Ini Dia Sejarah dan Perkembangan Alat Endoskopi dalam Bidang Kedokteran

ENDOSKOPI merupakan pemeriksaan rongga tubuh menggunakan endoskop yang digunakan untuk diagnosis atau penyembuhan. Teknik ini menggunakan serat optik dan teknologi video sehingga memampukan keseluruhan struktur tubuh dapat diinspeksi secara keseluruhan. Banyak penyembuhan yang dulunya melalui operasi tetapi saat ini sudah lebih mudah serta lebih aman menggunakan endoskopi.

Endoskopi pertama dikembangkan pada tahun 1806 oleh Philipp Bozzini di Mainz dengan pengantar dari “Lichtleiter” (light konduktor) “untuk pemeriksaan dari kanal dan rongga tubuh manusia”. Namun, Wina Medical Society setuju dengan rasa ingin tahu tersebut. Penggunaan lampu listrik merupakan langkah besar dalam peningkatan endoskopi. Lampu eksternal pertama ini mampu memberikan cukup pencahayaan untuk memungkinkan cystoscopy, histeroskopi dan sigmoidoskopi serta pemeriksaan hidung (dan kemudian dada) rongga seperti yang sedang dilakukan secara rutin pada pasien manusia dengan Sir Francis Cruise (menggunakan sendiri endoskopi tersedia secara komersial nya) pada 1865 di Rumah Sakit Mater Misericordiae di Dublin, Irlandia.

Endoskop dimasukkan lewat celah tubuh yang terbuka seperti mulut, vagina. Endoskopi digunakan untuk diagnosis organ yang berongga. Organ dapat diambil gambarnya dan biopsi (pembuangan contoh jaringan yang kecil untuk analisis mikroskop). Endoskopi dapat diulang secara aman pada jarak waktu yang sering untuk memantau kondisi dan respon dari pengobatan.

Sejarah dari gastrointestinal endoskopi dibagi atas 3 periode, yaitu, periode endoskop kaku atau straight rigid tubes antara tahun 1795 – 1932, periode setengah lentur atau semi- flexible tube endoscopy antara tahun 1932 – 1958, dan periode fiberoptic endoscopy, yang diawali pada tahun 1958. Dan sejak tahun ini pula perkembangan baik endoskopi maupun gastroenterologi terasa sekali sangat pesatnya.

Pada periode endoskop kaku yang diawali oleh sarjana Bozzini pada 1795. Pada waktu ini untuk memeriksa rektum dan uterus. Sarjana tersebut membuat suatu alat dari logam dengan diberi penyinaran lilin. Pada 1868 Kussmaul pertama kali membuat gastroskop dari logam. Karena alat tersebut masih kaku dan yang dilengkapi dengan lampu dan kaca yang memantulkan cahaya, maka disebut straight rigid gastroskop . Kemudian gastroskop tersebut diperbaiki/disempurnakan oleh Mikulicz pada 1881, dengan membuat lekukan di ujungnya sebesar 30 derajat, sehingga dapat digunakan untuk memeriksa isi lambung lebih sempurna dan disebut rigid elbowed gastroscope.

Perkembangan tidak hanya mengenai bentuk endoskop saja,tapi juga penyinarannya. Bila tadinya hanya memakai penyinaran dengan lilin maka sejak 1906 dipakai penyinaran listrik. Dan ini dipelopori oleh Rosenheim yang pertama kali mempergunakan lampu listrik untuk iluminasi di gastroskop. Alat endoskop lainnya, misalnya esofagoskop dipelopori oleh Bevan pada 1868, yang digunakan pertama kali untuk mengambil benda-benda asing dan untuk melihat kelainan di esofagus. Alat endoskop yang digunakan untuk memeriksa rektum dan sigmoid pertama kali dikembangkan oleh Tuttle pada 1902, Dan peritoneoskopi pertama kali dikembangkan oleh OTT pada 1901, dan disebutnya celioskopi. Ia mempergunakan spekulum vagina ke dalam rongga perut melalui insisi. Cara memeriksa isi rongga perut ini diikuti oleh Kelling pada tahun yang sama dengan menggunakan cystoskop.

Periode semiflexible tube endoscope antara 1932 – 1958. Oleh karena alat-alat endoskop sebelum 1932 masih kaku dan masih banyak kesukaran dan bahayanya, maka Rudolf Schindler Wolf membuat semiflexible gastroscope yang pertama kali pada 1932. Oleh karena itu Rudolf Schindler diakui oleh kalangan gastroenterolog di dunia sebagai seorang pionir dalam flexible endoskopi, Alat tersebut mempunyai lensa ganda dengan jarak sangat pendek. Kemudian alat tersebut mengalami berbagai macam modifikasi, di antaranya Henning pada 1939 membuat modifikasi lensanya, dan bagian yang kaku dibuat lebih kecil, sehingga memudahkan pemeriksaan.

Pada tahun 1941 Eder Palmer membuat gastroskop dengan diameter 9 mm, diameter ini lebih kecil dari pada yang dibuat oleh Schindler Pada 1948 oleh Benedict dibuat gastroskop yang dilengkapi dengan alat biopsi. Yang melakukan pemotretan pertama kali ialah Henning dengan memakai Schindler gastroskop, film yang dipakai hitam putih Kemudian 1948 dilakukan pemotretan dengan film berwarna oleh Henning, Keilhack, Segal, dan Watskin. Pada 1950 oleh Uji dibuat gastrokamera dengan mempergunakan mikrofilm yang dapat dimasukkan ke dalam gastroskop.

Pada periode fiberoptic endoskop, yang dimulai sejak 1958. Periode ini dipelopori oleh HIRSCHOWITZ dengan mendemonstrasikan untuk pertama kalinya gastroduodenal fiberskop buatan ACMI. Berkas-berkas cahaya yang terdapat di dalam alat-alat tersebut dipantulkan oleh fiberglass dengan diameter 0,0006 inch atau +/- 14 u. Di dalam satu bundel dengan diameter ± 0,25 inch terdapat 150.000 fiberglass. Dengan ditemukannya astroduodenal fiberskop HIRSCHOWITZ ini, mulai terlihat kemajuan di bidang endoskopi, karena pemakaiannya tebih mudah dan lebih aman. Kemudian Olympus Co. dari Jepang membuat gastrokamera yang dikombinir dalam fiberskop, yang disebut GFT(1962), dan kemudian mengalami perbaikan dan disebut GFTA(1965).

Sejak 1970 di Jepang telah dapat dilakukan pemeriksaan endoskopi di TV (Television endos-kopy), maksudnya untuk memudahkan pendidikan. Sedang untuk pemeriksaan di kolon, yang tadinya dipakai rektosigmoidoskop bentuk kaku, dengan ditemukannya fiberoptic endoskop, sejak 1963 telah dibuat oleh ACMI fiber-sigmoidoskop yang panjangnya 50-60 cm. Kemudian oleh Olympus Co. dibuat fiber-kolonoskop yang panjangnya 105 cm dapat untuk memeriksa sampai kolon transversum, dan fiber-kolonoskop yang panjangnya185cm dapat untuk memeriksa sampai daerah coecum. Alat ini diperkenalkan pertama kali pada 1968.

Demikian juga peritoneoskop mengalami banyak perubahan setelah ditemukannya fiberoptic endoskop. Bahkan pada Waktu 5th Asian Pacific Congress of Gastroenterology di Singapura pada akhir Mei 1976 telah dilaporkan dan di- pamerkan laparoskop kecil buatan Olympus, yang dapat digunakan untuk memeriksa penderita di bangsal.

Endoskopi dinamakan bergantung pada bagian tubuh yang digunakan. Contohnya adalah:

  • Artroskop    : digunakan untuk melihat sambungan tulang (sendi).
  • Bronkoskop : digunakan untuk melihat jalur nafas dan paru-paru.
  • Sitoskop       : digunakan untuk melihat kantung kemih.
  • Laparoskop : digunakan untuk melihat secara langsung ovari, usus buntu dan organ abdominal lainnya.

|sumber: wikipedia.org dan dikutip dari berbagai sumber

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *