Kemenkes: Cara Mencegah Virus Zika Sama dengan DBD

Penyebaran virus zika semakin meluas, Kementerian Kesehatan mengimbau warga untuk tetap waspada dan terus melakukan pencegahan.

Oscar Primadi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, pencegahan yang dilakukan sama seperti dengan pencegahan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). “Virus ini kan penularannya sama dengan DBD, yaitu dari nyamuk aedes aegepti sehingga pencegahan virus ini sama juga dengan DBD,” ujar Oscar.

Satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik) merupakan salah satu upaya pencegahan. Masih ingat dengan rumus 3M, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk DBD, hal tersebut juga merupakan upaya pencegahan virus zika.

“Ingat, nyamuk aedes aegepti itu sukanya di air bersih. Untuk memutus mata rantai, intinya jangan bikin sarang nyamuk,” kata Oscar.

Selain itu, direktorat Surveillance dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan juga mengaktifkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bandara.

Meski pemerintah tidah memberikan travel warning bagi WNI yang ingin berpergian ke daerah yang sedang dilanda virus Zika. Namun, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk sebaiknya menunda rencana berpergian ke wilayah Amerika Latin.

Di Brasil, lebih dari 2700 kasus mikrosefali ditemukan sepanjang tahun 2015 pada ibu hamil yang terinfeksi virus Zika melalui gigitan nyamuk. ibu hamil yang terinfeksi virus Zika berpotensi melahirkan bayi dengan mikrosefali atau kecacatan pertumbuhan otak pada tahun ini. |sumber: kompas.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − eleven =