Universitas Malahayati Perkuat Cinta Anak pada Orang Tua

SEBANYAK 542 wisudawan Universitas Malahayati (Unimal) melakukan budaya sungkeman yang dipertahankan pihak kampus sejak wisuda perdana. Acara sungkeman ini merupakan upaya untuk memperkuat ikatan emosional serta cinta antara orang tua dan anak yang baru saja diwisuda. Hal ini dikatakan Rektor Unimal Dr. Muhammad Kadafi saat wisuda ke-XVI, Selasa (21/4/2015).

“Setiap wisudawan harus menyadari dan mensyukuri keberhasilannya menyelesaikan kuliah berkat usaha dan doa orang tua,” kata Kadafi. Momen sungkeman itu juga bisa menjadi kesempatan bagi wisudawan meminta maaf atas kesalahannya.

Tidak hanya itu, ujar Kadafi, sungkeman juga menjadi kesempatan wisudawan memohon doa restu agar berhasil mendapat pekerjaan terbaik setelah lulus kuliah. “Kami akan terus menghidupkan budaya sungkeman agar wisudawan kembali mengingat dan menghayati sosok orang tuanya,” kata pria berdarah Aceh itu.

Ia meminta wisudawan tetap menjaga nilai-nilai luhur dan mengamalkan keilmuannya untuk kemajuan bangsa. Selain berbakti kepada orang tua, karakter lain yang harus dimiliki wisudawan adalah daya juang terutama menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir Desember 2015.

Dalam MEA, kegiatan ekonomi dan perdagangan internasional akan terintegrasi tanpa mengenal batas negara. “Tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Lampung harus mampu bersiang dalam percaturan tersebut,” kata Kadafi.

Ia mengatakan Unimal terus meningkatkan layanan pendidikannya untuk menyiapkan mahasiswa bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. “Jangan cepat berpuas diri. Teruslah belajar,”kata Kadafi. | sumber: lampost.co