13 Desember-Hari Kesatuan Nasional

KESATUAN sebuah bangsa itu sangat mahal harganya. Kesatuan menjadi salah satu faktor penunjang kemajuan sebuah bangsa karena dengan adanya kesatuan, maka seluruh rakyat bisa saling menolong, menopang, mendukung, dan memperlengkapi dalam satu visi yang sama. Bertepatan dengan hari Kesatuan Nasional yang diperingati pada 13 Desember 2015.

Persatuan Nasional berarti kesatuan dan kebulatan suara di kalangan masyarakat Indonesia. Indonesia adalah berdaulat, sekular, Republik demokratis sosialistis. Ini adalah negara luas dengan populasi yang luas. Ini adalah negara di mana orang berbicara bahasa yang berbeda dan mengaku agama yang berbeda. Orang-orang Hindu, Budha, Muslim dan Kristen tinggal di negeri ini.

Mereka berbeda satu sama lain dalam berbagai aspek. Meskipun secara politik satu, budaya dan agama mereka menjalani kehidupan yang berbeda. Sehingga dengan mudah dapat membayangkan bagaimana sulitnya untuk menyatukan semua orang dan memerintah mereka dengan hukum dan peraturan yang sama.

Karena itu membutuhkan persatuan, kesatuan dalam keragaman adalah dasar kebudayaan indonesia. Namun pencapaian ini kesatuan di tengah-tengah keragaman yang luas merupakan masalah besar di negara ini. Regionalisme, parokialisme, menyempit patriotisme menimbulkan hambatan besar di jalan persatuan. Kurangnya toleransi dan perasaan sesama menambahkan bahan bakar ke api disintegrasi.

Untuk mencapai persatuan ini mereka harus melupakan rasa sakit-di antara mereka. Mereka harus terinspirasi oleh semangat Persaudaraan Universal. Mereka harus ingat bahwa mereka tidak Oriyas, atau Bengali atau Gujarat. Hanya satu objek harus mengikat mereka bersama. Mereka harus bertujuan pada perdamaian dan kemakmuran bangsa. Mereka harus istirahat sekat sempit yang menghancurkan kesatuan bangsa
.
Indonesia percaya pada prinsip koeksistensi. Integrasi Indonesia tidak dapat mungkin tanpa semangat koeksistensi. Persatuan di antara orang Indonesia sangat penting untuk menyelamatkan negara kita dari agresi eksternal. Waktu telah tiba bagi kita untuk hidup bersama dengan semangat toleransi dan kerjasama.

Kiranya belas kasih Allah tercurah atas bangsa Indonesia ini sehingga kita semua boleh turut berjuang dan menikmati hidup di Indonesia dengan hati yang penuh sukacita dan syukur.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *