Ini Doa Anak-anak Yatim untuk Universitas Malahayati

KEGIATAN rutin yang sakral di kampus Universitas Malahayati, Bandar Lampung, terjadi di saban pekan. Bertempat di tepi danau, selalu berkumpul bocah-bocah di bawah tenda di dekat dapur umum tempat pembakaran ikan.

Mereka terlihat riang gembira, masing-masing bocah ditemani ibunya. “Mereka itu adalah anak-anak yatim yang berada di kawasan Bandar Lampung,” kata Drs. Rayendra Hermansyah MM, yang bertugas mengkoordinir bantuan untuk anak-anak yatim di kawasan Bandar Lampung.

Bocah pria bersarung dan berkopiah, yang perempuan berkerudung membawa mukena perlengkapan shalat. Ada ustad yang menjadi imam shalat dan memandu mereka untuk berdoa. Kegiatan ini berlangsung setiap Sabtu dimulai pukul sepuluh.

rayendra shalat bersama anak yatimDiawali dengan ceramah, membaca alquran, dan dilanjutkan shalat zuhur, kemudian berdoa bersama. Di tepi danau, anak-anak yatim itu memanjatkan doa kepada Allah agar Universitas Malahayati terus berkembang dan maju.

Di antara anak-anak yatim itu, ada juga yang sudah remaja. Mereka semuanya kini sedang menimba ilmu di Universitas Malahayati. Mereka mendapat bea siswa dari kampus. Selain dibebaskan dari beban biaya, mereka tetap mendapat santunan.

Itulah sebabnya, mereka berdoa agar Universitas Malahayati terus berkibar dan berperan di negeri ini. Usai berdoa bersama, baru kemudian mereka makan siang bersama. Duduk bersimpuh berkumpul di bawah tenda.

Kegiatan belum berhenti sampai di sini. Selanjutnya, mereka berjalan kaki beramai-ramai menuju sebuah rumah di dekat gerbang masuk kampus. Tepatnya di depan Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin. Di sana mereka menerima pembagian sembako.

Rayendra menjelaskan, santunan dan pembinaan anak-anak yatim ini memang menjadi kewajiban yang langsung diperintahkan oleh Rusli Bintang. Rusli Bintang adalah pendiri Universitas Malahayati yang saat ini adalah Ketua Dewan Pembina Yayasan Alih Teknologi yang menjadi badan hukum Universitas Malahayati.

Kewajiban menyantuni anak-anak yatim berlaku untuk seluruh pimpinan, dosen, dan staf di Universitas Malahayati. Bahkan untuk mahasiswa juga dikenakan kewajiban yang seruba.

Rayendra sendiri mendapat tugas mengontrol perkembangan anak-anak yatim di Bandar Lampung. Sebetulnya Rayendra juga adalah Kepala Asrama Green Dormitory dan juga Kepala Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Malahayati. []