Apa itu Labu Erlenmeyer? Ini dia Penemunya

RICHARD August Carl Emil Erlenmeyer atau Emil Erlenmeyer adalah seorang kimiawan berkebangsaan Jerman. Emil Erlenmeyer lahir pada tanggal 28 Juni 1825 di Taunusstein, kota di sebelah Wiesbaden, Jerman, putra seorang pendeta Protestan. Ia seorang ahli kimia organik Jerman yang merupakan pelopor dalam perkembangan struktur molekul. Suatu konsep dari Alex Crum Brown (1838-1922) tentang ikatan rangkap mulai dikembangkan oleh Erlenmeyer. Ia juga merumuskan “Hukum Erlenmeyer“, dan merancang jenis labu kimia (Labu Erlenmeyer).

Di masa mudanya ia belajar kimia pada laboratorium Liebig di Giessen. Erlenmeyer lalu mendalami kimia, pada tahun 1855, ia belajar kimia di Heidelberg di bawah bimbingan Kekule dan diadopsi oleh Kekule. Ketika Kekule pindah ke Ghent pada tahun 1859, Erlenmeyer menggantikannya sebagai dosen kimia organik di Universitas Heidelberg.

Di tahun 1862, beliau menyatakan bahwa obligasi dua dan tiga bisa terbentuk antara atom karbon. Dan tahun 1863, beliau menjadi profesor di Universitas Heidelberg dan mendapatkan predikat “Extraordinary Professor”. Pekerjaannya difokuskan pada kimia teoritis dimana dia berhasil mengidentifikasi struktur Naptalena dan menemukan Hukum Erlenmeyer. Antara tahun 1868-1883 ia diangkat menjadi guru besar kimia pada Politechnikum di Munich.

Erlenmeyer juga adalah orang pertama yang mensintesis beberapa senyawa organik seperti: tirosin, guanidin, creatine, dan kreatinin. Pada tahun 1880, ia menjelaskan “Hukum Erlenmeyer” yang menyatakan bahwa:

Gugus hidroksil pada alk0h0l bila berikatan pada karbon akan membentuk ikatan ganda yang menjadikannya keton atau aldehid. Hukum ini ditemukan saat Emil mencoba membuat alk0h0l dengan menambahkan gugus hidroksil, tapi yang terjadi malah atom karbon berikatan ganda dengan atom O yang menjadikannya keton atau aldehid.(Hukum Erlenmeyer)

Pada tahun 1868 erlenmeyer disewa sebagai profesor penuh di Munich untuk memimpin laboratorium baru di Politeknik, sebuah lab yang dia pegang sampai pensiun dari mengajarnya tepat di tahun 1883.

Dengan mengembangkan teori valensi dari Kekule, Erlenmeyer menyatakan bahwa pada molekul etilena (C2H4) terdapat ikatan rangkap dua, sedangkan pada molekul asetilena (C2H2) terdapat ikatan rangkap tiga. Selain itu ia juga mengusulkan bahwa struktur naftalena terdiri atas dua cincin benzena yang bersatu.

Erlenmeyer menyumbangkan karyanya berupa penerbitan jurnal ilmiah dalam bidang kimia dan farmasi, yakni “Zeitschrift fur Chemie und Pharmazie”. Nama Erlenmeyer tentu telah dikenal oleh mereka yang pernah bekerja di laboratorium, karena salah satu alat gelas yang berupa labu berbentuk kerucut dengan nama labu Erlenmeyer adalah ciptaannya. Hal ini pertamanya di tahun 1860, beliau menerbitkan sebuah deskripsi labu berbentuk kerucut yang menyandang namanya.

Erlenmeyer meninggal pada 22 Januari 1909 (umur 83) di Aschaffenburg (Jerman). |Dikutip dari berbagai sumber

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 9 =