Ini Nasihat Wakil Rektor Farich untuk Dokter Muda

WAKIL Rektor I Universitas Malahayati, Dokter Achmad Farich MM, mengenakan blazer biru saat mengikuti proses pengambilan sumpah 36 dokter muda di Graha Bintang, Kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Kamis 16 April 2015.

Tak hanya bajunya saja yang biru, hatinya juga ikut mengharu biru saat mengikuti prosesi pengambilan sumpah dokter-dokter muda itu. Usai pengambilan sumpah, Farich mengatakan anak didiknya itu telah memasuki dunia baru. “Dunia kedokteran,” katanya.

Namun, Farich menginginkan para dokter muda itu tetaplah bermawas diri. “Dalam dunia kedokteran akan menemukan banyak factor sosial yang sangat dominan, dan ini harus benar-benar butuh persiapan,” katanya.

Farich mengatakan ada lima faktor penting yang mengangarkan para mahasiswa itu dalam menuju proses pengambilan sumpah. “Yang pertama adalah Allah, lalu orang tua, kemudian institusi, ada sentuhan lingkungannya yang memicu untuk rajin belajar, terakhir adalah pasir dan preparate,” katanya.

Semua itu, kata Farich, menjadi factor pendukung utama kelulusan ini. “Di Universita Malahayati, kita menempa mereka dengan ilmu pengetahuan dan juga pendidikan moralitas dan meningkatkan kepekaan mereka pada sesama, sehingga tumbuh jiwa sosialnya,” katanya.

Jiwa sosial yang dimaksud Farich tak lain dengan melatih diri melalui menyantuni anak-anak yatim selama menimba ilmu di Universitas Malahayati. Ia mengharapkan kebijakan menyantuni anak-anak yatim terus berkanjut di mana pun mereka berada.

“Moralitas dan jiwa sosial itu yang menjadi modal mereka dalam menjalankan tugasnya di tengah-tengah masyarakat. Saya harap man para dokter-dokter muda ini tetap berada dalam lingkungan yang baik,” kata Farich.

Selain itu, Farich juga menitipkan para dokter-dokter muda itu pada Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Lampung, dan juga kepada dinas-dinas yang terkait dengan dunia kedokteran. “Kami juga mengharapkan information dari para dokter muda, ketika ada kendala di lapangan sampaikan kepada kami,” katanya. []