Pulau Betuah, Pulau Kecil di Kabupaten Pesisir Barat

PULAU Betuah berada di Kecamatan Bengkunat Belimbing, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Pulau tersebut merupakan salah satu pulau kecil terluar Indonesia.

Nama Pulau Batu Kecil merupakan nama resmi yang digunakan pemerintah. Kedudukannya ditetapkan sebagai salah satu pulau kecil terluar dalam Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005 tentang pengelolaan pulau-pulau kecil terluar.

Awal adanya Pulau Betuah dimulai sejak kawasan Pesisir Krui (Kabupaten Pesisir Barat) dan sekitarnya didiami komunitas masyarakat adat berkelompok-kelompok yang dikenal dengan marga. Yakni, diperkirakan berlangsung pada abad 15 Masehi hingga saat ini. Marga yang menguasai wilayah serta berdekatan dengan Pulau Betuah ketika itu adalah Marga Belimbing. Marga tersebut pulalah yang pertama melihat wujud seperti kapal di tengah laut dan belum mengetahui bahwa wujud kapal itu adalah pulau.

Konon, Puyang Rakian Sakti-lah yang memberikan nama Pulau Betuah. Artinya, bertuah atau memiliki berkah dan membawa kebaikan. Pulau Betuah dikunjungi masyarakat sejak 1950-an. Sebelumnya, pulau tersebut jarang dikunjungi, bahkan tidak pernah.

Sementara itu, kunjungan pada masa periode 1950-an untuk menuju Pulau Betuah menggunakan dayung. Tujuan utama kunjungan tersebut adalah memantau kondisi Pulau Betuah yang menjadi hak masyarakat adat. Karena itu, hingga saat ini Pulau Betuah dikelola serta diawasi masyarakat adat Marga Belimbing. Secara adat, pengelolaannya menjadi tanggung jawab sai batin yang dilakukan secara turun-temurun hingga generasi ke-30 sampai saat ini.

Selama ini, masyarakat adat tidak memanfaatkan Pulau Betuah sebagai daerah permukiman (hunian), melainkan untuk kegiatan budi daya perkebunan kelapa. Pulau tersebut juga dijadikan area persinggahan nelayan tradisional. Selain untuk bersinggah, banyak nelayan yang kerap bermalam di pulau itu.

Sebagai pulau terluar, pulau ini memiliki Titik Dasar (TD) dan Titik Referensi (TR) sebagai acuan titik batas wilayah NKRI dengan nomor TNI-AL 060691 DKB 992. Di pulau ini juga telah dibangun mercusuar. Pada tengah pulau terdapat sumur sebagai sumber air tawar untuk kebutuhan nelayan yang singgah di pulau itu.[]

Pulau Betuah dilihat dari Angkasa

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + nineteen =