Rektor Kadafi: Mari Mendalami Konsep Dasar Universitas Malahayati

REKTOR Universitas Malahayati dalam sambutannya pada wisuda bersama periode 18 di Graha Bintang Universitas Malahayati, Sabtu 05 Maret 2015 menguraikan tema yang terkandung pada wisuda kali ini. Ia mengajak para wisudawan dan semua civitas akademika untuk melihat dan menyelami secara mendalam sebuah realitas kehidupan kita dari masa ke masa. Maka dari itu, semua civitas akademika harus kembali mendalami konsep dasar berdirinya Universitas Malahayati.

“Kampus ini didirikan oleh H Rusli Bintang, dengan cita-cita melahirkan intelektual yang memahami makna kehadirannya di bumi ini. Ia bukan saja berguna bagi dirinya sendiri, juga bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya, bahkan bernilai bagi seluruh lingkungan yang melingkupinya,” kata Kadafi. Dengan kata lain, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi dirinya, orang disekitarnya serta seluruh lingkungan yang melingkupinya.

Kadafi juga mengatakan, untuk menanamkan rasa malu pada diri kita jika kita mengisi hidup ini dengan suatu hal yang tidak ada faedahnya. Apalagi sampai merugikan dan memberi dampak buruk bagi kehidupan mahluk lain.

“Malulah kita kepada mahluk-mahluk Allah jika kehadiran kita tak membawa dampak baik kepada sekitar. Malulah kita kepada Mahluk Allah, jika terciptanya kita lebih banyak membawa dampak buruk dibandingkan manfaat. Lebih banyak kerugian-kerugian dibanding faedah, lebih banyak tak diharap hadirnya dibandingkan dinanti keberadaannya,” ujar Kadafi.

Itulah mengapa Universitas Malahayati dibentuk menjadi lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang tak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu. Namun mahasiswa juga dibekali kedisplinan, etika dan religi.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + sixteen =