Astronom Temukan Sepasang Lubang Hitam yang Tidak Biasa

SATU tim astronom yang dipimpin oleh Dr Julia Comerford dari University of Colorado, Boulder, melihat hal langka yakni, sepasang lubang hitam di galaksi jauh yang dikenal sebagai J1126 + 2944.

J1126 + 2944 (SDSS J112659.54 + 294.442,8) adalah sebuah galaksi yang terletak di konstelasi Ursa Major, sekitar 1,3 miliar tahun cahaya dari Bumi.

Menurut Dr Comerford dan rekan-rekannya, galaksi ini merupakan hasil merger antara dua galaksi yang lebih kecil, yang membawa bersama-sama sepasang lubang hitam. Salah satu lubang hitam dikelilingi oleh sejumlah bintang khas, tetapi lubang hitam lainnya adalah lebih aneh dan memiliki jumlah bintang lebih rendah dari yang diharapkan.

“Salah satu lubang hitam kelaparan akan bintang, dan memiliki 500 kali lebih sedikit bintang yang terkait dari lubang hitam lainnya. Pertanyaannya adalah mengapa ada perbedaan seperti itu,” tanya Dr Comerford, yang merupakan penulis pertama dari makalah yang diterbitkan dalam Astrophysical Journal (arXiv.org preprint).

“Salah satu kemungkinannya adalah bahwa gaya gravitasi dan pasang surut yang ekstrim hanya melucuti sebagian besar bintang dari salah satu lubang hitam selama penggabungan galaksi.”

Lubang hitam massa menengah yang diperkirakan ada di pusat galaksi kerdil, dengan demikian memiliki angka yang lebih rendah dari bintang yang terkait. Lubang hitam massa menengah dapat tumbuh suatu hari nanti menjadi lubang hitam supermasif.

“Teori memprediksi bahwa lubang hitam menengah memang ada, tetapi mereka sulit untuk ditemukan, karena kami tidak tahu persis letak di mana untuk melihatnya. Galaksi yang tidak biasa ini dapat memberikan sekilas salah satu lubang hitam langka bermassa menengah ini, “jelas rekan penulis, Dr Scott Barrows, yang juga dari University of Colorado, Boulder.

Jika J1126 + 2944 memang mengandung lubang hitam menengah, ini akan memberikan astronom kesempatan untuk menguji teori bahwa lubang hitam supermasif berkembang dari benih lubang hitam yang bermassa lebih rendah.

|sumber: nationalgeographic.co.id, Sci-News.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 3 =