Sumpah 36 Dokter Muda Universitas Malahayati

Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, Bandar Lampung, mengambil sumpah 36 para dokter yang baru menyelesaikan studinya. Bertempat di Graha Bintang, acara seremonial ini berlangsung dari pukul 09.30 hingga 11.30, Kamis 16 April 2015.

Acara dimulai dengan kesenyapan yang ditingkahi denting notasi dari keyboard yang melantunkan Salawat Badar. Dari atas balkon, tepat dipuncak tangga, dua mahasiswa memangku tiang berbendera merah putih di sebelah kiri, dan bendera hijau berlambang Universitas Malahayati di sebelah kanan.

Perlahan, mengikuti irama, mereka melangkah menuruni anak tangga satu per satu. Di belakang mereka tampak ada Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, dr Muharso SKM, diikuti para pimpinan fakultas dan para dokter muda yang akan diambil sumpahnya.

Menjelang lantunan Salawat Badar berakhir, langkah mereka sudah di dekat bibir panggung tempat acara. Lalu mereka membelah diri ke dua arah menuju sisi kiri dan kanan panggung ke tempat duduk yang sudah berbalut kain hijau.

Selanjutnya, acara seremonial yang paling sakral bagi dokter muda ini pun berlanjut. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan khitmat, dan mendendangkan himne Universitas Malahayati. Lalu lafal sumpahpun dibacakan. Disaksikan para orang tua dan tokoh-tokoh di dunia kedokteran dari Lampung, seperti dari IDI Lampung, Dinas Kedokteran Lampung  dan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Dinas Pendidikan Lampung dan Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung.

Usai pengambilan sumpah dokter, dan penabalan dokter dari dekan, seorang dokter muda mewakili rekan-rekannya tampil ke podium. Armansyah namanya. Mengenakan jas berwarna abu-abu kecoklatan, mulai hari ini ia sudah sah menyandang gelar dokter.

Saat menyampaikan sambutannya, terdengar suaranya yang tak mampu membendung haru. Ia mengucapkan terimakasih kepada Universitas Malahayati, para pengajar yang telah membimbing mereka hingga mencapai jenjang dokter.

“Kami juga mengucapkan terimakasih masih yang tak terhingga kepada para orang tua kami, yang selama ini tiada hentinya mengulurkan kasih sayang dan dukungan segalanya untuk kami. Tempat kami mengadu disaat gundah,” katanya. []