Doktor Hardoyo: Disiplin Waktu dan Kerja Keras adalah Awal Kesuksesan

Berawal dari kemandirian, Dr Ir Hardoyo M Eng Pria kelahiran Purworejo puluhan tahun silam ini mendapatkan Program beasiswa ke Jepang. Jauh sebelum menjadi dosen di Universitas Malahayati, Hardoyo adalah PNS aktif di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Provinsi Lampung.

Semangat kerja Doktor Teknik dari Hirosima University terlihat dari ekspresi wajah yang mulai menua. “Disiplin waktu dan kerja keras adalah tantangan untuk hidup, tidak ada kerja yang enak kalau namanya kerja sudah pasti lelah,” ucap Doktor dengan postur tubuh besar itu.

Dosen dengan tiga anak ini sudah 19 tahun mendedikasikan di kampus Hijau. Tak heran sudah paham dengan Malahayati. Dari penjelasanya, Sosok yang sangat sentral dari kampus megah ini adalah Rusli Bintang karena dari satu pemikiran mampu menjalankan beberapa kampus yang dimiliki.

Hal yang masih menjadi panutan Hardoyo, komitmen penduduk jepang bekerja sesuai soft skill . Dan ini yang menjadikan karya jepang mampu bersaing dengan produk internasional. “Tantangan muda indonesia adalah mampu mempertahankan keahliannya, di jepang seorang Insinyur Kimia mengakui tidak bisa mengerjakan pengelasan,” kata alumni Insinyur Institut Teknologi Bandung ini.

Teknik sangat berbeda dengan yang lain, karena proses pembelajaran di teknik harus dengan tatap muka. “Bagaimana bisa teknik menjelaskan mata kuliah gambar dengan program e-learning,” kata Hardoyo menambahkan.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =