Kain Tapis Sudah Ada Sejak Abad ke-2 Sebelum Masehi?

SALAH satu tradisi yang masih hidup sampai sekarang di Lampung adalah mengenakan Kain Tapis. Ini adalah kain tenun khas Lampung yang dikerjakan perempuan di sini. Sudah dilakukan sejak turun temurun suku asli Lampung.

Kain Tapis bukanlah sekadar pelengkap tubuh yang biasa seperti pakaian dan aksesorinya, namun sekaligus menjadi jati diri perempuan Lampung. Ini wujud dari keselasaran kehidupan dengan lingkungannya, juga dengan yang maha kuasa.

Bahkan, laman wikipedia menyebutkan nama Van der Hoop bicara Kain Tapis. Siapa Hoop, ia adalah perintis penyelidikan prasejarah Indonesia. Dituliskan, Hoop menyebutkan orang Lampung telah menenun sejak abad ke-2 sebelum masehi.

Di antaranya adalah tenun kain tapis yang bertingkat, disulam dengan benang sutera putih yang disebut Kain Tapis Inuh. Selain itu ada kain nampan dan kain pelepai yang motifnya berbentuk kait dan kunci (key and rhomboid shape), pohon hayat, dan bangunan berisikan roh manusia. Juga terdapat motif binatang, matahari, bulan, serta bunga melati.

Ada juga catatan yang menjelaskan kain tapis Lampung mulai dikembangkan sejak tahun 800-an. Hal itu bisa dilihat pada Prasasti Raja Belitang yang berangka tahun 898—915 Masehi. Masyarakat yang pertama kali mengembangkan kain tapis adalah masyarakat daerah Menggala (kabupaten Tulangbawang) dan Kenali (Lampung Barat). []  dari berbagai sumber

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *