Rektor Kadafi Berduka Atas Meninggalnya Kapten Dokter Yanto

REKTOR Universitas Malahayati, Dr Muhammad Kadafi SH MH, menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Kapten CKM dr Yanto. Kadokes Korem Poso ini, adalah salah seorang korban jatuhnya helikopter TNI di Poso, Sulawesi Tengah. “Kapten Yanto adalah salah satu alumni terbaik Universitas Malahayati,” kata Rektor Kadafi.

yanto 1“Kami sangat merasa kehilangan. Saya atas nama Universitas Malahayati menyampaikan dukacita, kita berharap keluarga yang ditinggalkannya bisa tabah menghadapi cobaan ini. Semoga beliau juga mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,” kata Kadafi.

Mabes TNI menyatakan helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171 yang jatuh di atas perkebunan di Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisi, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3/2016), diduga karena faktor cuaca. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Tatang Sulaiman menyatakan, saat helikopter itu jatuh, cuaca dalam kodisi hujan.”

Pihak TNI menyatakan, sebanyak 13 penumpang helikopter itu tewas. Korban tewas yang dirilis Mabes TNI, yakni Danrem 132/Tadulako Kol Inf Saiful Anwar, Mayor Inf Faqih, Kapten Dr. Yanto, Kolonel Inf Heri.

Kemudian, Kolonel Ontang, Prada Kiki, Letkol Cpm Tedy, Kapten Cpm Agung, Lettu Cpn Wiradi, Letda Cpn Tito, Sertu Bagus, Serda Karmin, dan Pratu Bangkit.

Yanto adalah salah seorang alumni Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. Menurut dr Dahlan Gunawan, dokter Yanto seorang yang cerdas, ramah, dan pandai bergaul. Yanto adalah alumni Universitas Malahayati angkatan 1996. Setelah tamat dari Fakultas Kedokteran, ia masuk Kopassus, bahkan ia berhasil melewati pendidikan spesialis bedah tulang. []

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 6 =