Pendapat Rika Yulendasari Tentang Kanker pada Peringatan Hari Kanker Dunia

SEJAK tahun 2000, 4 Februari diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day. Penggagasnya adalah International Union Against Cancer atau UICC, yaitu konsorsium global beranggotakan lebih dari 280 organisasi antikanker di 90 negara. Hari Kanker Sedunia diperingati untuk meningkatkan kepedulian pada kanker dan langkah pencegahan, deteksi dini, maupun pengobatannya.

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Kanker berkembang dari satu sel tunggal yang terjadi sebagai akibat dari interaksi antara faktor genetik seseorang dan tiga faktor eksternal. Tiga faktor eksternal itu bisa dikategorikan sebagai karsinogen fisik, radiasi ultraviolet, dan proses ionisasi.

Normal_cancer_cell_division_from_NIH Ketika sel normal (A) rusak atau tua (2), mereka mengalamiapoptosis (1); sel kanker (B) menghindari apoptosis dan terus membelah diri.

Rika Yulendasari SKep Ns MKes kepada malahayati.ac.id, Kamis, 04 Februari 2016, menjelaskan kanker merupakan suatu penyakit yang masih bisa disembuhkan jika sudah terdeteksi sejak dini. Terlebih pada dewasa ini sudah banyak tips dan trik mendeteksi kanker sejak dini. “Hanya saja masalahnya banyak orang tak peduli dengan itu, kebanyakan sekarang kasus yang tidak tertolong itu pada stadium awal,” katanya.

Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) Universitas Malahayati ini mengatakan, ada hal yang dapat kita lakukan agar terhindar dan bersahabat dengan kanker, yaitu hidup sehat seperti pola makan yang baik, konsumsi air putih dan olahraga yang cukup untuk hindari kanker dengan melakukan deteksi dini, pengobatan untuk semua pasien kanker, dan meningkatkan kualitas hidup.

“Dengan menghindari faktor-faktor yang bisa memicu kanker, kemungkinan terserang oleh penyakit ini bisa diperkecil. Jika sudah mengidap kanker, pengobatan dan tata laksana yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup penderita,” kata Ajeng, sapaan akrabnya.

Sebagai makhluk sosial tentunya peduli sesama merupakan bagian dari hidup termasuk peduli kepada penderitakanker, hal ini baik untuk memotivasi mereka agar lebih percaya diri akan kesembuhannya. “Terutamabagi yang memiliki basic ilmu kesehatan itu harus merangkul dan memberikan motivasi serta mengarahkan mereka untuk berjuang melawan kanker,” kata wanita kelahiran Palembang, 27 Maret 1989.

Menurutnya, komunikasi adalah hal utama yang harus dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri penderita kanker. Memberi motivasi pun tak hanya kepada si penderita, penting juga memberi motivasi kepada keluarganya. Agar pihak keluarga ikut support dan memotivasi si penderita kanker.[]

 

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *