Workshop Pengembangan Soal Uji Kompetensi Nasional Tahun 2016

Direktur Penjaminan Mutu, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemristekdikti, Aris Junaidi, memberi pengarahan pada  Workshop Pengembangan Soal Uji Kompetensi DIII Kebidanan, DIII Keperawatan dan Profesi Ners.

Ia mengatakan peningkatan jumlah soal yang tersedia di bank soal dan soal-soal yang telah digunakan dapat dijadikan sarana untuk belajar mandiri bagi para calon lulusan, sehingga periode ujian diharapkan dapat ditambah jumlahnya.

Bertempat di Yogyakarta, dimana sebagai host Pembantu Rektor II Universitas Diponegoro dan dihadiri oleh 150 pakar dan dosen keperawatan dan kebidanan seluruh Indonesia, para pakar dan dosen membahas materi terkait pengembangan soal uji kompetensi yang nantinya diharapkan dapat menjadi booklet setelah mendapatkan masukan dan persetujuan Kolegium dan Organisasi Profesi.

Isi booklet menjadi penting untuk menjamin bahwa soal mengukur kompetensi secara utuh, sesuai dengan kompetensi kerja atau kompetensi profesional. Acara yang berlangsung pada 13-15 Februari 2016 ini berlangsung meriah karena banyak masukan dari para peserta dalam Pengembangan Soal Uji Kompetensi.

Seperti diketahui, Uji Kompetensi Nasional Tiga Kategori Prodi di atas dilakukan 2 (dua) periode setiap tahunnya. Hal ini dilakukan untuk memperkaya Bank Soal Nasional melalui pelatihan bagi para pengembang soal (item writer dan item reviewer) yang berasal dari seluruh elemen keperawatan dan kebidanan di Indonesia.

Saat ini berbagai upaya pengembangan soal telah dilakukan di setiap institusi pendidikan dan regional bersama asosiasi pendidikan secara berjenjang. Model berjenjang tersebut efektif untuk meningkatkan keterampilan pengembangan soal, namun belum efektif untuk menghasilkan paket booklet soal sesuai blueprint.

Sebabnya, pada beberapa komponen soal, ada yang tidak dapat dikembangkan dan diawasi, seperti jumlah soal yang terlalu banyak dan ada yang terlalu sedikit. Untuk itu, dilakukan Manajemen Pengembangan Soal Terfokus agar setiap elemen dalam blueprint dapat dipenuhi dalam satu langkah yang disebut sebagai proses development and review pada kelompok dosen yang sudah terlatih.

Kegiatan ini diharapkan dapat digulirkan secara berkelanjutan agar dapat meningkatkan bank soal dan capacity building dari dosen yang berminat mengembangkan soal di seluruh Indonesia. Selanjutnya, diperlukan pelatihan khusus untuk segmen atau sel-sel tertentu dalam blueprint yang masih lemah. Tentunya keterlibatan dosen dan ahli untuk membuat pengembangan soal tersebut sangat dinanti. | sumber: ristekdikti.go.id | foto: ilustrasi

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *