Menyambut Tamu Agung Dengan Tari Sigeh Pengunten

TARI Sigeh Penguten merupakan tari adat lampung yang berasal dari suku Pepadun. Tarian ini di persembahkan  untuk menyambut kedatangan para raja dan tamu-tamu istimewa. Sebagai cara menunjukan keramahan dan penghormatan dalam menyambut tamu. Mungkin karena hal ini kemudian tari sembah sigeh penguten identik sebagai tari penyambutan. Selain itu tarian ini  juga dipertunjukkan dalam upacara adat pernikahan masyarakat Lampung sebagai hiburan.

Busana yang dikenakanoleh para penari adalah busana asli daerah Lampung seperti yang dikenakan pengantin wanita asli suku Lampung lengkap dengan siger dan tanggainya. Penari biasanya menggunakan baju kurung bewarna putih (sesapur). Bagian bawah baju terdapat hiasan koin berwarna perak atau emas yang digantung secara berangkai (rumbai ringgit).  Kain tapis khas lampung juga tak luput dikenakan oleh penari.

Sedangkan pada atribut penari, ada banyak aksesoris yang dikenakan seperti:

  • Mahkota siger Pending, yaitu ikat pinggang dari uang ringgit Belanda dengan gambar ratu Wihelmina di bagian atas.
  • Bulu serti, yaitu ikat pinggang yang terbuat dari kain beludru berlapis kain merah. Bagian atas ikat pinggang ini dijaitkan kuningan yang digunting berbentuk bulat dan bertahtakan hiasan berupa bulatan kecil-kecil. ikat pinggang bulu serti dikenakan diatas pending.
  • Mulan temanggal, yaitu hiasan dari kuningan berbentuk seperti tanduk tanpa motif yang digantungkan di leher sebatas dada.
  • Dinar, yaitu mata uang Arab dari emas yang diberi peniti dan digantungkan pada sesapur,tepatnya di bagian atas perut.
  • Buah jukum, yaitu hiasan berbentuk buah-buah kecil di atas kain yang dirangkai menja diuntaian bunga dengan benang dan dijadikan kalung panjang yang dipakai melingkar mulai dari bahu ke bagian perut sampai ke belakang.
  • Gelang burung, yaitu hiasan dari kuningan berbentuk burung bersayap yang di atasnya direkatkan bebe yaitu kain halus yang berlubang-lubang. Gelang burung ini diikatkan pada lengan kiri dan kanan, tepatnya di bawah bahu.
  • Gelang kana adalah sebuah gelang yang terbuat dari kuningan berukir dan gelang Arab, yang dikenakan bersama-sama di lengan atas dan bawah.
  • Tanggai adalah hiasan yang berbentuk seperti kuku berwarna keemasan terbuat dari bahan kuningan yang dikenakan di jari penari.
  • Mahkota Siger adalah mahkota berbentuk seperti tanduk yang ditatah hias bertitik-titik rangkaian bunga. Siger ini berlekuk ruji tajam berjumlah sembilan buah. Disetiap puncak lekukan diberi hiasan bunga cemara dari kuningan. Sedangkan bagian puncak siger diberi hiasan serenja bulan, yaitu hiasan berupa mahkota  kecil yang mempunyai lengkungan di bagian bawah dan beruji tajam-tajam pada bagian atas serta berhiaskan bunga. Mahkota siger ini secara keseluruhan terbuat dari bahan kuningan.

Diiringi dengan lantunan alat musik khas Lampung penari dengan anggun menggerakkan berragam gerakan ada yang berdiri, lalu duduk, dan gerakan seperti menyembah. Seorang penari utama (pemimpin teri) di akhir penampilan tarian biasanya akan membawa kotak atau wadah sirih yang terbuat dari kuningan lalu diberikan kepada tamu istimewa tersebut. Biasanya di wadah itu tersimpan sirih, permen atau lainnya. Sang tamu diperkenankan mengambil permen dari wadah tersebut sebagai simbol penyambutan.

 

1 reply
  1. suryodiningart.com
    suryodiningart.com says:

    hallo Universitas Malahayati.. boleh saya pakai foto ini untuk kebutuhan komersil? foto ini mau saya pakai untuk sebuah desain kalender..

    mohon beri jawaban ke email saya.. terimakasih.. 🙂

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven − four =