Indonesia Mendapat Jatah Kemunculan Gerhana Matahari 9 Maret Mendatang

FENOMENA langka akan terjadi di Indonesia pada 9 Maret 2016. Ya, Indonesia “mendapat jatah” kemunculan gerhana matahari total pada hari tersebut.

Butuh waktu 350 tahun untuk dapat melihat gerhana matahari total di tempat yang sama. Itu artinya, kesempatan menyaksikan fenomena ini di Indonesia hanya terjadi sekali seumur hidup.

“Peredaran Matahari, Bumi dan Bulan tidak selalu dalam keadaan lurus, pada saat siklus tertentu posisi Matahari, Bulan, dan Bumi pada saat yang bersamaan berada pada satu garis maka terjadilah Gerhana Matahari. Ketika Gerhana Matahari terjadi, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, sehingga piringan Bulan akan menutupi piringan Matahari. Bulan berada di antara Bumi dan Matahari saat sedang berada pada fase Bulan Baru. Gerhana Matahari membutuhkan 10 tahun, 20 tahun, bahkan ratusan tahun terjadi. Tergantung pada jenis gerhananya,” kata Roan Kurniawan. Dosen Meteorologi dan Klimatologi Universitas Malahayati.

Namun, tidak semua masyarakat di Indonesia dapat menyaksikan gerhana matahari total secara langsung, hanya 11 provinsi yang dilintasi gerhana matahari total. Ke-11 provinsi tersebut adalah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Kejadian gerhana ini akan terjadi pada pagi hari. Meski demikian, setiap wilayah memiliki waktu yang berbeda-beda.

“Setiap wilayah memiliki waktu yang berbeda-beda dikarenakan memang hanya sebagian sinar matahari yang terhalangi oleh bulan. Hal ini dikarenakan juga ukuran bulan yang juah lebih kecil dan jaraknya yang jauh dari bumi. Karena itu saat Gerhana Matahari hanya sebagian area di bumi yang berada dalam umbra dan mengalami gerhana total,” tambahnya.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =