Pendapat Suharyono Tentang Hari Air Dunia

Dr Suharyono pakar lingkungan dari Universitas Malahayati Menjelaskan Pentingnya air bagi kehidupan kepada malahayati.ac.id, Selasa, 22 Maret 2016. Hal ini senada dengan diperingatinya Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret.

HARI Air Dunia (HAD) yang dahulu disebut Hari Air Sedunia (HAS) atau World Water Day dan sering pula disebut sebagai World Day for Water diperingati hari ini, Selasa (22/3).

Hari Air Sedunia diperingati bersadarkan keputusan Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992, melalui Resolusi Nomor 147/1993, usulan Agenda 21 diterima dan sekaligus menetapkan pelaksanaan Hari Air Dunia pada setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati sejak tahun 1993 oleh negara-negara anggota PBB dengan berbagai tema.

Hari Air Sedunia merupakan hari peringatan yang ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat sedunia (internasional) akan pentingnya air bagi kehidupan serta untuk melindungi sumber daya air secara berkelanjutan.

10-80 % tubuh manusia terdiri dari air. Air juga digunakan dalam proses metabolisme tubuh manusia, hewan dan tanaman. Air juga pelarut zat nutrisi. Tanpa adanya air proses metabolisme dalam tubuh tidak akan bisa berlansung.

“Saya berharap seluruh lapisan masyarakat khususnya mahasiswa Universitas Malahayati bisa menghargai, menjaga dan melestarikan air”.Katanya.

Dosen Fakultas Teknik Lingungan Universitas Malahayati ini mengatakan, jika kualitas air terganggu maka hampir dipastikan semua makhluk hidup yang ada disekitar khususnya hewan, manusia dan tanaman akan terganggu kehidupannya. Air yang terkontaminasi oleh limbah berbahaya juga akan membahayakan lingkungan. Tanaman bisa mati melalui hujan asam, hewan juga banyak terbunuh karena racun dari limbah industri, dan manusia bisa terkena berbagai penyakit misalnya alergi kulit akibat air yang dikomsusi tidak terjaga kualiatasnya.

Menurutnya, Air di Bandar Lampung masih jauh di bawah standar kualitasnya. Kualitas air di Sumatera khususnya di Lampung masih dalam kualitas C dan D. Kualitas Air C dibutuhkan untuk perikanan, pertanian dan perternakan. Kualitas Air D dibutuhkan untuk industri dalam artian air yang ada di Lampung harus diolah terlebih dahulu baru bisa digunakan. Air dengan Kualitas B adalah air yang diolah oleh PDAM. Penyediaan air PDAM pun untuk wilayah Bandar Lampung masih di bawah ambang batas kecukupan. Apalagi kualitas air A, ini masih jauh bisa ditemukan dalam lingkungan sekitas kita.

Kualitas air yang mendekati ideal terdapat di daerah Jawa Timur, DKI Jaya dan Kalimantan Timur. Kalimantan Timur daerah Balik papan adalah Provinsi dengan kualitas air terbagus di Indonesia bahkan mendapat penghargaan Pengelolaan air tingkat Asia.

Harapan Suharyono mntuk mahasiswa khususnya Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkkungan (HMTL) Universitas Malahayati untuk terjun lansung membantu pemerintah membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) dari sampah agar kualitas air terjaga.

Menurutnya, penanaman pohon adalah salah satu cara agar air tetap ada dan terjaga untuk kita dan masa depan bumi ini.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *