Seminar Latgab: Teknik Penyelamatan Bawah Air yang Tepat

Materi Rescue Under Water menjadi salah satu materi yang disampaikan pada sesi seminar Latihan Gabungan Tenaga Bantuan Medis se-Sumatera, di Kampus Malahayati, Sabtu (25/4) pagi. Adalah dr. Andri Putro. S. SKDP yang menjadi pemateri.

Dihadapan 33 peserta Latgab Andri memaparkan pentingnya mengenal dunia bawah laut sebagai bekal penyelamatan bawah laut. “Pastinya harus mengauasai teknik menyelam dan berenang,” ungkapnya. Kemudian setidaknya harus berbadan sehat, tidak memiliki sakit yang fatal dan memiliki lisensi yang diakui nasional maupun internasional.

“Kehidupan dunia bawah air itu sangatlah menarik untuk dilihat. Terdapat berbagai jenis ikan dan ragam tumbuhan laut. Warna warni dunia bawah laut sangat menarik bagi penyelam, terutama untuk menyentuh dan memegangnya. Namun, diantara sekian banyak tumbuhan maupun binatang itu, terdapat beberpa jenis yang membahayakan,” ungkap Andri lagi.

Diantara hewan dan tumbuhan yang wajib dikenali dan diwaspadai antara lain ikan hiu, ikan baracuda, belut moray, anjing laut, dan singa laut. Lalu ubur-ubur, cone shell (kerang beracun), ikan pari, stone fish, echinoidea (bulu babi), karang api, dan stinging hydroid.

Sementara, jenis-jenis kecelakaan yang biasanya dialami penyelam atau perenang di laut adalah drowning (tenggelam), decompression, barotrauma, hipotermia, tergigit atau tertusuk, keracunan, hingga tersengat, dan lain-lain.

“Pertolongan pertama yang harus dilakukan pada korban yang tergigit atau tersengat makhluk bawah air harus benar-benar dipahami. Pertama-tama penolong harus tenang. Lalu kenali jenis cideranya, dan segera putuskan tindakan awal yang tepat,” demikian Andri menjelaskan.[]