Lantunan Merdu Surah Yasin di Danau Cinta Kembali Menggema

ALUNAN merdu surah yasin kembali terdengar di Danau Cinta Universitas Malahayati, Sabtu, 26 Maret 2016. Anak yatim bersama ibunya terlihat khusuk membaca ayat demi ayat hingga selesai. Dimpimpin oleh Bobby Yoga A, anak yatim Binaan Yayasan Alih Teknologi Malahayati alunan surah yasin terasa begitu merdu dan khidmat ditelinga pendengarnya. Terlihat juga Rayendra Hermansyah, dr Yunus, dr Edy Ramdhani, Tironsyah dan para Ustadz Green Dormitory mengiringi ayat demi ayat yang dibaca.

Mereka bermunajat kepada Allah SWT agar Universitas Malahayati selalu diridhoi oleh Allah. Terutama Rusli Bintang dan civitas akademika agar selalu diberi kesehatan dan berkah dunia serta akhirat. Tak lupa mereka mengirim doa untuk Almarhum Kapten Anumerta dr Yanto Sp OT yang gugur saat menjalankan tugasnya di Poso, seminggu silam. Dokter Yanto merupakan lulusan terbaik Fakultas Kedokteran angkatan 1999 yang selalu menjadi kebanggan Universitas Malahayati. Mereka berdoa agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dibalik rasa duka yang mendalam atas kepergian salah satu anggota keluarga Malahayati, nampak pula wajah polos anak yatim yang membuka lembar demi lembar buku di tangannya. Lantunan ayat suci yang keluar dari mulut mereka bahkan terasa indah dan menenangkan dibandingkan dengan keelokan danau cinta dan teduhnya rerimbunan pohon sengon yang menaunginya.

Kegiatan rutin ini merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari nadi kehidupan Universitas Malahayati. Menyayangi dan menyantuni anak yatim adalah suatu kewajiban yang selalu diajarkan oleh Rusli Bintang, Pendiri Yayasan Alih Teknologi Universitas Malahayati kepada semua yang dikenalnya. Setiap pejabat rektorat, dosen bahkan mahasiswa diwajibkan untuk menyantuni anak yatim minimal satu orang.

Jadi setiap Sabtu sebelum adzan dzuhur berkumandang, para anak yatim dan ibu mereka hadir untuk shalat berjamaah dan membaca yasin bersama untuk mendoakan Malahayati agar semakin maju dan berkembang. Setelah itu barulah mereka bercengkrama, makan bersama dan mengambil santunan bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.[]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =