Rizki Muliadi: Maknai HAM Dengan Kasih Sayang

DUNIA memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang jatuh setiap tanggal 10 Desember. Penetapan tanggal tersebut adalah untuk memperingati pengadopsian Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada 1948 oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada 1950, Majelis Umum menerbitkan resolusi 423 yang isinya mengimbau semua negara anggota dan organisasi PBB untuk setiap tahunnya mengingat 10 Desember sebagai Hari HAM Internasional.

Sebagai makhluk sosial, Riski Muliadi berpendapat bahwa hak asasi manusia berupa hak asasi sosial, ekonomi, politik, sosial budaya, hak untuk mendapat perlakuan yang sama dalam tata cara peradilan, dan hak untuk mendapat persamaan dalam hukum dan pemerintahan. “Selain itu kebebasan berpendapat, kebebasan beribadah, kebebasan dari kemiskinan, dan kebebasan dari rasa takut juga termasuk akan HAM,” kata Riski yang berstatus mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Malahayati itu.

Riski menambahkan hari HAM harus dimaknai dengan kasih sayang. Mahasiswa pun harus bisa saling menyayangi sebagai civitas di Universitas Malahayati. Jangan sampai aksi demonstrasi yang berujung konflik, mencoreng hari HAM yang jatuh 10 Desember ini.

“Terciptanya kondisi kampus yang kondusif akan menjadikan suasana hati setiap orang akan damai. Begitupun mahasiswa yang menggelar aksi memperingati hari HAM sebaiknya menyampaikan aspirasi secara damai, agar tuntutan mereka bisa didengarkan,” kata Riski menutup pembicaraan.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *