Inilah Sejarah Pesawat Tanpa Awak Drone

PESAWAT tanpa awak atau Pesawat nirawak adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya . Penggunaan terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer. Rudal walaupun mempunyai kesamaan tapi tetap dianggap berbeda dengan pesawat tanpa awak karena rudal tidak bisa digunakan kembali dan rudal adalah senjata itu sendiri.

Sejak awal abad 19, sebelum Perang Dunia I. Wikipedia yang merujuk makalah dari Centre for Telecommunications and Information Engineering (CTIE) Monash University menyebut bahkan konsep pesawat tanpa awak ini pertama kali digunakan 22 Agustus 1849.

Abraham Karem, insinyur Israel yang kemudian bermigrasi ke AS ini awalnya membuat pesawat nirawak dari garasi rumahnya di Irvine, California yang dinamakan Albatros. Prototipe pesawat nirawak buatan Karem berhasil dilirik Badan Proyek Riset Pertahanan AS (Defense Advanced Research Projects Agency/DARPA) yang kemudian mendanai penelitian lanjutan dari prototipe yang dikembangkan Karem. Mulai saat itu, riset drone di AS berkembang hingga terciptalah drone bernama Predator yang fenomenal itu.

Badan Intelijen AS (CIA) juga mengembangkan drone ini secara rahasia hingga tahun 4 Februari 2002, CIA menggunakan drone Predator itu untuk melakukan serangan di dekat Kota Khost, Afghanistan. Sasarannya, Osama Bin Laden yang telah menjadi tertuduh pasca peristiwa 9/11 dan di bawah pemerintahan Presiden AS Barack Obama, aksi penyerangan AS yang dilakukan drone sudah menewaskan setidaknya lebih dari 3 ribu orang, 500 di antaranya warga sipil. Fakta ini membuat drone dipandang sebagai robot pembunuh

Selain dinilai sebagai ‘robot pembunuh’, penggunaan drone untuk tujuan non-militer masih berlangsung. Bahkan di Australia, drone ini dipakai untuk mengatasi kebakaran hutan. Warga sipil juga ada yang ikut menyalahgunakan drone seperti yang terjadi di Kota Melbourne, Maret 2014 lalu di mana pesawat tanpa awak itu digunakan untuk menyelundupkan narkoba ke penjara.

Di Indonesia, lembaga riset seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), kemudian beberapa kampus riset seperti ITB dan Universitas Surya dengan TNI AD juga sudah membuat prototipe dari pesawat drone.

|Sumber: mediasatu24.com

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *