Situs Purbakala Purawiwitan, Lampung Barat

PEKON Purawiwitan merupakan salah satu desa dari kecamatan kebon tebu, kabupaten Lampung Barat. Pekon purawiwitan atau desa wiwitan ini memiliki beberapa potensi yang bila digali tentu akan mendatangkan banyak manfaat. Salah satunya dibidang pariwisata, desa ini memiliki suatu situs peninggalan sejarah pada masa lampau. Salah satunya yaitu Situs Megalitikum Batu Berak. Situs ini adalah salah satu dari tujuh situs megalitik yang berada di Kecamatan Kebon Tebu Lampung Barat. Beberapa situs megalitik lain yang terdapat di Kecamatan Kebon Tebu ini antara lain :

  1. Batu Jagur
  2. Batu Tameng bertempatkan di Pekon Purajaya
  3. Batu Jaya bertempatkan di Muara Jaya 2
  4. Telaga Mukmin bertempatkan di Pekon Puramekar
  5. Cakung Dua atau Batu Bergores bertempatkan di Bungin
  6. Air Ringkih bertempatkan di Gunung Terang

Situs megalitik batu berak ini pertama kali diketemukan pada tahun 1951 oleh BRN (Badan Rekonstruksi Nasional). Penelitian pertama dimulai pada tahun 1980 oleh Prof Dr Aris Soekandar, Arkeolog dari Jakarta. Komplek situs megalitik Batu Berak ini berada dibawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung yang bekerjasama dengan Badan Suaka Purbakala Banten.

Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa situs megalitik Batu Berak ini dahulu dipakai sebagi tempat pemujaan, bukan tempat pemakaman pada zaman animisme. Situs ini telah melalui pemugaran selama empat tahap, yang dimulai pada tahun 1984 hingga 1989. Pada tahun 1989, komplek situs megalitik batu berak ini mulai dibuka untuk umum baik untuk wisata maupun untuk keperluan penelitian.

Terdapat beberapa jenis batu didalam komplek situs megalitik batu berak ini, antara lain :

  1. Batu Tegak, berjumlah 40 buah, berbahan batu andesed, dan berfungsi sebagai tempat mengikat hewan kurban pada waktu upacaran keagamaan pada masa animisme.
  2. Dolmen atau meja, berjumlah 38 buah, berbahan batu moneled, dan berfungsi sebagai tempat menaruh sesajen pada waktu upacara keagamaan masa animisme.
  3. Batu Datar, berjumlah 3 buah, bahan dari batu ini masih dalam proses penelitian, sedangkan fungsi nya sama dengan dolmen
  4. Batu Umpak, merupakan bongkahan batu kecil-kecil yang belum diketahui fungsinya.

Dari hasil penggalian disekitar komplek situs megalitik Batu Berak ditemukan beberapa benda, antara lain :

  • Manik –manik, berbahan kaca dan batu.
  • Pecahan keramik, baik yang berasal dari lokal maupun asing.

Situs ini tidak jarang didatangi para warga lokal maupun luar desa. Situs ini memberikan suatu daya tarik tersendiri, dimana penempatan batu yang unik yang sedikit bersifat mistis tetapi mempunyai nilai seni yang tinggi, membuat situs ini menjadi tempat yang ramai diijamah warga bila liburan tiba ataupun hari-hari libur.

Situs yang kini dipelihara oleh warga desa itu sendiri yaitu Sapran, Juru Pelihara dari Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Lampung itu banyak didatangi pengunjung dari dalam maupun luar desa, yang selalu tidak lupa mengabadikan kedatangan mereka dengan berfoto di dalam maupun luar komplek situs itu.

Situs Purbakala Purawiwitan2 Situs Purbakala Purawiwitan1

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − nine =