Cerita Survivor Kanker, Dinda Nawangwulan dalam Seminar Kesehatan BEM FK Universitas Malahayati

KANKER payudara umumnya memang banyak diidap wanita, bahkan di Indonesia sendiri diperkirakan kurang lebih ada sekitar 20.000 wanita terdeteksi mengidap penyakit ini disetiap tahunnya. Bahkan yang mengejutkan hampir 50% dari mereka sudah mengalami stadium lanjutan yang terlambat untuk disembuhkan.

Salah satu wanita yang pernah divonis mengidap penyakit ini adalah Dinda Nawangwulan. Wanita kelahiran 12 Oktober 1975 ini berbagi cerita dalam seminar kesehatan Fakultas Kedikteran Universitas Malahayati di Gedung Graha Bintang Universitas Malahayati, Sabtu 12 Desember 2015.

Vonis kanker bukanlah akhir segalanya bagi Dinda yang telah melalui drama kehidupan ”lengkap”. Baginya, drama adalah warna hidup, yang bisa dipandang seelok warna-warni riasan wajah.

Dinda adalah seorang survivor kanker payudara. Dia pertama kali terdiagnosa pada 2005 silam. Berdasarkan rekomendasi dokter yang menanganinya kala itu, Dinda memutuskan menyetujui operasi pengangkatan sekaligus rekonstruksi payudara, serta serangkaian pengobatan kemoterapi.

Sejak itu, meski harus menjalani kemoterapi yang berat, Dinda tetap merias wajahnya ceria dan berpenampilan funky, bahkan di saat seluruh rambutnya rontok akibat kemoterapi.

Di rumah sakit pun Dinda kerap menyemangati sesama perempuan penderita kanker untuk tetap optimistis dengan berdandan, yakni membubuhkan make-up di wajah dan berpenampilan apik. Sang dokter pun menyemangatinya untuk melakukan apa pun yang digemarinya. Dari situ Dinda tebersit untuk keluar dari tempatnya bekerja dan kursus merias wajah. Ya, merias wajah, baik dirinya maupun orang lain adalah hobi lama Dinda. Dari situlah, meski masih dalam kondisi sakit, Dinda lalu merintis bisnisnya sebagai make-up artist, Shimmer Inc. Bekerja sama dengan fotografer Adi Siagian, Shimmer Inc juga menawarkan fotografi berkonsep. Be brave, be pink, for Indonesia, demikian tajuk yang diangkat Pink Shimmerinc.

Ia pun memberikan motivasi untuk orang- orang yang sudah mengidap kanker ini untuk terus berjuang dan tetap semangat dalam menghadapinya. “Kanker tidak membuat hidup kita sampai disitu saja, Tuhan pasti akan memberikan jalan apabila kita berusaha,” kata Dinda saat diwawancara tim malahayati.ac.id.

Dinda menambahkan jika berusaha Tuhan akan permudahkan itu, maju terus pantang menyerah selangkah demi selangkah yang penting tetap berusaha. “Nikmati hidup sebaik mungkin selagi ada kesempatan, positive thingking bahwa kita sedang diberi kesempatan untuk mengistirahatkan semua organ tubuh seperti kita sedang di re-charger,” katanya.

Ia berpesan bagi yang sehat untuk mempertahankan pola hidup seimbang, sebab pencegahan dapat dilakuakan sejak dini dengan pola hidup seimbang.[]

1 reply
  1. pencegahan kanker
    pencegahan kanker says:

    Wah bagus ya tulisannya gan, terima kasih tulisannya sangat informatif, manfaat sekali gan terima kasih, mantap banget , bagus gan, boleh dong saya share gan, mau saya kirimgan , boleh ya saya
    kirim untuk teman saya.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 2 =