Al-Anwar, Masjid Tertua di Lampung

MASJID Al-Anwar merupakan salah satu masjid tertua di Lampung dan usianya telah mencapai 165 tahun. Selain memiliki nilai sejarah tinggi, masjid ini juga memiliki berbagai peninggalan keramat.

Saat didirikan pada 1839, masjid berukuran 30 x 35 meter yang berada di kawasan pusat perdagangan Jalan Malahayati, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung, ini bernama Masjid Jami Persegi. Masjid didirikan di atas tanah wakaf seluas 1.511 meter persegi oleh warga muslim pendatang dari suku Bugis, Sulawesi Selatan dan Palembang, Sumatra Selatan.

Namun, setelah direnovasi akibat bencana letusan Gunung Krakatau pada 1983 masjid ini berubah nama menjadi Masjid Al-Anwar. Bangunan utama masjid yang mampu menampung 2.500 jemaah memiliki enam tiang beton penyangga yang melambangkan jumlah rukun iman. Di kompleks masjid terdapat pula dua meriam peninggalan Portugis. Konon, dulunya meriam ini selalu dibunyikan sebagai tanda waktu berbuka puasa.

Di perpustakaan masjid tersimpan sebuah Alquran dan tafsir tua yang telah berumur 173 tahun beserta 200 kitab ajaran Islam peninggalan para ulama. Selain itu juga terdapat sebuah gentong air yang dikeramatkan yang dulunya digunakan untuk berkumur para ulama saat berbuka puasa.

Di bagian belakang masjid terdapat sebuah sumur keramat bernama Sumur Seribu Doa yang airnya belum pernah mengering sejak digali ratusan tahun lampau. Bahkan air sumur ini diyakini dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. |sumber: bandarlampungkota.go.id, melayuonline.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 16 =