Kesan Anggota Muda Mahapala Selama Mengikuti Pendidikan Dasar

PENDIDIKAN Dasar Mahapala yang diikuti oleh 8 calon anggota muda terasa begitu berkesan. Terhitung sejak 11 Desember, selama tiga hari mereka melaksanakan diksar di Taman Wan Abdurahman (Youthcamp), Hanura. Mereka dituntut untuk bisa bertahan meski dengan persediaan yang seadaanya. Disana mereka harus bisa memanfaatkan alam sekitar, tanpa sedikitpun merusaknya. Ini bertujuan agar mereka lebih dekat dan bisa bercengkrama dengan alam tanpa merusak alam itu sendiri.

Selain harus bisa bertahan dengan persediaan yang minim, gemblengan fisik juga mereka dapatkan selama diksar. Mereka dilatih secara fisik, mental dan kecepatan berfikir agar kelak mampu bertahan ketika berada di alam bebas. Karena saat di alam bebas, semua bisa terjadi oleh karena itu, setiap pecinta alam harus tangguh, tangkas dan terampil.

“Kami benar-benar merasa tiga hari selama diksar adalah hal yang takkan pernah terlupakan. Mental dan fisik kami ditempa habis-habisan. Fisik, otak dan mental kami dipacu terus agar mampu bertahan meski dengan persediaan minim. Yang kami miliki hanyalah bekal latihan selama diksar dan keluarga mahapala yang lain. Diksar itu membuat saya sadar betapa berharganya sebuah kehidupan. Bagaimana cara bertahan hidup meski itu sulit. Selama ada teman disebelah kita, kita pasti mampu melewati kesulitan itu,” ujar Sodik, peserta diksar.

Senada dengan hal itu, Keket yang juga mengikuti diksar mengatakan betapa berkesannya diksar kali ini. Ia merasa kekeluargaan yang dibangun di Mahapala begitu erat dan kokoh. Ia yang kebetulan seorang wanita, sangat dilindungi oleh para saudara calon Anggota Muda yang lain selama diksar. Ia mengatakan 3 hari diksar adalah tiga hari terberat, terpanjang, terindah yang mengajarkannya arti bersyukur dan apa itu arti solideritas dan kekeluargaan.

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *