Dodo Kumadi: Kupilih Tidak Bila Itu Bisa

Kupilih Tidak Bila Itu Bisa

Karya: Dodo Kumadi

Keresahan

Sore itu, langit menarikan lirik kematian kelam

Seolah membujuk ku untuk ikut tertidur bersamanya

Kutarik cahaya Kunang-Kunang yang sedang berlarian

Dan tak satupun ku dapat

Lalu apa?

Ketika bumi sendiri takutakan langit

Dan cahaya pun enggan menunjukkan kasihnya

Hanya Tangis bercerita akan batu yang setengah ingin mati

Ku tatap mega yang perlahan memudar

Deru tangis air mulai menghilang

Terlihat

Anak kecil sedang tertawa sedu atas kepergian ibunya

Terdiam ku tak bersuara sedikit meneteskan rasa kepedihan

Dimana aku

Dunia, bakhan alam semesta seperti tak pernah kuhuni

Melepas baju yang kupakai

Seolah merontak ingin melepas

Senyum suci ku, seakan tak membantu.

Teringat

Surga di telapak kaki ibu

Dengan cepat aku beranjak pulang kerumah

Yang dulu ku anggap itu penjara

Dengan sepi kumulai mendekat

Kutapaki kaki busuk ini

Tuhan

Kenapa air mata ini mengalir tanpa permisi

Terlihan kain terhampar di tengah ruang kehampaan

Photo mu ibu

Bersamdar diatas gumpalan kain yang dulu kau saying

Kalut ini semakin meluas ibu

Ada apa denganmu

Langit seakan runtuh hari ini

Bumi seolah tak ingin ku pijak

Ibu

Namamu terpanjang disini

Kuterdiam sepanjang nadi ini berdenyut kalut

Lengkap dunia ku hancur

Surgaku hilang bersama pemilik_Nya.

Bandarlampung, 10 Januari 2014

Profil Penulis: Dodo Kumaidi, Fakultas Teknik Jurusan Lingkungan Universitas Malahayati angkatan 2012, asal Way Kanan.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + two =