Mengatasi Trauma Guna Menghindari Kematian

Penilaian yang cepat dan pengelolaan yang tepat guna bisa menghindari kematian. Dalam kondisi tersebut, waktu menjadi sangat mendesak, sehingga dibutuhkan suatu penilaian yang mudah. Sistem penilaian itulah yang dinamakan initial assessement dalam mengelola sebuah trauma dalam sebuah kecelakaan.

Pada suatu kondisi tertentu, mengatasi trauma mengalami masa yang disebut the golden hour. Kondisi itu menekankan pada urgensi melakukan identifikasi dan prioritas. Yakni penanggulangan cedera akibat trauma yang mengancam nyawa atau secara potensial mengancam nyawa.

“Initial assessement tadi harus dilakukan melalui beberapa tahapan. Yakni persiapan, triase, primary survey, resusitasi, secondary survey, evaluasi ulang, dan definitive action,” seperti diungkapkan Dr. Yusmaidi, SpB dalam seminar kesehatan pada Latgab Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia, di Universitas Malahayati, Sabtu (25/4).

Kemudian, ia melanjutkan lebih detail tahapan-tahapan tersebut. Persiapan yang harus dilakukan terkait koordinasi, misalnya sebelum sampai di rumah sakit maupun saat tiba di rumah sakit. Pada tahapan ini, harus diperhatikan control pada kondisi pendarahan dan lain.

Lalu tahapan triase yang menekankan penilaian pada korban berdasarkan kebutuhan terapi dan sumberdaya (pemilahan). Selanjutnya hingga tahap primary survey dimana harus mengenali keadaan yang mengancam nyawa terlebih dahulu. Setiap tahapan dilakukan harus sesuai prosedur supaya aman.[]