Dr Kadafi: Menjadi Pengusaha Bukan Melulu Perkara Modal

BANYAK orang yang sudah menyerah dahulu sebelum memulai usaha. Hal itu karena mereka selalu memikirkan modal awal untuk usaha.

“Padahal, menjadi pengusaha bukan melulu soal perkara modal, tapi pandai melihat peluang dan potensi usaha dengan jeli,” kata Rektor Universitas Malahayati yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung, Dr. Muhammad Kadafi, SH. MH. dalam kegiatan Launching Program HIPMI Goes to Campus di Gedung Graha Bintang, Universitas Malahayati, Jumat 17 April 2015.

Seorang entrepreneur, Kadafi melanjutkan, juga tidak harus seorang pengusaha besar, namun personal yang mampu mengembangkan jaringan. Selama ini, katanya, mereka yang ingin memulai usaha namun menemui kesulitan karena tidak bisa membaca peluang itu, sehingga akhirnya mudah menyerah.

“Memang rejeki itu takdir yang sudah ditentukan, namun kita harus juga berusaha untuk meraihnya. Karena, jika seorang ingin memulai usaha namun sudah kehilangan semangat, itu artinya dia sudah kehilangan setengah dari keberhasilannya,” kata Kadafi filosofis.

Kadafi juga menjelaskan soal lima pilar utama dalam program Goes To Campus yang dicanangkan HIPMI tahun ini. Yakni, program narasumber pada mata kuliah kewirausahaan, program narasumber pada seminar-seminar kewirausahaan. Lalu kompetisi proposal bisnis, program adik asuh kewirausahaan, dan program pembentukan  organisasi kewirausahaan.

Kelima pilar program utama itu saling berkesinambungan dan terkait. “Tujuan utama kami adalah mahasiswa. Karena mahasiswa adalah kader potensial untuk memulai sebuah usaha dan menjadi seorang entrepreneurship,” tambah Kadafi.

Pada program Goes To Campus ini, HIPMI mencoba memfasilitasi dan memberi kesempatan mahasiswa untuk mengembangkan ide usaha yang mereka miliki. “Target kami, terjaring 800 proposal bisnis yang nanti akan disaring lagi menjadi 200 proposal. Itu yang nanti akan menjadi perhatian serius anggota HIPMI,” pungkasnya. []