kelompok bengkel sservice motor.

Menjadi pembalap

Sejak tahun 1949, Om Chia menjadi pembalap yang membawa bendera Suzuki. Loyalitasnya pada profesi yang dijalani melahirkan keparcayaan dan hasil yang maksimal. Hingga akhirnya pada tahun 60an Om Chia berputar haluan, namun tetap dalam koridor dunia balap dengan menjadi mekanik. Sejak saat itu, karirnya terus meningkat dan terus berkreasi sesuai iklim balap Indonesia dan mengawal berbagai pembalap tanah air.

Namanya yang dikenal sebagai pembalap Suzuki ditahun 1949, kemudian berlanjut menjadi bagian tim riset balap motor Suzuki di tahun 1963 dan juga sebagai tokoh dibelakang suksesnya prestasi balap motor Indonesia.

Om Chia muncul di arena balap bersama gunardi (Thio Tjang Djen) dan ong Soe ho pada 1958, om Chia terjun di lintas balap Curug dengan mengendarai Vellocete buatan Inggris, setelah itu om Chia terjun di lintasan balap Cililitan dengan mengendarai gold Star,kemudian kembali ke curug.

Pada tahun 1960 JAJ Grasuis (Jan alex Jacobus, orang belanda) bersama dengan bambang gunardi (Thio Tjang Djen) dan Michael Iskandar (Tjia goan Heong) mewakili indonesia dalam perlombaan balap motor Lionel pereira Challange Cup di seri Langka.

Sejarah Motor Balap JAJ Grashuis selama dua dekade berikutnya mencerminkan kebangkitan OR Otomotif di Tanah Air di era 1950an namanya pasti di sebut-sebut pembalap di era selanjutnya bila berbicara tentang olah raga otomotif di Tanah Air.

Hasil riset nya berhasil membawa Suzuki Shogun dan Smash menjadi momok yang menakutkan bagi lawannya di balapan Indoprix, bersama Tim Suzuki TOP1 BRT SHC FDR Chia Felix. Selain itu, Om Chia juga pernah menyabet gelar Juara Asia pada 2008 silam bersama pembalapnya Owie Nurhuda.

Michael Iskandar mulai muncul di berbagai arena Balap pada tahun 1957, dua tahun kemudian berlangsung dengan bang gunardi (Thio Tjang Djen) dan ong Soe hosetealh itu om Chia lebih aktif mengkorek motor Suzuki yang pada saat Itu menjadi saingan terberat Yamaha, pembalap yang sering menang di atas motor Suzuki A100 Hasil Korekannya adalah Hendra Abauw,Tirta Saputra Beng Soeswanto, Maneke cho, Om Jadi sering mendampingi pembalap dalam lomba balap motor di luar negeri seperti Malaysia, Siangapura, Macau, Thailand dan Jepang, setelah itu banyak para pembalap muda muncul sebagai Juara dengan rakitan mesin Om Chia.

  • Generasi ke1, Abauw,Beng soeswanto,inton, Ashun Bahar
  • Generasi Ke 2, Nanag gunawan, Doni W (solo), Beng Kim, Kosasih, Bilham, Jhoni Wijaya, Popey, Iyen,Alm Lili (bali), leo Santana, herman D, (Tek Kwie), nenet Taraya
  • Generasi ke 3, Hong Cuan, En Lie, yayang ompong, Hong An, Akong, Deden, Arsyad, Karry hutama
  • Generasi ke 4, Felix Jy, Decky setiawan, Awi, Asep Hendro, Dadang Nugraha, Imanudin, Girianto
  • Generasi 5, Sigit Sugiarto, Deny, Bima Octavianuz
  • Generasi ke 6, Rafid Poppy, Hendriansyah, Bima Aditia
  • Generasi ke 7, Febrianus Balang,Owie Nurhuda, Ahmad Kohar

Teknologi Big Bang

Bigbang adalah teknologi yang diterapkan pada sepeda motor balap (Moto GP) yamaha yang ditemukan oleh Michael Iskandar. Keunggulan teknologi pada mesin ini yaitu memiliki penyaluran tenaga yang lebih halus meskipun sistem pemindah daya sering kali membuat motor mengalami slide pada ban belakang.  Teknologi ini juga membuat motor tampil lebih meyakinkan dilintasan yang menikung. Sebagai raja tikungan Valentino Rossi sangat menggemari mesin ini. Karena Rossi memiliki keunggulan ketika melakukan manuver tikungan. Pada sejarahnya Rossi memang lebih banyak berkutat dengan mesin Big-bang ketimbang screamer. Mulai dari Honda tahun 2002 lewat RCV211v hingga tahun 2010 dengan Yamaha M-1. The Doctor selalu menggunakan mesin big-bang. Kebanyakan pembalap modern lain pun lebih menyukai teknologi big bang ketibang teknologi lain semisal screamer yang terkenal liar.

Mesin Big Bag

Secara perbandingan, diputaran tinggi, power mesin screamer lebih sulit dikendalikan dari pada mesin big bang. Karena tiap interval 180 derajat putaran engkol terjadi langkah usaha.
Beda dengan mesin big bang, 2 ledakan terjadi berurutan (hampir bersamaan), tapi setelah itu ada interval yang cukup lama sebelum terjadi 2 ledakan berurutan berikutnya. Itulah kenapa ada yang menyebutnya big bang dan ada yang menyebutnya long bang.

Teknologi big bang sudah terbukti handal di lintasan Moto GP. Misalnya pada Yamaha M1 800 cc, sebagai satu-satunya mesin big bang, MI 800 mampu melawan mesin screamer Ducati & Honda. Teknologi ini membuat mesin begitu lincah ditikungan dan membuat pembalapnya unggul saat adu cepat dan mesin juga memiliki daya tahan hingga diakhir balapan.

Keunggulan lainnya dari mesin big bang adalah ban yang lebih awet dipakai balapan karena adanya jeda yang cukup lama, dibanding teknologi lain yang menyebabkan ban menerima hentakan power dari mesin.

Penghargaan

  • Penghargaan dari Indo Mobil karena prestasi dan kesetiaannya pada Suzuki
  • Diakui prestasinya oleh IMI (Ikatan Motor indonesia)

Kematian

Om Chia mulai sakit-sakitan setelah ditinggal sang Isteri tercinta, Maria Elisabeth pada tahun 2009. Hingga akhirnya Om Chia mengehembuskan nafas terakhirnya di RS Prima Medika Denpasar, Bali, setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kake 11 cucu ini menghembuskan nafas terakhirnya diusia yang ke 84 tahun karena menderita komplikasi kanker prostat pada 4 Mei 2010 di Denpasar, Bali. Jenazah Om Chia dimakamkan di pemakaman Sandiego Hill, Karawang Barat.

|Sumber : www.blogpenemu.blogspot.co.id dan berbagai sumber lainnya.

Ayo Kenali Hari Solidaritas Jilbab Internasional!

Hingga saat ini penggunaan hijab sebagai identitas muslim masih menimbulkan kontroversi di beberapa belahan dunia, terutama di negara-negara barat. Tanpa alasan yang jelas, Islam seringkali dipandang sebagai agama teroris dan penuh kekerasan. Hingga akhirnya banyak para muslimah berhijab mendapat banyak ancaman dan diskriminasi karena identitasnya sebagai muslim yang terlihat jelas.

Untuk itulah, pada 4 September 2004 lalu para muslim Eropa mengadakan Konferensi yang dibuka oleh walikota London, Ken Livingstone dan dihadiri oleh 300 delegasi, mewakili 102 organisasi-organisasi Inggris dan internasional. Hadir pula dalam konferensi itu tokoh cendekiawan Muslim Sheikh Yusuf Al-Qaradawi dan Profesor Tariq Ramadan. Dari hasil konferensi itu terbentuklah Assembly for the Protection of Hijab (Majelis untuk Perlindungan Jilbab) dan seluruh peserta mendeklarasikan pada 4 September sebagai International Hijab Solidarity Day (Hari Solidaritas Jilbab Internasional). Dalam konferensi itu, para peserta merancang berbagai rencana aksi untuk membela hak kaum perempuan Muslim untuk mempertahankan busana muslim mereka.

Konferensi ini dilatarbelakangi oleh berbagai kebijakan pemerintah negara-negara Eropa yang semakin mendiskriminasi muslimah berhijab. Di antaranya adalah kebijakan pemerintah Perancis yang melarang penggunaan jilbab di institusi-institusi pendidikan dan institusi publik. Selain itu, London juga melarang para mahasiswanya untuk memakai simbol-simbol keagamaan. Sedangkan muslimah memiliki kewajiban untuk mengenakan hijab yang mereka anggap sebagai salah satu simbol keagamaan.

Tak ada alasan yang masuk akal atas semua larangan jilbab, kecuali karena fobia terhadap Islam dan arogansi budaya. Tapi dalam Islam, jilbab bukan semata-mata simbol keagamaan tapi perintah yang diturunkan Allah Swt terhadap para muslimah untuk memuliakan kaum perempuan.

Hari ini para muslimah disarankan untuk mengenakan jilbab. Perayaan ini bertujuan untuk menyemangati wanita di berbagai belahan dunia agar tidak takut lagi menggunakan hijab di tempat umum terutama di negara barat.

Jika International Hijab Solidarity Day di negara-negara Eropa dilakukan sebagai bentuk aksi penolakan akan diskriminasi terhadap muslimah yang berhijab, maka lain halnya dengan di Indonesia. Perayaan International Hijab Solidarity Day di Indonesia dilakukan umumnya dirayakan dalam bentuk aksi damai sebagai bentuk rasa solidaritas kepada muslimah di luar sana, di belahan dunia yang lain, yang mendapatkan perlakuan semena-mena karena berhijab serta bentuk syiar untuk mengajak muslimah Indonesia yang belum berhijab.|Dari berbagai sumber

 

Menyapa Pesut Mahakam, Mamalia Air Unik Yang Semakin Terkikis

PESUT Mahakam, bernama latin Orcaella brevirostris merupakan mamalia air yang hanya bisa ditemukan di Perairan Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Diperkirakan populasi Pesut Mahakam kini tidak lebih dari 70 ekor. Angka itu membuat Pesut Mahakam masuk daftar salah satu binatang paling langka di Indonesia. Sehingga tidak berlebihan jika kemudian IUCN Redlist menyatakan status konservasi Pesut Mahakam sebagai Critically Endangered (Kitis) yaitu tingkat keterancaman tertinggi.

Pesut merupakan hewan yang unik, sebagai mamalia air tawar ukuran tubuhnya sangatlah besar, bisa mencapai 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg. Tubuh Pesut berwarna abu-abu atau kelabu sampai biru tua dengan bagian bawah berwarna lebih pucat. Bentuk badan pesut hampir mendekati oval dengan sirip punggung mengecil dan agak ke belakang. Kepala pesut berbentuk bulat dengan mata yang berukuran kecil. Bagian moncong pendek dan tampak papak dengan lubang pernafasan. Sirip punggung berukuran kecil terletak di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar, tidak ada paruh. Sirip renangnya relatif pendek dan lebar.
Pesut bernafas dengan mengambil udara di permukaan air. Binatang ini dapat juga menyemburkan air dari mulutnya. Pesut bergerak dalam kawanan kecil. Meski pandangannya tidak begitu tajam dan hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun mempunyai kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan dengan menggunakan gelombang ultrasonik.

Kelangkaan populasi Pesut Mahakam diduga akibat terganggunya habitat baik oleh lalu-lintas perairan sungai Mahakam maupun tingginya tingkat pencemaran air, erosi, dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. Selain itu, jaring nelayan juga merupakan musuh utama hewan bertubuh besar ini.

Di Indonesia sendiri, pesut Mahakam di tetapkan sebagai satwa yang dilindungi berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Jadi mari lindungi dan lestarikan hewan lucu yang satu ini ya[]

Puisi “Ruang Kosong” Karya Mahasiswa Ekonomi

Ruang Kosong

Karya R Bara Pratama

 

Aku adalah ruang kosong
Sunyi tak berpenghuni
Aku adalah tumpukan bata merah
Terpaksa merekat dalam kehidupan yang pekat

Aku hanyalah seonggok daging
Menggumpal gempal tanpa makna
Lorong kosong tanpa arah
Berjalan memaksa tak berdaya

Aku berbeda
Aku bukan engkau atau dia
Ini wajah ku..bukan topengmu
Bukan pula fatamorgana penjilat dunia

Aku ya aku
Rangkaian tulang rapuh
Dengan segala kekuranganku
Tapi ini aku bukan engkau atau dia

Puisi “Cawan Tembaga” Pemenang Ketiga Naskah Puisi Peksemida

CAWAN TEMBAGA
Karya : Echa Soleha

Adalah aku
Warisan para pencipta mimpi
Aku bukan sempurna yang pasti
Karena menjadi aku adalah bhakti

Lihat ini
Bumimu tanah ibumu
Disini, di ujung selatan Andalas ini
Berbingkai barisan pulaunya samudera ganda
Bukit rimba tanah pasir lautan asa

Cerita mereka aku Indonesia
Bisa jadi sebab ragamnya aku yang berribu
Menjadi penguasa dari jutaan cita-cita
Tidak, aku hanyalah cawan tembaga
Penampung tinta dari mata air air mata
Kau pun tau, air mataku dua rasa
Karena aku miliki dua mata
Mata air ku buah cinta dari pori-pori pekerja
Ya, pekerja pembangun generasiku
Pencitra aku dengan segala tutur, rupa dan peraga

Kau air mataku
Tetaplah berdua tapi sejiwa
Terimalah para peragammu
Bukan masalah menjadi beda
Berbeda untuk selalu bersama
Bertetangga dan bercengkrama selamanya

Itulah cinta kurasa
Cinta yang kau pahat pada aku
Jangan pernah dermakan rasamu
Karena sejauh-jauhnya kau selami dunia
Merumahi aku lah satu-satunya bahagia

Puisi “Cawan Tembaga” Pemenang Peksemida Lampung 2016

CAWAN TEMBAGA

Karya Echa Soleha

Adalah aku
Warisan para pencipta mimpi
Aku bukan sempurna yang pasti
Karena menjadi aku adalah bhakti

Lihat ini
Bumimu tanah ibumu
Disini, di ujung selatan Andalas ini
Berbingkai barisan pulaunya samudera ganda
Bukit rimba tanah pasir lautan asa

Cerita mereka aku Indonesia
Bisa jadi sebab ragamnya aku yang beribu
Menjadi penguasa dari jutaan cita-cita
Tidak, aku hanyalah cawan tembaga
Penampung tinta dari mata air air mata
Kau pun tau, air mataku dua rasa
Karena aku miliki dua mata
Mata air ku buah cinta dari pori-pori pekerja
Ya, pekerja pembangun generasiku
Pencitra aku dengan segala tutur, rupa dan peraga

Kau air mataku
Tetaplah berdua tapi sejiwa
Terimalah para peragammu
Bukan masalah menjadi beda
Berbeda untuk selalu bersama
Bertetangga dan bercengkrama selamanya

Itulah cinta kurasa
Cinta yang kau pahat pada aku
Jangan pernah dermakan rasamu
Karena sejauh-jauhnya kau selami dunia
Merumahi aku lah satu-satunya bahagia

Tentang Penulis

Echa Soleha, akrab disapa Echa, Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat ’13. Gadis kelahiran Krui, 18 Juli 1995 menjadikan tinta dan torehan kata dalam puisi sebagai luapan kegundahan, perasaan dan emosi yang sedang dirasakan.[]