Wisata Cagar Alam Krakatau

PROVINSI Lampung merupakan salah satu wilayah yang terdapat diujung pulau Sumatera, dengan kontur
alam yang berbukit dan berkelok kawasan ini banyak menyimpan panorama keindahan alam yang menarik untuk ditelusuri. Maka tidaklah heran bila melakukan perjalanan wisata Lampung banyak menemukan tempat wisata yang menarik dan masih alami, salah satunya Cagar Alam Krakatau.

Cagar alam krakatau ini terletak diantara pulau Jawa dan Sumatera, tepatnya berada di selat sunda, Indonesia. Meliputi lahan seluas 13.735,10 hektar, terdiri dari 11,200 hektar laut, dan 2.535,10 hektar darat. Tempat wisata alam ini dapat ditempuh dengan waktu penyebrangan sekitar 3 jam dari dermaga kapal Grand Krakatoa, Lampung.

Iklim di kawasan ini terdiri dari musim kemarau pada April sampai Agustus dan musim penghujan pada September sampai Maret. Waktu berkunjung di daerah ini adalah pada Maret sampai Juni.

Kawasan ini mempunyai daya tarik bagi ilmuan karena kawasan ini dapat berfungsi sebagai laboratorium alami untuk mempelajari pengetahuan alam, geografi, vulkanologi, dan biologi. Selain itu terdapat objek-objek yang menarik diantaranya adalah:

  1. Pulau Sertung
    Di pulau ini dapat dilakukan kegiatan berenang , menyelam. dan berselancar. Selain itu kita dapat menikmati pemandangan langsung aktivitas vulkanologis anak krakatau dari arah barat.
  2. Pulau Krakatau besar
    Di pulau ini dapat dilakukan kegiatan menyelam dan panjat tebing.
  3. Pulau Krakatau kecil
    Di sebelah barat daya dan selatan daerah ini terdapat biota laut yang sangat menarik.
  4. Pulau Anak Krakatau
    Muncul nya pulau ini akibat adanya letusan pada tahun 1883. Pada umumnya pulau ini dijadikan tujuan utama untuk kegiatan wisata maupun penelitian

Adapun biota laut, diantaranya adalah ikan hias. Jenis ikan hias kurang lebih ada 54 species, diantaranya 7 jenis ikan kepe-kepe yang merupakan merupakan indikator atas keutuhan terumbu karang diperairan setempat. Sedangkan jenis yang dominan adalah famili Chaetodontidae. Dari hasil pengamatan dapat diketahui bahwa Pulau Krakatau Besar memiliki penyebaran jenis ikan hias yang tinggi dibandingkan di tiga pulau lainnya. Pulau Anak Krakatau sangat miskin ikan hias, hal ini disebabkan suhu perairan di pulau ini terlalu tinggi dan diluar batas toleransi hidup binatang karang. Keadaan ini dipengaruhi oleh aktivitas magma Gunung Anak Krakatau yang masih aktif.

6 replies
  1. Tri
    Tri says:

    Pada paham gk ya kalau Cagar Alam bukan tempat wisata ???

    Pls stop berwisata ke cagar alam, ini web kampus malah gak paham hal beginian. baca dan pelajari lagi undang undang konservasi lingkungan hidup

    Reply

Trackbacks & Pingbacks

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − seven =