Kegiatan Kunjungan Teknik Mesin di PT Krakatau Steel

KUNJUNGAN Teknik Mesin di PT Krakatau Steel, Kamis 19 November 2015. Kegiatan yang bertujuan sebagai studi banding untuk membuka cakrawala didunia teknik mesin ini merupakan realisasi dari salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Jurusan-Teknik Mesin (HMJ-TM). Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar angkatan dan menjalin silahturahmi antara Universitas Malahayati dengan PT Krakatau Steel.

Kunjungan yang diikuti sekitar 50 peserta ini disambut hangat oleh pihak PT Krakatau Steel. Penyambutan yang ditandai dengan penyerahan plakat ini diiringi dengan penjelasan mengenai perkembangan krakatau steel dari awal hingga memiliki sekitar 10 anak perusahaan. Kemudian dilanjutkan dengan informasi tentang safety atau keamanan yang harus digunakan, seperti pelindung kepala (helm) dan masker.

“Adapun keliling untuk melihat proses produksi di sini, seperti ke divisi Cold Rolling Mill (CRM),” kata Fajar Ramahdani, mahasiswa Teknik Mesin 2013.

Cold Rolling Mill (CRM) merupakan salah satu divisi di PT. Krakatau Steel yang membuat baja lembaran. Di CRM ini mahasiswa dapat melihat proses pembuatan baja lembaran. “Selain itu kita diberi tahu mengenai cara kerja mesin-mesin di sini dan bagaimana kegunaanya,” kata Fajar menambahkan.

Berikut proses produksi dan kegunaan mesin di divisi CRM PT Krakatau Steel:

  1. CPL (Continuous Pickling Line), yaitu proses pembersihan permukaan strip dari scale yang di akibatkan karena proses oksidasi dari HSM dengan larutan asam klorida (HCL) secara terus menerus.
  2. CTCM (Continuous Tandem Cold Mill), Proses mereduksi (menipiskan) strip dengan ketebalan yang diinginkan yang dilakukan secara bartahap pada 5 stand secara terus menerus.
  3. ECL 1 (Electrolytic Cleaning Line 1), Membersihkan permukaan strip dari sisa-sisa Greas/kotoran yang terjadi saat proses CTCM pembersihan dilakukan dengan cara system elektrolisa menggunakan larutan caustic soda (NaOH)
  4. ECL 2 (Electrolytic Cleaning Line 2), Membersihkan permukaan strip dari sisa-sisa Greas/kotoran yang terjadi saat proses CTCM pembersihan dilakukan dengan cara system elektrolisa menggunakan larutan caustic soda (NaOH). Tujuannya untuk menghilangkan sisa rolling oil agar pada proses BAF sisa oli tidak menjadi cacat carbon pada permukaan strip yang dapat mempengaruhi sifat coating.
  5. CAL (Continuous Annealing line), Mengembalikan sifat mekanis baja yang berubah akibat proses rolling di CTCM dengan cara memanaskan strip sampai temperatur 600 – 700 °C dan diproses secara continuous.
  6. BAF (Batch Anneling Furnace), Mengembalikan sifat mekanis baja yang berubah akibat proses rolling di CTCM dengan cara memanaskan coil sampai temperature 600-700 oC.
  7. TPM (TEMPER PASS Mill), Memperbaiki sifat mekanis dari strip setelah proses annealing dengan cara memberikan elongation, memperbaiki flatness dari strip dan memberikan kekasaran pada permukaan strip (Roughness).
  8. PRP (Preparation Line), Menyiapkan barang jadi yang ingin dikirim ke konsumen dan untuk memberikan pelumasan oli, pemotongan sisi dan pembungkusan coil dalam bentuk gulungan.
  9. SHEARING LINE, Untuk memberikan pelumasan oli pada strip dan memotong strip dari coil menjadi sheet (lembaran).

Tempat ini dipilih karena PT Krakatau Steel adalah perusahaan baja terbesar di Indonesia. “Banyak ilmu teori yang kami pelajari dikampus terealisasi di perusahaan iini, sehingga akan banyak ilmu yang kami dapat di sini,” kata Muhammad Ridwan, Ketua HMJ-TM Universitas Malahayati.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 2 =