Minak Gulung, Simbol Perlawanan Dari Tiuh Toho

BAGI masyarakat tulang bawang, nama Minak Gulung sangat familiar, tokoh ini dikenal sakti khususnya bagi warga Tiuh Toho [kampung tua]. Dari penuturan warga setempat, tokoh ini mulai dikenal saat pada peristiwa peperangan antara Minak Gulung dan para tentara dari negeri Cina.

Pasalnya saat itu, para penguasa cina yang ingin menguasai sumber daya alam Menggala saat itu  yang kaya dan merupakan pelabuhan yang strategis, pada saat itu tokoh Minak Gulung hanya sendiri untuk dapat mengalahkan seluruh serdadu cina dengan sendiri tanpa prajurit. Dan korban dari pembantaian yang dilakukan oleh Minak Gulung tersebut dikumpulkan menjadi satu yang tempatnya sekarang disebut sebagai Pulau Daging. Kehidupan pada masa itu sudah mengenal sistem perkampungan yaitu pada masa dahulu perkampungan tertua di daerah Tulang bawang salah satunya adalah Tiuh Toho.

Peninggalan-peninggalan yang dapat dilihat sekarang adalah sebuah tempat pemakaman Minak Gulung yang terdapat di kampung Tiuh Tuho. Ditempat tersebut terdapat petilasan makam dan tempat lainya yang dipercayai oleh masyarakat sebagai tempat dari Minak Gulung.

Selain makam petilasan Minak Gulung, terdapat rumah tua, yaitu rumah yang pada masa dulu telah ada di dekat makam Minak Gulung. Rumah tersebut terbuat asli dari tanaman tanaman seperti rotan, bambu, kayu lama, dan rumput rumput lama sebagai atapnya.

Pohon Besar, disana terdapat pohon besar yang telah berumur puluhan tahun yang lalu, mengapa dikatakan demikian bahwa sekelompok peneliti dari universitas di jakarta pernah mencoba meneliti pohon tersebut tetapi tidak diketemukan.

Tetapi juru kunci makam tersebut mengatakan bahwa anak dari pohon tersebut yang tumbuh dari akar pohon besar tumbuh pada tahun 1987 sampai sekarang pohon tersebut masih berukuran 50 cm.

Ditempat itu juga terdapat sumur yang dianggap sumur suci dimana sumur tersebut telah ada sejak lama. Banyak pengunjung yang selalu datang untuk berziarah dan membasuh muka dengan air sumur tersebut.

Tempat-tempat yang terdapat di makam peninggalan Minak Gulung tersebut terdapat tempat sebagai berikut terdapat mushola, terdapat tempat pondokan bagi kaum laki-laki, terdapat pondokan bagi kaum perempuan dan juga terdapat tempat beristirahat dan tempat untuk makan.

Pada hari Jum’at di pemakaman Minak Gulung ramai dikunjungi oleh masyarakat Tulang Bawang yang memiliki tujuan berziarah dan berdoa demi untuk dapat berhasil dalam usaha maupun dalam pekerjaanya, dalam hal ini pengunjung tidak diharuskan untuk membawa sesuatu sebagai syarat dari berziarahnya tersebut.

Kendati masyarakat Tulang Bawang banyak yang mengkeramatkan dan mempercayai kesaktian Minak Gulung, namun masyarakat setempat tidak mengetahui jelas siapa sebenarnya Minak Gulung, dalam silsilah kerajaan Tulang Bawang pun tidak ada nama tokoh sakti itu, Minak Gulung hanya sebagai tokoh yang memiliki kekuatan dan mampu mengusir gangguan untuk menguasai Tulang Bawang saat itu. ||Sumber: Infolampung.com[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *