Memenuhi Syarat, 104 PTS Telah Diaktifkan Kembali

Kementerian Ristek dan Dikti telah mengaktifkan 104 pergguruan tinggi swasta (PTS) yang berstatus pembinaan. Saat ini PTS yang masih berstatus pembinaan tersisa 21 PTS.

Selain itu ada 103 PTS yang telah ditutup atau dicabut izinnya karena  permohonan dari PTS yang bersangkutan atau rekomendasi dari Kopertis. Masalahnya, setelah dilakukan visitasi, PTS tersebut tidak bisa memenuhi syarat minimal yang ditetapkan menurut peraturan yang berlaku.

Adapun PTS yang masih dalam status pembinaan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohamad Nasir berupaya terus mendampingi. Hal tersebut diungkapkan Nasir dalam acara diskusi dan rapat dengan perguruan tinggi yang sedang dibina oleh Kemenristekdikti.

Diskusi yang dipimpin oleh Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo, berlangsung di auditorium lantai 2 Kemenristekdikti Senayan, Jakarta pada 22 Februari 2016.

Pada acara ini juga dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kemenristekdikti, Jamal Wiwoho, Staf Ahli Kemenristekdikti bidang Akademik, Paulina Panen, Para Dirjen Kemenristekdikti, dan Rektor 243 perguruan tinggi pembinaan.

Sebagaimana diketahui bahwa pada September 2015, informasi melalui PD Dikti, PTS yang dalam status pembinaan sejumlah 243 PTS, yang terdiri dari 228 PTS di lingkungan Kemenristekdikti dan 15 PTS dari Kementerian Agama. Selanjutnya Kemenristekdikti melalui Ditjen kelembagaan, membentuk tim pendampingan akademik yang bertugas untuk melakukan pembinaan kepada PTS-PTS yang dalam status pembinaan tersebut.

Tim pendampingan akademik selanjutnya bekerjasama dengan Kopertis untuk melakukan visitasi, dan selanjutnya PTS membuat pakta integritas yang berisi kesanggupan memenuhi persyaratan beserta sanksi bila tidak sanggup memenuhi persyaratannya. Pakta integritas tersebut selanjutnya dijadikan dasar bagi Kopertis untuk mengajukan rekomendasi pengaktifan PTS.

Dalam sesi tanya jawab Nasir mangatakan akan menyiapkan tim untuk melakukan pendampingan ke PTS yang memerlukan pendampingan. “Hingga saat ini sudah ada 8 tim yang kita bentuk,” ujar Nasir. | sumber: ristekdikti.go.id

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + twenty =