Pendapat Para Dosen Teknik Lingkungan Tentang Plastik Berbayar

KANTONG plastik atau tas kresek berbayar sudah mulai dilakukan oleh pemerintah serentak di 22 kota (seperti Lampung, Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar) di Indonesia sejak 21 Februari 2016. Harga per kantong plastik bervariasi mulai dari Rp 200 – Rp 5.000 per kantong. Ini disebabkan karena sebagian besar sampah berasal dari kantong plastik yang merupakan sampah yang cukup lama proses penguraiannya 500-1000 tahun lamanya.

Kantong plastik yang tak gratis lagi merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi permasalahan sampah yang ada di Tanah Air. Adapun pendapat para dosen teknik lingkungan Universitas Malahayati tentang kebijakan ini.

Menurut Nasution, dosen Fakultas Teknik lingkungan yang sudah 10 tahun mengajar di Universitas malahayati,
plastik berbayar adalah satu instrumen yang cukup ampuh diterapkan di Indonesia karena dapat mengurangi jumlah sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat. “Salah satu cara penerapan untuk mengurangi sampah adalah jangan pernah menjadi orang yang pertama membuang sampah di sembarangan tempat, karena perilaku anda tersebut selamanya akan diikuti oleh orang berikutnya,” ujar Nasution.

Berbeda dengan Nasution, menurut Natalina dosen yang sekaligus alumni S1 Teknik Lingkungan di Universitas Malahayati. “Plastik berbayar seharusnya di naikkan tarif berbayar di atas 200 dan 5000 rupiah, dengan begitu masyarakat akan lebih tegas dalam menyikapi kebijakan pemerintah dan semakin peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Sedangkan menurut Rani yang sudah menjadi dosen tetap sejak Juli 2015, plastik berbayar mengajarkan manusia untuk lebih hemat. Plastik berbayar merupakan satu ladang ekonomi khususnya bagi mahasiswa yang berjiwa bisnis. “Mahasiswa juga dengan ide-ide kreatifnya bisa menciptakan kantong dari bahan selain plastik yang dapat digunakan bukan cuma sekali pakai.” kata Rani.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − eight =