Zeofilter, Alat Pemurni Biogas Agar Hasilkan Energi Optimal

Biogas merupakan sumber energi alternatif yang berasal dari hasil pengolahan kotoran sapi menggunakan digester atau alat pengolah biogas. Hasil pengolahannya adalah energi gas untuk menyalakan kompor dan menghidupkan genset sehingga menghasilkan energi listrik.

Namun terkadang, hasil pengolahan digester belum tentu menghasilkan gas sesuai harapan. Maklum saja, ada gas lain yang turut serta sebagai pengotor seperti H2O, CO2, SO2, H2S, dan lainnya yang menyebabkan performa biogas kurang maksimal.

Peneliti Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (BPPTK) Gunung Kidul, Yogyakarta, Satriyo Krido Wahono mengungkapkan, untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya telah menciptakan inovasi berupa alat filter biogas yang dinamai Zeofilter.

“Zeofilter berfungsi untuk meningkatkan performa biogas dengan pemurnian agar energi yang dihasilkan lebih optimal,” ujarnya di sela-sela Sosialisasi Hasil Riset LIPI di Media Center LIPI Jakarta, Kamis (28/1) lalu.

Satriyo menjelaskan, spesifikasi alat ini berukuran berat 2.500 gram per paket berbentuk silinder dengan panjang antara 50-70 cm dan diameter (ukuran tengah) 10-12 cm. “Filter tersebut terpisah dari digester,” tambahnya.

Sementara kandungan bahan filter sendiri, terdiri dari 80 persen batuan alam Zeolite dan 20 persen bahan kimia pengikat. “Khusus Zeolite, batuan tersebut cukup mudah ditemui di alam Indonesia, terutama di wilayah Gunung Kidul,” tuturnya.

Keunggulan

Adapun keunggulan Zeofilter, Satriyo menyebutkan bahwa materi penyerap mempunyai sifat/kemampuan multi-adsorpsi (membersihkan) semua gas pengotor biogas. “Dengan penggunaan filter, kadar gas metana dalam biogas dapat meningkat sebesar 5-20 persen dari kadar metana awal,” tandasnya.

Keunggulan lain, lanjutnya, biogas hasil penyaringan mampu meningkatkan efisiensi konversi (pengubahan) energi listrik dengan menggunakan genset. “Energi listrik yang dihasilkan maksimal dan sesuai yang diharapkan,” imbuh dia.

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Blitar Jawa Timur tersebut menuturkan, filter juga mengurangi potensi korosi pada kompor atau mesin konversi energi lainnya. Untuk pengembangan lanjutan, filter dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pemurnian berbagai macam gas yang bersifat sebagai polutan (penyebab polusi udara), baik di cerobong asap pabrik, kendaraan bermotor dan lainnya.

Satriyo menambahkan, alat berbentuk silinder hasil penelitiannya bersama tim tersebut mengandung material penyerap berbahan padat berbasis material lokal Indonesia. “Kami membuat alat ini dengan komponen utama berasal dari dalam negeri,” sambungnya.

Dikatakannya, Zeofilter telah digunakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Barat. “Selama menggunakannya, UMKM mendapatkan pendampingan dari kami agar mempermudah proses pengenalan energi terbarukan di masyarakat,” terangnya.

Dengan pemanfaatan tersebut, Zeofilter tentu telah terbukti dapat diaplikasikan dimasyarakat dan siap untuk digunakan di dunia industri, apalagi hasil invensi itu sudah mendapatkan paten dan memperoleh penghargaan.  | sumber : Humas LIPI

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *