Bandar Lampung, Kota Tapis Berseri

Kota Bandar Lampung adalah ibu kota provinsi Lampung. Kota ini memiliki luas wilayah daratan 169,21 km² dan terbagi ke dalam 20 Kecamatan dan 126 Kelurahan dengan populasi penduduk 1.167.101 jiwa (berdasarkan data tahun 2014. Menurut jumlah penduduk Bandar Lampung merupakan kota terbesar ketiga di Pulau Sumatera setelah Medan dan Palembang. Secara geografis, kota ini menjadi pintu gerbang utama pulau Sumatera, tepatnya kurang lebih 165 km sebelah barat laut Jakarta.

Pada zaman kolonial Hindi Belanda, wilayah kota Bandar Lampung termasuk wilayah Onder Afdeling Telokbetong. Ibukota Onder Afdeling Telokbetong adalah Tanjungkarang, sementara Kota Telokbetong sendiri berkedudukan sebagai Ibukota Keresidenan Lampung. Kedua kota tersebut tidak termasuk ke dalam Marga Verband, melainkan berdiri sendiri dan dikepalai oleh seorang Asisten Demang yang tunduk kepada Hoof Van Plaatsleyk Bestuur selaku Kepala Onder Afdeling Telokbetong. Pada zaman pendudukan Jepang, kota Tanjungkarang-Telokbetong dijadikan shi (Kota) dibawah pimpinan seorang shichō (bangsa Jepang) dan dibantu oleh seorang fukushichō (bangsa Indonesia).

Tapis merupakan kerajinan khas Lampung yang juga kebanggaan masyarakat Lampung. Tapis adalah bentuk kain wanita yang berupa sarung yang terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan dari benang emas atau perak dengan cara membuatnya menggunakan sulam.

Dengan slogan yang terpampang di atas gapura di Bandar lampung yang berbunyi “Bandar Lampung Tapis Berseri” (Tertib, Aman, Patuh, Iman, Sejahtera, dan bersih, sehat , Rapih dan Indah) membawa nama kota ini menjadi kota besar terbersih.  Hal ini dibuktikan dengan penghargaan adipura kencana yang menobatkan kota bandar lampung menjadi kota besar terbersih pada tahun 1995 dan tahun 2009.

Selain itu banyak tempat wisata yang wajib dikunjungi apabila segang berada di kota Bandar Lampung, seperti Bumi Kedaton Resort, Lembah Hijau, Wira garden dan lain-lain.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *