Kadafi: Malahayati Harus Siap Sambut ASEAN Economic Community 2015

Ada semangat yang berbeda pada prosesi wisuda Universitas Malahayati. Bertema “Menghasilkan Lulusan yang Mampu Bersaing di Era Asean Economic Community 2015”, wisuda kali ini diharapkan menambah semangat civitas akademika Universitas Malahayati dalam menyongsong era tersebut.
“Ekonomi abad ke 21 yang ditandai dengan globalisasi ekonomi, merupakan proses kegiatan ekonomi dan perdagangan dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi tanpa batas teritorial negara. Lulusan Universitas Malahayati harus siap menyambut ASEAN Economic Community 2015 itu,” papar Rektor Universitas Malahayati, Dr. Muhammad Kadafi, SH. MH dalam sambutannya.

Menurut Kadafi, pada era globalisasi, akan terjadi persaingan tajam antarnegara dalam hubungan intraregional dan internasional. Pemerintah Indonesia pun telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti berlakunya Asean Economic Community (AEC) 2015. AEC 2015 merupakan hasil dari kesiapan tingkat negara-negara, dimana para pimpinan ASEAN sepakat untuk mengintegasikan wilayah ASEAN sebagai bentuk persiapan menghadapi era globalisasi dunia tahun 2020.

Dalam kesepakatan AEC 2015, terdapat beberapa kesepakatan, diantaranya free movement of goods and service. Yakni semua pengusaha ASEAN akan bebas untuk memasarkan barang yang di produksi di kawasan ASEAN, termasuk juga pekerja jasa seperti dokter, perawat, guru, finance, bank, dan lainnya.

Lalu free Of movement for skilled and talented labors, dimana setiap orang yang berada di kawasan ASEAN bebas untuk mencari pekerjaan sesuai klasifikasi dan keterampilan yang dimiliki. Kemudian freedom establishment and provision of service yang berarti setiap orang yang berada di kawasan ASEAN yang memiliki keahlian profesi bebas untuk membuka praktek dimanapun di kawasan ASEAN. Terakhir free movement of capital, dimana konsep ini menjamin adanya kekebasan perpindahan modal dari suatu negara ke negara ASEAN lainya.

“Fenomena perubahan era perdagangan pasar bebas, menjadi cambuk bagi kita sebagai anak bangsa untuk mempersiapkan diri bersaing di tingkat regional, nasional, dan internasional. Sehingga diharapkan mampu membawa bengsa indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya,” ungkap Kadafi kemudian.

Universitas Malahayati sebagai lembaga pendidikan yang turut melahirkan anak bangsa, senantiasa berbenah agar para lulusan memiliki hard skill and soft skill sebagai bekal untuk berkompetisi menuju era perdagangan pasar bebas dan era globalisasi dunia pada tahun 2020.

“Kami menyadari mungkin masih banyak hal-hal yang perlu dilakukan perubahan untuk menjadi sebuah universitas, yang mempu melahirkan anak-anak bangsa yang memiliki integritas dan mampu bersaing di era global. Untuk itu mari kita berbenah satukan visi, mempersiapkan diri menjadi bangsa besar. Yakni bangsa yang diperhitungkan oleh bangsa-bangsa yang telah maju dan berkembang,” paparnya lagi disambut tepukan meriah peserta wisuda.[] Andry/Bowo